cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 379 Documents
Deteksi Molekuler Virus Dengue dan Chikungunya pada Nyamuk Aedes spp. di Kecamatan Cilongok Dwi Iva Fitriana; Endang Srimurni Kusmintarsih; Trisnowati Budi Ambarningrum
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.673 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.1815

Abstract

Kecamatan Cilongok merupakan salah kecamatan endemis DBD dan pernah mengalami KLB chikungunya. Deteksi virus pada nyamuk sebelum menginfeksi manusia penting sebagai peringatan dini dalam upaya pencegahan wabah di daerah endemis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui infeksi virus Dengue dan Chikungunya pada nyamuk Aedes spp. asal kecamatan Cilongok. Penelitian ini dilakukan di empat desa di Kecamatan Cilongok yang meliputi Desa Cilongok, Pernasidi, Kalisari, dan Jatisaba. Desain penelitian ini adalah studi purposive random sampling . Deteksi virus Dengue dan Chikungunya pada nyamuk dilakukan menggunakan teknik Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Hasil positif virus dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan potensi transmisi virus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Aedes spp. yang tertangkap tidak mengandung virus Dengue dan Chikungunya. Kata kunci: Aedes spp., chikungunya virus, dengue virus, teknik RT-PCR
isolasi dan identifikasi jamur endofit pada tanaman moringa (moringa oleifera Lam.) Hasnadhiazahra Rohadi; Nuraeni Ekowati; Moh Ilyas
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 1 No 2 (2019): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.738 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2019.1.2.1804

Abstract

Moringa oleifera Lam. is a small, perennial tree which belongs to moringaceae family. This plant is widely known for their nutritional and medicinal purposes. They can associate with microorganisms showing beneficial symbiosis called as endophytic microorganism. Endophytic fungi is microorganism capable of living within the plant tissues without harming their host. This study was aimed for obtaining pure culture of fungal endophytes from M. oleifera and then identifying them based on morphological identification. The morphological identification was done by observing both macro- and micro- morphological characteristics of the endophytic fungi. Twenty endophytic fungi were isolated from lamina, petiole and stem of M. oleifera. The genus obtained were Cladosporium, Colletotrichum, Fusarium, Phomopsis, Phyllosticta, white mycelia sterilia and black mycelia sterilia (Dematiaceae). Keywords: endophytic fungi; identification; isolation; morphology; Moringa oleifera Lam.
Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Berbagai Umur Tegakan Jati (Tectona grandis L.) di KPH Banyumas Timur Dian Putri Setiayu; Dwi Nugroho Wibowo; Edy Yani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.145 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1856

Abstract

Salah satu unit pengelolaan Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) yang mengembangkan hutan jati adalah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur. Hutan jati yang dikelola KPH Banyumas Timur terdiri dari berbagai kelompok umur. Umur tegakan berkaitan dengan tutupan tajuk dari pohon di sekitar tumbuhan bawah yang berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan bawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi keanekaragaman dan kemerataan jenis tumbuhan bawah pada berbagai umur tegakan Jati (Tectona grandis L.) di KPH Banyumas Timur. Penelitian dilakukan di Hutan jati BKPH Kebasen, KPH Banyumas Timur, dengan tiga kelompok umur tegakan yaitu 16, 20 dan 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai umur tegakan jati di KPH Banyumas Timur terdapat 34 jenis tumbuhan bawah dari 17 familia. Tegakan jati umur 16 tahun memiliki keragaman tumbuhan tertinggi dengan indek nilai penting tertinggi sebesar 42,77% pada Echinochloa colona (L.) dari familia Poaceae. Keanekaragaman tumbuhan bawah pada tegakan jati dengan umur 16 tahun sebesar 2,12 dengan kemerataan jenis sebesar 0,73. Nilai kesamaan jenis tertinggi sebesar 30,77% dari tegakan jati berumur 20 tahun sedangkan tegakan jati berumur 16 tahun dengan 20 tahun sebesar 25% dan 26,67%. Komposisi dan distribusi serta tinggi rendahnya keanekaragaman tumbuhan bawah pada ketiga tegakan jati umur berbeda, dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang terbentuk disekitar tegakan.
Pertumbuhan Dan Kandungan Vitamin C Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Pada Media Zeolit Dengan Penambahan Asam Humat Adhelia Syefanis; Elly Proklamasiningsih; Iman Budisantoso
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 1 No 2 (2019): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.895 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2019.1.2.1707

Abstract

Ipomoea reptans Poir is the most favoured vegetable that mostly known by the people because in addition having good nutrition content, it is one type of vitamin C good source other than fruits. Vitamin C is an antioxidant which is required by the body to maintain the immune of body from the damaging effect of free radicals. The addition of organic compound in the form of humic acid that has a complex structure with high molecular weight and contains an active group that can increase the growth and productivity of plants. The high availability of nutrients require a carrier such as zeolite. Zeolite is a silicate mineral which have a high cation exchange capacity (CEC) (varying between 80-180 meq/100g). The addition of zeolite as a carrier is expected to increase the production of food crops such as corn. This study aimed to know the effect of humic acid with zeolite growth media for the growth and vitamin C content in Ipomoea reptans Poir and also and to determine the concentration of humic acid that most effect to the growth and vitamin C content in Ipomoea reptans Poir. The research was conducted at the Laboratory of Plant Physiology and Greenhouse, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto by using experimental methods. The research was conducted from January 2019 to March 2019 with using completely randomized design (CRD). The parameters were observed in this study are the number of leaves, plant fresh weight, dry weight of plants, and vitamin C content. The data were analyzed by analysis of variance at the level of 95% and 99%, then following by analytical analysis BNT 95%. The results of this research showed that the addition of humic acid with a concentration of 4 g.kg-1 zeolite growing media can increase Ipomoea reptans Poir growth and the addition of humic acid to the zeolite growth media cannot increase the vitamin C content of Ipomoea reptans Poir.
Aktivitas Enzimatik Isolat Jamur Auricularia sp., Trametes sp., dan Pholiota sp. pada Pewarna Remazol Brilliant Blue R dengan Variasi pH Agung Wiriat Putra Pratama Hadi; Ratna Stia Dewi; Ajeng Arum Sari
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.325 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1772

Abstract

Limbah dari industri tekstil berupa zat warna sintetik seperti Remazol Brilliant Blue R (RBBR) dapat menimbulkan pencemaran lingkungan akibat sifat zat warna RBBR yang toksik dan sulit terurai. Isolat Auricularia sp.,Trametes sp., dan Pholiota sp. memiliki enzim yang mampu mendekolorisasi komponen pewarna RBBR. Aktivitas enzim lignolitik seperti lakase yang dimiliki jamur mampu mengoksidasi pewarna tekstil. Aktivitas enzim lakase dipengaruhi oleh jenis jamur yang digunakan, pH, suhu, dan waktu inkubasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim lakase dari isolat jamur Auricularia sp., Trametes sp., dan Pholiota sp. dalam pewarna RBBR pada nilai pH berbeda, serta mengetahui isolat pada pH optimum yang memiliki aktivitas enzim lakase dalam pewarna RBBR. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas yang diamati adalah jenis isolat dan kondisi pH (4, 8, dan 12), sedangkan variabel tergantungnya adalah kemampuan isolat dalam menghasilkan enzim. Parameter utama yang diamati adalah aktivitas enzim Lakase. Parameter pendukung terdiri atas nilai bobot kering miselium. Hasil menunjukan ketiga isolat memiliki aktivitas enzim lakase dalam RBBR dengan pH berbeda. Aktivitas tertinggi terdapat pada Trametes sp. dalam RBBR dengan pH 4 yaitu sebesar 101,9 U/mL. Aktivitas terendah terdapat pada Aricularia sp. dalam RBBR dengan pH 4 sebesar 48,6 U/mL.
Aktivitas Enzimatik Isolat Trametes spp. dari Kebun Raya Baturraden dalam Pewarna Batik dengan Variasi Konsentrasi Indigosol Blue Glukosa Mutia Syarifah Adrir; Ratna Stia Dewi; Ajeng Arum Sari
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.595 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.1810

Abstract

Indigosol Blue merupakan salah satu zat warna sintetik Antraquinon yang digunakan sebagai pewarna biru pada industri pencelupan tekstil dan bersifat rekalsitran dan non-biodegradable, sehingga tidak mudah rusak oleh perlakuan kimia maupun fotolitik. Isolat Trametes sp. diyakini memiliki kemampuan mentransformasi komponen pewarna melalui mekanisme degradasi enzimatik. Trametes sp. mampu menghasilkan enzim ekstraseluler ligninolitik yang dapat mendegradasi komponen xenobiotik dalam limbah pewarna indigosol menjadi bentuk yang tidak toksik di lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan tiga isolat uji dalam menghasilkan enzim dalam pewarna Indigosol Blue pada konsentrasi glukosa berbeda serta mengetahui isolat dengan konsentrasi glukosa optimum yang memiliki aktivitas enzim terbaik dalam pewarna Indigosol Blue. Pengukuran aktivitas enzimatik dilakukan dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat-isolat uji dapat menghasilkan enzim dalam pewarna Indigosol Blue pada konsentrasi glukosa berbeda. Aktivitas enzim pada masing-masing perlakuan berbeda-beda dan menunjukkan hasil yang signifikan. Data uji lanjut memperlihatkan bahwa isolat Trametes sp. strain A memiliki aktivitas enzim terbaik dalam pewarna Indigosol Blue dengan konsentrasi glukosa 0,5%. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi glukosa di atas 0.5% dapat menghambat aktivitas lakase, sehingga aktivitas lakase dalam zat pewarna rendah. Kata kunci: enzim ligninolitik, fungi, glukosa, Indigosol Blue, Trametes sp.
Kualitas Yoghurt dengan Penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E Yolandina Salsabila Putri; Dyah Fitri Kusharyati; Hendro Pramono
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.579 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1802

Abstract

Yoghurt merupakan produk pangan fungsional hasil fermentasi dari susu yang melibatkan peran bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Menurut beberapa penelitian terdapat BAL yang memiliki ketahanan lebih baik dalam saluran pencernaan manusia, yaitu Bifidobacterium sp.. Selain itu, Bifidobacterium sp. memiliki manfaat diantaranya adalah meningkatkan fungsi pencernaan, menurunkan kolestrol, sebagai antioksidan dan anti inflamasi, mengurangi gejala alergi, serta dianggap sebagai salah satu bakteri probiotik yang penting dalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E terhadap kualitas yoghurt dan mengetahui konsentrasi Bifidobacterium sp. Bb2E yang terbaik dari segi organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan adalah perbandingan konsentrasi starter yoghurt yang berbeda dari BAL L. bulgaricus, S. thermophillus dan substitusi Bifidobacterium sp. Bb2E dengan perbandingan 2:2:0 (Y0), 2:2:1 (Y1), 2:2:2 (Y2), dan 2:2:3 (Y3). Variabel dalam penelitian ini, variabel bebas, yaitu konsentrasi Bifidobacterium sp. Bb2E dan variabel terikat, yaitu kualitas yoghurt. Parameter utama adalah kadar asam laktat. Parameter pendukung, yaitu total BAL pada yoghurt, nilai pH, dan sifat organoleptik pada yoghurt. Data diolah dengan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf kesalahan 5%. Penambahan Bifidobacterium sp. Bb2E tidak memberi pengaruh nyata terhadap kualitas yoghurt dari segi kadar asam laktat, pH, dan total BAL dan yoghurt dengan starter Lactobacillus bulgaricus : Streptococcus thermophillus : Bifidobacterium sp. Bb2E dengan perbandingan konsentrasi 2:2:3 merupakan yoghurt yang disukai konsumen dengan nilai rata-rata tertinggi pada uji organoleptik.
Pengaruh Pemberian Asam Humat pada Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Polifenol Daun Binahong (Anredera cordifolia) FNU Riyandi; Elly Proklamasiningsih; Rochmatino Rochmatino
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.246 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.1967

Abstract

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) merupakan salah satu tanaman obat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Kandungan senyawa aktif utama pada daun Binahong yaitu flavonoid yang merupakan salah satu senyawa golongan polifenol. Jenis flavonoid yang terkandung pada daun Binahong adalah flavonol. Penggunaan asam humat dapat meningkatkan kualitas media tanam sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong dan menentukan konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan asam humat pada media pasir dengan konsentrasi 0 g. kg-1; 4 g. kg-1; 8 g. kg-1; 12 g. kg-1 dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman meliputi jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman, serta kandungan polifenol pada daun Binahong. Data yang diperoleh dianalisis ragam atau Analisis of variance (ANOVA) dengan taraf uji 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat pada media tanam mampu meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong dengan konsentrasi 12 g.kg-1.
Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Pada Berbagai Umur Tegakan Pinus (Pinus merkusii) Di KPH Banyumas Timur Aulia Rahmawatu; Dwi Nugroho Wibowo; Edy Yani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 1 No 2 (2019): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.334 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2019.1.2.1852

Abstract

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur merupakan salah satu unit pengelolaanPerum Perhutani yang mengembangkan hutan Pinus. Hutan pinus KPH Banyumas Timur terdiri dari berbagai umur. Keanekaragaman tumbuhan bawah dapat dipengaruhi oleh tutupan tajuk yang berkaitan dengan umur dari pohon di sekitar tumbuhan bawah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan kemerataan jenis tumbuhan bawah pada berbagai umur tegakan pinus (Pinus merkusii) di KPH Banyumas Timur. Penelitian ini dilakukan di hutan pinus dengan tiga kelompok umur yang berbeda di BKPH Kebasen, KPH Banyumas Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada berbagai umur tegakan pinus di KPH Banyumas Timur terdapat 36 jenis tumbuhan bawah dari 19 famili. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa keanekeragaman tumbuhan bawah pada berbagai umur tegakan pinus di KPH Banyumas Timur semakin tua umur tegakan pinus maka semakin sedikit jumlah jenis tumbuhan bawah. Jumlah jenis tumbuhan bawah dengan umur 12 tahun didapatkan sejumlah 20 spesies selanjutnya disusul umur 24 tahun sejumlah 18 spesies dan umur 29 sejumlah 15 spesies. Kemerataan jenis tumbuhan bawah pada berbagai umur tegakan pinus di KPH Banyumas Timur merata.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus Menggunakan Pelarut dan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ellen Evita; Nuniek Ina Ratnaningtyas; Dini Ryandini
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.95 KB) | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1989

Abstract

Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis, seperti anti-kanker, anti-diabetes, dan penyakit kardiovaskular, namun masih belum ada informasi sebagai anti-bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis pelarut yang menghasilkan rendemen tertinggi dan memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi terhadap E. coli dan S. aureus, mengetahui pengaruh umur simplisia terhadap aktivitas anti-bakteri, mengetahui konsentrasi terendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol terhadap E. coli dan S. aureus. Penelitian ini diawali dengan proses ekstraksi senyawa antibakteri dari C. comatus menggunakan metode maserasi. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas anti-bakteri ekstrak C. comatus dilakukan terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas anti-bakteri menggunakan simplisia berumur 7 bulan yang telah disimpan di lemari pendingin dan dibandingkan dengan ekstrak dari simplisia berumur 4 minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penggunaan pelarut dan konsentrasi ekstrak yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dari ekstrak etil asetat, namun aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu menunjukkan aktivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi terendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 6,75% dari kedua ekstrak. Secara umum lebih baik terhadap S. aureus lebih peka terhadap kedua ekstrak dibandingkan E. coli.

Page 4 of 38 | Total Record : 379