cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 392 Documents
Pengendalian Hama Bemisia tabaci pada Tanaman Melon Varietas Golden Langkawi melalui Modifikasi Warna dan Ketinggian Perangkap Nurriza Dwi Dellita Sari; Saiful Bahri; Eko Teguh Pribadi; Abdul Manan; Atiqoh Zummah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.379

Abstract

Buah melon (Cucumis melo L.) kaya nutrisi, namun produksinya rentan terhadap serangan hama seperti kutu kebul. Penggunaan perangkap likat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan hama tersebut tanpa terlalu mengandalkan insektisida sintetik. Penelitian ini secara mendalam mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci) terhadap tanaman melon, sekaligus menguji efektivitas perangkap lengket dengan memvariasikan warna (hijau, kuning, coklat, putih) dan tinggi (antara 50 hingga 200 cm). Eksperimen dilakukan di dalam rumah kaca dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap faktorial karena kondisi lingkungan yang tidak seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap lengket berwarna kuning mampu secara efisien mengurangi populasi kutu kebul hingga mencapai 6.307 individu. Meskipun demikian, penyesuaian tinggi perangkap tidak memberikan pengaruh signifikan (Sig=0,061) terhadap pengurangan populasi kutu kebul, namun tinggi perangkap ternyata dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman. Meskipun perangkap kuning terbukti efektif dalam lingkungan yang seragam, analisis Two-Way ANOVA mengungkap nilai Signifikansi yang menunjukkan hasil yang lebih kompleks. Variabel abiotik seperti iklim, cahaya, dan kelembapan ternyata memegang peran penting dalam memengaruhi efikasi perangkap. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang strategi pemilihan perangkap lengket untuk mengendalikan populasi kutu kebul pada tanaman melon, sambil menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor lingkungan dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang efektif.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Sistem Sirkulasi Rahayu Fitria; Asih Fitriana Dewi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.380

Abstract

Hasil belajar siswa masih dikategorikan rendah disebabkan oleh model dan metode pembelajaran yang kurang memadai dan tidak berdasarkan kebutuhan belajar siswa, serta materi sistem sirkulasi yang masih dianggap sulit untuk dipahami. Tujuan penelitian ini, guna mengetahui bagaimana penggunaan pembelajaran berdiferensiasi dan model Discovery Learning sebagai upaya dalam peningkatan hasil belajar terhadap materi sistem sirkulasi siswa di SMAN 2 Natar kelas XI IPA 2. Jenis penelitian, yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian, yakni siswa kelas XI IPA 2 SMAN 2 Natar sebanyak 33 siswa. Teknik pengumpulan data yakni dengan pengamatan atau observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta tes kognitif. Analisis data dilakukan melalui analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh ketuntasan hasil belajar dengan persentase ketuntasan siklus I sebesar 60,61% dan siklus II diperoleh 90,91%. Nilai rerata hasil belajar siswa sebesar 74,24 disiklus I, dan 81,52 disiklus II. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model pembelajaran Discovery Learning bisa diterapkan serta guna meningkatkan hasil belajar peserta didik  SMAN 2 Natar di kelas XI IPA 2 terhadap materi sistem sirkulasi. Penelitian ini dapat mendukung pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan efektif di lingkungan pendidikan.
Keanekaragaman Jenis Burung Air Di Kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya Novia Linggar Pramudita; Wahibah Khanafi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.386

Abstract

Burung air merupakan jenis burung yang hidupnya bergantung pada lahan basah seperti daerah pantai, rawa, danau, dan lainnya. Saat ini, diperkirakan status kawasan mangrove di Indonesia semakin menurun. Salah satu kawasan mangrove yang berperan penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati burung adalah kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman jenis burung air yang ada di Kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik survei dengan perpaduan metode jelajah dan metode terkonsentrasi. Kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman dan kelimpahan relatif. Terdapat 18 spesies burung dengan total 222 individu, dengan tingkat keanekaragaman tergolong sedang. Burung kuntul kecil (Egretta garzetta) menjadi jenis paling melimpah, sementara kuntul besar (Ardea alba) dan kuntul karang (Egretta sacra) memiliki kelimpahan yang lebih rendah. Hasil penelitian ini dapat menemukan dan mengungkap keanekaragaman burung air di Kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya serta menyajikan inovasi metode survei dalam melakukan pengambilan data hingga menjadi landasan untuk studi ekologi burung air lebih lanjut selain itu mendukung pemahaman ekosistem mangrove, rencana konservasi, dan pengelolaan kebun raya. Juga meningkatkan kesadaran masyarakat, mendukung ekowisata, dan menjadi dasar penelitian ekologi burung air.
An Overview of Extraction Methods of Bioactive Compounds from White Mulberry (Morus alba) Leaf Jatmiko Eko Witoyo; Panggulu Ahmad Ramadhani Utoro; Dikianur Alvianto; Hyldegardis Naisali
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.387

Abstract

White mulberry (Morus alba) is a plant classified into the Morus genus and the Moraceae family, growing wild or cultivated in Indonesia. The mulberry fruit is the plant part that is more utilized than others. However, white mulberry leaves are abundant and contain bioactive and nutraceutical compounds, which benefit the medicine and food sectors, making them an exciting material to investigate further. The method used in this study was a literature review, in which data from earlier studies were collected from open-access database sources, especially Google Scholar, from 2006 to 2023. The results showed that the white mulberry leaf contains rich bioactive compounds such as alkaloids, anthraquinone, anthocyanin, flavonoids, glycosides, phenolic acids, saponins, steroids, tannic acids, and so on, which are revealed to have pharmacological activities, and also contain complete nutraceutical composition as promised as food ingredients. Extraction is the primary process for extracting bioactive compounds from white mulberry leaves. Maceration, microwave-assisted extraction (MAE), soxhlet, supercritical CO2 extraction, and ultrasonic-assisted extraction (UAE) were common methods to extract bioactive compounds and produce white mulberry leaf extracts with different characteristics. Therefore, this review highlights the effect of various extraction methods on the bioactive compounds of white mulberry leaf extracts, represented by total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC). 
Analisis Capaian Pembelajaran pada Mata Pelajaran Biologi Fase E dan Fase F Kurikulum Merdeka Elina Lestariyanti; Listyono Listyono
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.390

Abstract

Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum. Kurikulum Merdeka lahir dari respon pemerintah terhadap kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Kurikulum Merdeka memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda dengan kurikulum 2013. Perbedaan paling mendasar adalah pada perubahan penggunaan istilah Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) menjadi Capaian Pembelajaran (CP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup materi dan kompetensi yang termuat dalam Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka khususnya pada materi pelajaran Biologi fase E dan fase F. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan komparasi antara KD pada kurikulum 2013 dengan CP pada kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisa kepustakaan. Hasil analisa menunjukkan bahwa kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi memiliki lingkup materi yang sangat singkat dan padat jika dibandingkan dengan kurikulum 2013. Materi esensial ini menuntut inovasi dan kreativitas guru untuk menjalankan proses pembelajaran. Perubahan lain yang ditemukan yaitu peningkatan level kognitif pada kurikulum merdeka mata pelajaran Biologi.
Studi Kasus : Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Pembelajaran Biologi di sekolah Menengah Atas Yesi Dwita Panjaitan; Mellisa Mellisa
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.392

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang pembelajarannya dengan intrakurikuler yang beragam, kurikulum merdeka dirancang lebih sederhana untuk memudahkan guru dan peserta didik. Dalam implementasinya, pemerintah memberikan wewenang dan tanggung jawab penuh pada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka, Hambatan implementasi kurikulum merdeka, dan Upaya untuk mengatasi Hambatan-hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 3 Siak Hulu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian diperoleh dari informan (Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum, Kepala sekolah dan Guru biologi). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama; implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 3 Siak Hulu melalui dua tahap  yaitu, perencanaan kurikulum merdeka meliputi perencanaan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), perencanaan pembelajaran dan asesmen, penggunaan dan pengembangan perangkat ajar, perencanaan P5. Dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka meliputi implementasi P5, penerapan pembelajaran yang terfokus pada peserta didik, keterpaduan penilaian dalam pembelajaran, pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik, dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum. Kedua, Hambatan-hambatan implementasi kurikulum merdeka yaitu guru kesulitan menerjemahkan proses pembelajaran kurikulum merdeka sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi guru, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran masih terbatas. Ketiga, adapun upaya mengatasi hambatan implementasi kurikulum merdeka yaitu meningkatkan kompetensi guru, pihak sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung implementasi kurikulum merdeka seperti perangkat ajar.
Efektivitas Penambahan Ragi Alami dari Ekstrak Buah Mentimun pada Pakan terhadap Bioekologi Ikan Nila Magdalin Ulaan; Yeni Indriani; Jetti Saselah; Numisye Iske Mose; Yessi Mangangang
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 1 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i1.393

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi dalam industri akuakultur adalah tingginya biaya yang terkait dengan pakan ikan. Pakan merupakan faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Salah satu metode potensial untuk meningkatkan pertumbuhan ikan adalah dengan memasukkan ragi ke dalam pakan mereka. Dalam penelitian ini, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan berbeda dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan-perlakuan ini dilambangkan sebagai berikut: Perlakuan A (0 ml ragi alami per kilogram pakan), Perlakuan B (10 ml ragi alami per kilogram pakan), Perlakuan C (20 ml ragi alami per kilogram pakan), dan Perlakuan D (30 ml ragi alami per kilogram pakan). Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, dengan dosis pakan setara dengan 5% dari berat badan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi alami yang berasal dari ekstrak buah mentimun ke dalam pakan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter bioekologi ikan nila salin. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya memperpanjang periode penelitian untuk memastikan efek sebenarnya dari perlakuan dan melakukan analisis uji proksimat untuk mengetahui kandungan protein dalam pakan.
Bioekologi Ikan Bandeng (Chanos chanos) dengan Padat Tebar yang Berbeda di Tambak Polikultur Petta Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe Yeni Indriani; Magdalin Ulaan; Jetti Treslah Saselah; Yessi Ayu Putri Manganang; Numisye Iske Mose
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 1 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i1.416

Abstract

Ikan Bandeng (Chanos chanos) memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ikan bandeng melalui penggunaan padat tebar ikan yang optimal dan teknik budidaya yang digunakan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh padat tebar yang berbeda dan teknologi budidaya (monokultur dan polikultur) pada pertumbuhan ikan bandeng dan menganalisis rentang nilai kualitas air di lokasi budidaya. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari enam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda dan Teknik budidaya yang digunakan (monokultur dan polikultur) tidak signifikan terhadap panjang rata-rata, berat rata-rata, panjang mutlak dan berat mutlak ikan bandeng. Pada parameter kualitas air, seperti suhu, oksigen terlarut, TDS, pH, salinitas, nitrat, nitrit, dan amonia berada dalam rentang optimal  untuk mendukung pertumbuhan ikan bandeng. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknologi polikultur dengan padat tebar optimal 20 ekor/m2 direkomendasikan untuk digunakan pada sistem budidaya di Tambak Reda Kampung Petta Barat dari segi efisiensi lahan dan pakan yang digunakan.
Pengaruh Media Tambahan Susu Bubuk Afkir terhadap Bobot Badan dan Kandungan Nutrisi Maggot (Hermetia illucens) Atika Lingga; Husnarika Febriani; Efrida Pima Sari Tambunan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.418

Abstract

Susu bubuk afkir merupakan susu yang sudah tidak dipakai dan memenuhi syarat sebagai pakan tambahan pada ternak karena memiliki komposisi gizi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tambahan susu bubuk afkir terhadap bobot badan dan kandungan nutrisi berupa protein dan lemak pada maggot (Hermetia illucens). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 20 gram larva maggot dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. P0= 100% limbah buah. P1= 75% limbah buah dan 25% susu bubuk afkir. P2= 50% limbah buah dan 50% susu bubuk afkir. P3= 25% limbah buah dan 75% susu bubuk afkir. Parameter yang diukur penimbangan bobot dan kandungan protein serta lemak maggot (Hermetia illucens). Analisis data menggunakan oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh dalam pemberian media tambahan susu bubuk afkir berpengaruh terhadap bobot badan maggot (Hermetia illucens) dengan nilai p=0,000. Hasil yang didapatkan dalam pemberian media tambahan susu bubuk afkir berpengaruh terhadap kandungan protein dan kandungan lemak maggot (Hermetia illucens) dengan nilai p=0,000. Media yang paling optimal dalam pertumbuhan bobot badan dan kandungan nutrisi berupa protein dan lemak maggot adalah pada kelompok P2 dengan bobot sebesar (137,60±2,88b), kandungan protein sebesar (37,5640±0,58d) dan kandungan lemak sebesar (63,7020±0,21d). Penelitian ini memiliki implikasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam Pemberian media tambahan susu bubuk afkir berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan bobot badan maggot (Hermetia illucens). 
Potensi Trichoderma sp. sebagai Agen Bioremediasi Limbah Cair Kelapa Sawit Luthfiah Ramadhani Kesuma; Ulfayani Mayasari; Rizki Amelia Nasution
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.419

Abstract

Salah satu sektor yang sering hadir di Indonesia adalah bisnis kelapa sawit yang  berkaitan dengan limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan industri kelapa sawit dapat menimbulkan ancaman dan mencemari lingkungan perairan. Penggunaan bioremediasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi pencemaran akibat limbah cair kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Trichoderma sp. mempunyai kemampuan dalam menurunkan kadar polutan limbah cair kelapa sawit melalui bioremediasi. Dalam penyelidikan ini menggunakan larutan yang mengandung Trichoderma sp. pada konsentrasi 5% dan 10% dalam jangka waktu yang lama. Selama 28 hari, parameter yang diukur adalah DO, BOD, COD, dan kadar minyak. Berdasarkan temuan, konsentrasi 5% Trichoderma sp. larutan meningkatkan oksigen terlarut (DO) sebesar 67,78% dan menurunkan kadar COD sebesar 72,84%, sedangkan konsentrasi 10% meningkatkan DO sebesar 72,78% dan menurunkan kadar BOD sebesar 59,87%. Pada konsentrasi 5% larutan Trichoderma sp mampu menurunkan kadar BOD sebesar 45,09% dan menurunkan kadar minyak sebesar 76,87%, dan pada konsentrasi 10% mampu menurunkan kadar BOD sebesar 59,87% dan menurunkan kadar minyak sebesar 90,75%. Dapat disimpulkan, Trichoderma sp. mempunyai kemampuan menurunkan kadar COD, BOD, dan minyak dalam limbah kelapa sawit sekaligus meningkatkan jumlah oksigen terlarut (DO) dalam air limbah. Hal ini menunjukkan bahwa jamur mempunyai potensi sebagai agen bioremediasi.