cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 414 Documents
Efektivitas Isolasi DNA Bakteri Escherichia coli dengan Modifikasi Buffer lisis Spin Column Fariska Amadea Julia; Khoirun Nisa; Lailatul Maghfiroh; Azza Irani Dwi Lestari; Natasya Dwi Anjani; Lisa Lisdiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.17743

Abstract

Isolasi DNA merupakan tahapan penting yang mendasari penelitian lanjut dalam berbagai aplikasi bioteknologi dan penelitian molekuler, termasuk kloning gen, analisis PCR, dan sekuensing DNA. Isolasi DNA dapat dilakukan menggunakan kit, salah satunya adalah kit spin column. Penggunaan kit spin column dalam isolasi DNA lebih efektif dan efisien karena bahan-bahan yang diperlukan dan prosedur penggunaan kit telah tersedia dalam satu paket, sehingga penggunaan kit lebih cepat dan mudah. Namun, pada saat menggunakan kit adakalanya bahan yang digunakan, seperti buffer lisis habis dan memerlukan bahan pengganti agar proses isolasi DNA tetap berjalan. Sehingga, diperlukan adanya pembuktian bahwa bahan pengganti dari kit spin column memiliki hasil dan kualitas yang sama dengan kit spin column. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari SDS 20% sebagai pengganti pada kit spin column berdasarkan evaluasi kuantitas DNA yang dihasilkan. Metode dilakukan sesuai dengan prosedur kit spin column dan memodifikasi buffer lisis dengan menggunakan bahan SDS 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat konsentrasi DNA dari modifikasi SDS lebih tinggi (13,9 ng/µL) dibandingkan konsentrasi DNA dari kit spin column (3 ng/µL). Hal ini disebabkan karena SDS memiliki kemampuan yang kuat dalam melisiskan sel. Namun, tingkat kemurnian DNA hasil dari kit spin column dan modifikasi menggunakan SDS 20% memiliki nilai yang sama, yaitu sekitar 1,8. DNA yang dianggap murni dan minim kontaminasi protein menunjukan nilai kemurnian 1,7-2,0. Dengan demikian, modifikasi buffer lisis pada kit spin column dengan SDS 20% dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan dalam laboratorium. Kata kunci : Buffer lisis; Escherichia coli; Kemurnian DNA; Modifikasi; SDS; Spin column
Perbandingan Cemaran Escherichia coli Pada Ikan Lele (Clarius gariepinus) dari Dua Lokasi Budidaya di Blitar Fera Agustine Rahmawati; Arif Muttaqin; Lisa Lisdiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.17751

Abstract

Lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang digemari oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Blitar. Tingginya konsumsi masyarakat mendorong peningkatan produksi lele. Lele yang relatif tahan terhadap lingkungan kurang baik seperti air kotor, keruh, dan oksigen terbatas, sering dimanfaatkan pembudidaya untuk memudahkan pemeliharaan dengan tetap memperoleh hasil panen. Akan tetapi, kondisi tersebut berpotensi mengalami cemaran patogen termasuk Escherichia coli yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi awal mengenai cemaran E. coli pada lele dari dua lokasi budidaya di Blitar. Sampel yang digunakan masing-masing 3 ekor lele yang berasal dari budidaya Kelurahan A dan Desa B. Pengujian cemaran E. coli menggunakan metode MPN mengacu SNI 01-2332.1-2006. Hasil uji didapatkan adanya cemaran E. coli di kedua budidaya, di budidaya Kelurahan A sebanyak 93 hingga lebih dari 1100 MPN/gram dan Desa B sebanyak 3,0 hingga 9,2 MPN/gram. Berdasarkan SNI 7388:2009, seluruh sampel lele melebihi batas maksimum cemaran E. coli sehingga tidak memenuhi standar mutu mikrobiologis ikan segar. Namun, sumber dari kontaminasi tersebut masih belum bisa ditentukan pada penelitian ini.Kata kunci: Escherichia coli, Cemaran mikrobiologis, Clarias gariepinus, Akuakultur, MPN
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Batang Tanaman Kayu Jawa (Lannea Coromandelica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri Imelia Ada; Yusminah Hala; Oslan Jumadi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20371

Abstract

Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi, khususnya yang berasal dari bakteri, merupakan tantangan kesehatan global yang menyebabkan semakin tingginya resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, eksplorasi sumber senyawa antibakteri baru terus dilakukan, salah satunya melalui pemanfaatan bakteri endofit yang terdapat pada jaringan tanaman obat seperti kayu jawa (Lannea coromandelica). Penelitian ini difokuskan pada identifikasi karakteristik dan jenis bakteri endofit dari batang kayu jawa serta efektivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Proses penelitian diawali dengan isolasi bakteri melalui tahapan sterilisasi permukaan, dilanjutkan dengan pengenceran bertingkat dan penumbuhan pada media Nutrient Agar. Karakterisasi isolat dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni serta uji biokimia. Aktivitas antibakteri dievaluasi menggunakan metode difusi cakram. Hasil isolasi menunjukkan diperolehnya 9 isolat bakteri endofit dengan karakteristik koloni dan bentuk sel yang beragam. Seluruh isolat menunjukkan adanya kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji. Di antara isolat tersebut, BKJ1A memberikan efek penghambatan paling besar, dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 21,93 mm terhadap E. coli dan 10,15 mm terhadap S. aureus. Berdasarkan hasil karakterisasi, isolat bakteri endofit diduga termasuk dalam genus Bacillus, Acinetobacter, Staphylococcus, dan Enterobacter. Temuan ini mengindikasi bahwa bakteri endofit dari batang kayu jawa memiliki potensi sebagai sumber antibakteri.Kata kunci : Antibakteri; Endofit; Isolasi; Karakterisasi; Kayu jawa
Efek Kombinasi Antibakteri Ekstrak Etanol Allium sativum dan ZnO Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Putri Eka Sari; Eriawan Rismana; Vlorita Ningsie Br. Sibuea
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20674

Abstract

Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi agen antibakteri alternatif dari bahan alam. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung senyawa organosulfur seperti allicin yang bersifat antibakteri, sementara seng oksida (ZnO) diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme kerusakan membran sel dan pembentukan spesies oksigen reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) yang dikombinasikan dengan seng oksida (ZnO) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Escherichia coli ATCC 8739. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%,dilakukan skrining fitokimia untuk mendeteksi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan fenol dan steroid/triterpenoit secara kualitatif serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Tiga kelompok perlakuan diuji: ekstrak bawang putih tunggal (2,5%–12,5%), ZnO tunggal (0,5%–5%), dan kombinasi bawang putih 10% dengan ZnO (0,5%–5%). Skrining fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak bawang putih tunggal tidak menghasilkan zona hambat terhadap S. aureus (0,00±0,000 mm)dan hanya menghasilkan zona hambat kategori lemah terhadap E. coli (rata-rata 1,96±0,963 mm–2,85±3,786 mm). ZnO tunggal juga hanya menghasilkan aktivitas kategori lemah pada kedua bakteri uji, kecuali pada konsentrasi terendah terhadap S. aureus yang tidak mengasilkan zona hambat sama sekali. Kombinasi bawang putih 10% dengan ZnO 5% menghasilkan zona hambat 5,95±0,427 mm terhadap S. aureus dan 6,00±0,050 mm terhadap E. coli, keduanya masuk kategori lemah. Peningkatan aktivitas pada kelompok kombinasi mengindikasikan adanya efek sinergisme antara senyawa organosulfur bawang putih dan ZnO. Diperlukan penelitian lanjutan menggunakan ZnO skala nanopartikel dan pengujian MIC untuk mengoptimalkan potensi kombinasi ini. Kata kunci : antibakteri; Allium sativum; seng oksida; Staphylococcus aureus; Escherichia coli