cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENELUSURAN MINAT-BAKAT UNTUK SISWA SMA DI YOGYAKARTA Rostiana, Rostiana; Saraswati, Kiky Dwi Hapsari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.06 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1897

Abstract

High school students who have graduated will usually continue to university at their desired major. Unfortunately, there are still schools and parents who do not fully know the correlation between the suitability between students' interests and talents and the success of their studies. As a result of this lack of knowledge, students often fail to receive the right guidance when choosing majors in college. In addition to being successful in their studies and not encounterin problems stemming from choosing the incorrect major, knowing students’ interests and talents can help students to choose the career path that they will pursue after graduation. Interest is the interaction between desires, hopes, experiences or needs that move a person to prefer certain things, while talent is a personal characteristic that directs someone to achieve success (Reed & Wolniak, 2005). In this Community Service activity, the author conducted a Psychology test to acquire an overview of interests and talents in BOPKRI 1, Yogyakarta, 11th grade high school students. The activity carried out in the school environment was attended by 269 students who majored in Mathematics and Natural Sciences, Social Sciences, and Language and Culture. The output of this activity is a description of the intelligence, interests, talents, and recommendations of majors that can be chosen. These results can be used by students, parents, and schools as a reference to determine the college majors suitable for students. ABSTRAK: Siswa SMA yang telah lulus biasanya akan melanjutkan ke perguruan tinggi dengan jurusan yang diinginkannya. Sayangnya, masih ada saja sekolah maupun orang tua yang belum sepenuhnya mengetahui korelasi antara kesesuaian antara minat dan bakat siswa dengan keberhasilan studi. Akibat dari kurangnya pengetahuan ini, siswa seringkali tidak mendapatkan arahan yang tepat ketika ingin menentukan jurusan di bangku kuliah. Selain agar berhasil dalam studinya dan tidak mengalami masalah karena salah mengambil jurusan, lebih jauh lagi, dengan mengetahui minat dan bakat dapat membantu siswa untuk memilih jalur karir yang akan ditekuninya nanti setelah lulus. Minat adalah interaksi antara keinginan, harapan, pengalaman atau kebutuhan yang menggerakan seseorang untuk menyukai hal tertentu, sedangkan bakat adalah karakteristik pribadi yang mengarahkan seseorang untuk meraih kesuksesan (Reed & Wolniak, 2005). Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, Penulis melaksanakan Tes Psikologi untuk mendapatkan gambaran minat dan bakat pada siswa kelas XI SMA BOPKRI 1, Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini diikuti oleh 269 orang siswa yang mengambil jurusan MIPA, IPS, serta Bahasa dan Budaya. Luaran dari kegiatan ini berupa gambaran tentang kecerdasan, minat, bakat, dan rekomendasi jurusan yang dapat dipilih. Hasil tersebut dapat digunakan oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah sebagai referensi untuk menentukan jurusan yang akan diambil ketika siswa kuliah nantinya.
PEMERIKSAAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYAKIT DEGENERATIF PADA SISWA SEKOLAH BM JAKARTA PUSAT Meilani Kumala; David Limanan; Alexander Halim Santoso
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.19 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8034

Abstract

These day the number of school-age children who suffer from obesity has doubled compared to 2010. Children who are obese tend to remain obese in adulthood and are at risk of suffering from various non-communicable diseases such as heart and blood vessel disease, metabolic syndrome, diabetes, and others. Based on these conditions in an effort to prevent obesity early which is one of the factors causing non-communicable diseases, it is necessary to check the nutritional status of high school students who are classified as adolescents. Activities include data collection on student identity, snack food patterns, types of snacks, and daily student activities and followed by measurements of body weight, height, and waist circumference to get an overview of the nutritional status of students. This dedication activity involved the Tarumanagara University Faculty of Medicine students. The results of the examination found that most of the 48 students and 37 students who had been assessed for nutritional status experienced height based on age (TB / U) within normal limits. As many as 34.1% of adolescents are overweight and overweight. The percentage of overweight and obesity in adolescents is quite large compared to nationally, urban, or in DKI Jaya. The mean waist circumference (Lp) 31.25% of male adolescents were found to be above the normal limit indicating excess fat in the abdominal area, while the average Lp of adolescent girls was still within normal limits. In terms of daily activities which are one of the factors causing obesity, 67.1% of adolescents engage in sports activities, but many hours are also used to use gadgets, which are about five hours per day. Most (94.1%) of adolescents consume various kinds of snacks including biscuits, chips, nuts, and fruit. Based on the results obtained, it is necessary to assess nutritional status regularly and also counseling about a healthy lifestyle.ABSTRAK:Dewasa ini jumlah anak umur sekolah yang menderita obesitas mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun 2010. Anak-anak yang obes cenderung untuk tetap obes di umur dewasa  dan berisiko menderita berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, sindrom metabolik, diabetes, dan sebagainya. Berdasarkan keadaan tersebut dalam upaya pencegahan secara dini terjadinya obesitas yang merupakan salah satu faktor penyebab penyakit tidak menular, perlu dilakukan pemeriksaan status gizi pada siswa siswi sekolah menengah atas yang merupakan tergolong umur remaja. Kegiatan meliputi pendataan identitas siswa, pola makanan cemilan, jenis cemilan, dan aktifitas siswa sehari-hari dan dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar pinggang untuk mendapatkan gambaran status gizi siswa. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sebagian besar dari 48 siswa dan 37 siswi yang telah dilakukan penilaian status gizi mengalami tinggi badan berdasarkan umur (TB/U) dalam batas normal. Sebanyak 34,1% remaja mengalami berat badan berlebih dan kegemukan. Persentase kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja ini cukup besar dibandingkan secara nasional, perkotaan ataupun di DKI Jaya. Rerata lingkar pinggang (Lp) 31,25% remaja laki-laki didapatkan sudah di atas batas normal yang menunjukkan adanya kelebihan lemak di daerah perut, sedangkan rerata Lp remaja perempuan masih dalam batas normal. Ditinjau dari aktivitas sehari-hari yang merupakan salah satu fator penyebab kegemukan didapatkan sebesar 67,1% remaja melakukan aktivitas olah raga, namun tidak sedikit juga waktu yang digunakan untuk menggunakan gadget yaitu sekitar lima jam per hari. Sebagian besar (94,1%) remaja mengonsumsi bermacam macam cemilan meliputi biskuit, chips, kacang dan buah. Berdasarkan hasil yang didapat perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin dan juga penyuluhan tentang gaya hidup yang sehat.
INTERVENSI PSIKOEDUKASI DALAM MENGATASI STIGMA DAN HAMBATAN KOMUNIKASI PADA TEMAN TULI YANG TERGABUNG DALAM GERKATIN KEPEMUDAAN Sutrisnadipraj, Grace; Shesilia K, Nathasya; Putri F, Sheila; Yulianto, Yessica; Handayani, Penny; Sembiring, Weny Pandia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.848 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4348

Abstract

Semua individu berhak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Namun,perolehan hak yang sama tidak selalu terjadi pada individu-individu yang mengalami disabilitas, termasuk individudengan disabilitas tuna rungu atau yang dikenal dengan sebutan “Teman Tuli”. Salah satu organisasi khusus yangdibentuk untuk mewadahi Teman Tuli muda dan anak-anak tuli di Indonesia adalah Gerkatin Kepemudaan (Gerakanuntuk Kesejahteraan Tuli Indonesia). Tujuan dibentuknya Gerkatin Kepemudaan ini adalah agar muda-mudi bisa lebihpercaya diri, mandiri, dan setara dengan orang dengar, serta memperkuat kapasitas anak muda tuli untuk menghasilkanpemimpin, baik untuk masyarakat tuli ataupun masyarakat Indonesia. Pada saat ini, Teman Tuli di Indonesiamenggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) untuk berkomunikasi. Bahasa isyarat adalah bahasa yangmenggunakan gerakan tangan, kepala, tubuh dan sebagainya, terutama diciptakan oleh orang tuli dan untuk orang tuli(kadang-kadang untuk pendengar). Namun pada saat ini jumlah Teman Dengar yang dapat memahami BISINDOmasih sangat minim karena kurangnya sosialisasi BISINDO kepada masyarakat luas. Teman Tuli yang jumlahnyaterbilang tidak sedikit ini masih harus menghadapi stigma dari masyarakat luas, dan di saat yang sama juga mengalamikesulitan dalam kehidupan sehari-hari karena kurangnya fasilitas, sarana, dan prasarana yang mendukung. Tujuandilakukannya intervensi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif terhadap Teman Tuli, meminilasir stigmaterhadap Teman Tuli oleh para Teman Dengar yang cenderung negatif, dan membuka aksesbilitas komunikasi denganTeman Tuli melalui Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PEGAWAI UPN “VETERAN” JAKARTA Husniati, Renny; Pangestuti, Dewi Cahyani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.197 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1902

Abstract

Dalam pencapaian tujuan perusahaan, sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat penting. Organisasi akan tetap eksis bila didukung oleh karyawan yang loyal dan berkomitmen tinggi kepada organisasi, yang ditunjukan dalam sikap dan perilaku karyawan ditempat kerja. Perilaku positif karyawan atau anggota organisasi mampu mendukung kinerja individu dan kinerja organisasi untuk perkembangan organisasi yang lebih baik. Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela pegawai yang tidak secara langsung berkaitan dengan pengimbalan, namun berkontribusi pada keefektifan organisasi. OCB sangat penting untuk sebuah organisasi yang efektif karena meliputi perilaku yang tidak secara langsung berhubungan dengan tugas kinerja tetapi penting untuk keseluruhan kinerja organisasi. Organizational Citizenship Behavior (OCB) sangatlah penting artinya untuk menunjang keefektifan fungsi-fungsi organisasi terutama dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana OCB pegawai UPN”Veteran” Jakarta saat ini untuk menuju organisasi yang lebih baik. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Skala Likert digunakan untuk mengukur kuesioner yang berupa pernyataan, pendapat, dan persepsi seseorang tentang ketaatan/kepatuhan, loyalitas, dan partisipasi pegawai untuk perkembangan organisasi yang lebih baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rataan skor untuk mengukur OCB pegawai dari ketaatan, loyalitas dan partisipasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari ketiga indikator yang dipakai dalam penilaian tersebut mempunyai rataan skor cukup baik. Dari ketiga nilai indikator terlihat yang paling kecil adalah nilai dari indikator partisipasi yaitu 3,39. Kurangnya nilai OCB dari indikator partisipasi ini dapat menjadi informasi mengenai derajat OCB yang dimiliki oleh karyawan UPN”Veteran” Jakarta, sehingga institusi bisa merancang kegiatan pelatihan atau workshop yang sesuai dengan kebutuhan karyawan agar karyawan dapat menunjukan perilaku kerja yang melebihi standard.
PELATIHAN AKUNTANSI DAN MATEMATIKA EKONOMI BAGI SISWA SISWI PANTI ASUHAN ASIH LESTARI Yuniarwati Yuniarwati; Elizabeth Sugiarto D; Yenny Lego
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.976 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8039

Abstract

Based on an invitation from the manager of the Asih Lestari Orphanage to provide accounting and economic mathematics training in order to fulfill the Tridharma of Higher Education activities through Community Engagement (PKM), this accounting training activity was held. This PKM activity was carried out in the Asih Lestari Orphanage area Jl. Gardu No.1, Salembaran Jati, Kosambi Barat - Dadap, Tangerang, Banten 15213, West Java in February 2019. In this training the Accounting Training and Economic Mathematics Training Module was distributed along with the answer questions. The topics discussed in this PKM related to accounting training are service companies and trading companies, while those related to economic mathematics training are linear functions and quadratic functions, application functions in economics, logarithmic functions, simple function differentials, and matrices. During the training there were questions and answers and discussions. The specific target of PKM is to prepare students for the Asih Lestari Orphanage in the face of the State Economics and Mathematics Examination. This PKM has been going well, as evidenced by the graduation of the orphanage students, and even one orphanage child received a scholarship at Udayana (Bali). PKM activities in the future are expected to continue to be carried out on an ongoing basis by providing the necessary topics as stated by students in the previous PKM questionnaire. Other topics such as entrepreneurship, e-commerce, tax introduction, and the introduction of financial mapping can also be carried out to equip independent students of the Asih Lestari Orphanage in the futureABSTRAK:Berdasarkan undangan dari pengelola Panti Asuhan Asih Lestari untuk memberikan pelatihan akuntansi dan matematika ekonomi dalam rangka memenuhi kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) maka kegiatan pelatihan akuntansi ini diselenggarakan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di area Panti Asuhan Asih Lestari Jl. Gardu No.1, Salembaran Jati, Kosambi Barat – Dadap, Tangerang, Banten 15213, Jawa Barat pada bulan Febuari 2019. Dalam pelatihan ini dibagikan Modul Pelatihan Akuntansi dan Pelatihan Matematika Ekonomi beserta soal jawabnya. Topik yang dibahas dalam PKM ini yang terkait dengan pelatihan akuntansi adalah perusahaan jasa dan perusahaan dagang, sementara yang terkait dengan pelatihan matematika ekonomi adalah fungsi linear dan fungsi kuadrat, aplikasi fungsi dalam ekonomi, fungsi logaritma, differensial fungsi sederhana, dan matriks. Saat pelatihan disertai sessi tanya jawab dan diskusi. Target khusus PKM ini adalah mempersiapkan siswa/siswi Panti Asuhan Asih Lestari dalam menghadapi Ujian Negara Ekonomi dan Matematika. PKM ini telah berlangsung dengan baik terbukti dengan lulusnya siswa-siswi panti bahkan ada satu anak panti asuhan yang diterima beasiswa di Udayana (Bali). Kegiatan PKM di masa depan diharapkan untuk terus dapat dilakukan secara berkesinambungan dengan pembekalan topik yang dibutuhkan seperti yang telah dikemukakan siswa dalam angket PKM sebelumnya. Topik lain seperti kewirausahaan, e-commerce, pengenalan pajak, dan pengenalan pemetaan keuangan juga dapat dilakukan untuk pembekalan kemandirian siswa-siswi Panti Asuhan Asih Lestari di masa depan.
PROGRAM PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI DI L KELURAHAN TOMANG JAKARTA BARAT Octavia Dwi Wahyuni; Sari Mariyati Dewi; Chrismerry Song
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.561 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7218

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global dan menyerang semua usia. Data WHO menunjukkan kematian yang terjadi di dunia hampir dua pertiganya disebabkan oleh PTM, sedangkan di Indonesia diperkirakan mencapai 75 persen pada tahun 2025. Kematian akibat PTM diperkirakan terus meningkat terutama di negara-negara menengah dan miskin. PTM bertanggung jawab terhadap tiga kali dari disability adjusted life years (DALYs) dan lima kali dari penyebab kematian dibandingkan penyakit menular. Salah satu penyebab peningkatan PTM karena kurangnya kesadaran akan berolahraga. Oleh karena itu, Kemenkes RI mencanangkan GERMAS (gerakan masyarakat hidup sehat) yang salah satunya adalah melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, menguatkan sistem jantung dan pembuluh darah sekaligus mengatur berat badan. Olahraga sebaiknya dilakukan rutin 3-5x/minggu dengan total aktivitas 150 menit dan melibatkan banyak otot tubuh. Senam masal kesegaran jasmani merupakan olahraga yang paling sesuai dan mudah dilakukan. Tetapi permasalahan yang timbul pada hampir sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini maupun warga Tomang adalah masih kurang menyadari akan pentingnya berolahraga. Provinsi DKI Jakarta sendiri menempati urutan pertama dalam besarnya penduduk dengan aktivitas fisik kurang. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk menggiatkan kesadaran berolahraga masyarakat Tomang adalah senam masal kesegaran jasmani. Kegiatan PKM diikuti oleh 87 peserta yang meliputi warga Kelurahan Tomang termasuk ibu-ibu PKK dan ketua RT/RW. Para peserta sangat aktif dan bersemangat saat melakukan senam. Olahraga perlu dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PTM serta meningkatkan kebersamaan warga Kelurahan Tomang.
COVER JURNAL BAKTI MASYARAKAT INDONESIA V0L 1 N0 1 UNTAR, DPPM
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.614 KB)

Abstract

Cover Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia V0l 1 N0 1
ROBO SOCCER SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENGENALAN TEKNOLOGI ROBOTIKA PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Yohanes Calvinus; Endah Setyaningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.121 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8047

Abstract

Robotics technology has now become a technological requirement for all students, both at the elementary school, junior high school and high school level. In fact in some private and public schools the need for education in robotics technology is only a discourse and cannot be realized properly. Many of these schools are trying to work with several agencies providing private education services for robotics. The lack of human resources and knowledge about robotics among high school students has caused these students to not know or lack in participating in the event that should have been the driving force behind the industrial revolution 4.0 about automation and robotics. Even in Jakarta there are not many competitions in the form of robotics competitions that can be participated by high school students. The community engagement team at Tarumanagara University conducted workshops and robot competitions in the form of robo soccer, which also functioned as a media for robotics technology education for high school students. High school students are introduced to robot components in the form of electrical and mechanical components, also about programming. Students are also asked to assemble these components and the results are in the form of robo soccer. These high school students are very happy and enthusiastic about this activity, because curiosity about robots can be achieved. Students from various schools are also active in participating in the Edurobocup Contest organized by the Electrical Engineering study program at Tarumanagara University. It is hoped that this activity can be routinely carried out every year, so that robotics technology can be known while students are still in high school.ABSTRAK:Teknologi Robotika saat ini telah menjadi suatu kebutuhan teknologi bagi seluruh pelajar, baik tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Menengah Atas. Kenyataannya di beberapa sekolah swasta dan negeri kebutuhan pendidikan akan teknologi robotika ini hanya menjadi wacana dan belum dapat terealisasi dengan baik. Banyak sekolah-sekolah tersebut berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi penyedia jasa pendidikan swasta untuk robotika. Minimnya sumber daya manusia dan pengetahuan tentang robotika di kalangan siswa SMA menyebabkan siswa tersebut tidak tahu ataupun kurang dalam mengikuti ajang yang seharusnya menjadi pendorong kemajuan revolusi industri 4.0 tentang otomasi dan robotika. Bahkan di Jakarta belum banyak kompetisi berupa perlombaan robotika yang dapat diikuti oleh siswa SMA. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Tarumanagara melakukan workshop dan lomba robot berupa robo soccer, yang sekaligus difungsikan sebagai media edukasi teknologi robotika bagi siswa SMA. Siswa SMA dikenalkan tentang komponen robot yang berupa komponen elektrik dan mekanik, juga tentang pemrograman. Siswa juga diminta merakit komponen-komponen tersebut dan hasilnya berupa robo soccer. Siswa SMA ini sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini, karena keingintahuan tentang robot dapat tercapai. Siswa dari berbagai sekolah juga aktif dalam mengikuti Lomba Edurobocup yang diselenggarakan oleh program studi teknik elektro Universitas Tarumanagara. Diharapkan kegiatan ini dapat rutin dilakukan tiap tahun, sehingga teknologi robotika dapat dikenal saat siswa masih di SMA
ERGONOMI PARTISIPASI DALAM MEMPROMOSIKAN PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI DAN DAUR ULANG KEMASAN TETRA PAK Helena Juliana Kristina; Wilson Kosasih; Lithrone Laricha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.689 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7223

Abstract

Di dalam PERPRES NO 97 thn 2017 yang berisi tentang kebijakan dan strategi pengolahan sampah, mentargetkan  sampai thn 2025, terjadi penanganan sampah 70% dan pengurangannya sampai 30 %. Hal ini dapat dilakukan dalam konteks pengelolaan sampah yang menggunakan prinsip 3 R: Reduce, Reuse dan Recycle. Untuk mencapai angka penurunan sampah 15% sangat sulit jika kesadaran peduli sampah tidak dimulai dari anggota masyarakat Indonesia sendiri. Sirkular ekonomi (circular economy) telah mulai diuji coba sebagai salah satu sistem ekonomi ramah lingkungan.  PT. Tetra Pak Indonesia adalah salah satu perusahaan yang sudah menerapkan praktik bisnis yang berwawasan lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan eksperimen didaktik dengan pendekatan konsep ergonomi partisipasi guna mengukur seberapa besar keinginan para partisipan terkait untuk berpartisipasi mewujudkan sistem sirkular ekonomi, dan secara khusus mempromosikan pengelolaan sampah mandiri dan daur ulang kemasan tetra pak. Hasil penelitian ini, diharapkan akan berguna untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang berguna dalam meningkatkan kualitas pemberdayaan program sirkular ekonomi.
ANALISIS PROGRAM ENTREPRENEUR ENABLER DENGAN METODE PARTICIPATORY ACTION LEARNING SYSTEM Sitepu, Srinathasya Br
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.575 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2881

Abstract

Program entrepreneur enabler diberikan kepada karyawan KPSP Setia Kawan Nongkojajar di Kabupaten Pasuruan memakai metode participatory action learning system (PALS). Jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan sebanyak 300 orang. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kompetensi karyawan dan menciptakan pendapatan tambahan melalui bisnis yang diciptakan oleh karyawan. Program ini menerapkan metode PALS melalui empat tahapan yang yaitu: capaciting, komunikasi, soft skill dan entrepreneur enabler. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi karyawan ditandai dengan: upgrade kapasitas dari masing-masing karyawan, peningkatan kemampuan komunikasi dan lahirnya 30 karyawan sekaligus berperan sebagai entrepreneur enabler yang berhasil menciptakan bisnis diluar jam kerja. Bisnis yang dijalankan entrepreneur enabler mampu menghasilkan pendapatan tambahan diluar gaji.