cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 379 Documents
Nafsu Makan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Bunting Yang Mengkonsumsi MSG Organik dan Sintetis Aryanti, Firma; Setyaningsih, Endang; Febriyanti, Amalia; Sagita, Ninit Putry; Putri Febrianti, Ulya Ananda; Nur Fauziah, Daniar Eka; Tias, Eriza Putri Ayu Ning; Wicaksono, M. Galih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi MSG organik dan MSG sintetis terhadap nafsu makan tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar bunting. Penelitian ini didasari oleh tingginya prevalensi stunting di Indonesia, yang dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen true eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan postest only control design. Tikus dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol (pakan normal), kelompok MSG organik 60 mg/kgBB, kelompok MSG organik 120 mg/kgBB, kelompok MSG sintetis 60 mg/kgBB, dan kelompok MSG sintetis 120 mg/kgBB. Data nafsu makan dianalisis menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA) dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan MSG organik dan MSG sintetis memiliki rata-rata nafsu makan yang berbeda secara signifikan. Kelompok MSG sintetis dengan dosis 60 mg/kgBB memiliki nafsu makan tertinggi, diikuti oleh kelompok MSG organic 120 mg/kgBB, kelompok kontrol, kelompok MSG sintetis 60 mg/kgBB, dan kelompok MSG sintetis 120 mg/kgBB. Penelit ian ini menunjukkan bahwa konsumsi MSG organic dapat meningkatkan nafsu makan pada tikus putih strain wistar bunting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji efek jangka panjang konsumsi MSG organik dan MSG sintetis terhadap kesehatan tikus, serta untuk mengkaji potensi MSG organik sebagai alternatif penyedap makanan yang lebih aman.
Etnobotani Tumbuhan Paku di Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumastan Nitrogen Sukarsa, Sukarsa; Budisantoso, Iman; Samiyarsih, Siti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13831

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) mempunyai nilai penting bagi masyarakat Desa Kemutug Lor, karena lokasinya berbatasan langsung dengan hutan di sekitar Baturraden. Tumbuhan Paku memiliki nilai ekologi dan nilai ekonomi bagi kehidupan masyarakat. Nilai ekologi peranannya sebagai tumbuhan bawah dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Tumbuhan ini sangat penting dalam pengaturan tata air dan mencegah erosi, sedangkan nilai ekonomi banyak dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan tumbuhan paku oleh masyarakat perlu terus ditinggkatkan. Pencapaian pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, diperlukan identifikasi dan arahan pemanfaatan terhadap potensi sumber daya tersebut, berdasarkan berbagai aspek kajian yang terkait. Salah satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang hubungan masyarakat dengan tumbuhan dan lingkungannya adalah etnobotani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman spesies tumbuhan paku dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Eksplorasi pengetahuan lokal masyarakat di lakukan dengan snowball sampling. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, data kuantitatif didasarkan atas perhitungan Use Velue dan Plant Part Use. Hasil penelitian diperoleh 29 spesies tumbuhan paku dari 17 Famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kemutug Lor sebagai tanaman hias, media tanam anggrek, ramuan obat tradisional, bahan bangunan kandang, bahan sayuran dan sebagai pakan ternak kambing. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi: seluruh bagian tumbuhan 32%, akar 7%, batang 2%, pucuk 8 %, ental 43%, tangkai daun 5% dan daun kering 3%. Spesies yang paling banyak kegunaannya adalah Cyathea latebrosa (Wall. & Hook.) Copel, yang digunakan untuk tanaman hias, batangnya untuk tiang kandang, pot dan media tanam anggrek, entalnya untuk pakan kambing. Kata kunci: Desa Kemutug Lor, etnobotani, tumbuhan paku
Kajian Kajian Etnobotani Famili Musaceae di Desa Simpang Dua Kabupaten Aceh Selatan Salmiati, Salmiati; Sarjani, Tri Mustika; Ariska, Raja Novi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13965

Abstract

Desa Simpang Dua adalah salah satu Desa di Kabupaten Aceh Selatan yang masih memanfaatkan berbagai spesies dari famili Musaceae. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui spesies tumbuhan famili Musaceae, bagain yang dimanfaatkan dan untuk kegiatan apa saja famili Musaceae dimanfaatkan di Desa Simpang Dua Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai, pengambilan sampel secara jelajah dan wawancaraPada hasil penelitian telah diperoleh 24 spesies Tumbuhan famili Musaceae yang ditemukan di Desa Simpang Dua. Pisang abu (Musa acuminata Colla) merupakan jenis paling banyak dimanfaatkan dalam kegiatan upcara adat tradisi. Berdasarkan data perhitungan, maka nilai UV tertinggi terdapat pada Pisang abu (Musa acuminata Colla) dengan nilai (UV=0,57) dalam kegiatan upacara adat tradisi, nilai RFC tertinggi terdapat pada pisang ameh (Musa acuminata) dengan nilai (RFC=0,91) sebagai bahan pangan, bagian tumbuhan famili Musaceae paling tinggi pemanfaatan adalah buah (42%), pemanfaatan famili Musaceae dalam berbagai pontensi kegaitan paling tinggi atau paling banyak dimanfaatkan adalah bahan pangan (46,3%).
Gambaran Histologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Bunting yang Mengkonsumsi MSG Organik dan MSG Sintetis Fauziah, Daniar Eka Nur; Setyaningsih, Endang; Aryanti, Firma; Sagita, Ninit Pputry; Febrianti, Ulya Ananda Putri; Febriyanti, Amalia; Tias, Eriza putri Ayu Ning; Wicaksono, M. Galih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13968

Abstract

Perkembangan globalisasi memberikan dampak pada pola konsumsi masyarakat Indonesia, Monosodium Glutamat (MSG) atau sering disebut vetsin merupakan bahan tambahan pada masakan yang sudah tidak asing lagi. Penggunaan MSG yang melebihi takaran dan dalam waktu panjang memiliki dampak bagi kesehatan salah satunya yaitu organ ginjal, yang fungsi utama ginjal yaitu menyaring darah dan mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuh. MSG berbahan dasar organik dapat menjadi alternatif penggunaan MSG sintetis. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar bunting yang mengkonsumsi MSG organik dan MSG sintetis. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan kerusakan nekrosis sel yang bermakna antara pemberian MSG organik dan MSG sintetis yaitu dengan nilai probabilitas (sig.) adalah 0.002 < 0.05 pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Namun, pada kerusakan berupa hemoragi, diameter glomerulus, dan lebar ruang bowman tidak terdapat perbedaan kerusakan yang bermakna antara pemberian MSG organik dan MSG sintetis pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
ANALISIS KUALITAS DADIH SUSU KAMBING: PENGARUH FERMENTASI PADA BAMBU WULUNG (Gigantochloa atroviolaceae) DAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROBIOTIK Adellia, Diva; Rasyidah, -; Nasution, Rizki Amelia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14230

Abstract

Dadih susu kambing merupakan makanan fungsional yang mengandung probiotik bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas dadih susu kambing Peranakan Etawa (PE) yang difermentasi menggunakan dua jenis bambu, yaitu Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolaceae) dan Bambu Betung (Dendrocalamus asper). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan dan tiga ulangan, dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan statistik menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan fermentasi dengan Bambu Wulung menghasilkan dadih berwarna putih khas susu, tekstur padat, lembut, dan aroma susu yang khas, sedangkan fermentasi dengan Bambu Betung menghasilkan tekstur yang kurang kenyal dengan warna kekuningan. Jumlah bakteri probiotik (Total Plate Count) pada fermentasi menggunakan Bambu Wulung mencapai 1,1 × 10⁷ CFU/gr dan Bambu Betung 1,8 × 10⁸ CFU/gr, keduanya memenuhi kategori probiotik. Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menunjukkan zona bening sebesar 9,1 mm pada Bambu Wulung (kategori sedang) dan 11,4 mm pada Bambu Betung (kategori kuat). Uji hedonik oleh panelis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P > 0,05) pada parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa antara kedua media fermentasi. Kesimpulannya, media fermentasi bambu memengaruhi kualitas dadih, baik secara mikrobiologi maupun karakteristik fisik, dengan potensi antibakteri yang berbeda tergantung jenis bambu. Kata kunci: dadih susu kambing, fermentasi, bambu wulung, bambu betung, bakteri probiotik, aktivitas antibakteri, uji hedonik.
Identifikasi Lalat Buah Tangkapan dengan Umpan Buah Manis dan Buah Masam Agustina, Nurria; Jastiana, Diel Aknova; Mutmaenah, Shucy; Iklimalia, Iklimalia; Siburian, Jodion; Hamidah, Afreni; Saparuddin, Saparuddin; Tentia, Ine
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14349

Abstract

Lalat buah dari genus Drosophila sp. memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan penelitian genetika. Serangga ini banyak dimanfaatkan sebagai organisme model di laboratorium karena memiliki berbagai keunggulan unik, seperti siklus hidup yang singkat dan kemudahan perawatan, sehingga mendukung studi genetika yang lebih efisien. Keunggulan ini membuat Drosophila sp. menjadi salah satu subjek penelitian favorit dalam bidang biologi dan genetika modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lalat buah (Drosophila sp.) yang tertangkap menggunakan umpan berupa buah manis (pisang) dan buah masam (jeruk nipis) di Perumahan Ridena, Mendalo, Jambi. Metode penelitian ini menggunakan observasi alami dengan memasukkan buah ke dalam botol perangkap dan mengamati spesies yang tertangkap menggunakan mikroskop stereo serta kunci determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah yang tertangkap hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Drosophila melanogaster, dengan jumlah individu yang berbeda pada setiap jenis buah: 8 ekor pada pisang dan 7 ekor pada jeruk nipis. Kesimpulan menunjukkan bahwa perbedaan rasa buah mempengaruhi daya tarik lalat buah, namun tidak mengubah spesies yang tertangkap. Penelitian ini memberikan wawasan tambahan tentang perilaku lalat buah dan potensi pengelolaan hama berbasis daya tarik sensorik.
Potensi Terapi Kombinasi Ekstrak Piper crocatum dan Tinospora crispa dalam Memperbaiki Skin barrier Mencit Hiperglikemia Hidayati, Maulidia; Hujjatusnaini, Noor; Nirmalasari, Ridha
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14812

Abstract

Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada Skin barrier. Ekstrak Piper crocatum dan Tinospora crispa diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi memperbaiki gejala tersebut. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa terhadap gejala kerusakan Skin barrier pada mencit hiperglikemia, menggunakan desain eksperimental dengan model mencit hiperglikemia yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan dengan dosis berbeda dari ekstrak kombinasi. Efek terapi diuji melalui pengamatan gejala iritasi dan infeksi, hiperpigmentasi, dan lama penyembuhan luka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa secara signifikan memperbaiki gejala kerusakan Skin barrier melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kombinasi ekstrak ini bekerja melalui mekanisme perlindungan seluler terhadap stres oksidatif serta modulasi respon inflamasi, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi Skin barrier. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif (p < 0,05), yang diperkuat dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Dengan demikian, kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa membuka peluang bagi pengembangan terapi berbasis bahan alami dalam menangani komplikasi hiperglikemia, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan kulit. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak ini dalam skala klinis. Kata kunci : Piper crocatum, Tinospora crispa, Skin barrier, hiperglikemia, antiinflamasi, antioksidan
Jumlah Koloni Staphylococcus epidermidis pada Sel Epitel Saluran Urinaria Pasca Treatment Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Dalila, Aupi; Hujjatusnaini, Noor; Sari, Lilin Ika Nur Indah; Nirmalasari, Ridha
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14814

Abstract

Etlingera elatior dikenal memiliki efek antimikroba, tetapi potensinya sebagai agen terapi inflamasi cystitis akibat Staphylococcus epidermidis secara in vivo masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi senyawa bioaktif dan antioksidan Etlingera elatior dalam menekan stres oksidatif dan inflamasi yang menyertai infeksi, sehingga masih sangat diperlukan untuk memvalidasi temuan sebelumnya sebagai alternatif pengobatan cystitis. Penelitian menggunakan desain true-experimental posttest group. Intervensi melibatkan efek terapi pada mencit jantan galur Balb/c yang terinfeksi Staphylococcus epidermidis sebanyak 28 ekor. Ekstrak Etlingera elatior diuji pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%. Data dianalisis menggunakan metode statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya signifikansi penurunan infeksi cystitis efektif pada konsentrasi 50%, berdasarkan morfologi dan total koloni pada saluran urinaria mencit pasca terapi. Penelitian ini membuktikan bahwa Pemberian Daun Kecombrang dapat menurunkan jumblah koloni staphylococcus epidermidis urinaria pasca treatment. Simpulan bahwa ekstrak Etlingera elatior berpotensi sebagai terapi efektif untuk infeksi cystitis terinfeksi Staphylococcus epidermidis secara in-vivo. Efek antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidannya mampu menekan peradangan paling efektif pada konsentrasi 50%. Temuan ini memvalidasi hasil penelitian sebelumnya dan dapat dijadikan dasar untuk studi lanjutan terkait efektivitas ekstrak sebagai alternatif terapi cystitis. Kata kunci : Etlingera elatior; Cystitis; Antimikroba, Sel epitel; Koloni; Urinaria
Kemampuan Bakteri Halotoleran dari Sedimen Mangrove Pantai Logending dalam Pelarutan Fosfat dan Penambatan Nitrogen Ramadani, Adib; Oedjijono, Oedjijono; Pramono, Hendro; Pratiwi, Meyta
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14854

Abstract

Lingkungan mangrove dapat menjadi sumber yang baik untuk mendapatkan bakteri halotoleran yang berpotensi sebagai agensia pupuk hayati dengan kemampuan melarutkan fosfat dan menambat N2 bebas. Tujuan penelitian ini adalah menguji toleransi isolat bakteri asal sedimen mangrove terhadap salinitas, menguji kemampuan isolat bakteri halotoleran dalam pelarutan fosfat dan penambatan nitrogen bebas, dan karakterisasi fenetik isolat bakteri halotoleran terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 isolat yang diteliti, sebanyak 29 isolat toleran terhadap NaCl 5-7%. Dari 29 isolat, sebanyak 11 isolat bakteri halotoleran (>5% NaCl) diketahui mampu melarutkan fosfat dan menambat nitrogen dengan tiga isolat terpilih (LG36, LG60, dan LG66). Ketiga isolat tersebut menunjukkan efisiensi pelarutan fosfat masing-masing 125, 123,72, dan 126,92; dan kemampuan penambatan nitrogennya berturut-turut 38,02 ppm; 28,4 ppm; dan 51,93 ppm. Identitas ketiga isolat terpilih menunjukkan bahwa isolat LG60 merupakan spesies anggota genus Rhizobium, sedangkan isolat LG36 dan LG66 belum dapat diidentifikasi pada level genus. Kata kunci: fiksasi nitrogen, halotoleran, mangrove, pelarutan fosfat