cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Agustus 2024" : 8 Documents clear
Dari Yerusalem ke Ujung Bumi: Studi Biblikal tentang Perintah Yesus untuk Penginjilan Sunarko, Andreas Sese; Hermin, Hermin; Rahayu, Yohana Fajar
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.207

Abstract

Misi Kristen dan penginjilan merupakan bagian penting dari kekristenan dan elemen penting dalam iman Kristen yang berakar pada mandat Tuhan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan kabar sukacita yaitu Injil ke seluruh dunia. Latar belakang permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah pentingnya pemahaman teologis yang mendalam tentang alasan dan urgensi penginjilan bagi orang Kristen, yang sering kali kurang dipahami atau diterapkan secara konsisten dalam kehidupan gereja modern dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis dasar biblikal dari perintah Yesus untuk penginjilan, dengan fokus pada narasi Alkitab dari Yerusalem hingga ke ujung bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskritif dengan pendekatan studi Pustaka dan dengan analisis teks Alkitab, melibatkan studi eksegesis dan hermeneutika terhadap ayat-ayat kunci terkait penginjilan dalam nats Dari Yerusalem ke Ujung Bumi dan juga ayat pendukung dalam Perjanjian Baru. Melalui kajian ini, dapat disimpulkan bahwa perintah penginjilan merupakan mandat ilahi yang didasarkan pada kasih Allah terhadap seluruh umat manusia dan keinginan-Nya untuk menyelamatkan semua orang. Tentunya penginjilan bukan hanya tugas individu Kristen tetapi juga panggilan kolektif gereja yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati, keberanian, dan pentingnya ketaatan kepada amanat agung Kristus, dengan mengikuti jejak para rasul yang memulai penyebaran Injil dari Yerusalem hingga ke ujung bumi.
Kecerdasan Spiritual dalam Memfasilitasi Kesembuhan Luka Batin: Memetakan Pengaruhnya pada Kehidupan Rohani Jemaat Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.210

Abstract

This article is designed to explore the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its impact on the spiritual life of congregants. Spiritual intelligence is an essential aspect of human life, including the life of believers within a congregation. It facilitates emotional and cognitive functions, enabling individuals to comprehend truth and foster personal growth. Moreover, spiritual intelligence is correlated with emotional healing, as it helps believers grasp the meaning of forgiveness by influencing their emotional state. Forgiveness from spiritual intelligence can lead congregants to experience healing from emotional wounds. The healing of these wounds is crucial in congregants' lives, allowing them to live in peace, individually and communally. Congregants can undergo a personal transformation when they experience emotional healing. Through a descriptive qualitative approach, the author examines the role of spiritual intelligence in facilitating the healing of emotional wounds and its influence on the congregation's spiritual life. The author concludes that spiritual intelligence is vital in emotional healing and positively influences the congregation's spiritual life. Abstrak Artikel ini didesain untuk memahami peran kecerdasan spiritual dalam menyediakan kesembuhan luka batin dan pengaruhnya pada kehidupan rohani jemaat. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berperan di dalam kehidupan manusia termasuk juga di dalam kehidupan jemaat orang percaya. Kecerdasan spiritual memfasilitasi fungsi emosi dan kognitif sehingga seseorang dapat memahami kebenaran dan dapat mengembangkan diri. Kecerdasan spiritual juga berkolerasi dengan kesembuhan batin. Kecerdasan spiritual dapat membantuk jemaat orang percaya memahami makna pengampunan dikarenakan kecerdasan spiritual berpengaruh pada sisi emosional jemaat. Pengampunan yang muncul oleh kecerdasan spiritual dapat membawa jemaat mengalami kesembuhan dari luka batin. Kesembuhan luka batin berdampak vital di dalam kehidupan jemaat. Jemaat dapat hidup dengan damai dalam konteks individu maupun komunal. Jemaat juga dapat bertransformasi diri saat mengalami kesembuhan luka batin. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk menelusuri peran kecerdasan spiritual dalam memfasilitasi kesembuhan luka batin dan pengaruhnya dalam kehidupan rohani jemaat. Penulis menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berperan penuh secara aktif & vital. Kecerdasan spiritual juga dibutuhkan dalam kesembuhan luka batin serta memberikan pengaruh positif dalam kehidupan rohani jemaat.
Berteologi secara Sistematis sebagai Ekspresi Hidup Menggereja di Era Disrupsi Digital: Sebuah Relevansi dalam Belajar Teologi Sistematika Patora, Marianus; Sutiono, Vicky Samuel
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.72

Abstract

In the ever-growing digital era, the relevance of systematic theology in church life is becoming increasingly important. Systematic theology is a branch of theology that systematically summarizes and organizes the doctrines of the Christian religion. In the modern church context, a deep understanding of systematic theology can help Christians understand their beliefs, respond to contemporary questions, and face complex moral challenges. This article will discuss the importance of systematic theology in church life in the digital era and how theological concepts can be applied in modern technology and communication. The research method used is qualitative. So, by integrating the principles of systematic theology into ecclesiastical activities, Christians can deepen their faith, broaden their spiritual insight, and strengthen their faith community. Abstrak Dalam era digital yang terus berkembang, relevansi teologi sistematika dalam kehidupan menggereja menjadi semakin penting. Teologi sistematika merupakan cabang teologi yang mencoba untuk merangkum dan menyusun doktrin-doktrin agama Kristen secara sistematis. Dalam konteks gereja modern, pemahaman yang mendalam tentang teologi sistematika dapat membantu umat Kristen di dalam memahami keyakinan mereka, merespons pertanyaan-pertanyaan kontemporer, dan menghadapi tantangan-tantangan moral yang kompleks. Artikel ini akan membahas pentingnya teologi sistematika dalam hidup menggereja di era digital, serta bagaimana konsep-konsep teologis dapat diterapkan dalam konteks teknologi dan komunikasi modern. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Maka dapat di simpilkan bahwa, Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip teologi sistematika ke dalam aktivitas gerejawi, maka umat Kristen dapat memperdalam iman, memperluas wawasan rohani, dan memperkuat komunitas iman mereka.
Tantangan Beragama di Era Posmodern: Memetakan Dinamika Spiritual dan Praktik Keberagamaan dalam Dunia Digital Herlim, Leonardi; Fernando, Andreas
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.215

Abstract

The postmodern era brings new challenges to religious practice, especially with the advancement of digital technology that changes the way individuals interact with faith and spiritual communities in this digital age. This article aims to map the spiritual dynamics that emerge in the context of the digital world, as well as how digital platforms affect traditional, conventional religious practices. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that the experiences of adherents of various religions adapting to these changes, including the phenomenon of virtual rituals, online religious learning, and interactions between communities on social media show that while the digital world offers new opportunities for the dissemination and understanding of religion, there are also challenges related to spiritual authority, authenticity of practice, and ethical issues. Thus, the influence of the evolution of Virtual Media and Worship in Spiritual Identity Amidst Diversity and Pluralism. Playing an important role in ethics and Social Responsibility in Digital Religious Practices so that pluralism and Tolerance in Digital Religion must continue to be actualized to face religious challenges in the postmodern era. Abstrak Era posmodern membawa tantangan baru bagi praktik keberagamaan, terutama dengan kemajuan teknologi digital yang mengubah cara individu berinteraksi dengan iman dan komunitas spiritual di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk memetakan dinamika spiritual yang muncul dalam konteks dunia digital, serta bagaimana platform digital memengaruhi praktik keberagamaan tradisional yang komvesional. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman para penganut berbagai agama yang beradaptasi dengan perubahan ini, termasuk fenomena ritual virtual, pembelajaran agama online, dan interaksi antar komunitas di media sosial menunjukkan bahwa meskipun dunia digital menawarkan peluang baru untuk penyebaran dan pemahaman agama, terdapat juga tantangan terkait otoritas spiritual, autentisitas praktik, dan isu-isu etika. Sehingga pengaruh dari evolusi Media dan Ibadah Virtual dalam Identitas Spiritual di Tengah Keberagaman dan Pluralisme. Memainkan peran penting etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Praktik Keberagamaan Digital sehingga pluralisme dan Toleransi dalam Keberagamaan Digital harus terus diaktualisasikanuntuk menghadapi tantangan beragama di era posmodern.
Pembinaan Warga Gereja melalui Manajemen Strategis: Studi Kasus di HKBP Cikini Jakarta Sirait, Jannes Eduard; Runesi, Anastasia; Butarbutar, Adolf Bastian
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.211

Abstract

In the era of continuous change, strategic management for developing church members is essential in dealing with the existing dynamics. The research aims to analyze efforts to optimize the quality of congregational formation through strategic management of church community development at HKBP Cikini Jakarta. The research technique applied is a qualitative approach that focuses on natural research objects. The initial information collection method used was interviews. This research provides insight into the church facing growing challenges by paying attention to aspects of effective strategic management. The conclusion is that strategic management for the development of church members plays a role as a catalyst in facilitating congregational development through a holistic approach, including strengthening spiritual, organizational, and personal aspects. Through coordinated strategic management, the congregation can develop into a solid entity, providing mutual support and being active in the church's ministry mission, creating an inclusive environment for sustainable growth. Abstrak Dalam era perubahan yang terus-menerus, manajemen strategis pembinaan warga gereja menjadi kunci penting dalam menghadapi dinamika yang ada. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis tentang upaya optimalisasi kualitas pembinaan jemaat melalui manajemen strategis pembinaan warga gereja di HKBP Cikini Jakarta. Teknik riset yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada objek riset yang bersifat alami. Metode pengumpulan informasi awal yang digunakan adalah wawancara. Penelitian ini memberikan wawasan gereja menghadapi tantangan yang berkembang dengan memperhatikan aspek-aspek manajemen strategis yang efektif. Kesimpulan bahwa manajemen strategis pembinaan warga gereja berperan sebagai katalisator dalam memfasilitasi perkembangan jemaat melalui pendekatan holistik, termasuk penguatan aspek spiritual, organisasional dan personal. Melalui manajemen strategis yang terkoordinasi, maka jemaat dapat berkembang menjadi entitas solid, saling memberi dukungan dan aktif dalam misi pelayanan gereja, menciptakan lingkungan inklusif untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Khotbah Live Streaming dan Pertumbuhan Iman: Sebuah Studi di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre, Jakarta Sigarlaki, Indra Richard
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh khotbah live streaming gembala terhadap pertumbuhan iman di gereja GBI Glow Fellowship Centre Jakarta. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan sampel sebanyak 329 anggota jemaat gereja GBI Glow Fellowship Centre, Jakarta. Hasil penelitian memperlihatkan pengaruh yang kuat khotbah live streaming gembala terhadap pertumbuhan iman di gereja GBI Glow Fellowship Centre, Jakarta, sehingga model khotbah live streaming sangat relevan untuk terus dikembangkan di era digital saat ini.
Efektivitas Kepemimpinan Kristen yang Berintegritas: Sebuah Perspektif Etis-Teologis Rini, Wahju Astjarjo; Soinbala, Nusriwan Chrismanto; Arifianto, Yonatan Alex
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.209

Abstract

In Christian leadership, integrity is an important aspect that affects the effectiveness of service and leadership. This research is based on declining trust in Christian leaders in religious organizations due to the need for more integrity in theological ethics by Biblical values. This research explores the effectiveness of integrity in Christian leadership through a theological, ethical approach and Biblical principles. Using a descriptive qualitative research method with a literature study approach, the results show the importance of the correct paradigm regarding the nature of integrity in life. So, integrity that is carried out based on Biblical principles has a significant impact on increasing congregational trust and ministry success. It confirms the importance of integrity in maintaining Christian leaders' moral and spiritual authority. This research offers novelty in the form of a new understanding of how integrity rooted in theological ethics strengthens leadership and becomes the foundation for building trust and sustainability of church services. Abstrak Dalam konteks kepemimpinan Kristen, integritas menjadi aspek penting yang mempengaruhi efektivitas pelayanan dan kepemimpinan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena penurunan kepercayaan terhadap pemimpin-pemimpin Kristen di ruang oragnisasi keagamaan akibat kurangnya integritas dalam etis teologis yang sesuai dengan nilai-nilai alkitabiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas integritas dalam kepemimpinan Kristen melalui pendekatan etis teologis dan prinsip alkitabiah. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka ditemukan hasil penelitian yang disimpulkan menunjukkan bahwa pentingnya paradigma yang benar terkait hakikat integritas dalam kehidupan. Sehingga integritas yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip alkitabiah memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kepercayaan jemaat dan keberhasilan pelayanan. Hal itu menegaskan pentingnya integritas dalam menjaga otoritas moral dan spiritual pemimpin Kristen. Penelitian ini menawarkan novelty berupa pemahaman baru tentang bagaimana integritas yang berakar pada etika teologis tidak hanya memperkuat kepemimpinan tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan pelayanan gereja.
Peran Gereja dalam Menangani Pasangan Hamil sebelum Menikah melalui Pengajaran Pastoral Konseling Waruwu, Otenius Jaya; Metanfanuan, Johanis; Apriyati, Apriyati
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 7, No 1: Agustus 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v7i1.213

Abstract

Every human being has committed sins and offenses against God. However, the existence of a church that is experiencing pros and cons on issues related to pastoral counseling for couples who are pregnant outside of marriage, many provide different views, with the main center being the Bible, but if everyone has a different opinion, then where will the controversial problem of the congregation be taken if something like that happens whether it is left alone or is there a way out that must be taken. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the presence of a church as a means for those experiencing these problems is pastoral counseling that can help them find solutions. Abstrak Setiap manusia pada dasarnya pernah melakukan dosa dan pelanggaran kepada Tuhan. Namun keberadaan gereja yang sedang terjadinya adanya pro-kontrak akan masalah terkait pastoral konseling bagi pasangan yang hamil di luar pernikahan ada banyak yang memberikan pandangan-pandangan yang berbeda dengan pusat utamanya ialah Alkitab, akan tetapi jika semuanya mempunyai pendapat yang berbeda maka kemana akan dibawa polemik masalah warga jemaat jika terjadi hal yang demikian apakah dibiarkan saja atau adakah jalan keluar yang harus diambil. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa hadirnya sebuah gereja sebagai sarana bagi mereka yang sedang mengalami permasalan tersebut adanya pastoral konseling yang dapat membantu mereka dalam mencari solusi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8