Articles
50 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2024)"
:
50 Documents
clear
Penggunaan Metode Lagu dan Permainan Untuk Meningkatkan Kosa Kata Bahasa Inggris Pada Bimbingan Belajar Amora Luz
Yuliana Maria D’ Karmel Kara;
Gratiana Sama;
Ningsih Ningsih;
Fransiskus Maria Separ;
Salma R. Sulaiman;
Maria Priskalia De Flores;
Petracia R. Lay Lima
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.787
Kosakata merupakan salah satu komponen bahasa yang sangat penting untuk dikuasai agar dapat meningkatkan ketrampilan berbahasa (listening, reading, speaking dan writing). Kosakata merupakan dasar dari empat keterampilan bahasa tersebut. Salah satu faktor penyebab minimnya penguasaan kosakata adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bervariatif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bimbingan belajar Amora Luz Kabupaten Ende. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 20 peserta dengan tingkat Taman Kanak-Kanak dan tingkat Sekolah Dasar yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Ende. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dan para dosen Program Studi Sastra Inggris yang mengampuh mata kuliah TEFL dengan tujuan meningkatkan kosakata bahasa Inggris dan memotivasi siswa-siswi agar tertarik belajar bahasa Inggris dengan menggunakan media lagu dan permainan. Lagu yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah lagu-lagu bahasa Inggris yang diambil dari Youtube dan permainan yang bersifat edukatif. Hasil kegiatan ini dianggap berhasil karena siswa-siswi yang belajar di tempat ini sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Lagu dan permainan dapat meningkatkan kosa kata bahasa Inggris. Selain itu media ini juga dapat melatih dalam kerja kelompok, kreatif, melatih konsentrasi dan juga menambah ingatan mereka.
Kegiatan Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Produktif Melalui Bisnis Ramah Lingkungan Bersama Fina Foundation
Didin Hadi Saputra;
Masdani Masdani;
Apriana Asdin;
Bambang Triaji
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.788
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong dan mendukung masyarakat produktif agar melakukan inovasi dalam pengembangan produk berkelanjutan, dengan kolaborasi antara Fina Foundation dan komunitas Desa Pungkang, Aikmel Lombok Timur. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan tindak lanjut pengabdian. Hasil temuan dari kegiatan ini mencakup peningkatan adopsi praktik bisnis ramah lingkungan, pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, keterlibatan aktif masyarakat, dan pembentukan kemitraan yang kuat. Kesimpulan menegaskan bahwa kolaborasi ini berhasil menghasilkan inovasi dalam produk berkelanjutan, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, dan memberikan manfaat berkelanjutan. Aspek baru dan penting dari kegiatan ini adalah kontribusi teoritis dalam memperkuat kerjasama antara organisasi nirlaba dan masyarakat lokal untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan kemandirian ekonomi yang kokoh.
Pelatihan Teknik Splitting untuk Perbanyakan Koloni Lebah Tidak Bersengat Terhadap Peternak Pemula
Andi Gita Maulidyah Indraswari Suhri;
A. Hasdiansyah
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.789
Teknik splitting merupakan metode ramah lingkungan yang digunakan untuk tujuan perbanyakan koloni lebah tidak bersengat. Pada pelaksanaannya, pelatihan perbanyakan koloni lebah ini terdiri atas tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terhadap kelompok peternak lebah tidak bersengat di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sepuluh orang peternak lebah kemudian mempraktekkan secara mandiri hasil pelatihan tersebut bersama anggota kelompok peternak lainnya. Setelah kegiatan berlangsung dan dilakukan evaluasi, masyarakat pun memiliki keterampilan baru untuk memperbanyak koloninya dan meningkatan produksi madu secara cepat.
Pelatihan Pengolahan Minyak VCO Bagi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Meiyanti Widyaningrum;
Cornelis Deda
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.790
Pelatihan pengolahan minyak VCO merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang memiliki potensi besar dalam produksi kelapa. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam pengolahan minyak VCO, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui serangkaian sesi penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan. Materi yang disampaikan meliputi proses produksi minyak VCO, standar kebersihan, manajemen usaha kecil, dan pemasaran produk. Peserta dari masyarakat lokal terlibat dalam kegiatan pelatihan. Peserta pelatihan berhasil menghasilkan minyak VCO berkualitas tinggi sesuai dengan standar yang diajarkan. Hasil utama termasuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan VCO, serta peningkatan pendapatan ekonomi dan kesadaran kesehatan di komunitas setempat. Pelatihan pengolahan minyak VCO merupakan langkah baru dan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan Olahan Kudapan Berbahan Dasar Pisang Sebagai Upaya Ketahanan Pangan dan Pengembangan Wisata Kuliner di Kabupaten Nagekeo
Helena Rosalia Parera;
Maria Yovita Gaa
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.792
Salah satu upaya mempertahankan pangan dan ketersediaan pangan dalam menjaga masyarakat dari masalah kelaparan adalah dengan memberdayakan sumber daya alam yang ada disekitarannya. Salah satu upaya untuk memberdayakan pangan adalah dengan mengolah sumber daya secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Tujuan Program Desa Mandiri Pangan (DEMAPAN) adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam mengembangkan usaha berbasis produksi sumber daya local. Kegiatan pelatihan olahan kudapan berbahan dasar pisang ini, merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang program DEMAPAN ini. Masyarakat disini khususnya orang muda dapat memanfaatkan sumber daya yang ada disekitaran untuk diolah menjadi makanan yang bernilai dan menajadikan kuliner local untuk dijual kepada para wisatawan yang datang. Pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Nagekeo dan narasumbernya berasal dari pelaku UMKM dan Akademisi. Kegiatan dilakukan selama 3 (tiga) hari dengan 25 peserta yang berasal dari Orang Muda Katolik dan karang taruna Desa Marpokot dan Tutubadha. Hari pertama narasumber membagi peserta menjadi 4 (empat) kelompok yaitu kelompok 1 (Kelompok Umbi/akar Pisang), Kelompok 2(dua) kelompok batang pisang, kelompok 3 (tiga) kelompok Buah Pisang, dan kelompok 4 (Empat) Kelompok Jantung pisang. Setiap kelompok mendapatkan 1 (satu) narasumber, mereka diberikan informasi terkait bahan dasar, proses pembuatannya sampai jadi makanan. Setiap kelompok diwajibkan juga bertukar informasi tentang pengetahuan yang didapat dari narasumber untuk bisa dibuat sendiri kita selesai pelatihan. Hari kedua melanjutkan kegiatan proses masak memasak khususnya bagian akar/umbi dan buah. Untuk kerupuk perlu dijemur, setelah kering baru bisa digoreng. Hari ketiga proses pengemasan (packaging) dan penyajian kudapan yang telah diolah untuk dicoba oleh anggota pelatihan dan dijual kepada tamu yang hadir dalam acara penutupan kegiatan tersebut. Para peserta kegiatan baik narasumber/pemateri dan anggota hasil akhirnya mendapatkan sertifikat serta anak-anak muda yang berhasil menghasilkan produknya akan dibantu oleh Dinas Pariswisata setempat untuk memasarkan produknya. Untuk pematerinya setelah kegiatan bisa dihubungi untuk terus melakukan pendampingan kepada mereka sehingga bisa menghasilkan kudapan hasil buatan sendiri dan bisa dijual untuk menambah pendapatan mereka untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Edukasi Pengolahan Limbah Organik Bagi Siswa SMA N 1 Kudus
Heny Alpandari;
Winda Widyastuti;
Nindya Arini
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.793
Pengelolaan sampah organik bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Sampah organik berupa seresah daun diolah menjadi menjadi kompos yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa/siswi SMA N 1 Kudus dalam mengolah limbah organik menjadi kompos yang bernilai ekonomis. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode society parcipatory dan metode persuasive approach. Terdiri dari beberapa langkah: 1). Sosialisasi dan koordinasi dengan pihak terkait, 2). Penyampaian materi. 3) Praktik dan tanyajawab. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dikatakan telah mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta (Siswa/I SMA N 1 Kudus) untuk mengolah sampah menjadi bahan bermanfaat sekaligus produk baru yang memiliki nilai ekonomi. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya siswa yang mampu mempraktikan setiap tahapan pengomposan dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh tim pengabdian.
Edukasi Pengendalian Kutu Putih Pada Tanaman Alpukat di Desa Ternadi Kabupaten Kudus
Tangguh Prakoso;
Heny Alpandari;
Farida Yuliani;
Khairul Anwar
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.794
Budidaya alpukat mentega (Persea americana) yang ada di Desa Ternadi belum sepenuhnya menggunakan teknik yang tepat, terutama saat pengendalian hama penyakit. Pengendalian hama yang dilakukan menggunakan pestisida kimia dan tidak dilakukan pengendalian secara terpadu. Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah kutu yang berwarna putih (Paracoccus marginatus) atau dikenal juga sebagai kutu kebul. Ekskresi kutu putih menyebabkan daun menjadi berwarna hitam dan menutupi seluruh daun. Metode kegiatan adalah survei, penyuluhan, praktik, dan pendampingan. Kegiatan pengabdian dilakukan di balai Desa Ternadi tanggal 12 Desember 2022 sampai dengan 3 Januari 2023, yang dihadiri kurang lebih 30 petani alpukat Desa Ternadi. Didapatkan hasil bahwa kutu putih menjadi permasalahan utama di budi daya alpukat, sehingga dilakukan penyuluhan yang juga di lengkapi praktik pengendalian hama tersebut. Antusias dari peserta baik hal ini juga dilihat dari banyaknya peserta serta penerapan pengendalian sesuai arahan Ketika penyuluhan yang tetap diterapkan oleh masyarakat Ketika kegiatan pendampingan oleh tim.
Edukasi Pada Ibu Hamil tentang Pemberian ASI Eksklusif
Rohaya Rohaya;
Nurul Komariah;
Suprida Suprida
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.795
Pada daerah mitra diketahui masih rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan kebutuhan ASI Eksklusif untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada bayi secara maksimal. Tujuan dari Pelaksanaan Kegiatan Pengabmas ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan orang tua / ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua mengenai pentingnya dan manfaat ASI Eksklusif dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup bagi bayi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa penyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif yang diawali dengan pre test dan diakhiri dengan 1post test. Kegiatan berjalan dengan menarik dan mitra antusias serta mengajukan banyak pertanyaan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentnag ASI Eksklusif seta adanya perubahan sikap terhadap ASI Eksklusif.
In House Training Kurikulum Merdeka Menumbuhkan Budaya Demokrasi, Kreatif, dan Inovatif Guru dan Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau
Akmal Rijal;
Andri Valen
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.798
Sejak Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengumumkan penerapan kurikulum merdeka, ini telah menarik perhatian guru dan kepala sekolah untuk menyambut kebijakan baru tersebut. Implementasi kurikulum merdeka tersebut masih belum terlalu dipahami sekolah karena minimnya pelatihan yang diterima dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka sekolah menengah atas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kurikulum merdeka. In House Training Kurikulum merdeka ini diadakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau dengan diikuti 73 guru yang berlokasi di kelurahan Tabah Jemekeh Lubuklinggau. Kegiatan ini menggunakan skema pemberian materi, pelatihan, dan pendampingan. Penyajian materi melalui metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Dalam kegiatan PKM ini, adapaun hasil yang dicapai para guru peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai Implementasi kurikulum merdeka. Guru juga mendapatkan pengetahuan baru tentang kurikulum merdeka sehingga guru dapat mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proyek pelajar Pancasila, implementasi pembelajaran dan proyek pelajar Pancasila dan penilaian kurikulum merdeka dengan baik dan professional. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai produk (RPP, modul ajar, modul proyek, dan instrumen evaluasi) yang dihasilkan oleh peserta. Guru sangat antusias dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyrakat. Kegiatan ini memiliki manfaat karena mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan implementasi kurikulum merdeka dan membantu sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan ini juga memberikan rujukan teori terkait kurikulum merdeka dan implementasinya di sekolah yang ada di Indonesia.
Pendekatan Berbagi kepada Masyarakat Sebagai Kegiatan Awal pada Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar Desa Kunyi Kabupaten Polewali Mandar
Hasanuddin Hasanuddin;
Abd Rasyid;
Basri Mahmud;
Rini Rini;
Ahmad Wijayanto
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.799
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar yang merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi kegiatan KKN-T Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar Tahun 2022. Pilihan lokasi ini sangat baik karena desa ini berada di lokasi pegunungan, namun pegunungannya tidak terlalu tinggi dan jaraknya tidak terlalu jauh dari ibukota kabupaten Polewali Mandar, sehingga dapat diakses dengan mobil. Kegiatan PKM ini dilaksanakan selama 48 hari selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan berbagi yang efektif, cepat diterima oleh masyarakat setempat, dan program-programnya yang dilaksanakan mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pendekatan Berbagi dengan masyarakat menghasilkan tingkat penerimaan masyarakat yang lebih cepat terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan program tersebut dapat terwujud dengan baik karena mendapat dukungan dari masyarakat.