cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 105 Documents
Keutuhan Wacana pada Cerpen “Andai Jakarta Seperti Mata Kakak” Karya Habiburrahman El Shirazy Pramitasari, Afrinar
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3333

Abstract

This article describes the use of cohesion and coherence in forming the discourse integrity of a short story. The data in this study are in the form of fragments of sentences in a short story entitled  "Andai Jakarta seperti Mata Kakak " by Habiburrahman El Shirazy. Cohesion analysis uses Sumarlam's theory while coherence analysis uses Sarwoyo's theory. Data collection uses documentation, reading techniques, and notes. The data analysis technique used is Miles and Huberman's interactive model. The results of the study found aspects of grammatical cohesion in the form of references, substitutions, ellipses, and conjunctions. In addition, there are also aspects of lexical cohesion in the form of repetition, synonyms, collocations, and hyponyms. The coherence used in the story is a causal relationship, a reason-action relationship, and a comparative relationship.Keywords: short stories; coherence; cohesion; discourse ABSTRAKArtikel ini mendeskripsikan penggunaan kohesi dan koherensi dalam membentuk keutuhan wacana sebuah cerita pendek. Data dalam penelitian ini berupa penggalan kalimat dalam cerita pendek berjudul “Andai Jakarta seperti Mata Kakak” Karya Habiburrahman El Shirazy. Analisis kohesi menggunakan teori Sumarlam sedangkan analisis koherensi menggunakan teori Sarwoyo. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, teknik baca, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan aspek kohesi gramatikal berupa pengacuan (referensi), substitusi, elipsi, dan konjungsi. Selain itu, ditemukan juga  adanya aspek kohesi leksikal berupa repetisi, sinomin, kolokasi, dan hiponim. Koherensi yang digunakan dalam cerita yaitu hubungan sebab-akibat, hubungan alasan-tindakan, dan hubungan perbandinganKata kunci: cerita pendek; koherensi; kohesi; wacana
Tindak Tutur dalam Tayangan Kanal Youtube WAW Entertaiment Pratiwi, Dyah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3359

Abstract

The development of the times makes the media for communication become increasingly widespread. This also affects speech acts both orally and in writing. Oral speech can be found on social media. This article will describe the speech acts of locutionary, illocutionary, and perlocutionary in the WAW Entertainment YouTube channel, episode "Isyana Pancing Endy So That You Know the Ideal Boy Type". The method used is descriptive. The research data is in the form of utterances conveyed by speakers. Data was collected using literature study (documentary) techniques related to types of speech acts. The results of the research show that the utterances of the loan in Youtobe, specifically the episode, consist of assertive, directive, and expressive illocutionary speech acts. The dominating illocutionary act is the directive illocutionary, while the least is an assertive illocutionary act.Keywords: illocutionary; locution; perlocutionary; pragmatics; speech actPerkembangan zaman menjadikan media untuk berkomunikasi menjadi semakin luas. Hal ini juga berpengaruh terhadap tindak tutur baik lisan maupun tulis. Tuturan lisan bisa ditemukan di media sosial. Artikel ini akan mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam tayangan kanal YouTube WAW Entertaiment, episode “Isyana Pancing Endy Supaya Kasih Tau Tipe Cowok Ideal”. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Data penelitian berupa tuturan-tuturan yang disampaikan oleh penutur. Data dihimpun menggunakan teknik studi pustaka (dokumenter) berkaitan dengan jenis-jenis tindak tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan losan dalam Youtobe, khusus episod itu terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, direktif, dan ekspresif. Tindak tutur ilokusi yang mendominasi ialah ilokusi direktif, sedangkan yang paling sedikit adalah ilokusi asertif.Kata kunci: ilokusi; lokusi; perlokusi; pragmatic; tindak tutur
The Use of Expressions of Self Interjection and its Meaning on Social Media Wahyuni, Rani Sri; Komara, Mutiara Andayani
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v6i2.3125

Abstract

This article will describe various kinds of expressions of teenagers on social media such as Facebook, Instagram, Whatsapp, and others. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of the study show that the majority of teenagers in Purwakarta use social media to share experiences through uploaded photos and statuses. Uploading self-expression through social media is carried out every day with high intensity. The expressions used generally function to express surprise or shock, pleasure, anger, sadness, and so on. The most used social media is Facebook. Adolescents' motivation in expressing themselves is due to the desire to express feelings and display personal photos as entertainment and to get responses from others. Their satisfaction is a source of pride in themselves. This satisfaction is generally influenced by the mood of teenagers who usually change. Self-expression for adolescents can also be interpreted as a place for self-existence driven by the desire to be known by many people (viral).Keywords: expression; interjection; social mediaAbstrak Artikel ini akan memaparkan berbagai macam ekspresi para remaja di media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, dan yang lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja di Purwakarta menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman melalui foto dan status yang diunggah. Pengunggahan ekspresi diri melalui media sosial dilakukan setiap hari dengan intensitas yang tinggi. Ungkapan yang digunakan pada umumnya berfungsi untuk mengungkapkan   rasa kaget atau keterkejutan, rasa senang, rasa marah, rasa sedih, dan sebagainya. Media sosial yang paling sering digunakan adalah facebook. Motivasi remaja dalam mengeskpresikan diri karena adanya keinginan untuk mencurahkan perasaan dan menampilkan foto-foto pribadi sebagai hiburan dan agar mendapatkan respon dari orang lain. Kepuasan mereka menjadi kebanggaan terhadap dirinya sendiri. Kepuasan tersebut umumnya dipengaruhi oleh suasana hati remaja yang biasa berubah-ubah. Ekspresi diri bagi remaja bisa dimaknai pula sebagai ajang untuk esksistensi diri didorong oleh keinginan untuk dikenal banyak orang (viral). Kata kunci: ekspresi; interjeksi; media sosial.
Struktur dan Nilai Pendidikan Karakter Novel "Si Jamin dan Si Johan" Karya Merari Siregar serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra SMP Kelas VII Zuber, Zuber -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i2.4248

Abstract

This article will describe the structure and value of character education in the novel "Si Jamin dan Si Johan" by Merari Siregar and its use as a teaching material for literary appreciation for grade VII of junior high school. The research method used is descriptive with instrument techniques. The results of the study are intrinsically themed with misery, with protagonist and antagonist characters, with a forward plot, with a setting: Jakarta, time: afternoon, evening and night. The atmosphere created is sad and touching. The author uses a third person point of view, Betawi language style and various figures of speech. The message to be conveyed is, helping each other and a sense of caring. Character education values: religious, strong religious teachings are given since childhood, social for helping each other, honesty is the main key for someone, responsibility based on their roles and duties and hard work. As teaching materials, the elements of novel development, namely appreciating life, strengthening religion, strengthening brotherhood and honesty are relevant to be used as teaching materials in the seventh grade of junior high school.Keywords: character; education; structural.ABSTRAKArtikel ini akan mendeskripsikan  struktur dan nilai  pendidikan karakter  novel” Si Jamin dan Si Johan” karya Merari  Siregar serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar apresiasi sastra kelas VII SMP. Metode penelitian digunakan  deskriptif dengan teknik instrumen. Hasil penelitian secara intrinsik bertema kesengsaraan, dengan tokoh protagonis dan antagonis, beralur maju, dengan latar tempat: Jakarta, waktu: siang, sore dan malam. Suasana yang dibangun sedih dan mengharukan. Pengarang menggunakan sudut pandang persona ketiga, gaya bahasa Betawi dan beragam majas. Amanat yang ingin disampaikan yakni, tolong menolong dan rasa kepedulian. Nilai pendidikan karakter: religius kuatnya ajaran agama diberikan sejak kecil, sosial untuk tolong menolong, kejujuran kunci utama bagi seseorang, tanggungjawab berdasarkan peran dan tugasnya serta kerjakeras.  Sebagai bahan ajar unsur pembangunan novel yakni menghargai hidup, menguatkan agama, merekatkan persaudaraan dan kejujuran relevan dijadikan bahan ajar di krlad tujun SMP.Kata Kunci: karakter; pendidikan; struktural
Nilai Pendidikan dalam Drama Tragedi Neng-Nong Karya M. Udaya Syamsuddin Aziz, Ikhsan Abdul
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i1.3984

Abstract

Every literary work, including drama, generally expresses noble values that are beneficial for readers and audiences. Values in literary works are sometimes referred to as mandates. Thus, in the drama script there are educational values that need to be studied. The method used in the research is descriptive qualitative. Research findings show that the drama "Neng-Nong" by M. Udaya Syamsuddin is a tragedy drama with many sad stories in it. Then, there are eight educational values found in the four acts of the drama. The eight values of education include giving advice, positive thinking, sincerity, the learning process, reading books, don't watch television too often, don't be like a peanut that forgets its shell, and the importance of realizing mistakes. These values are important for Indonesian students to learn and apply in their daily lives in order to become individuals with more character. Keywords: drama; education; tragedy ABSTRAKSetiap karya sastra, termasuk drama umumnya mengungkapkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi pembaca dan penonton. Nilai dalam karya sastra ada kalanya disebut sebagai amanat. Dengan demikian, dalam naskah drama terdapat nilai-nilai pendidikan yang perlu ditelaah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa drama “Neng-Nong” karya M. Udaya Syamsuddin termasuk drama tragedi dengan banyak kisa sedih di dalamnya. Kemudian, ada delapan nilai pendidikan yang ditemukan di dalam empat babak drama itu. Kedelapan nilai pendidikan itu addaalah tentang memberi nasihat, berpikir positif, ketulusan, proses belajar, membaca buku, jangan terlalu sering menonton televisi, jangan seperti kacang yang lupa kulitnya, dan pentingnya menyadari kesalahan. Nilai-nilai ini penting untuk dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pelajar Indonesia agar menjadi pribadi yang lebih berkarakter.Keywords: drama; pendidikan; tragedi 
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbasis Media TikTok dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Febrianty*, Eriska; Ristiani, Iis
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i2.4443

Abstract

This article describes the effectiveness of using the TikTok-based Problem Based Learning (PBL) model in improving the writing skills of explanatory texts of grade XI students at MA Al-Falah Sukabumi. The study used an experimental design with control and experimental groups, each consisting of 15 students. Data were collected through written tests before and after the intervention. The results showed that the experimental group experienced a significant increase in the average posttest score (88.90) compared to the pretest (69.67), while the control group only showed a slight increase (posttest 70.50, pretest 65.80). The t-test analysis showed significant t values (14.10, 12.75, and 15.90) in three aspects of the assessment. Thus, the integration of PBL with TikTok media is effective in improving students' writing skills and has great potential for learning innovation in high schools.Keywords: explanation; writing skills; problem based learning; tiktokABSTRAKArtikel ini  mendeskripaikan  efektivitas penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis  TikTok dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI di MA Al-Falah Sukabumi. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan eksperimen, masing-masing terdiri dari 15 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata posttest (88,90) yang signifikan dibandingkan pretest (69,67), sementara kelompok kontrol hanya menunjukkan sedikit peningkatan (posttest 70,50, pretest 65,80). Analisis uji t-test menunjukkan nilai t yang signifikan (14.10, 12.75, dan 15.90) pada tiga aspek penilaian. Dengan demikian, integrasi PBL dengan media TikTok efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dan memiliki potensi besar untuk inovasi pembelajaran di sekolah menengah atas.Kata Kunci: eksplanasi;  keterampilan menulis; problem based learning;  tiktok
Kesalahan Fonologi dalam Ceramah Ustadz Handy Bonny di YouTube Fitri, Asyha Senandung
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i1.3327

Abstract

This article will describe phonological errors in Ustadz Handy Bonny's lecture on YouTube. The research is descriptive qualitative. The research data includes all speech utterances in which there are phonological errors. Data collection techniques use listening and note-taking techniques. Data analysis techniques consist of collecting error samples, identifying and classifying errors, explaining errors, and evaluating errors. The results of the research show that the phonological errors in Ustadz Handy Bonny's lecture on YouTube are phoneme changes, phoneme deletions, and data on changing diphthong sounds into single phonemes. So, there are 22 phonological errors in Ustadz Hanndy Bonny's lecture. These errors are thought to be due to interference with the mother tongue, sociolect, idiolect, dialect, as well as imperfect application of language rules.Keywords: lecture; phonology; error; YouTube.ABSTRAKArtikel ini akan mendeskripsikan kesalahan fonologi dalam Ceramah Ustadz Handy Bonny di YouTube. Penelitian adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian ini seluruh tuturan ceramah yang di dalamnya terdapat kesalahan fonologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data terdiri atas mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologi Ceramah Ustadz Handy Bonny di YouTube yaitu perubahan  fonem, penghilangan fonem, dan data perubahan bunyi diftong menjadi fonem  tunggal. Jadi, kesalahan fonologi dallam ceramah Ustadz Hanndy Bonny berjumlah 22 data. Kesalahan tersebut diduga karena gangguan bahasa ibu, sosiolek, idiolek, dialek, serta kesalahan aplikasi kaidah bahasa secara tidak sempurna.Kata Kunci: ceramah; fonologi; kesalahan; YouTube.
Penguasaan Kalimat pada Anak Usia 5 Tahun Astuti*, Agil Mila Tri; Rajwa, Aliifa Khoiru; Tsaniah, Alviana Dewi; Suparnoputeri, Bellawati; Azzahra, Azalea; Nugroho, Miftah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i2.4367

Abstract

This article examines sentence competence in 5-year-old children, emphasizing the use of declarative, imperative, and interrogative sentences. The research employs a psycholinguistic approach to deepen the understanding of how sentence formation occurs in children. A qualitative method was used, with data collected through observation and interviews with the subjects. The research subjects were two 5-year-old children, Zain Alno Aldera and Hasbi Syaidan Pratama, both native speakers of Indonesian. The collected data were then classified and analyzed based on sentence types, such as declarative, imperative, and interrogative sentences. The results show that both children are capable of producing and mastering various kinds of sentences. Zain demonstrated higher proficiency in using declarative, interrogative, and imperative sentences compared to Hasbi.Keywords: children; sentence competence; 5 years oldABSTRAKArtikel ini akan menjelaskan penguasaan kalimat pada anak usia 5 tahun dengan menekankan pada penggunaan kalimat deklaratif, imperatif, dan interogatif. Penelitian ini menerapkan pendekatan psikolinguistik guna memperdalam pemahaman tentang bagaimana proses pembentukan kalimat terjadi pada anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan subjek penelitian. Subjek penelitian adalah dua anak berusia 5 tahun, Zain Alno Aldera dan Hasbi Syaidan Pratama, yang keduanya merupakan penutur asli bahasa Indonesia. Data yang  terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan jenis kalimatnya, seperti kalimat deklaratif, imperatif dan interogatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak dapat memproduksi dan menguasai berbagai jenis kalimat. Zain menunjukkan keterampilan yang lebih tinggi dalam penggunaan kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif dibandingkan Hasbi.Keywords: anak; penguasaan kalimat; usia 5 tahun
Wacana Pemberitaan Agnes Gracia dalam Kasus Mario Dandy: Perempuan dalam Pusaran Kasus Kekerasan pada Portal Berita Daring Tribunnews.com Putri, Yuli Aisyah; Rumilah, Siti; Abrian, Rizky
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i1.3374

Abstract

News about Mario Dandy's abuse of David Ozora became the main focus in various media. The focus of the research is to analyze how online news portals present women and implement strategies for women's appearance in the news. This research applies a qualitative design by utilizing Sara Mills' concept of feminist discourse. The research subject is the online news portal Tribunnews.com, especially in reporting on the Agnes Gracia case with Mario Dandy in the period 24 February 2023. The research results show that the Tribunnews.com news portal in its efforts to report on the Agnes Gracia case positions women as objects and there is a tendency in places the author through a male perspective. Tribunnews.com carries out a strategy for the emergence of women in the vortex of violence cases through three methods, namely character, focalization and schemata.Keywords: online news; violence; news; WomanABSTRAKBerita mengenai tindakan penganiayaan oleh Mario Dandy kepada David Ozora menjadi sorotan utama di berbagai media. Fokus penelitian adalah menganalisis bagaimana portal berita daring menampilkan perempuan dan melakukan strategi kemunculan perempuan dalam pemberitaan. Penelitian ini mengaplikasikan desain kualitatif dengan memanfaatkan konsep wacana feminisme Sara Mills. Subjek penelitian berupa portal berita daring Tribunnews.com khususnya dalam pemberitaan kasus Agnes Gracia dengan Mario Dandy pada kurun waktu 24 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portal berita Tribunnews.com dalam upaya memberitakan kasus Agnes Gracia memposisikan pihak perempuan sebagai objek dan adanya suatu kecenderungan dalam menempatkan pihak penulis melalui sudut pandang laki-laki. Tribunnews.com melakukan strategi kemunculan perempuan pada pusaran kasus kekerasan melalui tiga cara yaitu karakter, focalization dan schemata. Kata Kunci:  berita daring; kekerasan; pemberitaan; perempuan 
Ekologis Hutan Novel "Si Anak Pemberani" Karya Tere Liye: Kajian Ekokritik Garrard Juanda, Juanda
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i1.4772

Abstract

In literature, the environment is significant not just as a location for stories but also as a character in and of itself. In line with Garrard's ecocritical theory, this study looks at the following ecological elements: pollution, wilderness, apocalypse, dwelling, animals, and earth. In order to assess the ecological elements of Tere Liye's 2018 novel “Si Anak Pemberani”, which was released by Republika Publisher, this study uses a qualitative descriptive design. The research implemented a literature review as the data collection method by thoroughly analyzing and extracting relevant ecological themes from the novel. Thematic analysis with an interactive model was used for data analysis, encompassing three stages: data condensation, data display, and conclusions drawing/verifying through the NVivo R1 2020 program. The results reveal an exploration of diverse and profound ecological aspects within the novel. These aspects encompass pollution, which portrays the adverse effects of human activities on nature; wilderness, as a vital source of life and harmony that is susceptible to destruction; natural disasters resulting from ecological disturbances; settlements, which showcase residents' interaction with their surroundings; animals, which actively engage with the environment; and the Earth, which serves as the bedrock for comprehending human beings' relationship with the planet. This research demonstrates how literature can effectively educate and improve environmental awareness among junior and senior high school students. This research highlights the importance of an ecocritical approach in literary studies, particularly in the context of Indonesia which faces ecological challenges for legal policymakers.Keywords: ecocriticism, environmentalism, forest, novelABSTRAKDalam sastra, lingkungan menjadi penting bukan hanya sebagai lokasi cerita, tetapi juga sebagai karakter dalam cerita itu sendiri. Sejalan dengan teori ekokritik Garrard, penelitian ini melihat unsur-unsur ekologi berikut: polusi, hutan belantara, bencana, permukiman, binatang, dan bumi. Untuk mengkaji unsur-unsur ekologi dalam novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye tahun 2018 yang diterbitkan oleh Penerbit Republika, penelitian  menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Novel dibaca dan diteliti secara menyeluruh untuk memahami dan mengekstrak tema-tema ekologis yang relevan. Penelitian menggunakan teknik analisis tematik dengan model interaktif, yang melibatkan tiga tahap: data display, data condensation, dan conclusions drawing/verifying dengan bantuan program NVivo R1 2020. Temuan menunjukkan bahwa novel ini mengeksplorasi berbagai aspek ekologis yang mendalam dan beragam, seperti polusi, sebagai dampak negatif aktivitas manusia; hutan belantara, sebagai sumber kehidupan dan harmoni yang rentan terhadap kerusakan; bencana alam sebagai konsekuensi dari gangguan ekologis; pemukiman, yang menyoroti interaksi penduduk dengan tanah dan lingkungan mereka; binatang, yang diperkenalkan sebagai entitas yang aktif berinteraksi dengan lingkungan; dan bumi, yang dihadirkan sebagai fondasi untuk memahami hubungan manusia dengan planet. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa sastra dapat mendidik dan meningkatkan kesadaran lingkungan, khususnya dalam lingkup siswa SMP dan SMA. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan ekokritik dalam studi sastra, terutama dalam konteks Indonesia yang menghadapi tantangan ekologis bagi pembuat kebijakan hukum.Kata kunci: ekokritik, hutan, novel, peduli lingkungan

Page 7 of 11 | Total Record : 105