cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENINGKATAN KEWASPADAAN TERHADAP SINDROM ME PADA LANSIA DI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Twidy Tarcisia; Idawati Karjadidjaja; Alexander Halim Santoso
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.122 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7219

Abstract

Penambahan umur harapan hidup menyebabkan peningkatan populasi lanjut usia (lansia) yang berpengaruh terhadap angka kejadian penyakit degeneratif seperti sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan gangguan metabolik seperti hipertrigliserida, hyper-low-density lipoprotein (LDL), hypo-high-density lipoprotein (HDL), resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, hipertensi dan abdominal obesity. Prevalensi sindrom metabolik pada dekade terakhir dilaporkan meningkat terutama di negara berkembang. Tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian sindrom metabolik adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dini. Komisi kesehatan Keuskupan Agung Jakarta (KK KAJ) adalah upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengembangan program preventif seperti pemeriksaan kesehatan. Dari uraian tersebut kami bekerja sama dengan KK KAJ menyelenggarakan kegiatan PKM berupa pemeriksaan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan fisik  dan pemeriksaan darah dengan target peserta lansia untuk mendeteksi adanya sindrom metabolik sehingga dapat mengurangi angka resiko kecacatan dan kematian. Pemeriksaan fisik yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan tekanan darah. Sedangkan pemeriksaan darah yang dilakukan mencakup pemeriksaan gula darah dan kolesterol seperti glukosa darah, HDL, LDL dan trigliserida. Peserta yang telah melakukan pemeriksaan darah dapat berkonsultasi dengan tim dokter untuk menginterpretasikan hasil pemeriksaan. Jumlah peserta yang berpartisipasi pada kegiatan ini adalah 320 peserta. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan darah yang dapat menggambarkan status kesehatan peserta. Dengan diketahuinya status kesehatan diri sendiri, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan diri terhadap sindrom metabolik baik melalui tindakan promotif dan preventif.
Daftar Redaksi -, Daftar Redaksi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.679 KB)

Abstract

.
INTERVENSI KOMUNITAS SABANGMERAUKE DENGAN COMPETENCY BASED INTERVIEW Penny Handayani; Reneta Kristiani; Naomi Hanalisa; F. Resa Kawatu; Linda Benita; Karina Lois; Katherine Katherine
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.607 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8049

Abstract

This research aims to explore the issues of volunteer engagement faced by the SabangMerauke Community that affect the level of voluntary self-belonging to the community. This research is a type of descriptive research with a descriptive research method approach. Determination of research subjects using purposive sampling techniques. Based on this technique, the subjects of this study were all administrators and volunteers of the SabangMerauke Community and the participants involved such as the SabangMerauke Brother, Sister and Family. Data collection techniques used were interviews and questionnaires online. Interventions given to the SabangMerauke community are interventions in the process of recruiting volunteers using competency-based interview techniques. The conclusion from the series of interventions provided is that the provision of training for trainers to the SabangMerauke Community is appropriate and targets what they need. This is based on the group's assessment of the success indicator checklist that was designed before the training for trainers took place. Apart from the indicators of success, there is concrete evidence that shows the success of this intervention, namely the response and activeness of the two respondents present. Besides listening, they also asked a number of questions and actively confirmed their knowledge to the group by discussion. The community also asked the group to be able to follow up the community recruitment process the following year. Although in terms of interventions classified as successful, but there are some obstacles experienced by groups such as interventions that can only be done once because it follows the schedule of the community administrator.ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan volunteer engagement yang dihadapi Komunitas SabangMerauke yang mempengaruhi tingkat self-belonging relawan terhadap komunitas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan metode penelitian deskriptif. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan teknik tersebut, subjek penelitian ini adalah seluruh pengurus dan relawan Komunitas SabangMerauke serta para peserta yang terlibat seperti Kakak, Adik dan Famili SabangMerauke. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner online. Intervensi yang diberikan untuk komunitas SabangMerauke adalah intervensi dalam proses perekrutan relawan dengan teknik competency-based interview. Kesimpulan dari rangkaian intervensi yang diberikan adalah pemberian training for trainers kepada Komunitas SabangMerauke sudah tepat dan menyasar pada apa yang mereka butuhkan. Hal ini didasari atas penilaian kelompok terhadap checklist indikator keberhasilan yang telah dirancang sebelum training for trainers berlangsung. Selain dari indikator keberhasilan, terdapat bukti nyata yang menunjukkan keberhasilan intervensi ini yaitu respon dan keaktifan dari kedua responden yang hadir. Selain mendengarkan, mereka juga melontarkan beberapa pertanyaan serta secara aktif mengkonfirmasi pengetahuan mereka kepada kelompok dengan berdiskusi. Pihak komunitas juga meminta kelompok untuk dapat menindaklanjuti proses rekrutmen komunitas di tahun berikutnya. Walaupun dari segi intervensi tergolong berhasil, namun terdapat beberapa kendala dialami oleh kelompok seperti intervensi yang hanya dapat dilakukan satu kali karena mengikuti jadwal dari pengurus komunitas.
PSIKOEDUKASI STRATEGI MENGELOLA KELAS BAGI GURU DI SEKOLAH DASAR Hastuti, Rahmah; Sahrani, Riana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.633 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2882

Abstract

Teachers need information to understand the characteristics of students, especially in the meanings of individual differences. Community service is intended to answer the problems perceived by the teacher. Based on the information obtained, then formulated the core problems experienced by teachers in the form of the need for knowledge and understanding the characteristics of students of public primary schools in Jakarta. Teachers need information about classroom managing techniques. The aimed of this activity was to improve the knowledge and understanding of teachers through psychoeducation with providing life skills intervention. The subjects or participants in this activity are teachers. A pre-test was first conducted that measured teachers' perceptions of how to manage the class by using Teacher's Sense of Efficacy Scale (TSES) questionnaire. After that, the resource person provides material on classroom management. Data analysis was using SPSS 18 version for windows. The paired sample T-test technique was used to see the effectiveness of the psychoeducation. There was no difference between a score of the pre-test (M = 4.0190, SD = 0.51470) and a score on the post-test (M = 4.1238, SD = 0.52867); Z = -0.788, and p = 0.431> 0.05. However, in the reflection of the activities of each participant expressed the usefulness of this event. Based on the activities that have been done, it can be concluded that the teachers who have provided feedback through self-report evaluation results, states that the students get the benefits of these activities.
PENGUATAN ORGANISASI DAN PROSES PENGURUSAN P-IRT KELOMPOK USAHA SALAK DESA GIRIKERTO SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Insiwijati Prasetyaningsih; Umi Murtini; Bambang Purnomo Hediono
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.281 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7224

Abstract

Kegiatan pendampingan telah berjalan selama lebih dari satu tahun, pada tahun 2018 telah dilakukan pendampingan untuk menentukan jenis produk salak olahan dan melakukan pelatihan – pelatihan membuat variasi produk salak olaha. Disamping itu telah dibentuk kelompok usaha untuk mengelola usaha tersebut secara sungguh – sungguh. Dari pendampingan th 2018 tersebut, dilakukan identifikasi kebutuhan kelompok setelah belajar membuat produk olahan salak. Dari hasil identifikasi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kelompok membutuhkan peralatan untuk meningkatkan kualitas produk dan penguatan organisasi. Berdasarkan identifikasi masalah dan kebutuhan kelompok maka pada  Januari 2019 dilakukan pendampingan sesuai kebutuhan kelompok. Pada awal th 2019 kelompok mengikuti pameran – pameran yang diselenggarakan desa, kecamatan bahkan kabupaten. Hasil pameran tersebut menunjukan bahwa produk cukup diminati oleh masyarakat, dan mendapat masukan dari beberapa toko oleh – oleh serta konsumen bahwa selalu ditanyakan Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT). Berdasarkan fakta tersebut maka diusulkan oleh kelompok, untuk program pembelian alat dirubah menjadi program pengurusan ijin P-IRT. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perubahan program pendampingan. Pendampingan untuk meningkatkan penguatan organisasi berupa peningkatan kapasitas tentang organisasi bisnis, manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumberdaya manusia.  Penguatan organisasi ini akan membantu kelompok untuk mengembangkan usaha kelompok. pendampingan untuk pembelian alat yang untuk meningkatkan kualitas maka dirubah menjadi pendampingan pengurusan PIRT. Untuk program peningkatan kualitas produk saat ini menggunakan alat yang ada saat ini disamping itu untuk alat yang belum dimiliki dapat pinjam dari pengusaha lain yang sudah jalan
EDUKASI DENGAN MEDIA LEAFLET DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBALUT KAIN Terry Y.R. Pristya; Rizki Amalia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9428

Abstract

The use of disposable pads has an impact on health and the environment. Health problems that result from using disposable pads include infertility, immune problems, thyroid malfunction, and various types of cancer. Disposable sanitary napkins take 200 to 800 years to decompose in the soil. Besides, if discharged into the river/sea it can endanger the ecosystem and marine animals. The use of cloth pads is still not widely used. The purpose of this community service is to provide education to increase the knowledge of mothers about cloth sanitary napkins using leaflet media. The method used was counseling using colored leaflets. The activity was carried out around the Cipayung TPA to be precise at TPQ Nurul Yaqin on 25 August 2020, with 27 female participants who live in RW 7, Cipayung Village, Depok. Measurement of participant knowledge using a pretest and posttest with a total of 10 questions. The level of knowledge is categorized into three categories, namely good, sufficient, and insufficient knowledge to know a general description of the level of knowledge. Data analysis using the dependent T-test. The results of the analysis showed that most of the mothers after the counseling had a good level of knowledge (73.1%). Besides, the average knowledge of mothers also increased from 6.81 to 8.46. Educational activities using leaflet media can significantly increase the knowledge of mothers about cloth sanitary napkins. So that counseling using leaflet media is the right choice ABSTRAK:Penggunaan pembalut sekali pakai menimbulkan dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Masalah kesehatan yang diakibatkan dari penggunaan pembalut sekali pakai antara lain: infertil, masalah imun, malfungsi thyroid, serta berbagai jenis kanker. Sampah pembalut sekali pakai memerlukan waktu 200 hingga 800 tahun untuk dapat terurai dalam tanah. Selain itu, jika dibuang ke sungai/laut dapat membahayakan ekosistem dan hewan laut. Penggunaan pembalut kain masih belum banyak digunakan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pembalut kain menggunakan media leaflet. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media leaflet berwarna. Kegiatan dilakukan sekitar TPA Cipayung tepatnya di TPQ Nurul Yaqin pada tanggal 25 Agustus 2020 dengan peserta 27 ibu-ibu yang bertempat tinggal di RW 7 Kelurahan Cipayung Depok. Pengukuran pengetahuan peserta menggunakan pretest dan posttest dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 soal. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu pengetahuan baik, cukup, dan kurang untuk mengetahui gambaran secara umum tingkatan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji T Dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu setelah dilakukan penyuluhan memiliki tingkat pengetahuan baik (73,1%). Selain itu, rata-rata pengetahuan ibu juga mengalami peningkatan dari 6,81 menjadi 8,46. Kegiatan pemberian edukasi menggunakan media leaflet secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pembalut kain. Sehingga penyuluhan menggunakan media leaflet menjadi salah satu pilihan yang tepat.
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS GURU SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH SAYAP IBU BINTARO Penny Handayani; Pradita Sibagariang; Gabriella Irena Carissa; Jessica Paramitha; Weny Pandia Sembiring
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9429

Abstract

Teachers have an important role in the running of educational activities in schools, both regular and special schools. The competence of teachers who teach will greatly determine the achievement of the learning goals given in the ongoing curriculum. With the limited human resources available in the area of children with special needs, there are times when teachers who teach do not have the minimum competence needed to make teaching and learning activities run smoothly, so learning targets become a challenge in itself. Teachers who teach in special schools should also have special competencies to be better prepared to handle and educate Students with Special Needs (SBK). This study used a mixed-method with a group discussion forum, interviews, and questionnaires to get a deeper picture of the competence of teachers at the Sayap Ibu Bintaro Foundation (YSIB). The results showed that there are internal and external factors that affect the competence of teachers at YSIB. Teacher knowledge and skills in behavior management, recognizing SBK characteristics, and communication with SBK still need further development. This results in the teacher's teaching strategy not optimal in their daily lives. Therefore, a form of intervention is needed to improve teacher competence, especially in behavior management, recognizing SBK characteristics, and communication skills with SBK. The intervention was carried out by training "Special Need Teacher Capacity Building". The results of the intervention show that training can improve teacher competence, especially in the cognitive and affective aspects, while the behavioral aspect is not maximal because the opportunity to practice the results of the training is still limited.ABSTRAK:Guru memiliki peran penting dalam berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah, baik sekolah reguler maupun sekolah khusus. Kompetensi guru yang mengajar akan menentukan tercapainya tujuan pembelajaran yang diberikan dalam kurikulum yang berjalan. Dengan keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia pada area anak berkebutuhan khusus, ada kalanya guru yang mengajar belum memiliki kompetensi minimal yang dibutuhkan guna menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM), sehingga target pembelajaran menjadi sebuah tantangan tersendiri. Guru yang mengajar di sekolah khusus pun sebaiknya memiliki kompetensi khusus agar siap untuk menangani dan mendidik Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK). Penelitian ini menggunakan mixed method dengan forum group discussion, wawancara, dan kuesioner kepada 5 guru dan Kepala Sekolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam terkait dengan kompetensi guru di Yayasan Sayap Ibu Bintaro (YSIB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kompetensi guru di YSIB. Pengetahuan dan keterampilan guru dalam manajemen perilaku, mengenali karakteristik SBK, dan komunikasi dengan SBK masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Hal ini berakibat pada strategi mengajar guru belum optimal dalam kesehariannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu bentuk intervensi untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam manajemen perilaku, mengenal karakteristik SBK, dan keterampilan komunikasi dengan SBK. Intervensi dilakukan dengan pelatihan “Special Need Teacher Capacity Building”. Hasil intervensi menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama pada aspek kognitif dan afektif, sedangkan pada aspek perilaku belum terlihat maksimal karena kesempatan untuk mempraktekkan hasil pelatihan masih terbatas
KOMUNIKASI VISUAL DI ERA DIGITAL MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9422

Abstract

The existence of educational institutions plays a very large role in educating human resources in Indonesia. Because in essence education has two main objectives, namely to help educate humans and make intelligent humans become good. Not only intellectually intelligent but also have a strong character, especially to face the times and globalization. Therefore the role of educational institutions must also pay attention to the development of students in the scope of soft skills by equipping them with practical skills. Photography is an important part of visual communication which is now an integral part of people's lives. Coupled with the trend of social media, human life is centered in it. So that this PKM activity aims to be a form of education for students regarding the function of photography in today's digital era. The method used in PKM activities is to conduct training for partners with student and female participants. PKM activities are carried out online using the Zoom application. The results of PKM activities indicate an increase in participants' understanding of photography, which can be seen through the pre and post PKM activity questionnaires. In addition, participants also have an interest in photography in the scope of social media, including photography techniques and recommendations for editing applications using smartphones. Suggestions from the team regarding this activity are to carry out further activities that focus on photography using smartphones for upload needs on social media.ABSTRAK:Keberadaan lembaga pendidikan sangat besar peranannya dalam mencerdaskan sumber daya manusia di Indonesia. Sebab pada hakikatnya pendidikan memiliki dua tujuan utama yaitu membantu mencerdaskan manusia dan menjadikan manusia cerdas tersebut menjadi baik. Tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter yang kuat, terutama untuk menghadapi perkembangan zaman dan globalisasi. Oleh karenanya peran lembaga pendidikan juga harus memperhatikan pengembangan peserta didik dalam ruang lingkup soft skill dengan membekali mereka keterampilan yang bersifat praktis. Fotografi menjadi bagian penting dalam komunikasi visual yang sekarang ini menjadi salah satu bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Ditambah juga dengan adanya tren media sosial yang menjadikan kehidupan manusia berpusat di dalamnya. Sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk menjadi bentuk edukasi bagi para siswa terkait fungsi fotografi di era digital saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah dengan melakukan pelatihan kepada pihak mitra dengan peserta siswa dan siswi. Kegiatan PKM dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fotografi, yang dapat dilihat melalui kuesioner pra dan paska kegiatan PKM. Selain itu, peserta juga memiliki ketertarikan terhadap fotografi dalam lingkup media sosial, termasuk didalamnya teknik fotografi dan juga rekomendasi aplikasi editing dengan menggunakan smartphones. Saran dari tim terkait kegiatan ini adalah dilaksanakannya kegiatan lanjutan yang berfokus pada fotografi dengan menggunakan smartphones untuk kebutuhan unggah di media sosial. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN DAN DISTRIBUSI BAGI KELOMPOK WANITA PAGODA DI LEBAK-BANTEN Rosali Sembiring; Miguna Astuti; Jenji Gunaedi Argo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.10925

Abstract

The Covid 19 pandemic which affected all sectors, one of which is MSMEs, the PKM team tried to take a closer look at the conditions of MSMEs in Lebak Banten. Partners are women's groups. PAGODA (KWP) is a group of housewives domiciled in the village of Cigundi, founded on the basis of shared interests, environmental, socioeconomic and resource conditions and especially on the basis of familiarity. KWP produces enye-enye which is a typical food of Lebak-Banten. From the survey results, partners' problems were obtained, namely low understanding of marketing management and low understanding of product distribution and low understanding of the marketing mix activities of the products produced. The service team and partners agreed to conduct training and mentoring for KWP members regarding the problems faced by partners. The method of implementing community partnership program activities is the participatory method, namely the collaboration between the service team and KWP members. This method is used so that partners can apply it after training and assistance in marketing management, distribution and marketing mix of the products of KWP members so that they can advance their business. After training and mentoring, KWP members already have an understanding of the need for marketing management, distribution and marketing mix for products using the internet in marketing products. To face the competition, it requires a more attractive flavor and shape. KWP members are ready to implement the results of training and mentoring in the community partnership program they receive from the service team ABSTRAK:Pandemi Covid 19 berdampak kepada semua sektor salah satunya adalah UMKM, tim PKM mencoba melihat lebih dekat kondisi UMKM di Lebak Banten. Mitra adalah kelompok wanita PAGODA (KWP) merupakan kelompok ibu rumah tangga yang berdomisili di kampung Cigundi. KWP didirikan atas dasar kesamaan kepentingan, kondisi lingkungan, sosial ekonomi dan sumber daya serta terutama atas dasar keakraban. KWP memproduksi enye-enye yang merupakan makanan ciri khas Lebak – Banten. Dari hasil survey diperoleh permasalahan mitra yaitu rendahnya pemahaman manajemen pemasaran, rendahnya pemahaman akan distribusi produk serta rendahnya pemahaman kegiatan bauran pemasaran produk yang diproduksi. Tim pengabdi bersama mitra sepakat melakukan pelatihan dan pendampingan kepada anggota KWP terhadap permasalahan yang dihadapi mitra. Metode pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat adalah metode partisipasi yaitu kerjasama antara tim pengabdi dan anggota KWP. Metode ini digunakan agar mitra bisa menerapkannya setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan akan manajemen pemasaran, distribusi dan bauran pemasaraan atas hasil  produk anggota KWP  sehingga dapat memajukan usaha mereka. Setelah di lakukan pelatihan dan pendampingan anggota KWP sudah memiliki pemahaman akan perlunya manajemen pemasaran, distribusi dan bauran pemasaraan atas hasil  produk dengan menggunakan internet dalam memasarkan produk. Untuk menghadapi persaingan diperlukan varian rasa dan bentuk yang lebih menarik. Anggota KWP siap untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dan pendampingan dalam program kemitraan masyarakat yang mereka terima dari tim pengabdi
EDUKASI PENGENALAN JURNALISTIK KEPADA GENERASI DIGITAL Ahmad Junaidi; Riris Loisa; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9602

Abstract

The digital generation is a generation whose lives depend almost entirely on internet access. The ease of accessing information has both negative and positive sides. The negative side is that the digital era is a generation that is prone to cybercrime and is easily exposed to hoaxes through internet networks. There has been a lot of research in Communication Science that discusses the negative side of technological development. But on the other hand, the digital generation can create exciting content through social media. Kanaan Christian Senior High School initiated this potential to develop extracurricular activities that could improve students' abilities in journalism. The problem arises when there are no teaching resources that can educate students in the world of journalism. Therefore, the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University seeks to inform people's lives through community service activities (PKM), to assist the Kanaan Christian High School in carrying out journalistic extracurricular activities by providing ongoing training. The movement was carried out on August 13, 2020, starting with an introduction to journalism, and the action was continued again on August 27, 2020, with the subject of getting to know the news. This activity increased students' understanding of the definition, the function of the press, the form of mass media, the purpose of the report, types of information, and the value of the news shown in statistical data. This activity is also a pilot project for the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University in managing the target area.ABSTRAKGenerasi digital adalah generasi yang hampir keseluruhan kehidupannya bergantung kepada akses internet. Kemudahan mengakses informasi memiliki sisi negatif dan positif. Sisi negatif adalah generasi digital adalah generasi yang rawan akan kriminalitas siber dan mudah terpapar hoaks melalui jaringan internet, sudah banyak riset dalam Ilmu Komunikasi yang membahas sisi negatif dari berkembangnya teknologi. Namun disisi lain generasi digital mampu menciptakan konten-konten melalui media sosial yang menarik. Potensi Inilah yang digagas oleh SMA Kristen Kanaan untuk menciptakan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam dunia jurnalistik. Permasalahan muncul ketika tidak tersedia sumber daya pengajar yang dapat memberikan edukasi dunia jurnalistik kepada siswa-siswi. Oleh sebab itu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara berupaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), untuk membantu Sekolah SMA Kristen Kanaan dalam menjalankan ekstrakurikuler jurnalistik dengan memberikan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2020 diawali dengan pengenalan tentang Jurnalistik dan kegiatan dilanjutkan lagi pada tanggal 27 Agustus 2020 dengan pokok bahasan mengenal berita. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman siswa-siswa terkait definisi, fungsi pres, bentuk media massa, definisi berita, jenis berita, dan nilai berita yang ditunjukkan dalam data statistik. Selain itu kegiatan ini menjadi pilot project bagi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dalam mengelola wilayah binaan.