cover
Contact Name
M. Fahli Zatrahadi
Contact Email
m.fahli.zatra.hadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6281371856122
Journal Mail Official
alittizaan@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR Soebantas KM 15, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26203820     EISSN : 2723021X     DOI : -
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, merupakan media komunikasi ilmiah antar peminat ilmu Bimbingan Konseling Islam yang terdiri dari dosen, pakar dan praktisi, mahasiswa dan lain sebagainya. Jurnal ini mengangkat tulisan/karya ilmiah Bimbingan Konseling Islam. Artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, gagasan-gagasan orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam bahasa Indonesia. Artikel dapat berupa hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan, analisis teori, asumsi empirik yang berkaitan dengan pengembangan kajian Bimbingan Konseling Islam. Focus and Scope: 1. Konseling Islam 2. Kesehatan mental 3. Komunikasi antar pribadi 4. Bimbingan konseling islam 5. Konseling pendidikan 6. Komunikasi Persuasif
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan self-confidence siswa Amira Rahma; Nur Azmi Wiantina; Putri Rahayu S
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya self-confidence pada siswa kelas VII SMP terlihat dari sikap pasif dalam pembelajaran, keraguan menyampaikan pendapat, rasa takut melakukan kesalahan, serta kurangnya keberanian berinteraksi di lingkungan sekolah. Selama ini, penelitian mengenai layanan bimbingan kelompok lebih banyak berfokus pada hasil akhir, sedangkan pengalaman siswa dan dinamika interaksi selama layanan berlangsung masih belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Self-Confidence Siswa Kelas VII SMP Plus Al-Amin.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas enam siswa kelas VII yang memiliki self confidence rendah, guru BK, dan wali kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pengamatan berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan self-confidence siswa berlangsung secara bertahap melalui pengalaman sosial dan emosional dalam dinamika kelompok. Pada awal layanan, siswa menunjukkan rasa malu, takut dinilai negatif, dan kurang percaya terhadap kemampuan dirinya. Namun, melalui kegiatan berbagi pengalaman, diskusi, permainan kelompok, serta dukungan dari teman sebaya dan guru BK, siswa mulai merasa lebih diterima, dihargai, dan berani mengekspresikan diri. Dalam perspektif behavioristik B. F. Skinner, interaksi kelompok dan dukungan sosial menjadi stimulus yang memunculkan keberanian siswa, sedangkan reinforcement dalam bentuk pujian, apresiasi, dan respons positif dimaknai sebagai bentuk penerimaan sosial yang membantu siswa membangun keyakinan terhadap dirinya. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan self-confidence tidak terbentuk secara instan, tetapi berkembang melalui keterlibatan aktif dan pengalaman subjektif siswa selama proses layanan berlangsung.
Peran konseling individu dalam meningkatkan regulasi emosi anak di lingkungan rumah Laeli Maharani; Nur Hermatasiyah; Aceng Akhmad Munanzdar Alkafi
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling individu dalam meningkatkan regulasi emosi anak di lingkungan rumah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan untuk memahami pengalaman emosional anak secara mendalam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian terdiri atas empat anak berusia 8–12 tahun yang tinggal di Desa Kepanjen dan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur sebelum dan sesudah pelaksanaan konseling, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang didukung oleh triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu kesulitan regulasi emosi di lingkungan rumah, strategi pengalihan sebagai mekanisme koping, keterbukaan emosional dalam proses konseling, dan perkembangan regulasi emosi yang lebih adaptif pasca-konseling. Temuan menunjukkan bahwa konseling individu berbasis humanistik memberikan ruang yang aman bagi anak untuk mengungkapkan pengalaman emosional, meningkatkan kesadaran terhadap emosi yang dialami, serta mengembangkan cara-cara yang lebih konstruktif dalam mengekspresikan dan mengelola emosi. Konseling individu juga membantu anak beralih dari kecenderungan memendam atau menghindari emosi menuju komunikasi yang lebih terbuka dan adaptif. Penelitian ini menegaskan pentingnya konseling individu sebagai intervensi yang efektif dalam mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta memberikan implikasi praktis bagi konselor dan orang tua dalam menciptakan lingkungan emosional yang lebih suportif di rumah.
Teacher communication skills in the strengthening and development of student self-identity Ibnu Chalis Maulana; Rahmi Winangsih; Ing. Rangga Galura Gumelar
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher interpersonal communication plays a decisive role in shaping student self-identity, particularly in Islamic educational institutions that integrate spiritual values into daily academic life. This descriptive qualitative study investigates how verbal, non-verbal, and empathetic communication modalities employed by teachers at Madrasah Aliyah Darul Ihsan, Kota Serang, contribute to the reinforcement of student self-identity. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, participant observation, and documentation, involving six purposively selected informants: the school principal, two teachers, two students, and one parent. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing complemented by thematic coding and triangulation to ensure credibility and dependability. The findings reveal four dominant communication models practiced by teachers: (1) dialogic-interpersonal communication that promotes two-way, validating interaction; (2) verbal communication that employs motivational language, positive reinforcement, and empathetic responses; (3) non-verbal communication through supportive gestures, eye contact, smiling, and physical proximity; and (4) modeling communication wherein teachers demonstrate Islamic values through exemplary behavior. These communicative practices directly reinforce students' self-confidence, moral character, and religious identity. The study further identifies that a religiously grounded environment encompassing congregational prayers, Quranic recitation, and mentoring programs amplifies the impact of teacher communication. Findings challenge the conventional assumption that identity formation is solely a function of formal curriculum, arguing instead that a 'communicative mentoring ecosystem' is the primary mechanism of identity reinforcement in madrasah settings.
Pengaruh stereotipe terhadap perilaku tawuran remaja di sekolah Theophanny Paula Theresia Rampisela; Wa Ode Astiani; Angelica Louisa Fernanda
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawuran pelajar masih menjadi salah satu bentuk kekerasan kolektif yang sering terjadi di lingkungan pendidikan dan berpotensi mengganggu perkembangan sosial serta psikologis remaja. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap munculnya perilaku tersebut adalah stereotipe negatif antarkelompok pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stereotipe terhadap perilaku tawuran remaja di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linear sederhana. Sampel penelitian terdiri atas 50 siswa SMA/SMK di Kota Ambon yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui Skala Stereotipe yang terdiri atas 16 item dan Skala Perilaku Tawuran Remaja yang terdiri atas 20 item. Hasil analisis menunjukkan bahwa stereotipe berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku tawuran remaja (F = 10,505; p = 0,002; β = 0,411). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,180) menunjukkan bahwa stereotipe memberikan kontribusi sebesar 18% terhadap variasi perilaku tawuran, sedangkan 82% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stereotipe negatif yang dimiliki remaja terhadap kelompok pelajar lain, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk terlibat dalam perilaku tawuran. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan tawuran melalui program pendidikan yang berfokus pada pengurangan stereotipe, penguatan hubungan antarkelompok, dan pengembangan interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah.
Kelekatan orang tua dan kematangan emosi pada remaja awal di sekolah menengah pertama Criezta Korlefura; Melinda Trivena Rahajaan; Mboinyomba Mboinala Raisyati Uar
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan emosi merupakan aspek krusial dalam perkembangan psikologis remaja yang berkaitan erat dengan kualitas relasi interpersonal dan penyesuaian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Seluruh populasi siswa kelas VII yang berjumlah 300 orang ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua skala psikologi berbasis Likert empat poin: Skala Kelekatan Orang Tua (25 item valid; α = .761) yang disusun berdasarkan dimensi komunikasi, kepercayaan, dan alienasi; serta Skala Kematangan Emosi (24 item valid; α = .748) yang mengacu pada dimensi penerimaan diri, kontrol emosi, berpikir objektif, tanggung jawab, dan ketahanan terhadap frustrasi. Asumsi normalitas terpenuhi (p = .200) dan hubungan antarvariabel bersifat linear (p = .694). Analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi (r = .268, p < .001), dengan kekuatan hubungan dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas kelekatan orang tua merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang berasosiasi dengan perkembangan kematangan emosi remaja awal, di samping faktor lingkungan sekolah, teman sebaya, dan karakteristik individual.
Problematika menghafal al-qur’an dan pengalaman layanan konseling individual pada siswa tahfidz: studi kualitatif di madrasah tsanawiyah berbasis pesantren Helda Nurdianti; Febri Dahlia; Fitri Husaibatul
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi problematika yang dialami siswa tahfidz dalam menghafal Al-Qur’an serta pengalaman mereka terhadap layanan konseling individual di sebuah MTs tahfidz berbasis pesantren di Depok. Di tengah padatnya tuntutan akademik dan target hafalan, banyak siswa menghadapi hambatan psikologis yang belum banyak dikaji secara mendalam, sehingga diperlukan pemahaman dari perspektif partisipan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus pada satu lokasi (single-case study). Partisipan ditentukan secara purposive, terdiri atas lima siswa kelas IX yang teridentifikasi mengalami kesulitan menghafal, satu guru Bimbingan dan Konseling, dan satu guru tahfidz. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase dengan tahapan pengodean, pengategorian, dan pengembangan tema. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta audit trail mengacu pada kriteria Lincoln dan Guba (1985). Analisis menghasilkan empat tema: (1) problematika internal dan kondisi psikologis; (2) problematika eksternal dan manajemen waktu; (3) dampak terhadap konsistensi hafalan dan muroja’ah; serta (4) pengalaman penanganan melalui konseling individual. Temuan menunjukkan bahwa, menurut persepsi partisipan, kesiapan psikologis dan regulasi diri berperan penting dalam menjaga konsistensi hafalan, dan layanan konseling individual dipersepsikan membantu siswa mengelola motivasi, kepercayaan diri, dan waktu. Penelitian ini berkontribusi memberikan pemahaman kontekstual mengenai pengalaman konseling individual bagi siswa tahfidz di lingkungan pesantren.

Page 11 of 11 | Total Record : 106