cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025" : 18 Documents clear
Problematika Berpikir Kritis pada Materi Trigonometri berdasarkan dari Tingkat Math anxiet Musodiqoh, Ummu Atiyatul; Kusno, Kusno; Jaelani, Anton
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.18359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika berpikir kritis matematis peserta didik dalam memahami materi trigonometri ditinjau dari tingkat math anxiety yang mereka alami. Trigonometri sering menjadi salah satu materi yang menantang bagi peserta didik, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan matematika tinggi. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan untuk memahami hubungan antara kecemasan matematika dan kemampuan berpikir kritis. Sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas X di SMA N 1 Mesuji Raya. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis matematis, angket math anxiety, serta wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peserta didik dengan tingkat kecemasan matematika yang rendah cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan mereka dengan kecemasan sedang atau tinggi. Semakin tinggi tingkat kecemasan matematika, semakin besar kesulitan yang dialami peserta didik dalam menginterpretasi informasi, menganalisis konsep, serta mengevaluasi hasil perhitungan dalam menyelesaikan soal trigonometri. Temuan ini menegaskan bahwa math anxiety dapat menjadi faktor penghambat dalam pengembangan berpikir kritis matematis peserta didik.
Sinergi Antara Problematika Pendidikan dan Manajemen di Sekolah Dasar: Solusi Menuju Kualitas Pendidikan Supriyanto, Dede; Puspita, Devi Hadi; Halimah, Leli
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.16625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dan efektivitas manajemen strategis dalam konteks pendidikan sekolah dasar di Indonesia, menggunakan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan metode kualitatif deskriptif, studi kasus, dan studi literatur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap kepala sekolah, guru, serta orang tua sebagai sumber data utama, sementara data kuantitatif diperoleh dari survei persepsi dan penilaian terhadap praktik manajerial di lapangan. Analisis data dilakukan dengan triangulasi dan analisis tematik guna memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategis di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, kualitas pengajaran yang belum merata, serta rendahnya partisipasi orang tua dalam proses pendidikan. Temuan dari wawancara menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara sekolah dan masyarakat, termasuk orang tua dan pemerintah lokal, merupakan faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, pemanfaatan teknologi sebagai alat pendukung praktik manajerial terbukti mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan interaktivitas, sehingga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan keterlibatan orang tua, serta optimalisasi penggunaan teknologi pendidikan untuk mewujudkan sekolah dasar yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan masa depan secara lebih efektif.
Pengembangan E-Modul Ekonomi Pada Materi Konsep Ilmu Ekonomi Fase E (Development of Economics E-Module on Phase E Economics Concept Material) Halimatusa'diah, Halimatusa'diah
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.15907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan e-modul yang berisi gambar dan tulisan yang disusun dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik berdasarkan kurikulum merdeka pada fase E. Peneliti menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) dengan model 4-D yang memuat 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Pada penelitian pngembangan ini peneliti menggunakan 1 orang ahli media dan 1 orang ahli materi yang ahli dibidangnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul ekonomi yang dikembangkan sudah layak digunakan baik dari  validator ahli media dan ahli materi. Adapun respon positif dari guru dan peserta didik berdasarkan hasil data kuesioner yang diperoleh terhadap e-modul menunjukkan bahwa e-modul dapat membantu peserta didik merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran ekonomi, sementara guru menemukan e-modul sebagai alat bantu yang berguna untuk menyampaikan materi pada proses pembelajaran.
Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Media Edukognitif Blocks (Studi Deskriptif Kualitatif pada TK Atraktif Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Afifi, Ruhana; Utami, Mulatsih Sri; Komara, Endang; Koswara, Nandang; Helmawati, Helmawati
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19443

Abstract

Observasi awal di TK Atraktif Bunda Tami, Kabupaten Tasikmalaya, menunjukkan adanya hambatan kognitif pada sebagian anak yang membutuhkan stimulus tambahan. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada puzzle berpola tetap yang kurang menstimulasi imajinasi dan eksplorasi. Penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan merupakan strategi efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui media Edukognitif Blocks, menggambarkan bentuk aktivitas pembelajaran, respon dan keterlibatan anak, serta tantangan yang dihadapi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak dan 2 guru. Tahapan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Edukognitif Blocks efektif menstimulasi kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis anak. Aktivitas belajar yang dilakukan meliputi membangun, mengelompokkan, menghitung, bermain peran, dan berdiskusi. Anak menunjukkan antusiasme, keterlibatan aktif, kerja sama, eksplorasi kognitif, serta peningkatan sikap dan refleksi. Tantangan yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan anak, kurangnya fokus, keterbatasan media, pengaturan waktu, dan evaluasi perkembangan kognitif yang bersifat subjektif.
Problematika Literasi Statistik Berdasarkan Tingkat Adversity Quotient (AQ) Pada Peserta Didik Fertikawati, Ratna; Kusno, Kusno; Gunawan, Gunawan
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.18287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan literasi statistik dalam perspektif Adversity Quotient (AQ) pada peserta didik. Literasi statistic adalah suatu kemampuan yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat memahami informasi secara tepat, dengan kemampuan literasi statistik yang baik, peserta didik akan dapat menyelesaikan masalah yang sederhana maupun kompleks berdasarkan fakta dari informasi yang ada sehingga tidak mudah terbawa opini. Sementara itu, Adversity Quotient mewakili kemampuan seorang individu dalam upaya merespon dan mengatasi rintangan. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap subjek penelitian yang berjumlah 36 peserta didik yang berada di kelas VII I di SMP Negeri 2 Mandiraja, dengan pemilihan sampel yang dianalisis menggunakan teknik purposive sampling, memilih 3 peserta didik untuk mewakili ketiga tipe Adversity Quotient pada peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket Adversity Response Profile (ARP), tes tertulis mengenai kemampuan literasi matematis, dan hasil wawancara terhadap subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik tipe climber memiliki kemampuan literasi statistik yang lebih unggul dibandingkan peserta didik tipe camper dan quitter. Tipe climber unggul dalam orientasi dan interpretasi data, serta dapat menjalankan proses literasi statistik secara sistematis. Sementara itu, tipe camper menunjukkan kemampuan baik dalam orientasi dan pemrosesan data, namun tipe quitter memiliki kemampuan literasi statistik yang rendah, ditandai dengan kesulitan dalam memahami informasi dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peneliti menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengeksplorasi media pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran bagi peserta didik dalam meningkatkan kemampuan literasi statistik berdasarkan tingkat Adversity Quotient.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XII IPA 4 di SMA Negeri 2 Ciamis dengan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) Rizaldi, Martin; Yogatama, Rilva Deni; Hendrawan, Carlos; Ratih, Dewi
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.17954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sejarah peserta didik dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada kelas XII IPA 4 SMA Negeri 2 Ciamis. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan juga angket. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif serta analisis data kualitatif. Latar belakang penelitian ini adalah peserta didik yang kurang berminat dalam mata pelajaran sejarah yang merasa cenderung membosankan karena pendekatan pendekatan pembelajaran yang diterapkan hanya fokus pada Arah dari pendidik ( berfokus pada guru ). Selain itu, juga terjadi kesenjangan pemahaman antar peserta didik, dimana tingkat pengetahuan awal yang beragam seringkali membuat peserta didik merasa kesulitan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 (pertama) dan siklus 2 (kedua), menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Pada siklus pertama dari total 36 peserta didik, hanya sebanyak 20 peserta didik yang telah mencapai nilai KKM dengan presentase ketuntasan (55%). Kemudian pada siklus kedua, setelah dilakukan refleksi serta evaluasi maka terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dimana dari total 36 peserta didik sebanyak 30 peserta didik telah mencapai nilai KKM dengan presentase ketuntasan (83%) dan nilai rata-rata kelas telah mencapai angka 80. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas XII IPA 4 berhasil meningkatkan hasil belajar sejarah peserta.
Efektivitas Project Based Learning Berbantuan Simulasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Yanti, Rini Agustin Eka; Dedeh, Dedeh; Ramdani, Bayu
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.20980

Abstract

Pembelajaran di era digital menuntut inovasi, sehingga pendidik perlu mengembangkan media dan model pembelajaran untuk menghasilkan mahasiswa yang mampu berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media simulasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain one group pretest-Posttest. Teknik Pengumpulan data menggunakan Observasi dan test dengan sampel sebanyak 30 Orang. Hasil penelitian  menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis mahasiswa setelah penerapan Model Project-Based Learning (PjBL) yang dibantu media simulasi. Hasil tes awal (Pre-test) menunjukkan rata-rata skor sebesar 70.53, Setelah intervensi pembelajaran, skor rata-rata pada tes akhir (Post-test) meningkat drastis menjadi 91.73. hal ini menunjukkan bahwa Penerapan Model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media simulasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, dengan rata-rata peningkatan sebesar 66.77% yang termasuk dalam kategori sedang.
Intercultural Sensitivity Perceptions among Graduate Students in Indonesia and Malaysia Trisnawati, Diana; Kamarudina, Azni Yati; Zakariaa, Abd Razak; Kumalasari, Dyah
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.21151

Abstract

The aim of this study was to measure the level of intercultural sensitivity (IS) exhibited by graduate students, explore their perceptions of IS, and analyze the strategies employed by graduate students to enhance their IS. The mixed methodologies employed to address the objectives of the study. The Intercultural Sensitivity Scale (ISS) developed by Chen and Starosta (2000) and two reflective items were included in the online questionnaire. The findings revealed there is no significant different level of IS among graduate students in Indonesia and Malaysia. The participants suggested various aspects of IS perceptions were proposed, encompassing the Perspective of Life: Acceptance, appreciation, and comprehension of cultural differences; Respect for multiple cultures; and Proficient guidance on encounters with different cultures. Multicultural educational environments within universities have the capacity to implement various strategies aimed at fostering IS among graduate students. These strategies include participation in multicultural classrooms, engagement in students' activities, cultivation of students' self-awareness, enhancement of communication skills, and provision of support services by the university

Page 2 of 2 | Total Record : 18