cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Prof. Moh. Yamin (Kompleks SMAN III Tegal)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamika Pendidikan
ISSN : 08542172     EISSN : 27747786     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the publication.
Articles 375 Documents
PENGGUNAAN MEDIA MANIK-MANIK DALAM MATERI AJAR PENJUMLAHAN INTEGERS MATA PELAJARAN MATEMATIKA -, Warningsih
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika adalah suatu ilmu yang bidang penelaahannya adalah bentuk-bentuk atau struktur yang abstrak. Karena sifatnya yang abstrak, maka dalam pembelajarannya sangat dibutuhkan benda-benda konkret sebagai perantara atau alat peraga. Dalam hal ini alat bantu belajar atau alat peraga sangatlah diperlukan adanya ketika proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses pembelajaran salah satu unsur yang sangat berperan penting adalah belajar dan motivasi. Solusi penulis menggunakan media manik–manik dalam pembelajaran, penjumlahan bilangan bulat karena media manik–manik dapat menunjukkan dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna buat mereka, meningkatkan keaktifan mereka dan membuat mereka merasa senang ketika belajar. Berdasarkan hasil observasi dinyatakan bahwa prestasi belajar masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal, terutama pada kompetensi penjumlahan bilangan bulat. Rendahnya nilai siswa, diakibatkan adanya masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru mengenai materi tersebut, bahkan banyak siswa yang bermain sendiri ketika diberi materi pelajaran. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media manik-manik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika tentang penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas Dengan demikian penerapan pembelajaran menggunakan media manik-manik sangat efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan bulat, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI MELALUI PEMBELAJARAN KOLABORATIF Sembiring, Eperaim
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum Pendidikan Agama Kristen adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang Agama Kristen, sehingga menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan, berperangai mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen belum mencapai hasil belajar yang diinginkan. Pemilihan model pembelajaran yang digunakan guru saat akan mengajar akan memberikan hasil yang baik jika diterapkan dengan baik. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan secara Kolaboratif diharapkan memberi perubahan yang cukup berarti dalam proses pencapaian hasil.  penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah. Penelitian dilakukan terhadap siswa Kelas X SMA Negeri 97 Jakarta pada semester ganjil tahun Pelajaran 2018/2019. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan (a) motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menggunakan pembelajaran yang bersifat Kolaboratif sebanyak 90% siswa. Lebih lanjut lagi, (b) pengurangan persentase rasa malu yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran sebanyak 27,5% siswa. Dalam (c) proses belajar sebanyak 55% lebih memilih cara pembelajaran Kolaboratif. Perlakuan pembelajaran dengan menggunakan Kolaboratif sebanyak 87,5%. Dengan kata lain, pembelajaran Kolaboratif sangat efektif dalam proses belajar dan di minati para siswa di banding model pembelajaran klasikal.
UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE Ambarawati, Sakti
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya masih kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai ulangan yang dicapai siswa. Pemilihan suatu model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan keaktifan siswa, serta memberikan iklim kondusif atas perkembangan daya nalar, kreativitas dan inovasi yaitu model pembelajaran Example Non-Example. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pelaksanaan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.6 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 201 Jakarta di dengan  jumlah 34 siswa. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Example Non-Example memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu : 63,24 % (siklus I) ; 75,29 %  (siklus II) ; 85,15 % (siklus III). Model pembelajaran ini sangat efektif untuk meningkatkan kembali materi ajar yang telah diterima siswa selama ini, sehingga mereka merasa siap untuk menghadapi pelajaran berikutnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM MATERI AJAR HIMPUNAN BILANGAN -, Liftianah
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan matematika dianggap sulit serta tidak dipahami oleh siswa sebagaimana hasil wawancara dengan siswa MTs.N1 Jepara yang sebagian dari mereka menyatakan bahwa pelajaran matematika sulit untuk dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada  pelajaran  matematika  dengan  Materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (action research). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan: (1) pada siklus I diperoleh nilai rata-rata  sebesar  75,06 dan sebanyak 18 siswa sudah mencapai ketuntasan belajar  sedangkan 14 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 2,55 yang menunjukkan kategori cukup sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 2,6 yang berkategori cukup, (2) pada siklus II diperoleh hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata sebesar 83,22 dengan ketuntasan belajar mencapai 87.5 % atau sebanyak 28 siswa sedangkan 4 siswa ( 12,5 %) tidak mencapai nilai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 3,55 yang menunjukkan berkategori baik sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 3,5 yang berkategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
OPTIMALISASI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “PBL” PADA MATERI AJAR TEKS EKSPLANASI BAHASA INDONESIA Agustin, Maria Ulfa
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rata-rata nilai siswa pada kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan materi teks eksplanasi di SMK Negeri 7 Jakarta belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah, yakni 76. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami teks eksplanasi masih kurang sehingga diperlukan upaya untuk memahamkan siswa terkait materi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi yang dicapai siswa kelas XI.TR.1/Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode yang digunakan  adalah metode deskriptif analisis hasil  Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dengan satu prasiklus dan dua siklus dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, yakni hipotesis dan rumusan perhitungan data berupa nilai siswa. Data tersebut diolah dan dihitung presentasenya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam mempelajari Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi. Hal ini dibuktikan dengan data peningkatan ketuntasan dari 45% pada tahap prasiklus menjadi 83% pada siklus I dengan nilai rata-rata 79. Keberhasilan belajar meningkat lagi pada siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DISERTAI EKSPRESI PADA MATERI TEKS LISAN MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH DENGAN METODE DEMOSTRASI Tao Hutabarat, Anita Maria
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan peneliti terhadap kemampuan siswa yang masih rendah dalam berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan mata pelajaran bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi dengan pendekatan scientific approach dapat meningkatkan kompetensi siswa dan aktivitas belajar siswa dalam berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan mata pelajaran bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan (action research) yang dirancang dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 3 Jakarta tahun ajaran 2018/2019 pada semester ganjil. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa. yang dibuktikan dengan tingkat keberhasilan pada siklus I sebesar 55,3%, kemudian mengingkat menjadi 100% pada siklus II. Sehingga nilai keberhasilan pada siklus I dan siklus II adalah 77,65%. Aktvitas belajar siswa pada silkus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yang signifkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penggunaan pendekatan scientific approach untuk berkomunikasi disertai ekspresi pada materi teks lisan bahasa Inggris.
PEMBELAJARAN IPA TENTANG PROSES PEMBENTUKKAN TANAH DENGAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH -, Mughinah
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran SAINS di SDN Kebon Kosong 05 Pagi, khususnya kelas V yang berlangsung selama ini belum mencapai KKM, indikasinya adalah dari 40 siswa yang saya teliti baru 50%  yang mencapainya  . Kegagalan tersebut disebabkan kurangnya motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang proses pembentukan tanah dengan pemanfaatan lingkungan sekolah. Prosedur pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan prosedur siklus tindakan kelas dalam dua siklus tindakan. ada setiap siklus tindakan, penelitian, dan kolaborasi, melakukan kegiatan–kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, observasi, serta evaluasi dan refleksi. Keberhasilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekolah dibuktikan dengan semakin meningkatnya persentase motivasi dari angket yang disebarkan kepada 40 responden dari setiap siklus yaitu 70,59% pada siklus I, yang berarti masih dibawah target, dan pada siklus II hasil yang dicapai sebesar 81,73%, atau sudah mencapai target. Demikian juga aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pemanfaatan lingkungan sekolah. Pada siklus I persentase terlaksana indikator mencapai 83,66% kemudian mencapai 100% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah lebih dipilih untuk meningkatkan motivasi belajar karena siswa lebih aktif, dan kreatif maka semakin tinggi motivasi belajar siswa.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENGHITUNG PECAHAN MELALUI PEMBERIAN REWARD KARTU PRESTASI Lastuti, Sri
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan metode mengajar guru yang kurang tepat menyebabkan pembelajaran kurang optimal. Banyak siswa yang asyik dengan kegiatan sendiri tanpa memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru, hanya beberapa saja yang berperan aktif dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini mengakibatkan hasil belajar matematika siswa belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika melalui metode pemberian reward siswa kelas IV B di SD Kebon Baru 09 Tebet Jakarta Selatan. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Hasil penelitian metode pembelajaran dengan pemberian reward berupa kartu prestasi dapat  meningkatkan  aktvitas dan hasil belajar siswa. Sebelum dilakukan tindakan, dari 33 siswa hanya 2 siswa yang mencapai nilai KKM. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I sebanyak 23 siswa mencapai kriteria, sedangkan pada siklus II seluruh siswa sebanyak 33 mencapai nilai  rata-rata 81.31. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat setelah dilakukan tindakan. Manfaat penelitian ini bagi siswa dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika, selain itu bagi guru diharapkan dapat menambah literatur dalam penggunaan metode pemberian reward untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SLOGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI MEDIA MASSA -, Sarwiyani
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan untuk berfikir kritis dan peka pada siswa salah satunya diungkapkan melalui kegiatan menulis slogan. Namun belum banyak siswa yang dapat memahami hakikat dan praktik menulis slogan dengan baik diketahui dari hasil belajar yang tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pembelajaran menulis slogan dengan menggunakan gambar karikatur untuk meningkatkan keterampilan menulis slogan dan perubahan positif perilaku siswa terhadap pembelajaran menulis slogan. Pengambilan data dengan tes dan nontes. Alat nontes adalah observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian prasiklus, siklus I, dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas, yakni 66,28 pada prasiklus; 69,85 pada siklus I, dan 75,92 pada siklus II. Hal ini sudah memenuhi target penilaian yang ditentukam karena termasuk kategori baik. Hasil pengumpulan data nontes menunjukkan adanya perubahan tingkah laku siswa yang positif. Rata-rata skor dari hasil observasi pada siklus I mencapai 62 poin, sedangkan rata-rata skor pada siklus II mencapai 86 poin dengan peningkatan 38,7%. Inovasi model pembelajaran dalam penelitian ini adalah penggunaan gambar karikatur di media massa yang efektif untuk meningkatkan ketertarikan siswa menulis slogan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kegiatan pembelajaran menulis slogan dan dapat dijadikan referensi bagi penelitian lain.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MENULIS BUKU HARIAN MELALUI INVESTIGASI KELOMPOK TERBIMBING Sianipar, Dinar Maida
Dinamika Pendidikan Vol 10, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya mengingkatkan hasil belajar bahasa Indonesia melalui investigasi terbimbing materi menulis buku harian. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis buku harian pada Kelas VII-C SMP Negeri 55 Jakarta dengan menggunakan teknik investigasi kelompok terbimbing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-C  sejumlah 36 anak, terdiri dari laki-laki berjumlah 18 siswa dan perempuan berjumlah 18 siswa. Waktu penelitian ini sendiri berlangsung tiga bulan bulan Februari 2 sampai dengan April 2019. Langkah penelitian tindakan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan rumusan rencana tindakan, melaksanakan tindakan, obser­vasi, dan merefleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan teknik investigasi terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa pada materi menulis buku harían. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan siklus I ke siklus II. Pada siklus I sudah ada peningkatan kemampuan menulis karangan, namun belum maksimal sehingga masih perlu dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II sudah mengalami peningkatan kemampuan menulis karangan, karena hasil yang dicapai sudah maksimal sehingga penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Hal ini dinyatakan pada perolehan hasil belajar siswa yang telah mencapai standar yang diharapkan.