cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi15@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
bernas@unma.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/editorialteam
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2716442X     EISSN : 27219135     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/jb
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,259 Documents
Edukasi Dampak Perkawinan Anak Bagi Kesehatan di Desa Mbawi, Dompu Nur Husnul Khatimah; Erham Erham; Fathurrahman Fathurrahman; Sutriawan Sutriawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6664

Abstract

Perkawinan anak masih terus terjadi di Indonesia, bahkan angkanya merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sekitar 1.220.900 anak di Indonesia mengalami perkawinan usia anak, dan ini belum termasuk praktik perkawinan anak di bawah tangan (nikah siri). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tercatat memiliki angka kasus perkawinan anak yang tinggi, dengan kabupaten Dompu menduduki urutan ketiga tertinggi di NTB. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah memberikan edukasi kesehatan kepada remaja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dampak dari perkawinanan anak. Program kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Mbawi, Kabupaten Dompu tentang dampak buruk dari pekawinan anak, khususnya bagi remaja yang menjadi peran utama yang memberi dampak bagi kesehatan mental maupun kesehatan reproduksi remaja. Peserta kegiatan ini diikuti oleh orangtua remaja sebanyak 20 orang, remaja pria dan wanita sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab langsung kepada remaja tentang dampak pernikahan anak bagi kesehatan Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa orangtua remaja dan remaja memiliki pemahaman yang baik, merespons dengan positif, dan sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini
Pemberdayaan Keluarga (Family Empowerment) Melalui Optimalisasi Buku KIA dan Aplikasi D’Risk Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Ika Mardiyanti; Tri Deviasari Wulan; Endah Budi Permana Putri; Aisa Aliffiany; Cindy Ayu Putri Pambayun; Hesti Lestari Mauluddiana; Hestitus Sholikha; Mielysa Maulidya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6669

Abstract

Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan termasuk salah satu daerah lokus stunting. Sosialisasi terkait stunting di lingkungan Desa Sendang Laok telah dilakukan oleh pihak puskesmas, namun pelaksanaannya belum dilakukan secara rutin dan intensif pada tingkat keluarga termasuk bagaimana cara deteksi dini serta pencegahan terkait stunting melalui penggunaan buku KIA. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menguatkan upaya pencegahan peningkatan prevalensi stunting melalui pemberdayaan keluarga (Family empowerment) dengan optimalisasi buku KIA dan aplikasi D’Risk, guna meningkatkan ketrampilan ibu hamil maupun keluarga dalam peningkatan status kesehatan dimulai dari masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 5 bulan dengan 50 peserta yang terdiri keluarga ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Desa Sendang Laok Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan pada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita serta pendampingan tata kelola stunting (deteksi status gizi ibu hamil melalui optimalisasi buku KIA dan aplikasi D’Risk, pengelolaan MPASI dengan bahan lokal, serta model pendampingan keluarga stunting). Pengukuran tingkat keterampilan dengan cara melakukan pre test sebelum pelatihan dan setelah pemberian pelatihan dilakukan post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat saat pre test didapatkan 86% tingkat pengetahuan dan 90% keterampilan yang kurang sedangkan saat post test tingkat pengetahuan meningkat menjadi 84% dan keterampilannya meningkat menjadi 80%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dalam peningkatan status kesehatan dimulai dari masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting.
Pengembangan UMKM Ternak Ayam Potong Sebagai Bentuk Usaha Ekonomi Produktif di Desa Muncan Kabupaten Karangasem Putu Indah Hapsari; Putu Ngurah Suyatna Yasa; I Putu Iwan Pramana Putra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6670

Abstract

Kondisi pandemic covid 19 memberikan benturan salah satunya dari sektor ekonomi, UMKM menjadikan solusi untuk mendapatkan penghasilan. Peternakan salah satu komoditi UMKM yang bisa dikembangkan yaitu usaha penjualan daging ayam (ayam potong). Desa muncan dengan topografi sejuk dan merupakan area pedesaan keberadaan peternakan sangat mendukung dengan situasi seperti ini. Salah satu penggiat industri rumah tangga ini adalah I Wayan Rudi spesifikasi produk adalah ayam potong dan ayam panggang. Terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan dari usaha tersebut, yaitu belum melakukan pencatatan keuangan, peralatan produksi yang belum mencukupi dan belum memiliki media sosial. Jenis kegiatan yang perlu dilakukan untuk membantu adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, pengadaan beberapa peralatan produksi dan penggunaan media sosial.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman mitra terkait pencatatan keuangan usaha, peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi usahanya dan penggunaan media sosial yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah penjualan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan aset, omset usaha, jumlah produksi serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Target luaran yang ingin dicapai adalah: peningkatan daya saing, peningkatan omset dan edded value UKM, peningkatan produksi, publikasi pada jurnal Nasional/Internasional, Publikasi Media Cetak online, Mengunggah video di youtube.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak pada Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Precet kartika pibriyanti; Lulu' Luthfiya; Nur Amala; Ayu Puspitarini; Ririn Madyaning Yudhawati; Hikma Syafa; Jihan Fauziyah; Kamilia Ramanda; Lusiana Suryadie; Marvela Qolbi Naura; Nadhifa Daumi; Ruzaina Munibah; Sahla Rizkia; Shalihah Sekar; Silviana Wijayanti; Syazda Syafa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6674

Abstract

Praktik pemberian makan yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya masalah gizi pada bayi dan balita. Strategi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI Eksklusif sejak bayi lahir sampai berusia 6 bulan, memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) mulai usia 6 bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Kekurangan gizi usia dini berdampak serius terhadap kualitas SDM di masa depan. Anak dapat mengalami kegagalan pertumbuhan sehingga mengakibatkan berat badan lahir rendah, pendek, kurus, serta daya tahan tubuh yang rendah serta berisiko mengalami hambatan perkembangan otak/kognitif. Tujuan kegiatan menganalisis karakteristik ibu bayi balita di Posyandu Melati 6 Desa Precet, dan menganalisis efektifitas pemberian edukasi pemberian makan bayi dan anak di Posyandu Melati 6 Desa Precet. Metode pemberian edukasi menggunakan media lembar balik. Ada 23 ibu yang terlbat dalam kegiatan. Sebelum mendapatkan edukasi ibu diukur tingkat pengetahuan dengan menjawab 15 pertanyaan terkait PMBA, dan setelah mendapat intervensi edukasi, ibu kembali diberi pertanyaan yang sama untuk mendapatkan nilai posttest. Hasil kegiatan diperoleh rerata nilai sebelum edukasi 67.7 dan meningkat menjadi 80.87 setelah mendapat edukasi. Simpulan edukasi PMBA efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Precet sebagai upaya pencegahan stunting.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT UNTUK KASUS SWAMEDIKASI Wima Anggitasari; Iski Weni Pebriarti; Lindawati Setyaningrum; Aninda Fellysia Wibowo; Falakh Noferyana Hartania Wati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6680

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mencegah dan mengobati bgejala maupun penyakit ringan dimana tidak memerlukan konsultasi medis dan dapat meminimalkan biaya. Dalam proses swamedikasi, masyarakat tidak bertemu langsung dengan tenaga medis. Masyarakat melakukan diagnosis terhadap penyakitnya sendiri dan memilih obat yang tepat untuk penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dimana para santri akan tinggal dan belajar bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu mengedukasi santri di Pondok Pesantren Shofa Marwa untuk dapat melakukan proses swamedikasi dengan benar. Kegiatan ini dilakukan di Pondok Pesantren Shofa Marwa dimana dilakukan edukasi pada 20 pengurus pondok. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan survey untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh santri selama satu bulan terakhir. Pada pertemuan selanjutnya diberikan edukasi terkait swamedikasi pada beberapa kasus, seperti flu, batuk, demam, pusing/sakit kepala, maag/dyspepsia, nyeri dan diare. Sebelum proses edukasi dilakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sebelum pemberian edukasi. Setelah proses edukasi dilakukan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait swamedikasi sesudah pemberian edukasi. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa adanya edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi.  
Peremajaan Tanaman Pada Rumah Toga di Desa Pematang Limau Tirsa Neyatri Bandrang; Qurrotul A’yun Fatimah Azzahro
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6681

Abstract

Kegiatan KKN-T merupakan program yang wajib dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat lintas sectoral. Salah satu kegiatan KKN-T yang dilaksanakan oeh mahasiswa Politeknik Seruyan yaitu peremejaan tanaman toga di rumah toga PKK kantor desa Pematang Limau. Metode yang digunakan dalam program kerja pengabdian ini menggunakan metode survey yaitu mahasiswa mencari permasalahan yang dihadapi Masyarakat desa Pemtang Limau dengan cara melakukan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi dari permasalahan. Program kerja peremajaan budidaya tanaman rumah toga  ini dilakukan dari tanggal 12 sampai 20 Agustus 2023.  Adapun tahapan yang dilakukan yaitu melakukan perbaikan pada rumah TOGA, membuat media tanam untuk tanaman TOGA, serta menanam tanaman TOGA. Dari hasil kegiatan KKN-T peremajaan budidaya tanaman rumah TOGA yang dilakukan mahasiswa KKN-T secara kelompok menunjukkan hasil capain kerja sama 100% terlaksana dengan baik dan mendapat antusias warga.  Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan peremajaan tanaman TOGA yang selama ini terabaikan oleh masyarakat sehingga banyak tanaman TOGA yang rusak dan mati. Capaian hasil kegiatan yang diharapkan dari program kerja ini adalah rumah TOGA yang telah dibuat mampu membantu masyarakat khususnya kelompok organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mengembangkan tanaman TOGA serta dapat menambah pendapatan masyarakat desa Pematang Limau
Pelatihan Pembuatan Permen Gummy Herbal Sebagai Nutrasetikal Imunbooster di TK Ar Rohim Jember Sholihatil Hidayati; Dhina Ayu Susanti; Rian Anggia Destiawan; Warda Atika Silvana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6688

Abstract

TK Ar Rohim Jember, merupakan salah satu taman kanak-kanak yang berada di Kota Jember dengan posisi didaerah padat penduduk depan RS dr. Soebandi Jember. Posisi yang strategis ini membuat TK Ar Rohim menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk menitipkan buah hatinya dalam mengenal pendidikan pra sekolah. Usia prasekolah disebut sebagai periode golden age dalam pertumbuhan dan perkembangan termasuk periode kritis yang membutuhkan makanan dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain anak usia prasekolah rawan mengalami gangguan gizi dan infeksi penyakit, kurangnya pemahaman orang tua/wali terkait kesehatan anak dan kebutuhan gizi anak, beberapa orang tua/wali memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga enggan untuk membeli produk vitamin dipasaran yang dinilai mahal, kurangnya kreatifitas orang tua/wali dalam mengolah makan yang memiliki kandungan vitamin tinggi menjadi produk makanan yang diminati anak, kebanyakan anak kurang menyukai rasa dan bau tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa imunomodulator. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan permen gummy herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh kepada para orang tua/wali murid TK Ar Rohim Jember. Hasil penegabdian masyarakat ini menunjukkan bahawa anak-anak suka dengan permen gummy herbal yang dihasilkan. Dengan demikian, permen gummy herbal ini dapat menjadi pilihan sediaan yang mudah dibuat dan disukai anak-anak. Dengan kandungan bahan herbal pilihan yang mememiliki khasiat sebagai imunomodulator, maka permen gummy herbal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak TK Ar Rohim Jember.
Asesmen Kebutuhan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Dini di Kecamatan Bukitraya Kota Pekanbaru Sukiman Sukiman; Wella Martha Wulan; Sri Juani Purwanigsih; Yunaini Yunaini; Sitti Zaifan; Trisni Herawati; Ludgardis Wonga Wara; Umilia Umilia; Hera Gustina; Reni Rulita; Andriani Andriani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6690

Abstract

Kenyataan di lapangan banyak guru yang belum bisa melakukan pengukuran pertumbuhan anak dan mengidentifikasi masalah perkembangan anak dengan baik dan benar di kecamatan Bukitraya. Workshop ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan praktek langsung melakukan asessmen pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diharapkan anak yang teridentifikasi mengalami masalah dalam tumbuh kembang dapat ditangani sejak dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan praktikum. Berdasarkan kegiatan workshop yang telah dilakukan selama satu hari dan dilanjutkan dengan pendampingan Asesmen ke sekolah kunjungan, didapatkan hasil guru lebih antusias dan mampu mengidentifikasi anak yang mengalami masalah tumbuh kembang. Guru menjadi lebih detail dalam mengukur tinggi dan berat badan anak sesuai ketentuan, mengetahui status gizi anak dengan lebih rinci berdasarkan usia tahun, bulan dan hari. Dari setiap masalah tumbuh kembang yang ditemukan, lembaga dapat berkoordinasi dan merujuk anak ke pihak terkait, seperti puskesmas, posyandu dan lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan selalu terjadi penurunan masalah gizi buruk dan tumbuh kembang anak
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEDULI ASI (GEMARI-ASI) DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Nurbaiti Nurbaiti; Yuni Sari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6693

Abstract

Salah satu masalah kesehatan masyarakt yang masih membutuhkan perhatian adalah pemberian ASI Esklusif. Di Indonesia cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2019 yaitu sebesar 67,74%. Provinsi Aceh tahun 2019 sebesar 55%, menurun dari tahun sebelumnya sebesar 61%, dan kabupaten kota yang paling rendah cakupannya adalah Aceh Barat Daya (24%). Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012, tentang Pemberian Air Susu Ibu, salah satu amanat yang penting adalah pemberdayaan masyarakat melakukan penyebarluasan informasi tentang pentingnya pemberian ASI, guna membantu tumbuh kembang anak yang optimal. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat adalah peran kader kesehatan yang dianggap dapat menjembatani kesenjangan dalam pelayanan kesehatan keluarga. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan adalah melalui gerakan masyarakat peduli ASI (GEMARI-ASI). Tujuan : Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjadikan Gerakan Peduli ASI (GEMARI-ASI) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Metode pelaksanaan: adalah dengan memberikan pelatihan bagi 20 kader dari 4 Desa diwilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang terbentuknya kader pendamping ASI. Hasil : Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya tim kader yang mampu memberikan edukasi dan konseling tentang pemberian ASI Ekslusif. Kseimpulan : terbentuknya kemitraan dengan kader kesehatan dengan pembentukan kelompok gerakan peduli ASI (GEMARI-ASI).
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan (Urea Molasses Block) UMB Pada Peternak Sapi Potong di Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung Dedi Mardiansyah; Vyola Maulana; Ummi Hajra Dias; Al Furqon Al Furqon; Ameera Iffa Zaafira
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6702

Abstract

Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung merupakan daerah dengan potensi pengembangan peternakan sapi Bali, namun memiliki permasalahan dalam hal pemenuhan nutrien pakan ternak. Mayoritas peternak memberikan pakan berupa jerami padi kering yang rendah kandungan protein,vitamin, dan mineral, serta tinggi kandungan serat kasar. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan Urea Molasses Block (UMB) kepada peternak. UMB merupakan suplemen pakan ternak yang berfungsi untuk memperbaiki nilai nutrisi dari pakan ternak; pencernaan dan kecernaan zat-zat pakan ternak akan lebih efisien dan meningkat; konsumsi pakan ternak ruminansia akan meningkat, dan menghindari dari defisiensi vitamin dan mineral. Metode yang dilakukan diantaranya survey lapangan, diskusi dengan perangkat desa, sosialisasi untuk meningkatkan wawasan peternak tentang UMB, dan pelatihan pembuatan UMB yang diikuti secara partisipatif oleh masyarakat. Uji coba pemberian UMB pada ternak oleh masyarakat menunjukkan UMB disukai ternak dan dapat meningkatkan konsumsi pakan ternak. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) Pelatihan pembuatan UMB telah berhasil dilaksanakan dengan baik dengan indikator pemahaman dan keterampilan peternak sapi menjadi bertambah mengenai produk UMB dan cara pembuatannya, (2) Produk UMB yang dihasilkan cukup berkualitas dan disukai ternak, (3) Peternak lebih lanjut berkeinginan membuat produk UMB secara mandiri untuk dikonsumsi ternaknya sendiri, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas ternak.