Articles
189 Documents
NEGOSIASI KOOPERATIF DALAM PROSES MEDIASI GUNA MENJAMIN KEBERLANGSUNGAN RUMAH TANGGA
Mulya Nurani, Sifa
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4363
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik negosiasi kooperatif dalam proses mediasi guna menjamin keberlangsungan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah kuatitatif dan bersifat studi pustaka. Data primer penelitian berupa literatur-literatur yang membahas teknik negosiasi kooperatif dalam proses mediasi rumah tangga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Peneliti mendokumentasikan literatur-literatur yang membahas teknik negosiasi kooperatif untuk dilakukan analisis data. Sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Hasil penelitian menyebut BP4 dapat melakukan mediasi atas persengketaan suami istri dalam rumah tangga yang menggiring pada tindak perceraian melalui teknik negosiasi kooperatlif. Dalam penerapannya, BP4 untuk melakukan; 1) komunikasi secara inten kepada masing-masing pihak yang bersengketa; 2) menggunakan teknik negosiasi kooperatif dengan menjunjung nilai-nilai kebersamaan; 3) memberi jawaban terbaik atas masalah-masalah yang dihadapi yang bersengketa; mendistorsi teknik negosiasi kompetitif dan teknik negosiasi kompromi jika dinilai kurang efektif. Kata kunci: Negosiasi, Kooperatif, Mediasi.
Pertarungan Politik dan Keberpihakan Produk Hukum : Analisis Polemik Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK)
Kokotiasa, Wawan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4415
Kontroversi revisi UU KPK yang menyeruak di ruang publik beberapa waktu yang lalu menarik untuk dilihat dalam perspektif politik hukum. Dalam pendekatan politik hukum lahirnya sebuah produk hukum (Undang-Undang) adalah resultan dari pertarungan politik di arena kekuasaan. Polemik yang muncul seputar penetapan UU KPK adalah bukti bahwa ada kekuatan politik yang sedang bersaing ide dan gagasan dalam membidani lahirnya sebuah produk hukum. Penelitian ini merupakan kajian historis – kualitatif dengan pisau analisis wacana untuk memahami teks, konteks dan proses yang terjadi. Ditunjang teori hukum, kekuasaan dan pengetahuan artikel ini meneguhkan bahwa UU No. 19 Tahun 2019 sebagai regulasi yang mengatur institusi pemberantasan korupsi di Indonesia merupakan produk konfigurasi politik yang sedang berkuasa. Atas nama responsive terhadap dinamika dan perubahan yang bergulir persaingan ide dan gagasan dimenangkan oleh arus besar pro-revisi UU KPK yang notabene disokong relasi kuasa antara legislatif dan eksekutif. Sementara kubu yang menolak revisi UU KPK mayoritas berada diluar kekuasaan dan hanya ditopang oleh moralitas publik yang terakumulasi dalam gerakan civil society.
PELINDUNGAN HUKUM MEREK TERKENAL DALAM PRINSIP DILUSI MEREK
Muhammad Rifqi Fauzi
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4608
Merek dalam kegiatan bisnis diperuntukan untuk mengidentifikasikan asal barang dan jasadari suatu perusahaan dengan barang dan/atau jasa perusahaan lain dan image, kuatilas atau reputasi barang dan/atau jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Umum Tokopedia, Praktik Dilusi Merek Dalam Penjualan Pakaian Terkenal di Tokopedia, dan Tinjauan Hukum Dilusi Merek di Tokopedia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif. Hasil penelitian ini adalah tokopedia adalah salah satu marketplace yang ada di Indonesia Pengusaha melakukan bisnis di dalam aplikasi perusahaan Tokopedia memasarkan produk yang sangat bervariasi. Beberapa pengusaha pakaian yang menjual pakaian di Tokopedia ditemukan menerapkan atau melakukan penjualan dilusi merek yaitu kaos Adidas menjadi “adadehâ€, Nike just do it menjadi “butuh duitâ€, My Trip My Adventure menjadi “My Trip tergantung duitâ€, dan merek gucci menjadi merk cuci. Upaya hukum dalam perlindungan hukum merek terkenal juga dapat ditempuh melalui jalur non litigasi sesuai Pasal 93 UU MIG yaitu: “Selain penyelesaian gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 para pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa. Penting kiranya untuk menambahkan adanya perlindungan hukum terhadap dilusi merek sebagai aspek perlindungan secara moral dan ekonomi bagi pemilik merek dan/atau pemegang hak merek.
METODE DAKWAH BIL LISAN USTADZ KHAIRUL ANAM DALAM MEMAHAMKAN AL-QUR’AN KEPADA ANAK-ANAK DI PROGRAM MOBILE QUR’AN
Dewi Sakinah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4609
Dakwah merupakan kegiatan yang bertujuan membuat perubahan positif dalam diri manusia. Perubahan positif ini diwujudkan dengan peningkatan iman. Dakwah ditujukan kepada semua kalangan termasuk anak – anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Metode Dakwah Bil lisan Ustadz Khairul Anam Dalam Memahamkan Al-Qur’an Kepada Anak-Anak Di Program Mobile Qur’an Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Temuan dari penelitian ini yaitu Model dakwah Bil lisan yang dilakukan oleh Ustadz Khairal Anam dalam Program Mobile Qur’an ada 4 bagian yaitu model pembukaan salam yang menarik, model berkisah, model memahamkan Al – Qura kepada anak – anak dan model mengapresiasi anak – anak. Ustadz Anam menyusun tujuan yang akan digapai, metode yang akan ditujukan kepada sasaran dengan menggunakan Metode, tema, serta teknik persiapan yang telah disiapkan yang digunakan. Strategi seperti itulah yang dipersiapkan oleh Ustadz Khairul Anam ketika mau melakukan aksi Mobile Qur’an. Semua itu dilakukan agar pesan dakwah yang disampaikan bisa diterima dengan mudah, sehingga dakwahnya bisa efektif dan tujuannya bisa tercapai dan dapat tersampaikan dengan baik. Model dakwah yang telah peneliti temukan dalam Program Mobile Qur’an ini, lebih kepada seni atau ciri khas dari objek tersebut, yang mana sangat berbeda dengan cara pendakwah-pendakwah yang lain.
SISTEM PENGELOLAAN TABUNGAN PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT)
Agus Toni, MA;
Muhlis, S.H.I, ME
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4638
Persaingan pada lembaga keuangan merupakan keniscayaan yang harus dihadapi dalam rangka menjaga eksistensi operasinal sebuah lembaga. Koperasi Syariah yang dalam operasionalnya memperkenalkan produknya tidak hanya penyimpanan dana melainkan juga mengelola dana nasabah sangat berperan dalam membantu meningkatkan produktiftas ekonomi masyarakat. Setiap lembaga keuangan khusunya Koperasi Syariah mempunyai inovasi dalam pengembangan lembaganya. Baik dalam bentuk jenis pembiayaan maupun pelayanan kepada nasabahanya.Salah satu inovasi dalam pengembangan pelayana lembaga keuangan Koperasi Syariah dapat diwujudkan dengan jemput tabungan atau simpanan kepada nasabah yang dilakukan lembaga. Hal ini tentunya meringankan nasabah dalam bertransaki di lembaga keuangan tanpa menambah biaya admin ke lembaga terkait. Tentunya dengan salah satu inovasi tersebut meskipun tidak diatur secara implisit dalam regulasi perkoperasian namun juga tidak ada larangan dalam melakukan jenis pelayanan penjemputan simpanan dana nasabah maka dapat disinyalir dalam hal muamalah prantek tersebut diperbolehkan untuk diterapkan.
Transformasi Peran dan Fungsi Zakat (Aktualisasi Pemikiran Kyai Sahal dalam Pemberdayaan Zakat)
Eldwin Muhammad;
Hasan, Asyari
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v9i2.4692
Sebagai salah satu bentuk ajaran agama dengan cirinya yang khas sebagai ibadah di satu sisi dan sekaligus bermakna sosial (kemanusian) pada sisi yang lain, zakat dengan segala varian dan jenisnya harus benar-benar bisa diberdayakan sebagai bagian perwujudan Islam rahmat li al-alamin. Zakat harus bisa dihadirkan sebagai institusi agama (syari’at) yang dekat dan akrab sebagai etika sosial masyarakat, bukan saja sebagai jembatan penghubung antara mustahiq dan muzakki. Lebih dari itu, kehadiran zakat juga harus (dimaksimalkan) bisa sebagai solusi terhadap berbagai problem sosial kemasyarakatan seperti kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan lainnya. Tulisan tentang aktualisasi pemikiran Kyai Sahal tentang zakat ini merupakan hasil penelusuran terhadap literatur-literatur yang berkaitan dengan pemikiran tersebut. Selain sebagai jawaban atas kegelisahan penulis terhadap model pelaksanaan dan distribusi zakat yang hingga saat ini belum bisa secara maksimal memberikan manfaat secara nyata dan memiliki nilai produktif khususnya bagi sasaran dari zakat (harta) itu sendiri, tulisan ini bisa menjadi kajian dan referensi pengelolaan zakat sehingga benar-benar bermanfaat sebagai indikator ekonomi dan kesejahteraan.
GREEN ECONOMY: RECONCEPTION OF ISLAMIC ECONOMIC'S JUSTICE PRINCIPLE
Ni'matul Ulya, Husna
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 01 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i01.4659
Changes and environmental damage due to economic activity in an economic system that impacts the scarcity of natural resources give rise to a new concept of a green economic system that continues the concept of sustainable development. The green economy can be understood by one keyword of justice for inter and intra-generation. In Islamic economics, this concept already existed before the thought of sustainable development in 1987 and green economy in 1989. This research aims to analyse and compare the concept of justice from the green economy and Islamic economics perspective using a qualitative approach in literature research from various secondary sources (books, articles, rules, and internet data). This study shows a relationship in the concept of value or the principle of justice in the green economy or Islamic economics conception. The equation lies in how the goal will be achieved. The difference in conception between the two lies on which the two systems are based and the epistemology of both. Green economics is rooted in the development of western economics, starting from Adam Smith and followed by other western economic scientists. In contrast, Islamic economics is based on the Qur'an and Hadith. The community’s welfare is determined by economic activities that maintain justice for inter and intra-generation in all fields. Keywords: green economy, sustainable development, justice, Islamic economy
DINAMIKA DAN POLA PEMBENTUKAN WOMEN ENTREPRENUER PADA KELUARGA ALUMNI MIGRAN (KAMI) KABUPATEN PONOROGO
Ririn Tri Puspita Ningrum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 01 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i01.4784
Abstrak: Kesejahteraan dan percepatan pertumbuhan ekonomi sebagaimana tuntutan masyarakat ekonomi ASEAN tidak terlepas munculnya diskusi-diskusi kritis tentang perempuan dan pekerja perempuan migran. Di satu sisi, pekerja perempuan terutama pekerja migran Indonesia menyumbang signifikansi devisa Negara yang besar. Di sisi lain, pekerja migrant perempuan masih sulit terlepas dari problematika gender dan diskursus sakralitas budaya patriarkhis masyarakat konservatif. Upaya perempuan untuk ikut berkontribusi pada keterpenuhan ekonomi keluarga dalam konsep women entrepreneur melalui ranah publik sering menabrak tembok tebal peliknya relasi gender keluarga dan konservatisme budaya patriarkhis masyarakat. Penelitian ini berupaya memotret bagaimana praktik tiga objek material variabel tersebut di atas yakni relasi gender, sakralitas budaya patriarkhis dan pembentukan women entrepreneur terutama yang terjadi pada anggota KAMI Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan persepsi emic kualitatif untuk menyingkap makna di balik fenomena yan tampak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks budaya patriarkhi, pola relasi gender yang terjadi dalam keluarga pada umumnya menempatkan laki-laki (suami) sebagai otoritas pemegang kuasa dalam rumah tangga. Purna pekerja migrant anggota KAMI Ponorogo yang memutuskan untuk tidak kembali bekerja keluar negeri memiliki pola relasi gender yang lebih terbuka dan egaliter. Hal tersebut dikarenakan telah terjadinya proses asimilasi dan akulturasi pemahaman gender hasil dari pengalaman pekerja migrant perempuan yang telah ia lalui dan saksikan sebagai asisten rumah tangga pada pola relasi gender yang terjadi pada keluarga majikan di mana pekerja migrant tersebut bekerja. Pola relasi gender yang lebih terbuka dan tidak sexist serta tidak patriarkhis membentuk konsep relasi gender yang baru di keluarganya dimana peran domestik perempuan mulai kabur dan di satu sisi peran publiknya semakin menguat. Kata Kunci: Relasi Gender, Patriarkhis, Women Entrepreneur, Alumni Migran
Harmonisasi HARMONISASI EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI PANCASILA DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA
Marsudi, Kenlies Era Rosalina;
Amanda Tikha Santriati
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 01 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i01.4813
Ekonomi Pancasila merupakan sebuah konsep pemikiran mengenai perencanaan dan pelaksanaan perekonomian tingkat nasional dengan kerangka pikir yang berlandaskan penjabaran nilai-nilai yang ada dalam paradigma Pancasila. Penururuan stabilitas perekonomian di Indonesia saat ini semakin menunjukkan bahwa implementasi ekonomi Pancasila sendiri telah melenceng dan condong pada sistem perekonomian liberalis kapital yang akhirnya menyebabkan terjadinya ketimpangan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu sistem ekonomi Islam yang bersumber dari tatanan nilai ajaran agama Islam dirasa perlu dikaji lebih dalam sebagai sebuah solusi bagi keadaan ini mengingat nilai-nilai Islam merupakan salahsatu sumber nilai yang digunakan sebagai pembentukan hukum positif atau kebijakan-kebijakan peraturan yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini menganalisis harmonisasi dari ekonomi Islam dan ekonomi Pancasila terhadap berbagai kebijakan pemerintah dalam menghadapi gempuran liberalis kapital global. Metode penelitian menggunakan studi literatur, dengan memaparkan teori yang berhubungan dengan judul yang diperoleh dari buku, jurnal dan media online. Penelitian ini menemukan bahwasannya ekonomi Islam dan ekonomi Pancasila jika disandingkan sesungguhnya memiliki tujuan yang sama yaitu kesejahteraan dan keadilan bagi semua orang. Sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi Pancasila pada dasarnya jika dikolaborasikan dengan baik akan menciptakan sebuah perekonomian nasional yang stabil, kuat dan handal. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk mewujudkan sinkronisasi ekonomi Pancasila dan ekonomi Islam ini membuahkan hasil yang baik adalah dukungan dan komitmen pemerintah dalam hal membuat kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bagaimana Harmonisasi teori ekonomi islam dan ekonomi Pancasila dalam berbagai kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah indonesia menjadi hal yang perlu untuk dipahami dan segera diwujudkan mengingat gencaran ekonomi liberal yang semakin kuat di masa ini.
Revitalisasi Kelembagaan Bumdes Dalam Upaya Meningkatkan Kemandirian dan Ketahananan Desa
Ash-shidiqqi, Ellectrananda;
Lusia Indrastuti
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 10 No. 01 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/el-wasathiya.v10i01.4663
UU No. 6 Tahun 2014 mengenai Desa adalah spirit baru untuk BUMDes bertransformasi jadi lembaga perekonomian yang vital. Posisi ini amat strategis untuk BUMDes selaku lembaga ekonomi dan lembaga sosial yang berpotensi menjadikan masyarakat desa diberdayakan. BUMDes penting dilakukan pengkajaian kajian yang menggali tentang permasalahan seputar BUMDes masih sangat minim, apalagi yang menggali dengan spesifik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah memotret BUMDes serta membandingkannya di waktu bersamaan. Perbandingan BUMDes yang bisa berkembang serta bertahan dengan BUMDes yang kurang tidak berkembang. Perbandingan yang dihasilkan berguna untuk bahan revitalisasi kelembagaan guna menjasikan ketahanan serta kemandirian desa menjadi semakin meningkat.