cover
Contact Name
Miftahus Surur
Contact Email
surur.miftah99@gmail.com
Phone
+6285258173692
Journal Mail Official
edusaintek@stkippgri-situbondo.ac.id
Editorial Address
Jalan Argopuro Gg. VII Mimbaan Panji Situbondo 68322 Telp. (0338) 4591781 Hp. 085258173692
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 1858005X     EISSN : 26553392     DOI : -
Jurnal pendidikan sains dan teknologi diterbitkan oleh STKIP PGRI Situbondo sebagai wadah bagi civitas akademika STKIP PGRI Situbondo serta kalangan guru, dosen, peneliti, praktisi dan pemerhati pendidikan yang peduli terhadap perkembangan penelitian tentang Teknologi pembelajaran, Media Pembelajaran, Pendidikan Virtual, Perangkat lunak pendidikan, Teknologi digital dalam pendidikan, Pembelajaran Multimedia, ELearning ,Massive Open Online Course (MOOC), Rapid Learning.
Articles 513 Documents
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERORIENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN Eges Triwahyuni; Pascalian Hadi Pradana
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v8i2.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui rancang bangun e-learning berorientasi pembelajaran inkuiri berbasis pendidikan karakter pada mata kuliah desain pembelajaran, 2) mengetahui kelayakan e-learning berorientasi pembelajaran inkuiri berbasis pendidikan karakter pada mata kuliah desain pembelajaran, 3) 5 mengetahui keefektifan e-learning berorientasi pembelajaran inkuiri berbasis pendidikan karakter pada mata kuliah desain pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model Borg & Gall. Subjek coba pada uji kelayakan adalah mahasiswa semester 3 tahun akademik 2020-2021 sebanyak 35 orang mahasiswa sedangkan subjek coba pada uji efektifitas adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pembelajaran Universitas PGRI Argopuro Jember semester 2 tahun akademik 2021-2022. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini berupa angket, tes hasil belajar, dan lembar pengamatan perilaku berkarakter. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: 1) rancang bangun pengembangan e-learning meliputi langkah analisis kebutuhan, pengembangan desain pembelajaran, membangun course e-learning, evaluasi formatif, dan evaluasi sumatif, 2) hasil validasi ahli materi pada aspek pembelajaran memperoleh skor 4,36 (sangat baik) dan pada aspek isi/materi memperoleh skor 4,8 (baik), hasil validasi ahli media pada aspek tampilan memperoleh skor 4,28 (sangat baik) dan pada aspek pemrograman memperoleh skor 4,44 (baik), hasil uji coba lapangan pada aspek pembelajaran memperoleh skor 4,61 (sangat baik) dan pada aspek isi/materi memperoleh skor 4,55(sangat baik), pada aspek tampilan memperoleh skor 4,56 (sangat baik) dan pada aspek pemrograman memperoleh skor 4,67 (sangat baik), 3 hasil uji efektifitas menunjukkan sig 0.000 atau kurang dari 0.05, maka dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan e-learning Edutech Smart pada mahasiswa semester 2 tahun akademik 2021-2022 mata kuliah desain pembelajaran. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan efektif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah desain pembelajaran.
ANALISIS SELF EFFICACY DAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY Lisma Dian Kartikasari; Darsih Idayani
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.386

Abstract

This study aims to describe the condition of self-efficacy and student learning activities when the Knisley learning model is applied in the classroom. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach assisted by percentage calculations. Data were collected by using observation, interviews, and questionnaires for class VII students at SMP Ainul Huda. From the findings, it can be known that the average self efficacy of learners for the category of high self efficacy levels was obtained by 23.3% and self efficacy with a moderate level category of 56.78%. Meanwhile, self-efficacy for the low-level category averaged 19.33%. Based on the results of observations and interviews, it is known that the learning activities of students which are divided into 4 main indicators are obtained that the 1st indicator of student learning activities is considered good, the second indicator of student learning activities is considered quite good, the 3rd indicator is considered quite good and student learning activities on the 4th indicator are considered very less. Based on the research findings, it can be concluded that the application of the Knisley learning model in mathematics learning is quite effective in increasing students' self-efficacy and learning activities but less effective in triggering students' learning activities to think creatively or reflectively (indicator 4).
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN 5 TILANGO KABUPATEN GORONTALO Halim Irmayani
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.394

Abstract

Permasalah dalam peneltian ini yaitu : bagaimana pengaruh media pembelajarandan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di kelas V SDN 5 Tilango Kabupaten Gorontalo. Tujuannya yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembelajarandan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di kelas V SDN 5 Tilango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Eksperimen Faktorial 2x2 untuk memperoleh data yang digunakan tes motivasi belajar dan tes hasil belajar PKN. Analisis penelitian dengan ANAVA dua jalur yang kemudian dilanjutkan dengan uji tuckey. Hasil penelitian ini: (1) Hasil belajar PKN siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media LCD lebih tinggi dari hasil belajar PKN siswa yang dibelajarkan dengan media gambar (2) Terdapat pengaruh interaksi antara media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PKN (3) Terdapat perbedaan hasil belajar PKN pada kelompok siswa yang memiliki motivasi tinggi, yaitu hasil belajar PKN siswa yang dibelajarkan dengan media dari pada siswa yang dibelajarkan dengan media gambar (4) Terdapat perbedaan hasil belajar PKN pada kelompok siswa yang memiliki motivasi rendah, yaitu hasil belajar PKN siswa yang dibelajarkan dengan media LCD lebih rendah dari pada siswa yang dibelajarkan dengan media gambar.
MENINGKATKAN PRESTASI DAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DENGAN MENGGUNAKAN KATA KATA ACAK BAHASA INGGRIS Rita Sita Dewi; Asri Widiatsih
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.395

Abstract

Kosakata merupakan hal yang penting bagi siswa sebagai langkah awal mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Kosa kata penting karena kata membawa isi dari apa yang ingin kita katakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan kata-kata acak dapat meningkatkan prestasi dan partisipasi aktif siswa dalam kelas XII IPS 1 di SMAN Pakusari. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan item tes, wawancara dan checklist. Implementasi kata-kata acak dikombinasikan dengan kelompok kecil dan guru memberikan jenis kata acak kepada siswa. Mengacak kata meningkatkan prestasi kosakata siswa pada siklus 2 dari persentase skor siswa pada siklus 1 70 (60%) dan pada siklus 2 ≥70 (80%) dan partisipasi aktif siswa pada siklus 1 75% (60% ) pada siklus 2 (83%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kata kata acak mampu meningkatkan penguasaan kosakata siswa dan partisipasi aktif siswa kelas XII SMAN Pakusari
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DALAM MEMBENTUK SIKAP 3S (SENYUM, SAPA, SALAM) KELAS III DI SDI MIFTAHUL HUDA PLOSOKANDANG KEDUNGWARU TULUNGAGUNG Nik Haryanti; Winarto Winarto; Muhibbudin Muhibbudin; Thoha Putra
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.396

Abstract

Siswa Sekolah Dasar pada umumnya anak usia sekitar umur 6 – 12 tahun merupakan tahap penting bagi penerapan pendidikan karakter bahkan hal yang fundamental bagi kesuksesan perkembangan karakter peserta didik. SDI Miftahul Huda Plosokandang Kedungwaru Tulungagung telah menerapkan pendidikan karakter. Peserta didik di SD Islam Miftahul Huda Plosokandang Kedungwaru Tulungagung ditunjukkan dengan peserta didik yang selalu bersalaman ketika guru baru datang. Pendidikan karakter dalam pembiasaan di sekolah perlu diterapkan guna membentuk karakter dari para peserta didik pembiasaan ini dapat dilakukan melalui budaya 3S. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: 1). wawancara, (2). observasi, (3). dokumentasi. Pada saat pengumpulan data, data yang telah diperoleh diuji dengan menggunakan metode triangulasi dan ketekunan pengamatan dan keabsahan data. Dari hasil analisis data terbukti: 1) Pendidikan karakter siswa dalam membentuk sikap 3S kelas III di SD Islam Miftahul Huda Plosokandang Kedungwaru Tulungagung, dapat dibuktikan dari hasil angket siswa bahwa rata-rata atau prosentase yang diperoleh mengenai pendidikan karakter siswa dalam membentuk sikap 3S yaitu 81.31 dalam predikat atau kategori Baik. Rata-rata atau prosentase yang diperoleh mengenai observasi siswa yaitu yaitu 82.22 dalam predikat atau kategori Baik. Rata-rata atau prosentase observasi guru yaitu yaitu 91.11 dalam predikat atau kategori Sangat Baik. 2) Pendidikan karakter siswa dalam membentuk sikap 3S kelas III di SD Islam Miftahul Huda Plosokandang Kedungwaru Tulungagung dilakukan dengan jalan: a) penerapan pendidikan karakter religius siswa dilakukan dengan pembelajaran iman dan taqwa dan dalam kegiatan pembelajaran dengan adanya doa di awal pembelajaran dan doa di akhir pembelajaran. b) penerapan pendidikan karakter disiplin siswa dilakukan dengan diadakannya peraturan tata tertib yang sudah ditetapkan di sekolah. c) penerapan pendidikan karakter cinta damai siswa dilakukan dengan selalu memberikan arahan kepada siswa untuk selalu bersosialisasi dengan siswa yang lain. 3) Faktor pendukung penerapan pendidikan karakter 3S yaitu guru selalu datang lebih awal, sehingga siswa datang mengucapkan salam dan menyapa kepada guru-gurunya. Faktor penghambat penerapan pendidikan karakter 3S yaitu masih adanya siswa yang datang terlambat, sehingga membuat program 3S menjadi kurang lancar dan siswa yang terlambat, harus menunggu dibukakan pintu oleh guru kelas.
UPAYA MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK DI SDN PUJERBARU 01 KECAMATAN MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Tri Wijiastutik
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.402

Abstract

Rendahnya mutu pembelajaran di SDN Pujerbaru 01 kecamatan Maesan kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2019/2020 menjadi fokus penelitian tindakan sekolah (PTS). Hal ini diperkuat dengan hasil penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilakukan kepala sekolah rata-rata 59 dengan kriteria kurang baik. Sedangkan hasil penilian terhadap praktek pelaksanaan pembelajaran di kelas sebelum dilakukan penelitian rata-rata 56 dengan kriteria kurang baik. Penggunaan metode diskusi kelompok menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kepala sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dengan dua siklus dan setiap siklus terdapat 1 kali pertemuan. Kesimpulan hasil penelitian adalah metode diskusi kelompok guru dapat meningkatkan mutu pembelajaran khususnya dalam hal menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan praktek pembelajaran di SDN Pujerbaru 01 kecamatan Maesan kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2019/2020. Metode diskusi kelompok guru sangat efektif sebagai sarana diskusi dan tukar pendapat dengan mengoptimalkan beberapa aspek kesiapan mental dan fisik guru, kesiapan bahan, tanggungjawab, diskusi (berfikir bersama) dan interaksi (bertanya). Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil penilaian dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada siklus 1 sebesar 83 (bak) dan pada siklus 2 sebesar 92 (sangat baik). Sedangkam hasil penilaian terhadap praktek pembelajaran di kelas pada siklus 1 rata-rata 81 dengan kriteria baik, sedangkan pada siklus 2 rata-rata 91 dengan kriteria sangat baik.
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENCAPAI KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS XII DI SMK NEGERI 1 BOYOLANGU TULUNGAGUNG Winarsih Winarsih; Moh. Gufron
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.406

Abstract

The existence of Guidance and Counseling services has strong legality and has become an integrated part of the national education system with the explicit recognition of the title of counselor in Law no. 20/2003 on the National Education System. Recognition of the legality of the counselor profession is in line with the paradigm of thinking that contains the concept of redefining education and the prepositions of guidance and counseling. Guidance is the process of providing assistance to individuals that is carried out continuously, so that the individual can understand himself, so that he is able to direct himself and can act naturally, in accordance with the demands and circumstances of the family and society. Career guidance is an activity and assistance service to students with the aim that they gain an understanding of the world of work as well as a guide on how to achieve it. In the context of implementing career guidance services in schools, every educator is required to understand deeply and thoroughly about the basics or main ideas that underlie the implementation of career guidance in schools. With this understanding, educators are expected to be able to strengthen confidence and a greater sense of responsibility. In general, the purpose of career guidance in schools is to assist students in understanding themselves and their environment, in making decisions, planning, and directing activities that lead to careers and ways of life that will give a sense of satisfaction according to, in harmony, and balance with themselves and their environment. In order for career guidance in schools to function properly in accordance with the goals that have been set, a supervisor or school counselor needs to pay attention to the principles of career guidance in schools, especially in the preparation of program implementation services.
PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP ANTUSIASME SISWA KELAS X TKJ PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL DI SMK KHAMAS ASEMBAGUS Kholiqin Kholiqin; Dyan Yuliana; Firman Jaya
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.242

Abstract

This study aims to determine whether or not there is an influence of learning videos on the enthusiasm of class X TKJ students in Simulation and Digital Communication subjects at Khamas Asembagus Vocational School. This study uses quantitative methods of observation, interviews, questionnaires and documentation. Based on data analysis using validity tests, reliability tests, normality tests, correlation coefficients and the results of the hypothesis (t-test) resulting in a questionnaire with 20 respondents, it is declared valid because Rcount > Rtable (0.444) and the residual value is normally distributed because the significance (0.200) > 0 ,05. Thus, learning videos are very influential with evidence at a high level of influence on student learning enthusiasm because they are able to provide motivation for students so that they do not feel bored and are not always monotonous in the teaching and learning process.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN PROGRAM KETARUNAAN DI SMA NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI DHARMASRAYA Efrita Yanti; Sirajul Munir; Yusuf Salam
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.408

Abstract

This study aims to reveal the form 1). Principal management planning in the youth program, 2). Implementation of principal management in the youth program, 3). Supervision of the principal's management in implementing the Ketaruna program at SMA Negeri 1 Sungai Rumbai. The research method used in this research is qualitative research with the type of case study. Collecting data using observation, interview, and documentation techniques. To ensure the validity of the data used triangulation technique. The results of this study indicate that 1). Planning in the form of participatory-based cadet policy programs and supporting infrastructure is outlined in the school's vision and mission by involving all school residents and other stakeholders. 2). Its implementation is in the form of integrated non-academic activities in learning in order to develop the talents, interests and abilities of students through extracurricular activities for the physical development of cadets. 3). Supervision of the youth program which is supervised by the principal and supervisor and assisted by the person in charge of the field (pokja) and the deputy principal. The conclusion of this study shows that the Ketaruna based school program begins with participatory planning, systematic implementation, and evaluative supervision.
MASA DEPAN PENDIDIKAN AGAMA DAN TANTANGAN PLURALISME AGAMA DALAM RUANG PUBLIK GLOBAL Abdullah Latuapo
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i1.409

Abstract

Globalisasi telah membuka pintu perjumpaan antar agama dalam satu “rumah besar”.Hal ini menghadirkan konsekwensi pelik; persinggungan antar claim of truthyang makin tak terhindarkan!Dalam kondisi demikian, pluralisme bersemai perlahan dalam relung-relung kehidupan umat beragama.Menawarkan netralitas sikap dan kesatuan pandangan bagi masa depan bersama. Namun tentu saja penerimaan kedua paham masih menjadi diskursus panjang dan berliku, bahkandiantara pemeluk agamasendiri.Bagai simalakama;menerima tawaran sekularisme dan pluralisme dapat menjebak keber-agamaan kedalam jurang nihilism, sementara berpegang teguh pada keyakinan rigid hanya akanmenjerumuskan kedalam lubang hitam absolutisme, keduanya merupakan kutub yang sama berbahaya.Tantangan globalisasi juga akan merubah ”wajah” agama-modernyang sangat jauh berbeda dengan agama-tradisional sebelumnya;dimana agama tidak lagi ‘berwibawa’, solid dalam satu kesatuan (umat), melainkan terfragmentasi kedalam individu-individu yang beragam. Ini tentu bukan pertanda agama akanterpinggirkan di ranah privat-individual, melainkan justru tampil mengemuka di ranah publik, melalui figur pribadi-pribadi yang tidak kalah saleh-nya dengan otoritas ulama-pendetaformal. Religiusitas-modern masa depan ditandai dengan tampilnya pribadi-pribadi layaknya “mullah”, imam, yang sibuk mencerdaskan keber-agamaan dirinya di ruang publik. Dan akhirnya, ruang publik (public sphere) sendiri mengalami perubahan signifikan, yang bahkan pergi jauh meninggalkan idealisme sang penggagasnya, Habermas. Masa depan pendidikan agama menemukan tantangan signifikan, otoritas kebenaran menjadi terfragmentasi kedalam pemahaman individu-individu yang sangat beragam, model pendidikan menjadi sangat terbuka dengan berbagai perbedaan, dan sangat kritis terhadap kesepahaman (permufakatan).

Page 6 of 52 | Total Record : 513