cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 392 Documents
Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat oleh Masyarakat di Desa Lor-Lor, Kepulauan Aru, Provinsi Maluku Hastuti Hastuti; Hasria Alang; Adriani Adriani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.108

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keragaman tumbuhan yang sangat tinggi.  Terdapat sekitar kurang lebih 40.000 spesies tumbuhan obat yang dilaporkan berada di Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan zaman pengetahuan mengenai penggunaan tanaman sebagai tumbuhan obat ikut berkurang. Pengetahuan ini hanya diketahui terbatas pada para orang tua yang masih mempraktekkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat  Desa Lor-Lor, Kepualauan Aru, Provinsi Maluku sebagai tumbuhan obat, mengetahui organ tumbuhan yang digunakan serta cara pengolahan dan jenis penyakit yang dapat diobati. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan masyarakat yang masih mempraktekkan pengobatan dengan menggunakan tumbuhan sebagai obat. Analisis data dilakukan membuat tabulasi dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif.  Identifikasi tumbuhan dilakukan dengan mencocokkan jenis tumbuhan dengan referensi baik dari buku seperti buku flora, Taksonomi Tumbuhan obat maupun sumber-sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 spesies tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat desa Lor-lor untuk mengobati penyakit. Organ yang digunakan dalam mengobati penyakit yaitu daun, rimpang, akar dan buah. Cara pengolahan obat yaitu direbus, diparut dibakar, ditumbuk, diremas dikunyah dan dioles.
Keragaman dan Potensi Tumbuhan Pakan Kerbau Rawa (Bubalus bubalis L.) di Tanjung Senai Ogan Ilir, Sumatera Selatan Putri Kartikawati; Dwi Puspa Indriani; Juswardi Juswardi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.112

Abstract

Rawa lebak di Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan memiliki fauna yang menjadi daya tarik karena keunikannya ialah kerbau rawa. Untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata keberadaan dari kerbau rawa perlu dipertahankan, sehingga ketersediaan pakan penting untuk diketahui sebagai upaya mengetahui daya dukung kawasan penggembalaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan kerbau rawa, sebagai upaya pengembangan ekowisata terkait dengan daya dukung kawasan penggembalaan kerbau rawa di Tanjung Senai. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan secara purposive sampling dengan membuat 10 plot berukuran 1x1 m yang terbagi menjadi 5 plot pada lokasi rawa dan 5 plot pada lokasi darat. Analisis data meliputi keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan. Berdasarkan hasil penelitian, jenis tumbuhan pakan kerbau rawa di Tanjung Senai berasal dari famili Cyperaceae yaitu Eleocharis geniculata (L.) Roem. & Schult., Eleocharis dulcis (Burm. f.) Trin. ex Hensch., dan Fimbristylis schoenoides (Retz.) Vahl., dan Poaceae adalah Paspalum eglume Morrone & Zuloaga dan Paspalum vaginatum Sw. Nilai kerapatan pada jenis tumbuhan E. geniculata, E. dulcis, F. schoenoides, dan P. eglume pada lokasi rawa dalam kategori melimpah, kecuali jenis P. vaginatum pada lokasi rawa memiliki nilai kerapatan dalam kategori sesekali, sedangkan pada lokasi darat memiliki nilai dalam kategori melimpah. Nilai indeks keanekaragaman, indeks kekayaan, dan indeks kemerataan tumbuhan pakan kerbau rawa pada lokasi rawa lebih tinggi dari lokasi darat. Tumbuhan pakan kerbau rawa pada musim kemarau cukup tersedia dengan jumlah total ketersediaan 5.481,1kg/ha dengan produksi 1.165,1kg/ha. Berdasarkan kerapatan, indeks keanekaragaman, kekayaan, kemerataan, ketersediaan dan produksi tumbuhan pakan kerbau rawa maka jenis tumbuhan yang ada di Tanjung Senai cukup berpotensi sebagai pakan kerbau rawa.
Pengukuran Kualitas Air Berbasis Teknologi Digital di Tambak Millenial Shrimp Farming (MSF) Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan Yohanes Savianus; Sofia Dhengi; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.117

Abstract

Budidaya udang Vaname merupakan andalan dan prioritas akuakultur Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan produksi udang nasional dalam 5 tahun kedepan. Salah satu komponen penting budidaya udang Vaname adalah kualitas air yang sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup dan kecepatan pertumbuhan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan alat ukur kualitas air di Tambak Millenial Shrimp Farming, Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa budidaya pembesaran udang Vaname di Tambak MSF, BPBAP Takalar menerapkan pengukuran kualitas air dengan sistem pencatatan data secara digital sehingga setiap pengambilan keputusan didasarkan pada data teknis yang terukur. Hasil rekaman data kualitas air selama satu minggu meliputi nilai pH dengan kisaran 7,4-8,3; salinitas dengan kisaran 27-32 ppt; suhu dengan kisaran 27,2-30,10C; dan nilai DO dengan kisaran 4,33-6,5 mg/L. Seluruh komponen nilai pengukuran kualitas air pada Kolam Millenial BPBAP Takalar berada pada titik optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang Vaname.  
Analisis Buku Teks Pembelajaran Biologi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Berdasarkan Literasi Ilmiah Di Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Erlinda Marito Pulungan; Kartika Manalu; Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat literasi ilmiah buku teks pelajaran Biologi SMA kelas XI berdasarkan tema literasi ilmiah dan secara khusus penelitian ini tekanan pada dimensi literasi ilmiah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode (content analysis). setiap bab pada buku teks biologi. Analisis data dilakukan dengan metode dokumentasi Hasil penelitian pada kedua buku menunjukkan bahwa literasi sains sebagai jalan investigasi menjadi dimensi yang paling dominan muncul pada buku I sebesar 62,5% sedangkan pada buku II sebesar 60%. Dimensi sains sebagai batang tubuh proporsinya lebih banyak pada buku I yaitu sebesar 60%. Sedangkan pada buku II 50%.Sedikit sekali bagian yang menekan dimensi sains sebagai jalan berpikir dengan proporsi rata-rata pada buku I sebesar 40%, sedangkan pada buku II sebesar 32.5% . Dimensi sains dan interaksinya dengan teknologi dan masyarakat muncul paling sedikit dan kurang ditekankan pada kedua buku dengan jumlah rata-rata sebesar 25%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingakat literasi ilmiah buku teks pelajaran biologi SMA kelas XI yang digunakan di Kecamatan Barumun cukup baik sesuai dengan penilaian penilaian
Identifikasi Kandungan Kadmium (Cd) di Dalam Tanaman Area Bekas Terbakar di Taman Nasional Baluran Tasafima Tesari; Suhadi Suhadi; Agus Dharmawan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.119

Abstract

Baluran, sebagai Taman Nasional yang memiliki fungsi melindungi seluruh kehidupan ekologis (termasuk spesies dan ekosistem pendukungnya) menghadapi permasalahan kebakaran hutan setiap tahunnya. Sementara itu menurut penelitian sebelumnya, peristiwa akibat kebakaran hutan menyebabkan tanah bekas lokasi kebaran memiliki kandungan logam berat yang dapat terserap oleh akar tanaman, dan dapat membahayakan fauna yang terlindungi. Salah satu logam berat yang terkandung yaitu Kadmium (Cd) pada tanah kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kandungan logam berat Kadmium (Cd) pada tumbuhan di area terbakar berdasarkan perbedaam waktu terjadinya kebakaran. Adapun waktu terjadinya kebakaran dalam penelitian ini yakni, kebakaran di bulan Juni, Juli dan Agustus Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini diawali dengan tahap observasi lapangan, dilanjutkan dengan analisis vegetasi tumbuhan di lokasi terbakar dengan menentukan INP tertinggi, pengambilan sampel data tumbuhan, identifikasi spesimen tumbuhan, dilanjutkan dengan analisis tumbuhan yang dikonsumsi satwa, kemudian yang terakhir dilakukan pengujian logam berat Kadmium yang terkandung. Berdasarkan hasil penelitian kandungan logam berat kadmium pada E. ruderalis merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juni, sedangkan kandungan kadmium tertinggi pada I. cylindrica merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juli.
Analisis Kendala Belajar Siswa Dalam Matapelajaran Biologi Selama Pandemi Covid-19 Di SMAS Katolik St.Gabriel Maumere Maria Florentina Keytimu; Sukarman Hadi Jaya Putra; Yohanes Boli Tematan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.120

Abstract

Pandemi covid-19 telah memberi dampak pada seluruh aspek manusia kenyataan yang dihadapi saat menjadi sebuah persoalan bagi masyarakat di indonesia khususnya bagi dunia pendidikan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kendala belajar yang dialami oleh siswa dalam mata pelajaran biologi selama pandemi covid-19 di SMAS Katolik St.Gabriel Maumere. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat yang mengenai masalah-masalah yang ada dalam penelitin Sumber data dalam penelitian yaitu guru mata pelajaran biologi dan siswa kelas XI dan XII MIA SMAS Katolik St. Gabriel Maumere yang merupakan narasumber biologi dan siswa bagi peneliti dalam mendapatkan informasi mengenai kendala dalam kegiatan biologi di masa pandemi covid-19 Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi, penyebaran angket. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, kendala yang dialami siswa berbeda-beda diantaranya : pemahaman 2,7 kategori tidak baik, jaringan internet 2,0 kategori tidak baik, perencanaan pembeljaran 2,21 kategori tidak baik, media pembelajaran daring 2,96  masuk dalam kategori baik. Kendala-kendala yang dialami siswa pada pembelajaran biologi pada masa pandemi covid-19 membuat pembelajaran tidak maksimal, sehingga dalam penelitian ini diharapkan dapat mengambil bagian sebagai bahan pedoman agar pembelajaran kedepanya lebih baik lagi.
Hubungan Antara Panjang Probosis Kupu-Kupu dengan Pakan Di Areal Kampus IPB Dramaga Sister Sianturi; Servis Simanjuntak
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.122

Abstract

Probosis pada kupu-kupu letaknya sama pada semua jenis kupu-kupu, tetapi ukuran panjangnya berbeda-beda. Probosis ini merupakan alat penghisap yang berbentuk panjang dan tipis.Probosis juga menentukan jenis tanaman berbunga yang dipilihnya. Tanaman tersebut dapat berasal dari hijauan yang digunakan sebagai pakan ternak atau tanaman lain yang berbunga. Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa waktu kunjungan kupu-kupu dalam mencari pakan dipengaruhi oleh panjang probosisnya. Terdapat 3 family, 8 genus, 11 spesies kupu-kupu yang mengunjungi bunga Hibiscus rosa-sinensis, Ixora sp., Canna hibrida, dan Alamanda sp..di areal Kampus IPB Dramaga. Adanya  hubungan antara panjang probosis dengan preferensi jenis tanaman dia areal Kampus IPB Dramaga pada bunga Hibiscus rosa-sinensis, Ixora sp., Canna hibrida, dan Alamanda sp., yang diamati berdasarkan perbandingan dengan morfologi bunga yaitu panjang tabung mahkota, diameter bunga mekar, diameter tabung mahkota, jumlah nectar dan perbandingan kunjungan kupu-kupu pada tiap jenis bunga. Bunga dengan ukuran morfologi lebih besar dan kandungan nektar tinggi seperti bunga H.rosa-sinensis, Canna hibrida, dan Alamanda sp. biasanya lebih sering dikunjungi oleh kupu-kupu family Nymphalidae dan Papilionidae yang memiliki ukuran probosis lebih panjang, sebaliknya bunga dengan ukuran morfologi lebih kecil dan kandungan nektar lebih sedikit biasanya lebih sering dikunjungi oleh bunga family Pieridae yang memiliki ukuran probosis lebih pendek.
Catatan Keberadaan dan Persebaran Cerioporus squamosus di Indonesia Ivan Permana Putra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.124

Abstract

Cerioporus squamosus adalah jamur liar yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan telah dibudidayakan di beberapa negara. Di alam, jamur ini umumnya tumbuh di kayu baik pada hutan ataupun daerah yang dekat dengan kegiatan manusia. Jamur ini jarang dilaporkan keberadaan dan persebarannya di Indonesia, dan sebagian besar publikasi yang ada masih mencantumkan identitas taksonomi yang belum diperbaharui. Selain itu, laporan yang ada seringkali tanpa disertai dengan deskripsi yang lengkap sehingga jamur ini menjadi kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menyediakan informasi keberadaan C. squamosus yang ditemukan di Yogyakarta beserta deskripsi makroskopis, data persebaran lainnya di Indonesia, serta potensi pemanfaatannya. Hingga saat ini, jamur ini telah dilaporkan sebnyak 10 kali di Indonesia pada 9 lokasi yang berbeda. Informasi ini merapihkan data keragaman C. squamosus dan potensi pemanfaatannya di Indonesia.
Inventarisasi Produk Pangan Pada Pasar Tradisional Gowa Makassar Sebagai Sumber Belajar Mikrobiologi Nuning Astuti; Marpani Marpani; Nur Alifah; Garlan Prayoga; Niska E Sitaba; Ube Dagonala; Islamawati Islamawati; Siska Bin Basso; Adelia Adelia; Hasria Alang
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.125

Abstract

Mempelajari mikrobiologi membutuhkan integrasi antara konsep dan skill. Salah satu cara menerapkan hal tersebut yaitu melalui pembelajaran berbasis riset. Riset dapat dilakukan di laboratorium maupun diluar laboratorium, yaitu dengan melakukan mini riset atau riset sederhana. Salah satu lingkungan yang dapat menjadi sumber belajar untuk penerapan mini riset yaitu pasar. Pasar merupakan tempat jual beli, salah satunya adalah produk pangan yang dibuat dengan bantuan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisir jenis-jenis pangan yang menggunakan agen mikroba dalam proses pengolahannya yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber belajar. Metode yang digunakan yaitu melalui survei dan observasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pangan yang menggunakan mikroba dalam proses pembuatannya dan ditemukan dilokasi penelitian adalah pangan fermentasi lokal dan non lokal. Olahan pangan yang sifatnya lokal yaitu terasi, tempe, acar dan tape, sedangkan yang non lokal yaitu kecap, roti, mentega, keju, nata de coco dan yaqult. Kesimpulan hasil penelitian menemukan pangan yang melibatkan mikroba dalam proses pembuatannya melalui fermentasi sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Mikrobiologi materi peranan mikroba
Analisis Kepadatan Populasi dan Pola Penyebaran Pomacae canaliculata L. di Persawahan Desa Konga Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur Elisabeth Vandrina Anggi Buan; Yohanes Boli Tematan; Sukarman Hadi Jaya Putra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi  dan pola penyebaran Pomacea canaliculata L. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April tahun 2021 bertempat di persawahan Desa Konga. Penelitian menggunakan metode survey dan iventarisir dengan rancangan line transek yang dilakukan di lima (5) stasiun dan  setiap line transek ditempatkan  plot 2 x 2 m dan total plot pengamatan sebanyak 100 buah. Total keseluruhan yang ditemukan 978 individu dengan kepadatan populasi Pomacae canikulata L 2,45 dengan nilai indeks morisitas berkisaran antara  2–5 individu/m2 yang masuk dalan kategori jarang. Pola penyebaran Pomacae canikukata L sebesar 0,99 dengan indeks morisitas (Id <1) yang masuk dalam kategori teratur. Dari 5 stasiun yang diamati kepadatan populasi dan pola penyebaran  tertinggi terdapat pada stasiun V, hal ini dikarenakan lokasinya dekat muara sungai dan memiliki topografi yang lebih rendah sehingga memiliki ketersediaa makanan cukup melimpah dengan demikian siklus perkembangbiakan akan lebih singkat. Sedangkan stasiun terendah terdapat pada stasiun III hal ini dikarenakan lokasinya memilki topografi yang lebih tinggi sehingga Pomacae canikulata L mudah terbawa air menuju dataran rendah dan Pomacae canikulata L yang berada pada permukaan lebih rendah tidak dapat menjangkau pada lokasi ini.  Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepadatan populasi Pomacae canikulata L  di persawahan Desa Konga memiliki kategori jarang dengan pola penyebran dengan distribusi teratur (Id<1).