cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 392 Documents
Studi Komparatif Antara Tutup Filter dan Tutup Rapat pada Pertumbuhan Vegetatif Fase Pertumbuhan Planlet pada Anggrek Dendrobium donny rizal Alifia Hasna Azzah Fillah; Praptining Rahayu; Lussana Rosita Dewi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tutup botol yang tepat pada pertumbuhan anggrek Dendrobium donny rizal antara penggunaan tutup botol filter dengan tutup botol rapat. Sampel penelitian terdiri dari 30 planlet anggrek D. donny rizal dengan diambil 5 planlet sebagai satuan pengukuran. Data tersebut diolah dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu tutup filter dan tutup rapat. Terdapat 2 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Data penelitian diambil dengan teknik pengamatan dan pengukuran objek secara langsung dengan cara mengukur dan menghitung objek sesuai dengan parameter yang diamati. Data dianalisis dengan uji-t independent dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tutup botol kultur berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan vegetatif anggrek D. donny rizal. Planlet yang ditanam dengan tutup botol berfilter mempunyai ukuran  tinggi tanaman, pertumbuhan akar, dan pertumbuhan daun yang lebih besar dibandingkan dengan planlet yang ditanam di tutup botol rapat. Hal ini dikarenakan pada penggunaan tutup botol berfilter terjadi pergantian udara dari dan ke dalam botol kultur yang berpengaruh pada peningkatan laju proses fotosintesis
Pemanfaatan Greenhouse sebagai Sarana dan Prasarana Pembelajaran Berbasis Lingkungan (Ekoliterasi) Ana Nurhasanah; Amanda Sabrina Z. P; Salsa Nazela; Solehhudin Wahab
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.334

Abstract

Pembelajaran berbasis lingkungan dapat dilakukan sejak dini karena sangat berpengaruh penting terhadap perkembangan kesadaran peserta didik mengenai pengelolaan lingkungan yang baik. Pembelajaran berbasis lingkungan diharapkan dapat mengubah pandangan bahwa sekolah yang baik tidak selalu bergantung pada alat peraga mahal, tetapi dapat menggunakan lingkungan sekolah sebagai sumber pengetahuan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan pemanfaatan greenhouse sebagai sarana dan prasarana pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah dasar, membantu menanamkan karakter peserta didik yang peduli lingkungan, menjaga dan melestarikan lingkungan, serta tidak mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini juga menunjukkan adanya kemajuan dari pemanfaatan greenhouse dalam ekoliterasi yang terimplementasi melalui berkurangnya penggunaan plastik di lingkungan sekolah.
Penerapan Model Discovery Learning Berbasis Lesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bagian-Bagian Tumbuhan Kelas IV Sekolah Dasar Melkior Ronaldo Repe; Yohanes Ehe Lawotan; Hermus Hero
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di sekolah tujuan yaitu masih rendahnya hasil belajar siswa karena belum mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 68. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa materi bagian-bagian tumbuhan setelah menerapkan model discovery learning pada siswa kelas IV SDK Nita 1. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berbasis lesson study yang dilakukan dalam bentuk siklus dengan tahapan plan-do-see. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDK Nita 1 yang berjumlah 24 orang dengan rincian 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes dengan instrumen penelitian yaitu lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa dan soal tes hasil belajar. Hasil penelitian diperoleh, pada siklus 1 pelaksanaan pembelajaran sebesar 89,47, pengamatan aktivitas siswa sebesar 75%, dan terdapat 13 (54,17%) siswa tuntas serta 11 (45,83%) siswa tidak tuntas. Pada siklus 2 pelaksanaan pembelajaran sebesar 92,11, pengamatan aktivitas siswa sebesar 81,02%, dan terdapat 19 (79,19%) siswa tuntas serta 5 (20,83%) siswa tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan kelas IV SDK Nita 1.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di sekolah tujuan yaitu masih rendahnya hasil belajar siswa karena belum mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 68. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa materi bagian-bagian tumbuhan setelah menerapkan model discovery learning pada siswa kelas IV SDK Nita 1. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berbasis lesson study yang dilakukan dalam bentuk siklus dengan tahapan plan-do-see. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDK Nita 1 yang berjumlah 24 orang dengan rincian 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes dengan instrumen penelitian yaitu lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa dan soal tes hasil belajar. Hasil penelitian diperoleh, pada siklus 1 pelaksanaan pembelajaran sebesar 89,47, pengamatan aktivitas siswa sebesar 75%, dan terdapat 13 (54,17%) siswa tuntas serta 11 (45,83%) siswa tidak tuntas. Pada siklus 2 pelaksanaan pembelajaran sebesar 92,11, pengamatan aktivitas siswa sebesar 81,02%, dan terdapat 19 (79,19%) siswa tuntas serta 5 (20,83%) siswa tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan kelas IV SDK Nita 1.
Keanekaragaman dan Hubungan Kekerabatan Fenetik Spesies Anggota Famili Apocynaceae di Kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta Dewi Diharjo; Nurmiyati Nurmiyati
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.339

Abstract

Apocynaceae merupakan salah satu famili tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki keanekaragaman sekitar 2.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Salah satu tempat eksplorasi keanekaragaman spesies anggota famili Apocynaceae adalah di Kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta yang memiliki potensi sebagai pertumbuhan berbagai tanaman tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kekerabatan spesies anggota famili Apocynaceae berdasarkan karakteristik morfologi di Kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi.  Sampel yang didapat kemudian diidentifikasi berdasarkan 15 ciri karakteristik morfologi menggunakan kunci determinasi Flora of Java, lalu mendeskripsikan karakter morfologi sesuai fakta di lapangan. Hasil penelitian ditemukan sembilan spesies anggota famili Apocynaceae yang terdiri dari lima genus berbeda yaitu spesies Tabernaemontana divaricata L., Tabernaemontana corymbose L., Catharanthus roseus L., Catharanthus lanceus L., Cerbera manghas L., Plumeria acuminata L., Plumeria inodora L., Plumeria alba L., dan Adenium obesum L. Analisis klaster berdasarkan parameter 15 ciri karakter morfologi yang dilakukan menggunakan metode pengelompokan UPGMA (Unweighted Pair Group Method using Arithmetic Average) menghasilkan dua klaster. Hasil analisis komponen utama karakter morfologi yang paling mempengaruhi dalam hasil pengelompokan spesies famili Apocynaceae adalah tipe percabangan, warna bunga, bentuk daun, posisi mahkota bunga, tipe perbungaan, pangkal daun, habitus, bentuk buah dan biji.
Pengaruh Model Pembelajaran WE-ARe Terintegrasi Metode Diskusi terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Halmahera Barat Abriyanti Tjereni; Astuti Muh Amin; Juniartin Juniartin
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.341

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi dapat dikembangkan melalui pembelajaran aktif melalui penerapan model pembelajaran. Salah satu di antaranya yaitu model pembelajaran WE-ARe. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran WE-ARe terintegrasi metode diskusi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Halmahera Barat. (2) menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Halmahera Barat yang diajarkan melalui Model Pembelajaran WE-ARe. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan ialah eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini berjumlah 96 siswa di kelas XI IPA, dengan mengambil sampel 62 peserta didik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis.  Hasil analisis diperoleh nilai signifikan 0.000. Hal ini menyatakan Hi diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) ada pengaruh model pembelajaran Warm-up, Exploring, Argumentation, Resume (WE-ARe) terintegrasi metode diskusi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 2 Halmahera Barat; (2) tingkat keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan model WE-ARe 26,67% kategori sangat tinggi, 26,67% kategori tinggi, 13,33% kategori sedang.
Minat Belajar Siswa terhadap Praktikum Pemeriksaan Golongan Darah Vina Risky Ayu Pratama; Dewi Murni; Rizka Habibah; Asadila Pratama Wuri Nugrahini; Alfira Laila Nurfadillah; Siti Komariah; Maftuh Basyuni; Mahadur Mahadur
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.342

Abstract

Metode pembelajaran Biologi di SMAN 7 Kota Serang masih bersifat konvensional, yaitu berupa metode ceramah dan diskusi. Hal ini menyebabkan rendahnya minat siswa terhadap pelajaran Biologi. Salah satu topik yang kurang diminati siswa adalah tentang golongan darah karena penyampaian materinya hanya menggunakan metode ceramah dan tidak pernah menggunakan metode praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap praktikum uji golongan darah pada pembelajaran Biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 61 siswa kelas XI MIPA yang dipilih secara acak. Minat belajar siswa terhadap praktikum golongan darah berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 66,31%. Indikator minat belajar dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu ketertarikan siswa terhadap praktikum, yaitu 73,29% dan termasuk kategori cukup. Dari temuan penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa pembelajaran biologi melalui praktikum uji golongan darah dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Implikasinya yaitu guru sebaiknya menggunakan metode praktikum pada materi biologi yang dapat menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran Biologi.
Efektivitas Penyinaran dan ZPT (2,4-D dengan BAP) terhadap Induksi Kalus Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) var. Cincalo Weha secara in Vitro Saripah Saripah; Susiyanti Susiyanti; Sulastri Isminingsih; Zahratul Millah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.343

Abstract

Jambu air var. Cincalo Weha merupakan plasma nutfah tanaman lokal yang berasal dari Desa Gondrong, Provinsi Banten. Jambu ini memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan bibit jambu air yang berkualitas. Kultur jaringan merupakan salah satu alternatif penyediaan bibit yang seragam, bebas penyakit dan dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyinaran dan ZPT (2,4-D dengan BAP) dalam menginduksi kalus daun jambu air var. Cincalo Weha secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Petak Terbagi dengan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan dasar, ulangan 4 blok dan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah penyinaran: 16 jam (L1) dan 24 jam (L2). Faktor kedua adalah ZPT (2,4-D dan BAP): (tanpa 2,4-D dan BAP) (K0); (2,4-D 1 mg/L + BAP 0,5 mg/L) (K1); (2,4-D 2 mg/L + BAP 0,5 mg/L) (K2); dan (2,4-D 3 mg/L + BAP 0,5 mg/L) (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyinaran tidak berpengaruh terhadap diameter kalus dan luas kalus. Sedangkan, perlakuan ZPT (2,4-D 2 mg/L + BAP 0,5 mg/L) memberikan hasil terbaik pada parameter diameter kalus umur 8 MST (1,05 cm) dan 10 MST (1,24 cm), serta luas kalus umur 8 MST (1,16 cm2) dan 10 MST (1,47 cm2).
Satwa yang Dimanfaatkan sebagai Obat Tradisional di Desa Tempilang dan Ranggas, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Randi Syafutra; Tibrin Sonya; Zaki Irpandi; Almira Almira; Sandi Kirana; Adinda Ersya; Andika Saputra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.347

Abstract

. Tempilang dan Ranggas merupakan dua desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masih memanfaatkan satwa sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi data pemanfaatan satwa sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Tempilang dan Ranggas. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dari September hingga November 2022. Pengumpulan data penelitian melalui survei dan pemilihan informan menggunakan snowball sampling. 14 informan terpilih kemudian diwawancarai sesuai dengan kuesioner yang disiapkan. Analisis data penelitian dilaksanakan secara kualitatif (menggunakan statistika deskriptif) dan kuantitatif (menghitung RFC dan ICF). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan satwa sebagai obat tradisional masih dipraktikkan karena berbagai alasan yang saling terkait. Keterbatasan akses ke layanan kesehatan modern mendorong masyarakat untuk mengandalkan pengetahuan turun-temurun yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya mereka. Pemanfaatan satwa ini terbukti efektif dan mudah dijangkau, serta memiliki nilai budaya dan spiritual yang memengaruhi pilihan pengobatan. Dengan adanya korelasi positif antara usia informan dan tingkat pengetahuan terkait pemanfaatan satwa sebagai obat tradisional, menunjukkan bahwa informan berusia >45 tahun memiliki pengetahuan yang lebih luas karena pengalaman hidup yang lebih banyak. Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa spesies yang dimanfaatkan tersebut memiliki status konservasi yang terancam. Perlindungan yang lebih intensif/ketat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup mereka, sehingga kerjasama yang kuat dibutuhkan antara pemerintah, lembaga konservasi, dan komunitas lokal.
Bioremediasi Merkuri (Hg) Dengan Pemanfaatan Bakteri Indigenous dari Kawasan Sungai Tercemar Limbah Pertambangan Emas Batangtoru Annisa Amalia; Ulfayani Mayasari; Rizki Amelia Nasution
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.350

Abstract

Aktivitas penambangan emas bisa menghasilkan peningkatan kerusakan lingkungan akibat pembuangan limbah dengan konsentrasi dan kualitas tertentu.Salah satu contoh dari limbah pertambangan emas yaitu terdapat adanya logam berat yaitu merkuri (Hg) pada limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri dalam menurunkan kadar logam merkuri (Hg) dari kawasan sungai tercemar limbah pertambangan emas Batangtoru. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitiandidapatkan 5 isolat yang berasal dari kawasan sungai tercemar limbah pertambangan emas Batangtoru.Parameter yang diamati berupa makroskopis dan mikroskopis serta uji resistensi bakteri dengan konsentrasi merkuri 100 ppm. Hasil uji penurunan kadar logam dilakukan menggunakan alat AAS dimana terdapat 3 isolat bakteri yang mampu menurunkan kadar merkuri yaitu Bacillus dengan persentase penurunan 89, 02%, Micrococcusdengan persentase penurunan 90,56%, Clostridiumdengan persentase penurunan 94,44%.Kata Kunci:     Bakteri Resistensi, Bioremediasi, Limbah Tambang, Logam Berat Hg
Inisiasi Kalus Embriogenik Manggis (Garcinia mangostana L.) var. Macakal Terhadap Pemberian 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid dan 6-Benzyl Amino Purine Secara In Vitro Ratri Yulianingsari Negoro; Susiyanti Susiyanti; Sulastri Isminingsih; Zahratul Millah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.351

Abstract

Manggis Macakal merupakan salah satu varietas unggul yang berasal dari Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar konsentrasi 2,4-D dan BAP terhadap induksi kalus embriogenik manggis (Garcinia mangostana L.) var. Macakal secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Provinsi Banten pada bulan Juni-Oktober 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap, terdiri dari dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D (P) yang terdiri dari dua taraf yaitu: 1 ppm (P1) dan 2 ppm (P2). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (R) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: 0,5 ppm (R1), 0,75 ppm (R2), dan 1 ppm (R3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2,4-D tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter kalus, luas kalus dan pertumbuhan kalus embriogenik. Perlakuan BAP memberikan hasil terbaik terhadap diameter kalus pada umur 12 MST (0,79 cm). kemudian luasan kalus pada umur 12 MST (0,97 cm2).