cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 392 Documents
Analisis Kesiapan Laboratorim IPA terhadap Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere Theresia Aurelia Reli; Yuli Mira Syafriati Yuminar Mutiara Sani; Fitriah Fitriah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan laboratorium IPA dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Yapentom 1 Maumere pada semester genap tahun ajaran 2020-2021. Permasalahan yang di teliti yakni apakah laboratorium IPA di SMP Yapentom 1 Maumere sudah mendukung implementasi kurikulum 2013. Penelitian tentang analisis kesiapan laboratorium IPA ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan laboratorium IPA dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere. Fokus penelitian ini adalah ketersediaan alat-alat Laboratorium IPA, desain labratorium IPA, administrasi laboratorium IPA, keamanan Laboratorium IPA, dan manajemen laboratorium IPA. Data penelitian diambienelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan laboratorium IPA dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Yapentom 1 Maumere pada semester genap tahun ajaran 2020-2021. Permasalahan yang diteliti yakni apakah laboratorium IPA di SMP Yapentom 1 Maumere sudah mendukung implementasi kurikulum 2013. Penelitian tentang analisis kesiapan laboratorium IPA ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan laboratorium IPA dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere. Fokus penelitian ini adalah ketersediaan alat-alat Laboratorium IPA, desain labratorium IPA, administrasi laboratorium IPA, keamanan Laboratorium IPA, dan manajemen laboratorium IPA.Data penelitian diambil dari hasil observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Menarik kesimpulan tentang analisis kesiapan laboratorium IPA terhadap implementasi kurikulum 2013 di SMP Yapentom 1 Maumere yaitu Ketersediaan alat-alat laboratorium IPA SMP Yapentom 1 sudah memenuhi standar yang ditetapkan Permendiknas No. 24 tahun 2007. Walaupun ada beberapa alat-alat dan bahan kurang lengkap namun bukan merupakan salah satu faktor penghambat dalam menunjang keberlangsungan kegiatan pratikum. Laboratorium IPA di SMP Yapentom 1 Maumere sudah mempunyai desain ruangan yang sudah dikategorikan dalam keadaan baik dan layak untuk melakukan proses pratikum. Kelengkapan administrasi belum maksimal dikarenakan sekolah ini belum mempuyai tenaga kependidikan yang profesional sehingga untuk pengadministrasian dan mengelola kegiatan laboratorium dilakukan oleh guru bidang studi masing-masing.Keamanan laboratorium sudah cukup baik. Tata tertib yang diberlakuakn diberi sanksi tegas bagi yang melanggar peraturan yang ada di ruangan.Manajemen Laboratorium IPA untuk struktur organisasi laboratorium belum maksimal. Untuk Pembagian kerja/ job sudah sesuai, untuk laboratorium IPA masing-masing personil sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya.
Pengaruh Pencemaran Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) dan Tembaga (Cu) terhadap Produksi Klorofil pada Tanaman Daun Tombak (Sagittaria lancifolia) Salsa Nabila; Alfin Fatwa Mei Afifudin; Rony Irawanto
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.162

Abstract

Pencemaran lingkungan merupakan isu global yang mendesak untuk diselesaikan, terutama oleh detergen dan logam berat. Salah satu strategi yang efektif dalam membersihkan atau mengurangi polutan dalam lingkungan adalah melalui pemanfaatan tumbuhan atau fitoremediasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) terhadap pencemaran Linear alkylbenzene sulfonate (LAS) dan tembaga (Cu) serta dampaknya terhadap kadar klorofil. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (S0), LAS dengan konsentrasi 10 ppm (S1), 30 ppm (S2), dan 50 ppm (S3), tembaga dengan konsentrasi 3 ppm (S4), serta kombinasi LAS dan tembaga dengan konsentrasi yang sama (S5-S7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian LAS dengan konsentrasi rendah (10 ppm) merangsang produksi klorofil pada tanaman daun tombak, sementara konsentrasi yang lebih tinggi (30 ppm dan 50 ppm) menghambatnya. Pemberian tembaga tunggal dengan konsentrasi 3 ppm meningkatkan produksi klorofil. Interaksi antara LAS dan tembaga pada beberapa kombinasi perlakuan menghasilkan efek yang berbeda pada kadar klorofil. Tanaman pada kontrol menunjukkan kadar klorofil yang stabil selama periode pengamatan.
Komposisi, Keragaman dan Struktur Vegetasi Rawa Lebak Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Putri Afriani; Juswardi Juswardi; Hanifa Marisa
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.167

Abstract

Tanjung Senai Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan kawasan rawa lebak musiman yang unik, mempunyai banyak potensi seperti perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan ekowisata. Potensi yang menarik untuk dikembangkan pada kawasan ini salah satunya yaitu potensi ekowisata dengan aspek flora, fauna dan landscape. Upaya untuk mempertahankan fungsi ekologis dan memanfaatkan potensi yang ada di rawa kawasan Tanjung Senai Ogan Ilir secara berkelanjutan maka aspek flora perlu dikaji lebih lanjut dengan penelitian, karena keanekaragaman flora belum banyak dieksplorasi pada kawasan rawa dengan karakteristik tergenang secara musiman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi, keragaman dan struktur jenis-jenis tumbuhan penyusun rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir. Komposisi vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir disusun oleh 9 spesies tumbuhan yang terdiri dari 6 famili diantaranya famili Cyperaceae terdapat 3 spesies, Poaceae terdapat 2 spesies, Loganiceae, Myrtaceae, Phyllanthaceae, dan Rubiaceae masing-masing terdapat 1 spesies. Keragaman vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir termasuk kategori rendah dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) 0.72. Struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai dikuasai oleh tumbuhan tingkat tiang yaitu Melaleuca cajuputi Powell (dengan nilai penting 218,6%), tingkat pancang Hymenocardia punctata Wall. ex Lindl. (178,5%) dan tingkat semai Fimbristylis acuminata Valh. (150,1%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan komposisi, keragaman dan struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai maka dalam pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatannya harus memperhatikan fungsi ekologis kawasan tersebut.
Perbedaan Skarifikasi dan Suhu Air Perendaman terhadap Kemampuan Imbibisi pada Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Dewi Diharjo
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perlakuan skarifikasi dan suhu air perendaman terhadap kemampuan imbibisi pada biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.). Penelitian dilakukan dengan dua perlakuan yaitu (Y) Biji tanpa skarifikasi, Y1 = Biji tanpa skarifikasi dengan suhu air perendaman 40℃  selama 40 jam, Y2 = Biji tanpa skarifikasi dengan suhu air perendaman 30℃  selama 25 jam, Y3 = Biji tanpa skarifikasi dengan suhu air perendaman 20℃  selama 15 jam; dan (X) Biji diskarifikasi, X1 = Biji diskarifikasi dengan suhu air perendaman 40℃  selama 40 jam, X2 = Biji diskarifikasi dengan suhu air perendaman 30℃  selama 25 jam, X3 = Biji diskarifikasi dengan suhu air perendaman 20℃  selama 15 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji nangka (Artocarpus heterophyllus lamk.) yang diskarifikasi dengan suhu air perendaman 40℃ selama 40 jam (X1) menunjukkan kemampuan imbibisi tercepat dengan persentase kadar air yang masuk sebesar 4,3%. Sedangkan kemampuan imbibisi terlambat ditunjukkan oleh biji nangka tanpa skarifikasi dengan suhu air perendaman terendah 20℃  selama 15 jam yang menunjukkan persentase kadar air yang masuk sebesar 0,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan skarifikasi pada biji nangka yang bersifat impermeable dengan suhu air perendaman 40℃ menunjukkan adanya perbedaan.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Hiu Paus Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango Triyana Sefya Saleh; Sitti Rahmatia Mooduto; Dewi Wahyuni K. Baderan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.180

Abstract

Desa Botubarani merupakan desa wisata dengan daya tarik utamanya yakni wisata hiu paus (Rhincodon typus) atau whale shark. Kegiatan wisata yang berlangsung diharapkan dan diupayakan terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Agar ekowisata ini tetap terjaga eksistensinya, diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Tujuan penilitian ini yaitu untuk melihat tingkat partisipasi dan bentuk bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata Hiu Paus Desa Botubarani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan survey dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai partisipasi dalam tahap perencanaan sebesar 3,18 masuk kategori sedang, tahap pelaksanaan sebesar 3,35 termasuk kategori sedaang, tahap pengambilan manfaat sebesar 4,19 masuk pada kategori tinggi dan tahap evaluasi sebesar 3,21 termasuk pada kategori sedang. Partisipasi yang di berikan masyarakat yakni dalam bentuk ide atau gagasan, tenaga, harta benda, dan kreativitas. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata Hiu Paus Desa Botubarani terbilang cukup tinggi.
Pengembangan E-Modul Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Organisasi Kehidupan untuk Kelas VII SMP Regina Dua Gitan; Oktavius Yoseph Tuta Mago; Yohanes Nong Bunga
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan pada penggunaan media pembelajaran. Media e-modul pembelajaran IPA yang dikembangkan berperan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menganalisis validitas dan menganalisis kelayakan e-modul berbasis pendekatan saintifik. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari beberapa tahap antara lain: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Produk hasil pengembangan divalidasi oleh para ahli materi, bahasa dan media dan memperoleh rata-rata nilai sebesar 86,67. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelas kecil yang diberikan kepada satu guru biologi dan 20 orang peserta didik. Hasil uji coba memperoleh nilai sebesar 75 dan 64,2 dengan kategori sangat layak. Uji coba kelas besar diberikan kepada dua orang guru biologi dan 40 peserta didik dan memperoleh nilai 76 dan 63,8 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil dari validator, uji kelayakan kelas kecil dan kelas besar, e-modul yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Produk e-modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Pengaruh Metode Jembatan Keledai terhadap Daya Ingat Istilah Nama Latin Materi Animalia Kelas X MIPA Niyar Ana Qodariyah; Rosita Fitrah Dewi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.273

Abstract

Daya ingat merupakan kemampuan seseorang dalam menerima, menyimpan dan mengelola informasi yang telah diterimanya. Kemampuan daya ingat sangat penting bagi siswa dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang diterimanya selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode jembatan keledai terhadap daya ingat istilah nama latin siswa pada materi animalia kelas X MIPA. Kajian penelitian yang diadaptasi adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design.  Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas X MIPA 4 sebagai kelas kontrol berjumlah 32 siswa dan kelas X MIPA 5 sebagai kelas eksperimen berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest-posttest pilihan ganda, dengan teknik analisis data menggunakan uji analisis deskriptif dan U Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan daya ingat siswa pada kelas eksperimen ditinjau dari nilai minimum 4, maksimum 10, mean 7,14 dan standar deviasi 1,785, sedangkan pada kelas kontrol nilai minimum 2, maksimum 8, mean 4,72 dan standar deviasi 2,052. Analisis data kedua kelompok dengan uji U Mann Whitney memperoleh hasil 0,000 < 0,05 yang menyatakan hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan daya ingat istilah nama latin antara siswa kelas eksperimen dengan siswa kelas kontrol pada materi animalia kelas X MIPA di MAN 2 Jember.
Inventarisasi Tumbuhan yang Digunakan dalam Upacara Adat Pernikahan Etnis Krowe Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka Oktovianti Deru; Mariana Sada; Yuliana Dua Solo
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.277

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversity karena kekayaan sumber daya hayati. Indonesia juga memiliki kurang lebih 300 kelompok etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang memiliki kehidupan sosial dan budaya masing-masing. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan etnis Krowe. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 17 Oktober – 17 November 2022 di Desa Kajowair, menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari Ketua adat 1 orang, tokoh adat 4 orang dan masyarakat 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 20 jenis yang dikelompokkan dalam 12 famili yaitu Zingiberaceae, Poaceae, Piperaceae, Musaceae, Arecacea, Moraceaea, Myrtaceae, Bromeliaceae, Amaryllidaeceae, Solanaceae, Musaceae dan Rutacaea. Bagian tubuh tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan adalah batang, daun, bunga, buah dan biji. Bagian tubuh tumbuhan digunakan sebagai media, makanan, dan minuman dalam upacara adat.
Studi Meta Analisis : Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Wahyu Badarudin; Ananda Putri; Falya Adnin; Sekar Kinasih; Salma Junifah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.280

Abstract

Keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang digunakan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model guided inquiry dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada jenjang SMA mata Pelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan mengumpulkan studi-studi. Populasi yang digunakan merupakan data dari sebuah jurnal ataupun skripsi yang menerapkan guided inquiry dalam pembelajaran biologi pada siswa SMA. Pengumpulan data dengan melakukan pencarian di google schoolar menggunakan kata kunci “Efektivitas model guided inquiry terhadap hasil belajar” biologi SMA Analisis data menggunakan software Microsoft Excel dan JASP. Terdapat 8 studi yang dipilih, 4 studi memiliki nilai effect size dengan kategori sangat tinggi yaitu 1.86, 1.91, 1.33 dan 1.15. Hasil analisis data menggunakan model random effect menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Ketika menerapkan guided inquiry terhadap hasil belajar biologi dengan nilai p-value 0,01<0,05 dan termasuk kategori tinggi dengan nilai mean effect size 0,969. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan guided inquiry efektif dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa SMA.
Keanekaragaman Pohon Riparian di Beberapa Mata Air Desa Soba Kabupaten Kupang Emiliana Eka Bano; Yoseph M Laynurak; Chatarina Gradict Semiun; Yulita Iryani Mamulak
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.281

Abstract

Vegetasi pohon riparian merupakan salah satu komposisi penyususun ekosistem riparian yang memiliki peranan vital dalam menjaga keanekaragaman hayati. Pohon riparian dapat ditemukan di sekitar sumber mata air. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui keanekaragaman vegetasi pohon riparian di mata air desa Soba kecamatan Amarasi Barat kabupaten Kupang. Metode yang di gunakan adalah Point-Quarter, dengan penarikan transek menjadi empat kuadran pengamatan. Di setiap kuadran dicatat jenis dan jumlah pohon, kemudian dilakukan pengukuran terhadap tinggi, diameter dan stratifikasi pohon, dan indeks lingkungan (Indeks Naturalness dan Indeks Hemeroby). Data yang di peroleh di analisis untuk memperoleh Indeks Kekayaan Jenis Margalef, Indeks Nilai Penting, dan Indeks Keankeragaman Shanon-Wiener. Hasil penelitian ditemukan 16 jenis pohon riparian dari 11 famili meliputi Euphorbiaceae, Arecaceae, Fabaceae, Myrtaceae, Annonaceae, Meliaceae, Menispermaceae, Moraceae, Malvaceae, Verbenaceae, dan Anacardiaceae. Famili Arecaceae merupakan jenis pohon riparian yang paling sering dijumpai. INP tertinggi mata air Oe Kou  dan Oe Kiu ditemukan pada pohon pinang (Areca sp.), dan mata air Oras pada pohon Kananga (Cananga odorata). Keanekaragaman vegetasi pohon riparian pada ketiga mata air desa Soba tergolong buruk dan sangat buruk, sedangkan  kekayaan jenis tergolong rendah sampai sedang.