cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Pebruari 2023" : 16 Documents clear
Falasha: Peradaban Yahudi di Etiopia dan Kekerasan atas Nama Agama Sembiring, William Wahyu
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.132

Abstract

Africa and Judaism are two things that are rarely discussed in the world of church history in Indonesia. The purpose of writing this article is to understand comprehensively and briefly the Jewish civilization in Ethiopia to see the problem of violence that arises when Jews meet Christians in Africa. The Jews in Ethiopia experienced persecution because of differences in religion and culture, and the perpetrators of the persecution were the state and the Christians in power. This study uses a qualitative method by looking at and comparing several written sources as a reference in explaining the historical situation that occurred. The result of this paper is that religion provides legitimacy for violence in achieving political power.  AbstrakAfrika dan Yahudi adalah dua hal yang jarang diperbincangkan dalam dunia sejarah gereja di Indonesia. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memahami secara komprehensif dan ringkas mengenai peradaban Yahudi di Etiopia, guna melihat masalah kekerasan yang muncul ketika Yahudi bertemu dengan Kristen di Afrika. Orang-orang Yahudi di Etiopia mengalami persekusi oleh karena perbedaan agama dan kebudayaan, dan pelaku dari persekusi itu adalah negara dan orang-orang Kristen yang berkuasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-historis dengan melihat serta membandingkan beberapa sumber tulisan sebagai acuan memaparkan situasi sejarah yang terjadi. Hasil dari tulisan ini adalah agama memberikan legitimasi kekerasan dalam mencapai kekuasaan politik. 
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Keluarga untuk Mengimplementasikan Sakramen Perjamuan Bersama Anak Berdasarkan Model Backward Design Hidayat, Udin Firman; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.163

Abstract

This research is conducted as an effort to design a Christian Religious Education (PAK) Family curriculum specifically developed to implement the sacrament of Communion with children. The sacrament of Communion with children positively impacts parents' awareness of their role in educating their children's faith. In practice, parents are responsible for providing understanding and preparing their children's involvement in the sacrament of Communion. In line with this specific objective, the Backward Design model is considered more appropriate because "expected outcomes" are the first step that is carefully considered in the design process. Using qualitative research methods and a literature review approach, this study produces a more relevant PAK Family curriculum design that addresses specific needs, particularly about the implementation of understanding the sacrament of Communion with children.  AbstrakPenelitian ini dilakukan sebagai upaya mendesain kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) Keluarga yang secara khusus dikembangkan untuk mengimplementasikan sakramen Perjamuan bersama anak. Sakramen Perjamuan bersama anak berdampak positif terhadap kesadaran peran orang tua dalam pendidikan iman anak-anaknya. Dalam praksisnya, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman dan mempersiapkan keterlibatan anak-anak mereka dalam sakramen Perjamuan. Sesuai dengan tujuan spesifik ini  model Backward Design dipandang lebih sesuai karena dalam proses perancangannya “tujuan yang diharapkan”menjadi tahap pertama yang dipertimbangkan dengan matang. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan penelitian ini menghasilkan desain kurikulum PAK Keluarga yang lebih relevan, menjawab kebutuhan spesifik yang diharapkan khususnya berkaitan dengan implementasi pemahaman sakramen Perjamuan bersama anak. 
Estafet Kepemimpinan dan Kontestasi Ibadah: Menelisik Partisipasi Orang Muda dalam Aktivitas Eklesiastik Josua, Abethnego; Hendriks, Alvyn C; Hutagalung, Stimson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.136

Abstract

Liturgical contestation and estaphet leadership, where youth participation in ecclesias-tic experience is in the warm discussion. Existance leaders could continue their leadership by extending to the youth. This article employs a qualitative analysis approach by accommodating articles, books, and other academic references. In conclusion, Paul and Titus applied the grand picture of leadership relay, portraying harmony in continuous leadership. As practiced by Titus, which belonged to current youth, character formulation could potentially be valuable to new church worship service. Youth participation in worship experience is strongly related to previous leadership estaphet that contributes legacy to the next generation.  AbstrakEstafet kepemimpinan dan kontestasi ibadah dimana partisipasi orang muda dalam aktivitas eklesiatik sedang dalam percakapan hangat. Para pemimpin yang eksis dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan memberikan amanah terhadap orang muda. Namun estafet kepemimpinan tidak berlangsung secara berkala, bahkan seperti berhenti pada generasi tertentu. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah legasi kepemimpinan transformasional kepada orang mudah sehubungan dengan ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analisis dengan memanfaatkan artikel, buku dan referensi akademik lainnya. Sebagai kesimpulan, Paulus dan Titus mempraktikkan estafet kepemimpinan, menampilkan keharmonisan dalam kepemimpinan yang berkelanjutan. Karakter orang muda seperti Titus yang di miliki orang orang muda masa kini dapat di jadikan amunisi untuk memberikan penyegaran terhadap peribadatan di gereja. Partisipasi orang muda terhadap kegiatan ibadah sangat di pengaruhi oleh estafet kepemimpinan sebelumnya yang memberikan legasi bagi penerusnya.  
Mempersiapkan Pernikahan Kristen yang Harmonis melalui Pengembangan Panduan Konseling Pranikah Malau, Oloria; Simamora, May Rauli; Hulu, Frisca Sri Wulan; Sagala, Joyis; Lase, Widya Ayu
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.76

Abstract

A harmonious marriage is the hope of almost all brides-to-be. This study aimed to develop a guide to premarital counseling to prepare for a harmonious Christian marriage. This research belongs to Research & Development (R&D), which produces products through specific procedures or steps. The development model is ADDI (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). 15 (fifteen) pastors and prospective pastors were involved in this study. The results of material experts' conformity test of premarital counseling guidelines obtained an average of 99.5 with the appropriate criteria. Premarital Counseling is included in church Diakonia activities for couples who want to get married at GKPI in Tapanuli. Premarital Counseling needs to be done as education for couples who want to get married to get a harmonious Christian family with God's Love. For premarital Counseling to be well understood by couples, a premarital counseling guidebook is needed with guidelines for good and not rushed counseling duration and time, as well as topics in premarital counseling books. It would be better if it integrated the wisdom of psychology and theology.  AbstrakPernikahan yang harmonis merupakan harapan hampir semua calon pengantin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan konseling pranikah dalam rangka mempersiapkan pernikahan Kristen yang harmonis. Penelitian ini termasuk ke dalam Research and Development (R&D) yang menghasilkan produk melalui prosedur atau langkah-langkah tertentu. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDI (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Sebanyak 15 (lima belas) orang pendeta dan calon pendeta terlibat dalam penelitian ini. Hasil dari uji kesesuaian panduan konseling pranikah oleh ahli materi diperoleh rata-rata 99,5 dengan kriteria sesuai. Konseling Pranikah termasuk ke dalam kegiatan diakonia gereja bagi pasangan yang hendak menikah, tidak terkecuali di GKPI di Tapanuli Konseling Pranikah sangat perlu dilakukan sebagai edukasi kepada pasangan yang hendak menikah untuk memperoleh keluarga Kristen yang harmonis yang sesuai dengan Cinta Kasih Allah. Agar konseling pranikah dapat dipahami dengan baik oleh pasangan sangat dibutuhkan buku panduan konseling pranikah dengan pedoman durasi dan waktu konseling yang cukup dan tidak terburu-buru serta topik-topik buku konseling pranikah akan lebih baik jika mengintegrasikan kearifan psikologi dan teologi. 
Pendidikan Seksualitas kepada Warga Gereja Lanjut Usia: Suatu Tinjauan Psikososial Kristiantoro, Sony
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.131

Abstract

The issue of sexuality is rarely discussed in the church, except during pre-marital counseling. It is even rarer when discussing sexuality issues related to elderly citizens. The elderly citizens, whoever and whatever the circumstances they face, are social beings and sexual beings. So far, the general assumption states that their problems are related to physical and psychological health and social relations. This is due to declining health, death of spouse and peers, worry, and limited access to meet many people. However, they experience other problems, namely those related to sexual issues. Through interviews, mentoring, observation, and literature studies, the authors found that sex education is also very much needed by the elderly because it affects happiness, health, and good relations between husband and wife. For this reason, the church's role is to help elderly church members through the Elderly Fellowship, Bible Study, Family Fellowship, special events such as Family Month, or providing consulting bureaus by doctors, psychologists, counselors, or other professionals. AbstrakPersoalan seksualitas jarang dibahas di gereja, kecuali pada saat diadakan pembinaan pranikah. Lebih langka lagi ketika membahas persoalan seksualitas yang berkaitan dengan para warga lanjut usia. Para warga lanjut usia, siapa pun dan bagaimana pun keadaan yang mereka hadapi, mereka adalah makhluk sosial sekaligus makhluk seksual. Selama ini anggapan umum menyatakan bahwa persoalan mereka adalah yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikis, serta relasi sosial. Ini disebabkan oleh kesehatan yang menurun, pasangan hidup dan teman sebaya yang meninggal, kekuatiran, dan terbatasnya akses untuk bertemu banyak orang. Namun, ada persoalan lain yang mereka alami, yaitu yang berkaitan dengan persoalan seksual. Melalui metode wawancara, pendampingan, observasi, dan studi literatur, penulis menemukan fakta bahwa pendidikan seksualitas juga sangat dibutuhkan oleh para warga lanjut usia, karena hal tersebut berpengaruh kepada kebahagiaan, kesehatan, dan relasi yang baik antara suami dan istri. Untuk itu, peran gereja dibutuhkan untuk menolong warga gereja lanjut usia dalam persoalan ini melalui Persekutuan Warga Usia Lanjut, Pemahaman Alkitab, Persekutuan Keluarga, dalam peristiwa khusus seperti Bulan Keluarga, atau menyediakan biro konsultasi oleh dokter, psikolog, konselor, atau profesional lain.  
Pentingnya Pembinaan Gereja dalam Meningkatkan Mutu Rohani Keluarga Kristen Mambrasar, Rosalina Is; Wattimury, Wiesye Agnes; Elias, Thomson Framonty Eframinto
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.162

Abstract

Salah satu aspek yang mempengaruhi menurunnya mutu rohani keluarga kristen adalah kurangnya penerapan pelayanan –pelayanan berbasis  keluarga.  Itulah tugas gereja yang harus dilaksanakan sebagai baagian dari pelayanan demi terwujudnya Mutu rohani keluarga kristen yang baik. Namun dalam kenyataan terlihat masih kurangnya Peranan gereja dalam menyikapi pembentukan keluarga kristen dalam meningkatkan Mutu rohani setiap keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek   apa saja yang mempengaruhi menurunnya mutu rohani keluarga diera modern ini,dan upaya gereja dalam menyikapi kondisi keluarga kristen untuk memperkokoh mutu rohani keluarga, dan manfaat dari setiap pelayanan-pelayanan gereja bagi keluarga kristen.Metode penelitian yang digunakan dalan penelitian ini adalah metode kualitatif Deskriptif, dengan metode wawancara, melalui para responden kunciHasil dari penelitian ini adalah terkikisnya  mutu rohani keluarga akibat dari pengaruh beberapa aspek  duniawi, yaitu Pekerjaan ,Pergaulan bebas  yang tidak  terkontrol, konsumsi miuman keras, dan lainnya.dan masih kurangnya  penerapan program pelayanan berbasis keluarga  kristen yang dibuat oleh gereja yang merupakan aspek pendukung  dalam pembentukan mutu rohani  keluarga kristen.
Kontekstualisasi Menuju Inkulturasi Koperatif-Prolektif: Nilai Budaya Mapalus dan Falsafah Pemimpin Negeri di Minahasa dalam Konstruksi Manajemen Pendidikan Kristiani Rumbay, Christar Arstilo; Hutagalung, Stimson; Sagala, Rudolf W
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.166

Abstract

: Christian Religious Education (PAK) encourages the inclusion of religious and cultural values in its construction. The presence of cultural values still needs to be met; religion dominates the elements of PAK. This requires the correct pattern of PAK management. Mapalus cultural values and leadership philosophy in Minahasa are part of a promising heritage. But the educational contextualization approach needs to make the right formula. This research recommends a cultural approach model for education that contributes to the Minahasa context. By using an analytical-descriptive approach, this qualitative research takes references from articles, books, and interviews with several sources. As a result, the values of mapalus solidarity and communal leadership are cultural elements that can be incorporated into the construction of PAK with a cooperative-prolective inculturation approach.  AbstrakPendidikan Agama Kristen (PAK) mendorong masuknya nilai agama dan budaya pada konstruksinya. Kehadiran nilai budaya masih jauh dari harapan, agama mendominasi unsur-unsur PAK. Kenyataan ini membutuhkan pola manajemen PAK yang tepat. Nilai budaya mapalus dan falsafah kepemimpinan di Minahasa merupakan bagian dari warisan leluhur yang menjanjikan. Namun pendekatan kontekstualisasi pendidikan perlu untuk membuat formula yang tepat. Penelitian ini mencoba untuk merekomendasikan model pendekatan budaya bagi pendidikan yang kontributif bagi konteks Minahasa. Dengan menggunakan pendekatan analisis-deskriptif, penelitian kualitatif ini mengambil referensi dari artikel, buku dan wawancara ke beberapa narasumber. Sebagai hasilnya, nilai solidaritas mapalus dan komunal kepemimpinan merupakan unsur budaya yang dapat dilibatkan kedalam konstruksi PAK dengan pendekatan inkulturasi koperatif-prolektif.  
Banalitas Spiritual Pemimpin Kristiani dalam Kajian Teologis Maleakhi 1:6-14; 2:1-9 Sugiyarto, Eko; Anjaya, Carolina Etnasari
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.164

Abstract

Spiritual quality is the main requirement for Christian leaders in carrying out their duties. The essence of Christian leadership is only fulfilled with an adequate spiritual quality, according to biblical standards. Today the world of Christian leadership has been polluted by spiritual banality, namely conditions characterized by shallowness or spiritual decline due to the influence of worldly principles or philosophies. This study aims to provide an overview of the spiritual banality among Christian leaders by the Book of Malachi study and its implications. The study method uses descriptive qualitative through a literature study approach. The study results conclude that tolerance towards worldly principles and philosophies is the root of spreading spiritual banality among Christian leaders today. Spiritual banality has implications for God's punishment because this situation is interpreted as deceiving people and an unholy life. Several actions can be taken together to prevent and overcome spiritual banality, namely through preventive and curative actions by churches, families, educational institutions, and the wider Christian community.  AbstrakKualitas spiritual menjadi syarat utama bagi para pemimpin Kristiani dalam menjalankan tugasnya. Tanpa kualitas spiritual yang memadai yaitu sesuai dengan standar Alkitab maka hakikat dari kepemimpinan Kristiani tidaklah terpenuhi. Faktanya, saat ini dunia kepemimpinan Kristiani telah tercemar oleh banalitas spiritual yaitu kondisi yang bercirikan pendangkalan atau kemerosotan spiritual sebagai pengaruh dari prinsip atau filosofi duniawi. Kajian ini bertujuan memberikan gambaran tentang banalitas spiritual yang terjadi di kalangan pemimpin Kristiani sesuai dengan kajian dari Kitab Maleakhi dan implikasi yang ditimbulkannya. Metode kajian menggunakan deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menyimpulkan bahwa toleransi terhadap prinsip-prinsip dan filosofi dunia menjadi akar dari merebaknya banalitas spiritual di kalangan pemimpin Kristiani dewasa ini. Banalitas spiritual berimplikasi kepada hukuman Tuhan sebab keadaan tersebut dimaknai sama dengan penyesatan umat dan kehidupan yang tidak kudus. Terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan secara bersama untuk mencegah dan mengatasi banalitas spiritual yaitu melalui tindakan preventif dan kuratif oleh gereja, keluarga, lembaga pendidikan maupun masyarakat Kristiani secara luas. 
Penguatan Spiritualitas dan Karakter Keluarga Kristen: Upaya Mereduksi Kekerasan dalam Rumah Tangga melalui Pembacaan Reflektif 1 Petrus 3:7 Napitupulu, Musa
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.105

Abstract

Domestic violence is a serious problem that destroys happiness in the family. It even reduces harmony and well-being in the God-ordained marriage relationship. This article proposes an approach that focuses on strengthening family spirituality and character to reduce domestic violence, using a reflective reading of 1 Peter 3:7 as a theological foundation. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that, a strong foundation for building healthy relationships in the family. And the importance of spirituality and character in Christian marriage. In the study to emphasize the verse approach, the author analyzes the Reflective Text of 1 Peter 3:7 as part of deepening understanding of the values of Christian spirituality and practicing it in everyday life. It is expected that there will be positive changes in family dynamics that can ultimately reduce the level of domestic violence. So, narrating the description of domestic violence and its impact can provide a paradigm and value of spirituality and character in Christian marriage; that can be part of the actualization of Christian couples in reducing domestic violence. Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang merusak dari dalam kebahagian di keluarga. Bahkan kekerasan tersebut mereduksi keharmonisan dan kesejahteraan dalam hubungan pernikahan yang telah ditetapkan Tuhan. Artikel ini mengusulkan pendekatan yang berfokus pada penguatan spiritualitas dan karakter keluarga untuk mereduksi kekerasan rumah tangga, dengan menggunakan pembacaan reflektif atas 1 Petrus 3:7 sebagai landasan teologis. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa, landasan yang kuat untuk membangun hubungan yang sehat dalam keluarga. Dan pentingnya spritualitas dan karakter dalam pernikahan Kristen. Dalam kajian untuk menekankan pendekatan ayat penulis menganalisi Teks reflektif 1 Petrus 3:7 sebagai bagian untuk memperdalam pemahaman akan nilai-nilai spiritualitas Kristen dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang tentunya diharapkan akan terjadi perubahan positif dalam dinamika keluarga yang pada akhirnya dapat mereduksi tingkat kekerasan rumah tangga. Maka menarasikan uraian kekerasan rumah tangga dan dampaknya dapat memberikan paradigma dan nilai spritualitas dan karakter dalam pernikahan Kristen; hal itu dapat menjadi bagian dari aktualisasi pasangan Kristen dalam mereduksi kekerasan rumah tangga.
Menumbuh-kembangkan Spiritualitas Anak melalui Pendidikan Kristiani Berbasis Media Digital Sitinjak, Kamsia
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.68

Abstract

This study aims to demonstrate the application of digital media-based Christian education or digitalization, which impacts the development of the spirituality of children or students. The era of digital disruption is a challenge in Christianity that can affect the behavior of everyone connected to various digital media platforms, especially children. The research method used is descriptive with a literature or library data approach in the form of research journal articles and supporting books related to the topic of discussion. The results show that children, especially the Alpha generation, are part of the digital world and grow and develop in digital culture, so paying attention to digitalization aspects in the learning process is necessary. In conclusion, children's growth and spiritual development will be significantly supported by using digital devices in the Christian education process, whether at home, church, or school. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan penerapan pendidikan kristiani yang berbasis media digital atau digitalisasi yang berdampak pada pengembangan spiritualitas anak atau peserta didik. Era disrupsi digital merupakan tantangan dalam Kekristenan yang dapat mempengaruhi perilaku setiap orang yang terhubung dengan beragam platform media digital, terutama anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan data literatur atau pustaka berupa artikel jurnal hasil penelitian dan buku-buku yang mendukung terkait tema bahasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa anak-anak, khususnya gerenerasi Alpha, merupakan bagian dari dunia digital, yang bertumbuh dan berkembang dalam budaya digital, sehingga dalam proses belajar perlu memperhatikan aspek-aspek digitalisasi. Sebagai kesimpulan, pertumbuhan dan perkem-bangan kerohanian anak akan sangat didukung dengan penggunaan perangkat digital dalam proses pendidikan kristiani, baik di rumah, gereja, hingga sekolah..  

Page 1 of 2 | Total Record : 16