cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
EVALUASI KINERJA SISTEM IRIGASI WADUK CENGKLIK TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi semua makhluk hidup. Ketersediaan air dalam kualitas yang baik dan kuantitas yang memadai merupakan hal yang mutlak diperlukan. . Pada musim penghujan, debit air yang sangat besar menjadi penyebab bencana banjir; sedangkan pada musim kemarau, debit air yang kecil menjadi penyebab kekeringan. Belajar dari kondisi alam seperti ini, manusia berusaha mencari cara untuk mengatur ketersediaan air, salah satunya adalah dengan membangun waduk. Agar waduk dapat selalu memberikan layanan yang  sesuai dengan yang direncanakan maka dibutuhkan pemeliharaan yang baik pada setiap aspek. Salah satu waduk yang berfungsi sebagai penampung air untuk keperluan  irigasi adalah waduk Cengklik yang berada di Kabupaten Boyolali Propinsi  Jawa Tengah. Umur waduk sekarang ini telah mencapai 89 tahun. Walaupun volume tampungannyu berkurang karena adanya sedimentasi tapi menurut pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa laju sedimen waduk relatif kecil. Pengelolaan lahan  di kawasan DAS Waduk Cengklik yang baik, membantu mengurangi masuknya sedimen ke waduk sehingga tidak menjadi kendala operasional waduk.
FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP DESAIN PASAR TERBAN YOGJAKARTA DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesan kumuh, kotor,sumpeg dan semrawut adalah kondisi yang tercermin disuasana  Pasar Tradisional pada umumnya pasar-pasar yang ada di Indonesia. Kondisi suasana yang demikian ini akibat dari kegiatan jual beli dari para pengguna pasar yang padat  pengunjung dengan fasilitas bangunan yang tidak memadai Lebih lanjut suasana yang terjadi seperti ini dapat menjadikan para pengunjung pasar menjadi panas/gerah bahkan kemungkinan bisa terjadi bahwa beberapa pengunjung dapat mengalami depresi jiwa atau stress. Kalau susana sudah menimbulkan dampak sepeerti itu maka pembangunan kembali atau renovasi pasar tidak bisa ditunda lagi. Didalam proses renovasi pasar tradisonal solusi untuk menghindarkan suasana kegiatan pasar tersebut yaitu dengan merancang suatu pasar disamping penataan fisik bangunan yang menyangkut arsitektural maupun stuktur konstruksinya, untuk dapat menampung baik pedagang sebagai penjual maupun pengunjung sebagai pembelinya, dalam suasana yang nyaman maka diperlukan suatu penataan ruang non fisik bangunan yaitu penataan Ruang Terbuka Hijau yang menunjang kenyamanan bagi para pengguna pasar dalam melaksanakan aktivitas kegiatannya. Desain Revitalisasii Pembangunan Pasar Terban Yogjakarta merupakan salah satu contoh kasus Pasar Tradisional yang oleh konsultan perencananya didesain sedemikian rupa dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di pasar-pasar tradisional. Ruang Terbuka Hijau adalah sebuah taman yang fungsinya untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung untuk berbelanja. Tulisan ini akan membahas lebih dalam tentang Fungsi Ruang Tata Hijau pada desain Pasar Terban Yogjakarta .
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA (Studi Kasus Simpang Tiga Jl. Raya Solo - Sragen - Gambiran) DIAN ARUMNINGSIH DIAH PURNAMAWANTI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya pertumbuhan penduduk dan  meningkatnya arus lalu lintas dapat membuat permasalahan simpang semakin komplek dan rumit demikian juga yang terjadi di Simpang Tiga Jl.Raya Solo-Sragen – Gambiran. Untuk menilai kemampuan approach dalam melayani arus lalu lintas salah satunya adalah DS (Degree of Saturatetion /derajat kejenuhan). Apabila nilai DS > 0,85 berarti sudah berada dalam keadaan mendekati lewat jenuh (over saturate) sehingga diperlukan cara untuk menurunkan nilai derajat kejenuhan. Cara yang dipilih untuk menurunkan nilai DS adalah dengan mengganti/merubah waktu siklus pada persimpangan, DS dihitung kembali dengan waktu siklus  yang telah dirubah sampai nilai DS ≤ 0,85 setelah itu diperiksa perhitungannya dengan menghitung tundaan dan panjang antrian di persimpangan. Metode pengumpulan data adalah metode survei lapangan yang berfungsi sebagai data primer dibantu dengan data sekunder yang berupa peta wilayah penelitian dan jumlah penduduk kota Sragen. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997. Dalam hal validasi data menggunakan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997. Hasil analisis bahwa siklus di Simpang Tiga Jl. Raya Solo - Sragen - Gambiran , sudah tidak efektif karena approach Barat dan Selatan nilai DS>0,85. Sedang perubahan waktu siklus dari 96 detik menjadi 98 detik menghasilkan nilai DS ≤0,85. Sehingga waktu siklus sebesar 98 detik layak untuk digunakan di Simpang Tiga Jl. Raya Solo-Sragen – Gambiran.
TINJAUAN MANAJEMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor kunci dalam pengembangan jasa pekerjaan konstruksi nasional adalah peningkatan kemampuan usaha, terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, serta peningkatan peran masyarakat secara aktif dan mandiri dalam melaksanakan kedua upaya tersebut. Sedangkan peningkatan kemampuan usaha ditopang oleh peningkatan profesionalisme dan peningkatan efisiensi usaha. Sehingga terwujudnya tertib penyelenggaraan  pekerjaan konstruksi dapat dicapai antara lain melalui pemenuhan hak dan kewajiban, sekaligus adanya kesetaraan kedudukan para pihak terkait. Azas kemitraan yang saling menguntungkanpun dapat diwujudkan secara erat dalam satu kesatuan yang efisien dan efektif antar  penyedia jasa pekerjaan konstruksi.
MENGUAK SEMOLON HOT WATER FALL SEBAGAI DESTINASI POTENSIAL PARIWISATA DI KABUPATEN MALINAU INDRO SULISTYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berbagai wisata alam berbasis sungai, air terjun dan hutan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Malinau merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan. Tempat-tempat wisata di Kabupaten Malinau menjadi lebih kuat, dengan didukung oleh warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis budaya lokal (Dayak) yang dituturkan di seluruh bagian wilayah Kabupaten Malinau. Tujuan dan sasaran dari penelitian Semolon Hot Water Fall ini pada dasarnya didedikasikan bagi upaya pelestarian lingkungan alam dari sumber air panas, sungai, dan air terjun bertingkat Semolon, dan dilain pihak tersusunnya kebijakan terwujudnya lingkungan binaan (pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata alam) yang mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan alaminya. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah Secara umum tujuan pendekatan perencanaan pengembangan pariwisata kawasan Semolon terdiri atas tercapainya pertumbuhan (growth), pemetaan (equity) dan keberlanjutan (sustainability) dimana konsep pendekatan perencanaan, mengacu pada pariwisata berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dimana manifestasi strategi implementasinya bisa ke dalam berbagai tingkatan, nasional regional atau pada level kawasan. Hasil yang didapatkan dari penelitian Semolon Hot Water Fall ini adalah rekomendasi dan kelayakan pengembangan wisata Semolon, berdasarkan kajian atas: kepariwisataan wilayah yang menggambarkan data potensi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Malinau maupun Kawasan Wisata Semolon, Potensi lingkungan strategis baik secara internal maupun eksternal (lokal, nasional, regional maupun global) yang memiliki kaitan langsung maupun tak langsung terhadap pengembangan kepariwisataan Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Malinau, lebih khusus bagi Kawasan Wisata Semolon, kondisi dan kelayakan kepariwisataan daya tarik wisata Semolon, yang meliputi deskripsi dan analisis terhadap kondisi dan perkembangan komponen atau aspek-aspek pembangunan kepariwisataan dalam konteks kewilayahan. Kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dapat dikembangkannya Semolon Hot Water Fall, sebagai destinasipotensial kepariwisataandi Kabupaten Malinau berbasis Wisata Alam.
KAJIAN KEKUATAN PADA STRUKTUR BALOK GRID PERSEGI KUSDIMAN JOKO PRIYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem struktur direncanakan sedemikian rupa agar struktur tersebut aman dan kuat saat menerima beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut, Beban yang bekerja pada sistem struktur adalah berat sendiri struktur, beban akibat hunian atau pemakaian struktur, pengaruh angin, dan semua jenis beban yang diasumsikan bekerja pada  suatu struktur. Struktur bangunan direncanakan tidak hannya aman dan kuat namun harus dipertimbangkan terhadap efisiensi biaya yang diperlukan. Agar hal tersebut dapat dicapai, maka pada praktek perencanaan struktur harus mempertimbangkan jenis struktur dan model struktur yang akan diterapkan. Sistem struktur grid terdiri dari elemen-elemen struktur satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan berpotongan saling tegak lurus atau berpotongan saling diagonal untuk membentuk satu kesatuan struktur yang saling memberikan perkuatan. Jenis struktur yang bisa diterapkan adalah struktur balok grid persegi, dimana  sistem kerjanya yang mendekati kenyataan praktek dilapangan. Struktur grid dapat dipakai pada bentangan yang cukup lebar, dan bentuknya dapat dibuat sesuai keinginan. Struktur grid mempunyai sifat utama mampu mendistribusi beban pada kedua arah secara seimbang dan mampu mendistribusi beban dan gaya-gaya dalam seperti halnya momen secara merata pada kedua arah bentangan.. Pada balok dengan ukuran yang sangat pendek dibandingkan dengan panjang bentangnya mempunyai kekuatan dan sifat kekakuan yang sangat kurang, sehingga  akan mengakibatkan adanya lendutan atau defleksi dari balok menjadi besar. Lendutan atau defleksi yang besar ini harus dicegah agar balok masih dapat berfungsi dan memberikan kenyamanan untuk berpijak bagi para penghuninya.
PERWUJUDAN SIMBOLISME SITIHINGGIL UTARA KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT (Analisis pada Aspek Arsitektur Secara Makro) RULLY RULLY
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitihinggil Utara (Lor) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu bagian wilayah Paseban Lor (Utara) pada Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam media budaya orang Jawa, simbolisme merupakan media untuk menguraikan atau menggambarkan sesuatu. Simbolisme dalam budaya Jawa sangat menonjol peranannya dalam religi, tradisi/adat istiadat dan ilmu pengetahuan. Aspek arsitektur adalah pandangan terhadap wujud arsitektur. Di dalam aspek fisik arsitektur antara lain terdiri dari :  tata bangunan, orientasi bangunan, denah, dinding dan bukaan, atap, sistem struktur, ornamen dan ragam hias, bahan bangunan yang digunakan, sumbu/axis. Dalam ungkapan fisik arsitektur hubungan ruang dibagi menjadi ruang di dalam ruang, ruang-ruang yang saling berkaitan, ruang-ruang yang bersebelahan, ruang-ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama, Berdasarkan analisa konsep tata letak bangunan Sitihinggil Utara ditinjau dari aspek perancangan arsitekturnya aura magis pada Sitihinggil Utara terwujud pada orientasi bangunan-bangunannya yang menuju ke arah pusat (Bangsal Sewayana). Sehingga bangunan yang merupakan pusat orientasi tersebut mempunyai nilai kesakralan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang lain disekitarnya. Hubungan ruang atau wilayah yang terdapat pada Sitihinggil Utara saling berkaitan, keraton menggambarkan proses perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan hidup dan menuju ke alam baka.
TATAGUNA LAHAN WADUK KEDUNGOMBO ( Studi tentang masalah Sosial Ekonomi dan Budaya ) SURYO HANDOYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo adalah salah satu bangunan infratruktur hasil rekayasa Sarjana Teknik Sipil yang diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kelancaran sosial ekonomi masyarakat sekitar.  Sebagai waduk multi-fungsi telah memberikan konstribusi yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun aspek lainnya, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Namun dengan berjalannya waktu, muncul permasalahan baik yang menyangkut kondisi waduk, bendungan dan bangunan-bangunan pendukungnya serta permasalahan kawasan di sekitarnya. Permasalahan kondisi waduk dan bendungan tersebut antara lain adalah: sedimentasi yang tinggi sehingga mengurangi kapasitas waduk , semakin rusaknya DAS Kedung Ombo dan  banyaknya bangunan liar yang tidak terkendali yang dibangun di kawasan waduk, baik daerah pasang-surut maupun daerah sabuk hijau/green belt (Hasil kunjungan lapangan, Juli 2006). Disamping itu terjadi masalah lingkungan di kawasan ini antara lain: menurunnya kualitas air waduk, kekurangan air bersih bagi masyarakat sekitar waduk, sanitasi, penyaluran air buangan limbah ke waduk dan permasalahan konservasi yang menyangkut konservasi hutan, tanah, dan air.
POTENSI KOTA YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KECAMATAN GALUR KULON PROGO DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan atau lingkungan perkotaan di Indonesia sangatlah pesat pada dasa warsa terakhir ini. Perkembangan tersebut tidak hanya didominir oleh kota-kota besar saja, akan tetapi sudah merambah pada wilayah pedesaan terutama pada tingkat kecamatan. Faktor utama yang menimbulkan perkembangan kota adalah perkembangan jumlah penduduk serta perkembangan teknologi informasi dalam dunia moderen saat ini. Kedua faktor perkembangan tersebut dapat merubah desa menjadi kota, kota kecil menjadi kota besar dan kota besar dapat menjadi kota metropolitan. Pengaruh informasi moderen melalui informasi elektronik yang lebih dikenal dengan internet merupakan pengaruh yang luar biasa terhadap sikap dan prilaku manusia yang hidup dalam suatu kawasan. Perubahan pola hidup moderen yang berpengaruh pada sikap dan prilaku manusia dalam suatu kawasan mengakibatkan perubahan kawasan atau pengembangan kawasan/lingkungan yang bisa berkembang secara fisik atau non fisik. Pengembangan fisik ini apabila dibiarkan berkembang secara alamiah dapat menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Desa Brosot yang merupakan ibukota kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogjakarta semula adalah sebuah desa kecil yang dalam perkembangannya berubah menjadi kota kecil pada tingkat kecamatan. Perubahan tingkatan perkotaan ini akan terus berlanjut dari waktu ke waktu dan apabila tidak dilakukan penataan akan berkembang menjadi kota yang tidak terarah yang berkembang secara alamiah dan akan menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Studi Perencanaan Rencana Teknis Ruang Kawasan (RTRK) Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Propinsi DIY yang dilakukan oleh penulis mempunyai tujuan dan manfaat: Menciptakan pola pemanfaatan ruang yang lebih terarah dengan kemudahan dalam pelaksanaan program pembangunan serta kemudahan bagi Pemerintah dalam mengambil kebijaksanaan pembangunan dan dijamin secara hukum. Potensi yang mendukung pengembangan suatu kota meliputi, kondisi gografis, geologis, topografi, perekonomian , industri dan perdagangan dan fasilitas kota yang ada seperti fasilitas perhubungan dan transportasi, serta infrastruktur yang dimiliki. Melalui kajian serta pemaparan tentang potensi pendukung dalam Rencana Teknis Ruang Kawasan diharapkan akan mendapat bahan atau data yang menentukan dalam penyusunan RTRK tersebut.
STUDI KEBERADAAN CITY WALK TERHADAP FUNGSI PERUNTUKAN (Study kasus City Walk Jl. Slamet Riyadi Surakarta) ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang dan lingkungan hidup mengandung arti yang sangat luas karena kota yang baik merupakan kesatuan ruang yang direncanakan berdasarkan kebutuhan komponen penyusunan ruangnya, sehingga dapat menciptakan suasana kenyamanan dan kesehatan bagi warganya. penelitian ini dibatasi pada kemungkinan dampak yang ditimbulkan dengan keberadaannya city walk baik dampak positif maupun negatif terhadap fungsi dan peran dalam kaitannya penataan perkotaan Surakarta secara lebih luas. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengkaji Keberadaan city walk  terhadapfungsi dan peran dalam lingkungan perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (Applied research).pendekatan kuantitatif dan fenomenologis, namun pendekatan fenomenologis ini merupakan pendekatan yang populer di dalam penelitian studi perilaku. Untuk penelitian ini digunakan pendekatan fenomenologi rasionalistik.Pengalih fungsian city walk menjadi tempat area PKL,parkir roda dua maupun empat, city walk yang seharusnya nyaman bagi difabel dan nondifabel justru akan terganggu dengan hadirnya kendaraan bermotor roda dua yang melewati untuk menghindari kemacetan di jalan utama, sehingga diperlukan penanganan yang cukup baik. Bagi pengguna yang tidak mengikuti tata tertip / aturan yang terkait dengan pemfungsian city walk perlu diberikan pengertian dan  sangsi.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue