cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PERENCANAAN LANSEKAP MASJID DARUL IHSAN BEKASI DENGAN PENDEKATAN TEKNIK TAMAN VERTIKAL Anggraini, Diah; Choandi, Mieke; Chin, Joni Chin; Liauw, Franky
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.796 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4330

Abstract

Kecukupan ruang terbuka hijau sangat penting bagi suatu kota karena penghijauan mempunyai fungsi - fungsiekologis, sosial dan ekonomis yang terkait dengan kualitas kehidupan warganya. Namun seiring denganmeningkatnya jumlah penduduk berikut kegiatannya, semakin berkurang pula ketersediaan lahan untukpenghijauan kota. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kuantitas area penghijauan adalahmelibatkan warga untuk menanam di pekarangannya walaupun luasannya terbatas dengan teknik bertanamvertikal. Tulisan ini merupakan hasil kajian dalam rangka penyusunan rencana lansekap Masjid Darul Ihsan,Pondok Pekayon Indah, Bekasi yang saat ini sangat dominan area perkerasannya, melalui kegiatan PengabdianKepada Masyarakat (PKM). Studi ini menghasilkan rancangan lansekap di lahan yang terbatas area tanamnya,berikut percontohan cara bertanam vertikultur yang ditujukan untuk menambah wawasan bagi warga sekitar(melalui penyuluhan) tentang penghijauan pekarangan yang ramah lingkungan, terutama dalam proses daur ulangair wudhu dan pemanfaatan limbah plastik.
BELAJAR PUBLIC SPEAKING SEBAGAI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Oktavianti, Roswita; Rusdi, Farid
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.787 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4335

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum atau public speaking masih belum sepenuhnya dimiliki oleh para siswa.Keengganan tampil di depan publik ini akibat rendahnya rasa kepercayaan diri, dan minimnya penguasaan teknikberbicara di depan umum. Ketidakmampuan ini menyebabkan komunikasi yang seharusnya efektif, menjaditergradasi. Bahkan seringkali terjadi kesalahpahaman komunikasi di depan publik. Kesalahpahaman inididokumentasikan dan tersebar di dunia maya. Para siswa pun menjadi rentan dengan tindakan perundungan ataubullying di dunia maya. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi bersama dengan kelompokJurnalis Berbagi, memberi pelatihan public speaking kepada para anak yatim. Public speaking disampaikan dalambentuk story telling agar lebih ringan dan mudah diterima anak-anak. Selain sebagai bentuk pelayanan dan kepedulianterhadap masyarakat sekitar, kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi ilmu dan wawasan dosen dalamperkuliahan. Dari kegiatan ini menunjukkan kemampuan public speaking yang dimulai dengan hal sederhana berupastorytelling, sangat tepat dilakukan dengan sasaran anak-anak usia Sekolah Dasar. Anak-anak mampu mempraktikkanpublic speaking dengan secara percaya diri menceritakan kembali cerita atau dongeng di depan teman-teman, gurudan tim pendamping.
PENGUKURAN KEPUASAN PASIEN RAWAT-INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA Gunawan, Shirly; R. Aritonang R., Lerbin; Keni, Keni; Risnawaty, Widya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.553 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1891

Abstract

This community service aims to measure the level of satisfaction of inpatients in the Tarakan Region General Hospital, Jakarta based on the assessment of satisfaction instruments distributed in the form of questionnaire sheets to 218 inpatients from all rooms. Components assessed in this satisfaction instrument include 5 dimensions, consisting of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy. The evaluation results of this instrument showed a satisfaction index of 81% for Tangibles, 82.7% for Reliability, 78.8% for Responsiveness, 84% for Assurance, and 80.9% for Empathy. In general, the majority of inpatients are satisfied with the quality of services provided by the Tarakan Regional General Hospital, Jakarta.ABSTRAK:Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan, memiliki tanggung jawab dalam memberikan layanan kesehatan yang bersifat perorangan secara paripurna, seperti layanan rawat inap. Keberadaan dan keberlangsungan usaha suatu rumah sakit sangat ditentukan oleh tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Layanan suatu rumah sakit dianggap baik, tidak hanya dinilai dari kelengkapan fasilitas yang disediakan, melainkan juga tergantung dari sikap dari sumber daya manusia yang terlibat dalam layanan kesehatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien rawat-inap Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta berdasarkan penilaian instrumen kepuasan yang didistribusikan berupa lembar kuesioner kepada 218 pasien rawat-inap dari seluruh ruangan. Komponen yang dinilai dalam instrumen kepuasan ini meliputi 5 dimensi yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy. Hasil evaluasi instrumen ini menunjukkan indeks kepuasan 81% untuk Tangibles, 82,7% untuk Reliability, 78,8% untuk Responsiveness, 84% untuk untuk Assurance, serta 80.9% untuk Empathy. Secara umum, sebagian besar pasien rawat-inap puas atas kualitas layanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta.
PENERAPAN IPAT-BO GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI PADA LAHAN KERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Erna Hartati; Twen O. Dami Dato; G.A.Y. Lestari; Markus M. Kleden
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.649 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8003

Abstract

Rice is a major issue in food security and independence because more than 90% of the population in Indonesia is highly dependent on rice. The need for rice is increasing as the population exponentially grows, but the area of paddy fields is decreasing. In the era of the industrial revolution 4.0, one of the goals was to increase the knowledge and skills of the farming community. In this connection, the attention of the government and the community is focused on increasing rice production through various innovations and the use of rice intensification technology based on the use of organic fertilizer. Innovation use of ABG (Amazing Bio Growth) biostimulant fertilizer with a target of achieving 8-15 tons/ha of rice compared to conventional 3-4 tons/ha. Efforts to increase rice production with the technology "Organic-Based Aerobic Controlled Rice Intensification (IPAT-BO)" is the answer to support the industrial revolution 4.0 in agriculture. The success of IPAT-BO technology in irrigated rice fields and rainfed rice fields apparently can also be applied in rice fields that use live water or water from bore wells on dry land in semi-arid tropical ecosystems in NTT. IPAT-BO technology applied to farmers in Bipolo Village, Sulamu and Babau Districts, East Kupang District, Kupang Regency using limited water along with drainage arrangements on dry land, grain production can reach 6-8 tons/ha. The successful application of this technology is highly dependent on the development of the root system, biodiversity, and balance in the supply of nutrientsABSTRAK:Beras merupakan isu utama dalam ketahanan dan kemandirian pangan karena lebih dari 90% penduduk di Indonesia sangat tergantung pada beras. Kebutuhan beras semakin meningkat seiring pertumbuhan eksponensial penduduk, namun  luas lahan sawah semakin berkurang. Di era revolusi industri 4.0 salah satu sasarannya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, perhatian pemerintah dan masyarakat difokuskan untuk meningkatkan produksi padi melalui berbagai inovasi dan penggunaan teknologi intensifikasi padi berbasis pada penggunaan pupuk organik. Terobosan penggunaan biostimulan pupuk ABG (Amazing Bio Growth) dengan target pencapaian produksi padi 8-15 ton/ha dibanding dengan produksi 3-4 ton/ha secara konvensional. Upaya peningkatan produksi padi dengan teknologi “Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO)” merupakan jawaban untuk mendukung revolusi industri 4.0 di bidang pertanian.  Keberhasilan teknologi IPAT-BO di lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan ternyata juga dapat diterapkan di lahan sawah yang menggunakan air hidup atau air dari sumur bor pada lahan kering di ekosistem tropis semi kering di NTT. Teknologi IPAT-BO yang diterapkan pada petani di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu dan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dengan menggunakan air secara terbatas disertai pengaturan drainase di lahan kering, produksi gabahnya dapat mencapai 6-8 ton/ha. Keberhasilan penerapan teknologi tersebut sangat tergantung pada perkembangan sistem perakaran, keanekaragaman hayati dan keseimbangan pasokan nutrisi.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK) MTSS NURUL HUDA, DESA SAMPORA, BANTEN W.O, Chendrasari; Natalia, Christine; Inderawati, MM. Wahyuni
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.891 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4340

Abstract

Di Indonesia, salah satu kegiatan penerapan penggunaan jaringan komputer dan internet yang sudah mulaidijalankan oleh pemerintah sejak tahun 2016 adalah kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Hadirnya UjianNasional Berbasis Komputer bertujuan agar masyarakat Indonesia mengikuti perkembangan teknologi dan untukmengurangi penggunaan kertas di Indonesia. Pada kenyataannya, masih banyak sekolah di Indonesia yang belumdapat mengakses komputer dan internet karena masalah keterbatasan tenaga pengajar yang ahli dalam penggunaankomputer, serta keterbatasan dana untuk bisa mendapatkan perangkat komputer yang mampu menunjang kegiatanUjian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di MTs NurulHuda yang terletak di Desa Sampora, Banten. Para peserta didik di MTs Nurul Huda, untuk kali pertama akan mulaimengikuti UNBK pada tahun 2019, tetapi sayangnya hal ini belum didukung oleh sarana dan prasarana yangmemadai dan penguasaan penggunaan komputer bagi para peserta didik yakni para siswa-siswi. Maka dari itu,kegiatan pengabdian masyarakat yang direncanakan berupa bentuk pengaturan server dan pendampingan danpelatihan dalam penggunaan komputer dilanjutkan langsung simulasi UNBK bagi para siswa-siswi. Kegiatanpersiapan telah dilakukan mulai bulan Desember 2018 sampai dengan pertengahan Januari 2019, sedangkansimulasi dilaksanakan pada 28 – 29 Januari 2019. Kegiatan pengabdian ini sudah tepat dan sejalan dengankebutuhan dari sekolah MTs Nurul Huda. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah simulasi UNBK berjalan denganlancar, hal ini di dukung oleh keberhasilan dalam pengaturan server pada hari sebelumnya dan materi pendampingankepada para siswa-siswi dalam pengenalan komputer pada sebelum simulasi UNBK berlangsung
MENGENALI KECERDASAN EMOSI SEBAGAI BEKAL PERSIAPAN MASUK KERJA PADA SISWA SMKN 03 NEGERI YOGYAKARTA Basaria, Debora; Pranawati, Santy Yanuar; Aryani, Fransiska Xaveria
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.132 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1898

Abstract

Vocational High School (SMK) is a school that prepares students to be ready to work after graduating from vocational education. Entering the world of work with all its challenges, can become a stressor for adolescents. Adolescence is a time of transition to adulthood where psychosocial and emotionally, they are in the stage of searching for identity. Included in the process of finding self-identity is being able to recognize emotions and have future planning. As vocational students who have the possibility to immediately work after graduation, they need to prepare carefully their internal conditions before entering the workforce. For most teenagers, the concept of the world of work before and after entering the workforce might not necessarily be the same. Adolescents who fail to adjust to the world of work can experience many problems. To prevent this, teenagers, especially vocational students, need to be equipped with an activity that helps recognize their emotional state and help open their knowledge in preparation for entering the workforce. Psychoeduaction in the form of this seminar was given to students of 10th-12th grade SMKN 03 Yogyakarta, totaling 485 teenagers with an age range of 15-19 years. The result of this PKM was the successful implementation of the seminar activities and the emotional intelligence questionnaire given after the seminar activities shows that the overall emotional intelligence of the students participating in the seminar was acceptableABSTRAK: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk siap bekerja setelah lulus menempuh pendidikan di SMK. Memasuki dunia kerja dengan segala tantangannya, dapat menjadi suatu stressor yang berpotensi menimbulkan stres pada remaja. Seperti diketahui masa remaja merupakan masa transisi menuju dewasa yang secara psikososial emosi mereka sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Termasuk di dalam proses pencarian identitas diri adalah mampu mengenali emosi dan memiliki perencanaan masa depan. Sebagai siswa SMK yang memiliki kemungkinan untuk langsung bekerja setelah lulus perlu utnuk mempersiapkan secara matang kondsi internal sebelum memasuki dunia kerja. Pada sebagian besar remaja diketahui konsep dunia kerja sebelum dan sesudah masuk ke dunia kerja belum tentu sama. Pada remaja yang tidak dapat menyesuaikan diri di dunia kerja dapat mengalami banyak permasalahan. Untuk mencegah hal tersebut maka para remaja khususnya siswa SMK perlu untuk dibekali sebuah kegiatan yang membantu mengenali kondisi emosi mereka dan membantu membuka wawasan mereka sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Psikoeduaksi berupa seminar ini diberikan pada siswa kelas X-XII SMKN 03 Yogyakarta yang berjumlah 485 remaja dengan rentang usia 15-19 tahun. Hasil dari PKM ini adalah terselenggaranya kegiatan seminar dengan baik dan dari kuesioner kecerdasan emosi yang diberikan setelah kegiatan seminar didapatkan hasil kecerdasan emosi para siswa peserta seminar tergolong baik.
IMPLEMENTASI WORK PASSION MELALUI MODAL PSIKOLOGI PADA KADER MASYARAKAT DESA CIAPUS, CIOMAS, BOGOR Rita Markus Idulfilastri; Francisca Iriani R.D2; Kintan Nurcahya Wailulu
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.299 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8035

Abstract

The results of the analysis of the problems of village cadres that have been fostered by the Association of Ambissi, seem still and need to be developed in terms of psychological aspects. They are enthusiastic about the activities that have been carried out but not yet wholeheartedly to develop their activities. Therefore, Community Village Cadre Assistance in Ciapus Village, Ciomas Subdistrict, Bogor Regency has the following objectives: (1) Village cadres know their abilities in terms of psychological capital. (2) Village cadres want to increase their enthusiasm for work so that they can excel in every activity. (3) Village cadres are able to develop activities based on the work plan they have made. The training method using the model of individual behavior change from Kurt Lewin is using unfreezing, change and refreezing conditions. In accordance with the training method the unfreezing stage consists of group sessions; role session as village cadre; the change stage consists of individual target sessions (2 rounds); target group session; the refreezing stage consists of 3-month work target sessions and Psychology Capital sessions by filling out a questionnaire. Results and discussion of the types of participants in setting targets, (1) participants who know their abilities, but they are trying to achieve the target of reaching all balls; (2) participants who already know their abilities but are not satisfied; (3) participants who want to know their abilities; (4) participants who are looking for safety; (5) participants are aware of the risk so that it becomes realistic. The results of the Psychology Capital questionnaire, in general, village cadres have an optimistic attitude that is always a part of him and doesn't know to give up if there are difficulties always think about how to solve them. But that still needs to be improved on the aspects of hope, self-efficacy and resilience. The conclusion of the training objectives is reached in terms of cognitive and affective and it is suggested to continue to examine the behaviorABSTRAK:Hasil analisis permasalahan para kader desa yang telah dibina oleh Perkumpulan Ambissi, kelihatan masih dan perlu dikembangkan dari sisi aspek-aspek psikologi. Mereka bersemangat dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan tapi belum sepenuh hati untuk mengembangkan kegiatannya. Oleh karena itu, Pendampingan Kader Desa Masyarakat Di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor mempunyai tujuan (1) Para kader desa mengetahui kemampuan yang dimilikinya ditinjau dari modal psikologi. (2) Para kader desa mau meningkatkan gairah kerja sehingga berprestasi di setiap  kegiatan. (3) Para kader desa mampu mengembangkan kegiatan berdasarkan rencana kerja yang dibuatnya. Metode pelatihan dengan menggunakan model perubahan perilaku individu dari Kurt Lewin yaitu menggunakan kondisi unfrrezing, change dan refreezing. Sesuai dengan metode pelatihan pada tahap unfreezing terdiri dari sesi berkelompok; sesi peran sebagai kader desa; tahap change terdiri dari sesi target individual (2 ronde); sesi target kelompok; tahap refreezing terdiri dari sesi target kerja 3 bulan dan sesi Modal Psikologi dengan mengisi kuesioner. Hasil dan pembahasan tipe peserta dalam menetapkan target yaitu (1) peserta yang tahu akan kemampuan dirinya, namun mereka berusaha agar target tercapainya tercapai yaitu bola masuk semua; (2) peserta yang sudah tahu kemampaun dirinya tapi merasa tidak puas; (3) peserta yang ingin tahu kemampuan dirinya; (4) peserta yang mencari aman; (5) peserta yang menyadari risiko, sehingga menjadi realistis. Hasil kuesioner isian kuesioner Modal Psikologi, pada umumnya para kader desa memiliki sikap optimis yang selalu menjadi bagian dirinya dan tidak kenal menyerah jika ada kesulitan selalu dipikirkan cara menyelesaikannya. Namun yang masih perlu ditingkakan pada aspek hope, self efficacy dan resilensi. Kesimpulan tujuan pelatihan tercapai dari sisi kognitif dan afektif dan disarankan dilanjutkan untuk menelaah dari perilaku.
“SARAPAN YUKS” PENTINGNYA SARAPAN PAGI BAGI ANAK-ANAK Suraya, Suraya; Apriyani, Susan Sri; Larasaty, Debby; Indraswari, Desty; Lusiana, Erymitha; Anna, Gita Tri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.995 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4350

Abstract

Sarapan sangat penting dalam menunjang aktivitas fisik seseorang sebelum memulai kegiatan. Begitupula sebelumproses belajar mengajar, agar otak dapat konsentrasi dan menyerap pelajaran yang diberikan. Kegiatan sosialisasisarapan itu penting dilaksanakan di SDN I Pademangan Timur Jakarta Utara pada Rabu, 9 Mei 2018. Pemilihantarget sekolah karena jam belajar mengajar dimulai pada pukul 06.30 pagi dimana biasanya orang memulai sarapandi jam tersebut. Target sasaran adalah Anak-anak murid kelas II Sekolah dasar dikarenakan sarapan itu pentinguntuk dimulai dibiasakan dari usia dini. Tanpa disadari, sarapan sangat penting bukan hanya untuk kebutuhan fisiktetapi juga mental, dimana sarapan dilakukan bersama keluarga maka akan terjalin komunikasi yang baikuntukmemulai kegiatan yang baik.
PERAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI PADA KONFLIK ORGANISASI Hutagalung, Inge
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.876 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1903

Abstract

The role of communication in an organization is absolute. Communication in organizations, both formal and informal is done through interpersonal communication. Through the workshop it is hoped that there will be an increase in insight and knowledge that interpersonal communication, as a form of behavior, can change from very effective to very ineffective, and can prevent conflicts. The training method is divided into two. First, through the delivery of material (classical) relating to aspects of knowledge. Second, through group discussions and simulations relating to aspects of attitude. The training material is seen as useful in delivering participants to better understand the effectiveness of interpersonal communication and its relation to work conflict management.ABSTRAK: Peran komunikasi dalam suatu organisasi sangat mutlak. Sebagian besar kegiatan komunikasi yang dilakukan dalam organisasi baik formal maupun informal dilakukan melalui komunikasi antar pribadi. Melalui workshop diharapkan akan terdapat peningkatan wawasan dan pengetahuan bahwa komunikasi antar pribadi, sebagai suatu bentuk perilaku dapat berubah dari sangat efektif ke sangat tidak efektif, dan dapat mencegah pertentangan yang akan menimbulkan konflik. Metode pelatihan terbagi dua. Pertama melalui penyampaian materi (classical) berkaitan dengan aspek knowledge. Kedua melalui diskusi kelompok dan simulasi berkaitan dengan aspek attitude. Materi pelatihan dirasakan bermanfaat dalam ‘menghantar’ peserta untuk lebih memahami efektivitas komunikasi antarpribadi dan kaitannya dengan manajemen konflik kerja.
PENINGKATAN FASILITAS TAMAN BACA RPTRA ABDI PRAJA PESANGGRAHAN - JAKARTA SELATAN Nina Carina; Diah Anggraini; Mekar Sari Suteja; Maria Veronica Gandha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.495 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8040

Abstract

Parks initially had two functions, an ecological function or green open space and a passive social function. But along with the changes in the types and patterns of activities and lifestyles, and also because of limited land, a park no longer only bears these two functions but will be empowered to become a park with a variety of interactive community functions. For this reason, the DKI Jakarta Provincial Government has decided to develop a public space that functions more than just green space, called the RPTRA (Child Friendly Integrated Public Space). The addition of the concept of child-friendly is a form of government commitment to improve the quality of life of the community, especially families and children. This paper is the result of a study in the context of carrying out community engagement activities with the target of improving reading park facilities in the Abdi Praja RPTRA, Pesanggrahan Village, South Jakarta. The method of implementation refers to a participatory approach, by exploring the perceived problems of Partners, the views of citizens, hopes for the existence of the current Abdi Praja RPTRA, to then be identified and sought a joint solution to overcome the existing problems. This activity resulted in the addition of collections, education to children in RPTRA in the form of training in coloring and puzzle making. In addition, the provision of workshops can make RPTRA closer and beneficial for visitors of childhood. The addition of an interesting collection of books also the addition of educational children's educational tools in the form of puzzles made by children in fact makes the park more often visited and used as its functionABSTRAK:Taman pada awalnya memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekologis atau ruang terbuka hijau dan fungsi sosial yang bersifat pasif. Namun seiring dengan adanya perubahan jenis dan pola aktivitas serta  gaya hidup, dan juga karena adanya keterbatasan lahan, maka sebuah taman tidak lagi hanya menyandang dua fungsi tersebut namun akan diberdayakan menjadi sebuah taman  dengan fungsi komunitas interaktif ragam fungsi. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta  memutuskan mengembangkan ruang publik yang berfungsi lebih dari sekedar RTH, dengan sebutan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Penambahan konsep ramah anak merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga dan anak. Tulisan ini merupakan hasil kajian dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan target peningkatan fasilitas taman baca di RPTRA Abdi Praja, Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Metode pelaksanaannya mengacu pada pendekatan partisipatif, dengan menggali  permasalahan Mitra yang dirasakan, pandangan warga, harapan terhadap keberadaan RPTRA Abdi Praja saat ini, untuk kemudian diidentifasi dan dicarikan solusi bersama untuk mengatasi persoalan yang ada. Kegiatan ini menghasilkan penambahan koleksi, edukasi kepada anak-anak di RPTRA berupa pelatihan  proses mewarnai dan pembuatan puzzle. Selain itu pengadaan workshop dapat membuat RPTRA menjadi lebih dekat serta bermanfaat bagi pengunjung usia kanak-kanak. Penambahan koleksi buku yang menarik juga penambahan alat permaianan anak edukatif berupa puzzle yang dibuat sendiri oleh anak-anak secara nyata membuat taman baca lebih sering dikunjungi dan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya