cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELIAN BUKU MATERI POKOK (MODUL) UT MELALUI TOKO BUKU ONLINE (TBO) ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Irmawaty, Irmawaty; Iswanto, Yun; Nupikso, Gunoro
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.846 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1875

Abstract

Universitas Terbuka is a Distance Learning institution that offers an independent learning system, so that in the Distance Learning system (PJJ) prioritizes student initiative and activeness in student centered learning process, therefore it is important for students to have a Basic Resource Book (module) to support study activities. Due to the wide scope of UT student services in various regions of Indonesia, the UT module sales system is conducted online through Toko Buku Online. Through the development of this online-based study material distribution model which came to be known as Toko Buku Online (TBO), students can obtain study materials without having to come to the UT study books sales center at the UPBJJ-UT Office. Such is the importance of TBO for students, that it is important to assess the effectiveness of TBO use for students, so that this service can continue to be improved given the large number of students who cannot use this service. The analysis method used is Importance Performance Analysis (IPA), this technique is used to compare the extent to which performance / service can be felt by students compared to the desired level of satisfaction. The results of the analysis show that the lowest Satisfaction Index lies in the Responsiveness attribute (X3) associated with the timeliness of study materials arrival, which is equal to 0.91. The highest satisfaction index lies in the Reliability attribute (X2) associated with student knowledge of the Toko Buku Online service that is equal to 1.04. The biggest gap lies in the Assurance (X4) dimension (-0.28) and the Responsiveness dimension (X3) that is equal to -0.24.ABSTRAK: Universitas Terbuka merupakan institusi pendidikan jarak jauh yang menawarkan sistem belajar secara mandiri, sehingga dalam sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) mengutamakan inisiatif dan keaktifan siswa dalam proses belajar (student centered), sehingga dirasa penting mahasiswa memiliki Buku Materi Pokok (modul) untuk menunjang kegiatan belajar. Karena luasnya layanan mahasiswa UT di berbagai daerah diindonesia, maka sistem penjualan modul UT dilakukan secara online melalui Toko Buku Online. Melalui pengembangan model distribusi bahan ajar berbasis online ini yang kemudian dikenal sebagai Toko Buku Online (TBO), mahasiswa dapat memperoleh bahan ajar tanpa arus datang ke tempat penjualan buku bahan ajar UT di Kantor UPBJJ-UT. Begitu pentingnya TBO bagi mahasiswa maka penting mengkaji efektifitas penggunaan TBO bagi mahasiswa, agar pelayanan ini terus dapat ditingkatkan mengingat banyaknya mahasiswa yang tidak bisa menggunakan layanan ini. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), tehnik ini digunakan untuk membandingkan sampai sejauh mana antara kinerja/pelayanan yang dapat dirasakan oleh mahasiswa dibandingkan terhadap tingkat kepuasan yang diinginkan. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa Indeks Kepuasan terendah terletak pada atribut Responsiveness (X3) yang berkaitan dengan ketepatan waktu penerimaan bahan ajar, yaitu sebesar 0,91. Indeks kepuasan tertinggi terletak pada atribut Reliability (X2) yang berkaitan dengan pengetahuan mahasiswa terhadap layanan Toko Buku Online yaitu sebesar 1,04. Tingkat perbedaan atau gap terbesar terletak pada dimensi Assurance (X4) (-0,28) dan dimensi Responsiveness (X3) yaitu sebesar -0,24.
PEMBERDAYAAN PEMILIK KIOS DI PASAR KUNCIRAN INDAH KOTA TANGERANG, PROVINSI BANTEN Muhammad Tony Nawawi; Purwanto Purwanto; Urbanus W Urbanus W
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.315 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7261

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk membantu kelompok pemilik Kios di pasar kunciran indah, Pinang, Kota Tangerang, Hasil observasi kepada pemilik kios di pasar kunciran indah, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Abdul Syukur. Dan pemilik kios ibu Ambar, teridentifikasi masalah yang menjadi prioritas adalah minimnya pembeli ke kios pasar kunciran indah. Jumlah kios yang tersedia banyak sementara yang pembeli masih sedikit, terutama untuk produk kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut terkait dengan aspek produksi, yaitu belum adanya promosi dan yang mendorong masyarakat untuk berbelanja ke pasar kunciran indah. Pada aspek manajemen terkait dengan minat/sikap pemilik kios untuk berusaha di pasar kunciran rendah, perlu upaya untuk memberikan dorongan/memotivasi pemilik kios agar berpartisipasi dalam pemberdayaan kiosnya. Melalui kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tarumanagara ini, setidaknya dapat membantu mengatasi persoalan yang dihadapi mitra tersebut. Dan dapat meningkatkan motivasi usaha bagi pemilik kios, juga meningkatkan omset penjualan usaha mereka. Berdasarkan kegiatan PKM, maka hasilnya adalah terealisasinya penyusunan materi motivasi usaha, pelaksanaan sosialisasi kepada mitra usaha tentang Materi promosi berjalan dengan baik, pelaksanaan pembuatan media media promosi seperti spanduk, terealisasinya spanduk spanduk dan lainnya yang dipajang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian konsumen yang lalu lalang di depan tempat usaha. Dengan melihat kondisi pemilik usaha dalam menjalankan usaha, terutama dalam mengkomunikasikan usaha pada konsumen.
PENGENALAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS-ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROME DI BUNDA MULIA SCHOOL JAKARTA Alya Dwiana; Ernawati Ernawati; Andriana KD
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.226 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8054

Abstract

The trend of the prevalence of cases of sexually transmitted diseases (STDs) of Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) in the population aged 15-49 years increased from 0.16% to 0.43% in 2013 and will continue to increase. Many doctors and scientists have stated how important comprehensive prevention efforts are, before the prevalence of HIV STDs in the Asia-Pacific region increased to 10 million sufferers by 2020. Several factors influence the occurrence of HIV-AIDS STDs among adolescents, one of which is the lack of accurate information. Therefore, health education, especially sexual education and healthy living behaviors are teachings that can help adolescents to deal with life problems that originate from sexual drive and relationships. Education about how HIV-AIDS STDs are transmitted and prevented is the main weapon against HIV-AIDS STDs, because there is no treatment or vaccine that can prevent the spread of HIV-AIDS STDs. Counseling about STD HIV-AIDS is carried out at Bunda Mulia School, which is one of the youth communities that can be used as an example of efforts to prevent STD HIV-AIDS early. Prevention is carried out by interactive counseling in the form of discussions and question and answer sessions, which aim to provide a clear understanding for teenage students as well as teachers and school staff on how to prevent transmission of HIV-AIDS STDs. Before and after counseling, pre-test and post-test are held to assess whether there is a change in understanding of STD HIV-AIDS. The activity was followed by 88 students from grade 10-12. Overall, there was an increase in the knowledge of participating students about STD HIV-AIDS with an average point of 1.34 to 1.55 after participating in counseling activities. So it can be concluded that the objectives of extension activities have been achieved.ABSTRAK:Kecenderungan prevalensi kasus Penyakit Menular Seksual (PMS) Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) pada penduduk usia 15-49 tahun meningkat dari 0.16% menjadi 0.43% di tahun 2013 dan akan terus semakin meningkat. Banyak dokter dan ilmuwan telah menyatakan betapa pentingnya upaya pencegahan yang menyeluruh, sebelum prevalensi PMS HIV di wilayah Asia pasifik meningkat menjadi 10 juta penderita pada tahun 2020.Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya PMS HIV-AIDS di kalangan remaja salah satunya adalah kurangnya informasi yang akurat. Maka dari itu, pendidikan kesehatan terutama pendidikan seksual dan perilaku hidup sehat merupakan pengajaran yang dapat menolong remaja untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber dari dorongan seksual dan pergaulan. Pendidikan tentang bagaimana PMS HIV-AIDS ditularkan dan dicegah adalah senjata utama melawan PMS HIV-AIDS, karena tidak ada pengobatan atau vaksin yang dapat mencegah penyebaran PMS HIV-AIDS. Penyuluhan mengenai PMS HIV-AIDS dilakukan di Sekolah Bunda Mulia yang merupakan salah satu komunitas remaja yang dapat dijadikan sebagai contoh upaya pencegahan PMS HIV-AIDS secara dini. Pencegahan dilakukan dengan penyuluhan yang interaktif berupa diskusi dan sesi tanya jawab, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas bagi para siswa remaja serta guru dan petugas sekolah mengenai cara mencegah penularan PMS HIV-AIDS. Sebelum dan sesudah penyuluhan, diadakan pre-test dan post-test untuk menilai apakah ada perubahan dalam pemahaman mengenai PMS HIV-AIDS. Kegiatan diikuti oleh 88 siswa/i kelas 10-12. Secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan siswa peserta mengenai PMS HIV-AIDS dengan rata-rata poin 1.34 menjadi 1.55 setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan penyuluhan telah tercapai
PRODUK PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN TEKNIK PENCATATAN SECARA AKUNTANSI SEBAGAI PENDUKUNG AKTIVITAS USAHA Siswanto, Halim Putera; Ekadjaja, Margarita; Henny, Henny; Ekadjaja, Agustin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.915 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4310

Abstract

Menjadi wirausahawan (entrepreneur) adalah pilihan yang menantang, karena selain dibutuhkan soft skill untuk melaksanakan kegiatan usahaanya juga diperlukan dana yang cukup untuk membiayai kegiatan usahanya. Suatu kondisi keuangan yang sehat dapat dicapai jika seseorang sudah mengetahui dengan jelas tujuan yang akan dicapai dan mampu mengelola sumber daya keuangannya secara tepat guna mencapai tujuan dimaksud. Selama tujuan penggunaan dari barang atau jasa tersebut merupakan suatu kebutuhan untuk tujuan produktif, maka meminjam dari sumber dana lain seperti perusahaan pembiayaan adalah keputusan yang dapat dibenarkan. Masih terdapat banyak pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia yang memiliki ide-ide usaha kreatif namun belum mendapatkan akses layanan dari jasa pembiayaan yang ada. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mereka tentang perusahaan pembiayaan, analisis kredit, dan teknik pencatatan secara akuntansi. Hal ini yang mendorong perlu dilakukannya program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program PKM ini berupa pelatihan kepada perusahaan Multi Global Electrindo, dikarenakan perusahaan tersebut merupakan perusahaan perseorangan dengan jumlah karyawan yang masih relatif sedikit dan masih memerlukan dana besar. Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Tarumanagara (DPPM UNTAR). Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah dapat menghasilkan kontribusi positif bagi entrepreneur dalam hal peningkatan pemahaman mengenai literasi keuangan dan juga sebagai pemicu kegiatan-kegiatan PKM lanjutan untuk membantu program pemerintah dalam hal pengenalan literasi keuangan melalui Universitas Tarumanagara yang mendanai kegiatan ini
MEDIA KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN BAGI ANAK DI PAUD AS-SHIDIQIYAH DESA CIKIDANG, LEMBANG, JAWA BARAT Sari, Wulan Purnama
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.336 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1881

Abstract

This community service was held in Cikidang Village, which was chosen based on its proximity to Lembang, a famous tourism spot in Bandung, however, this village is very traditional and undeveloped, especially in the field of education. In Cikidang Village 1345 people are uneducated (BPS, 2014). The right to education is the right of every citizen, however based on the Constituation no. 20 of 2003 the government only guarantees basic education (7-17 years old) for every citizen. To fulfill the right to education from an early age between three to five years, the government supports the development of Early Childhood Education in the form of non-formal education, one of which is PAUD. To support the educational process at this PAUD level, communication medium in education is necessary to connect teachers with their students. The limited knowledge and medium of the teaching staff are the main obstacles faced by partnersABSTRAK: Kegiatan pengabdian ini diadakan di Desa Cikidang, yang dipilih menjadi lokasi karena desa tersebut sangat dekat dengan daerah Lembang yang terkenal di Bandung untuk pariwisatanya, tetapi kondisi di desa tersebut bertolak belakang dengan keadaan desa yang sangat tradisional dan tertinggal, khususnya dalam bidang pendidikan. Dimana di Desa Cikidang masih terdapat 1345 orang yang belum bersekolah (BPS, 2014). Semestinya hak untuk mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara, tetapi berdasarkan UU no. 20 tahun 2003 pemerintah hanya menjamin pendidikan dasar (usia 7-17 tahun) bagi setiap warga negara. Untuk memenuhi hak pendidikan sejak seorang anak berusia dini yaitu antara usia tiga sampai lima tahun maka pemerintah mendukung perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini dalam koridor pendidikan nonformal, salah satunya adalah dalam bentuk PAUD. Untuk menunjang proses pendidikan di tingkat PAUD ini diperlukan peran media komunikasi dalam pendidikan yang menjadi sarana penghubung antara guru dengan anak didiknya. Keterbatasan pengetahuan tenaga pengajar dan media yang dimiliki menjadi kendala utama yang dihadapi oleh mitra.
FABRIKASI KEMASAN AKSESORI ARSITEKTURAL UNTUK KELOMPOK PENGRAJIN KAMPUNG AMPERA Rudy Trisno; Clinton Thedyardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.8 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8100

Abstract

A community engagement activity was aimed at the craftsmen of Kampung Ampera to the UNTAR PKM Team to provide training in the fabrication of architectural accessory packaging supported by an invitation from a fashion designer for the needs of the Soiree event in Tulodong, South Jakarta. This event gives work to craftsmen to make packaging with transparent characters that have never been made by craftsmen before, plus the design is expected to have a high intellectual level and is a delicate work for the upper middle-class target. Acrylic material is used as a fabrication material that is often used in fields and architectural work. The packaging is formed by cutting, laser cutting and bending machines to produce transparent packaging that accentuates the accessories for sale. The experimental method is used by adhering to the process of turning the material into the final result, using an acrylic cutting machine to produce bulk cuts with a high degree of fineness, and heaters for bending. The design sketch was developed through a series of tests on several architectural materials with transparent or translucent characters. Production, detailing, and gluing are carried out by a group of craftsmen producing ready-to-sell packaging that was presented at the Soiree event and received good appreciation. The findings in this study are to improve human resources in Kampung Ampera to change the workings of making gold from manuals to the development of cad technology that is more precise and can be made in bulk, in accordance with the development of the Industrial Revolution 4.0.ABSTRAK:Sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada pengrajin Kampung Ampera kepada Tim PKM UNTAR untuk memberikan pelatihan fabrikasi kemasan aksesori arsitektural didukung oleh undangan dari perancang busana untuk kebutuhan acara Soiree di Tulodong, Jakarta Selatan. Acara ini memberikan pekerjaan kepada pengrajin untuk membuat kemasan dengan karakter transparan yang belum pernah dibuat pengrajin sebelumnya, ditambah lagi rancangan diharapkan memiliki tingkat intelektual tinggi dan merupakan pekerjaan halus untuk target kalangan menengah atas. Material akrilik digunakan sebagai material fabrikasi yang kerap digunakan di bidang dan pekerjaan arsitektural. Kemasan dibentuk dengan mesin potong, laser cutting dan bending sehingga menghasilkan kemasan transparan yang menonjolkan aksesori yang dijual. Metode eksperimental digunakan dengan berpegang pada proses memalih material menjadi hasil akhir, menggunakan mesin potong akrilik untuk menghasilkan potongan massal dengan tingkat kehalusan tinggi, dan pemanas untuk bending. Sketsa rancangan dikembangkan melalui serangkaian tes terhadap beberapa material arsitektural berkarakter transparan atau translusen. Produksi, pendetailan dan pengeleman dilakukan oleh kelompok pengrajin menghasilkan kemasan siap jual yang dipresentasikan pada acara Soiree dan mendapatkan apresiasi baik. Temuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan sumber daya manusia di Kampung Ampera untuk merubah cara kerja pembuatan keemasan dari manual ke perkembangan teknologi cad yang lebih presisi dan bisa dibuat secara massal, sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0
PENELUSURAN BAKAT DAN MINAT PADA SISWA SMPK HARAPAN BALI Basaria1, Debora; Saraswati, Kiky D. H.
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.242 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4315

Abstract

Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di berbagai sektor pekerjaan, tentunya dibutuhkan penelusuran bakat dan minat sejak dini pada seorang individu. Ketika individu memasuki usia remaja, pada umumnya mereka sudah mulai memiliki pemikiran mengenai pekerjaan yang ingin mereka geluti di masa depan. Pendidikan di Indonesia saat ini memiliki kebijakan penjurusan bagi siswa dimulai sejak mereka duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA). Terkait dengan hal tersebut, maka penting kiranya dibuat sebuah kegiatan penelusuran bakat dan minat sejak usia sekolah menengah pertama (SMP), dengan harapan mereka akan lebih matang dalam memilih jurusan saat akan memasuki sekolah menengah atas. Kegiatan ini juga dapat mempersiapkan siswa untuk serius menyelesaikan sekolah menengah pertama mereka dengan nilai yang memadai untuk dapat diterima di jurusan yang mereka inginkan. Dari kegiatan yang sudah dilaksanakan diketahui 66% dari 487 siswa SMPK Harapan Bali memiliki kapasitas intelegensi yang berada dalam kategori rata-rata. Dari penelusuran bakat dan minat didapatkan hasil 23% dari 487 siswa memiliki minat di area social, 22% siswa memiliki minat di area artistik dan entrepreneur. 16% siswa memiliki minat di area investigative, 11% siswa memiliki minat di area clerical dan 6% sisanya memiliki minat di area realistic. Dari hasil ini dapat disimpulkan hampir lebih dari 50% dari total keseluruhan siswa lebih menyukai jurusan yang non-eksakta.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM RANGKA PENGEMBANGAN SDM YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS PADA SMP IT DAARUSSALAAM TASIKMALAYA Mulyani, Elis Listiana; Radi R, Lucky; Nurfahmi M, Alfin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.882 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1886

Abstract

Community Service (PPM) is carried out in order to help government programs improve the quality of 9-year basic education, therefore, skilled teaching staff is needed. Based on this we provide training on the use of Information Technology to improve the knowledge of educators through information medium, so that their skills and expertise can be improved. In relation to this we provide training to 14 teaching staff and education staff of Daarussalaam Ciawitali Karangnunggal IT Middle School Tasikmalaya in 2 phases. Phase 1 on July 13, 2017 is teaching about the introduction of Information Technology. Phase 2 on July 19, 2017 is the practice of using information technology. Based on the results of training and mentoring conducted, some educators implemented these methods in the learning and teaching process in the classroom right away. Some others, because of limited school facilities, are still using old methods. It is hoped that there will be an advanced program that can improve the skills of teachers and education staffs, especially in Daarussaalam Ciawitali Karangnunggal IT Middle School Tasikmalaya ABSTRAK: Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan dalam rangka membantu program pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dasar 9 tahun, sehingga diperlukan tenaga pendidik yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut kami memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi untuk meningkatkan wawasan tenaga pendidik melalui media informasi, sehingga kemampuan dan keahliannya dapat ditingkatkan. Sehubungan dengan hal tersebut kami memberikan pelatihan kepada 14 orang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMP IT Daarussalaam Ciawitali karangnunggal Tasikmalaya melalui 2 tahap. Tahap ke 1 tanggal 13 Juli 2017 pemberian materi tentang pengenalan Teknologi Informasi. Tahap ke 2 tanggal 19 Juli 2017 praktek penggunaan teknologi informasi. Berdasarkan hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, beberapa tenaga pendidik langsung menggunakan metode tersebut dalam proses belajar dan mengajar di kelas. Beberapa lainnya karena keterbatasan fasilitas sekolah masih menggunakan metode lama. Diharapkan ada program lanjutan yang dapat meningkatkan keterampilan tenaga pendidik dan kependidikan khususnya di SMP IT Daarussaalam Ciawitali Karangnunggal Tasikmalaya
KAMPUNG HIJAU PADA KAMPUNG KOTA (STUDI KASUS: KAMPUNG TANJUNG GEDONG RT.05/ RW.08, JAKARTA BARAT) Nafiah Solikhah; Titin Fatimah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.615 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.7996

Abstract

The village is an integral part of cities in Indonesia since its inception. Each village is unique because it represents historical uniqueness, diverse physical patterns, complex and dynamic social systems. Jakarta City as the largest city in Indonesia has its own challenges in managing the Urban Villages. One of the urban villages in Jakarta is Tanjung Gedong Village, located in RT.05 / RW.08 Tomang Village, Grogol Petamburan District. The selection of RT.05 / RW.08 as a PKM activity partner was because the location of the target partner was around the UNTAR campus, so the PKM activity became a tangible manifestation of UNTAR's contribution to the surrounding environment. The Proposing Team has also conducted PKM activities at the Partner's location, so it is hoped that the proposed program will be sustainable. Tanjung Gedong Village RT.05 / RW.08 Tomang Village has an area of 1.3 hectares with a population of 300 people (60 households). Problems owned by Partners to create a healthy and comfortable environment for residents: First, spatial planning is not optimal and flexible to accommodate a variety of social activities from the community. Secondly, the partners currently lack green open space. The proposed solution is the Proposed Green Village Structuring Concept by involving active participation from Partners (RW-RT leadership, Residents) using 3 approaches, namely: Green Planning and Design, Green Open Space and Green community. The proposed Green Village concept is expected to overcome the problems faced by partners so that a healthy and comfortable residential environment for residents is achievedABSTRAK:Kampung merupakan bagian integral kota-kota di Indonesia sejak awal pembentukannya. Setiap kampung memiliki keunikan karena merepresentasikan kekhasan sejarah, pola fisik yang beragam, sistem sosial yang kompleks dan dinamis. Kota Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola Kampung Kotanya. Salah satu kampung kota di Jakarta adalah Kampung Tanjung Gedong yang terletak di RT.05/RW.08 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan. Pemilihan RT.05/RW.08 sebagai Mitra kegiatan PKM karena lokasi mitra sasaran berada di sekitar kampus 1 UNTAR, sehingga kegiatan PKM ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi UNTAR terhadap lingkungan sekitar. Tim Pengusul juga telah melakukan kegiatan PKM di lokasi Mitra, sehingga diharapkan program yang diusulkan akan berkesinambungan. Kampung Tanjung Gedong RT.05/RW.08 Kelurahan Tomang memiliki luasan 1,3 Ha dengan jumlah penduduk 300 orang (60 KK). Permasalahan yang dimiliki oleh Mitra untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk warga: Pertama, tata ruang belum optimal dan fleksibel untuk mewadahi beragam aktivitas sosial dari masyarakat. Kedua, saat ini mitra masih kekurangan ruang terbuka hijau. Solusi yang diusulkan adalah Usulan Konsep Penataan Kampung Hijau dengan melibatkan partisipasi aktif dari Mitra (pemangku pimpinan RW-RT, Warga) menggunakan 3 pendekatan, yaitu: Green Planning and Design, Green Open Space dan Green community. Usulan konsep Kampung Hijau diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra sehingga tercapai sebuah lingkungan hunian yang sehat dan nyaman untuk warga.
KONSEP PENATAAN PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DURI ROXY JAKARTA BARAT Naniek Widayati Priyomarsono; Fermanto Lianto; Friska Mariana; William William
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.784 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8336

Abstract

The rapid development of Jakarta city is sometimes uncontrollable and independent of supervision. Likewise, a series of villages on the banks of the Duri river opposite Roxy Mas, which grow and develop without control, so it looks very vile. The residents of the village series consist of middle to lower class people, with livelihoods; motorcycle taxi drivers, construction workers, vegetable artisans, washermen, porter, and hawkers. This kind of work potential is actually needed by middle and upper class city residents. Problems that arise are the slum neighbourhood that ruin the city view, the danger of fire, the inhabitants of the community are very easily triggered by conflicts that cause quarrels. The method used is qualitative by way of approaching the inhabitants of society by using the theory of Strategy Grounded Theory Research, this is due to the fact that not only physical buildings are studied but also include people who occupy the research area and their culture. Devotion is done in 3 stages ; Stage1. a. Collecting social data by means of in-depth interviews with Focus Group Discussions (FGD), b. Unit measurement of space. c. Check the existence of the balcony above the river and the door to the outside of the unit leading to the balcony. Expected outcomes are in the form of guidelines regarding spatial planning per unit and its balconies. Stage 2; Give examples of healthy units both in terms of material selection, air circulation, color selection. Stage 3; Give examples of a sturdy balcony, beautiful, pleasing to the eye, and colorful painting. Now this is only devotion to stage 1.ABSTRAK:Perkembangan kota Jakarta yang demikian pesat kadang tidak terkendali dan terlepas dari pengawasan. Demikian juga perkampungan deret di tepian sungai Duri di seberang Roxy Mas, yang tumbuh dan berkembang tanpa kendali, sehingga terlihat sangat kumuh. Penghuni dari kampung deret terdiri dari masyarakat golongan menengah ke bawah, dengan mata pencaharian; tukang ojek, tukang bangunan, tukang sayur, tukang cuci, kuli, pedagang asongan. Potensi kerja semacam ini sebenarnya dibutuhkan oleh warga kota kelas menengah ke atas. Permasalahan yang muncul adalah perkampungan deret yang kumuh merusak pemandangan kota, bahaya kebakaran, masyarakat penghuni sangat mudah terpicu konflik yang mengakibatkan pertengkaran. Metoda yang dipakai kualitatif dengan cara pendekatan kepada masyarakat penghuni dengan memakai teori Strategy Grounded Theory Research, hal ini disebabkan karena yang diteliti tidak hanya fisik bangunan saja tetapi termasuk manusia yang menempati lahan penelitian tersebut beserta kulturnya. Pengabdian dilakukan dengan 3 tahapan yaitu; Tahap1. a. Menjaring data sosial dengan cara  wawancara mendalam dengan Focus Group Discussion (FGD), b. Pengukuran unit ruang. c. Pengecekan keberadaan balkon yang berada di atas sungai dan pintu ke luar unit menuju balkon.  Outcomes yang diharapkan berupa guidelines tentang penataan ruang per unit beserta balkonnya. Tahap 2; Memberikan contoh unit yang sehat baik dari segi pemilihan materialnya, sirkulasi udara, pemilihan terhadap warna. Tahap 3; Memberikan contoh balkon yang kokoh, indah, enak dipandang, serta pengecatan warna warni. Sekarang ini baru dilakukan pengabdian tahap 1.