cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 410 Documents
Hubungan Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Bunga Tagetes erecta L. dengan Suhu Udara Harian di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Dwi Yuliani; Nur Setyaningsih; Eming Sudiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19838

Abstract

Keanekaragaman serangga penyerbuk memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan penyerbukan dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Bunga Tagetes erecta L. diketahui mampu menarik berbagai jenis serangga penyerbuk, namun hubungan antara kondisi lingkungan, khususnya suhu udara harian, dengan keanekaragaman serangga penyerbuk pada tanaman ini masih belum banyak dikaji, terutama di wilayah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keanekaragaman serangga penyerbuk pada bunga T. erecta L. dengan suhu udara harian di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap serangga penyerbuk yang mengunjungi bunga T. erecta L pada beberapa waktu pengamatan dalam satu hari serta pencatatan suhu udara di lokasi penelitian. Data keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener dan indeks kemerataan, sedangkan hubungan antara suhu udara dan keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas serangga penyerbuk didominasi oleh ordo Hymenoptera dengan tingkat keanekaragaman pada kategori sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,31 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,93. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara suhu udara harian dan keanekaragaman serangga pengunjung (r = −0,87; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan suhu udara diikuti dengan penurunan keanekaragaman serangga. Penelitian ini ini memberikan informasi penting mengenai peran faktor suhu mikro dalam mempengaruhi aktivitas serangga penyerbuk pada tanaman berbunga di wilayah dataran tinggi. Penelitian ini berkontribusi sebagai data dasar dalam pengelolaan agroekosistem berbasis konservasi penyerbuk serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi budidaya tanaman berbunga yang mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati. Kata kunci : keanekaragaman serangga, penyerbuk, Tagetes erecta L., suhu udara, Bumijawa.
Chemical Priming untuk Meningkatkan Ketahanan Benih Padi pada Masa Pembibitan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Khairunnisa Khairunnisa; Irda Nila Selvia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18842

Abstract

Kandungan garam yang tinggi pada areal pertanian di sekitar pantai menjadi kendala dalam intensifikasi pertanian terutama tanaman pangan seperti padi. Kondisi salinitas pada lahan pertanian terbukti telah menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Terutama pada fase perkecambahan yang merupakan fase paling rentan terhadap kondisi salin. Untuk itu diperlukan upaya untuk menangani kendala tersebut. Salah satu upaya yaitu dengan melakukan priming benih, priming benih merupakan metode pra-perlakuan benih yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan benih sebelum benih terkena cekaman abiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama cekaman salinitas dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Faktor kedua yaitu priming kimia benih yaitu: kontrol (tanpa priming), asam salisilat 225 ppm, asam salisilat 250 ppm, asam askorbat 10 ppm, dan asam askorbat 20 ppm. Bertambahnya tingkat salinitas dapat menurunkan rataan persentase perkecambahan dan panjang radikula. Namun, kadar prolin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi salinitas. Priming benih dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun priming menggunakan asam askorbat 10 ppm dan 20 ppm dapat Perlakuan priming dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun asam askorbat 10 ppm – 20 ppm mampu meningkatkan ketahanan benih untuk berkecambah pada kondisi salinitas yang tinggi (150 mM). Kata kunci : asam salisilat, asam askorbat, chemical priming, padi, salinitas.
Inventarisasi Spesies Jamur Basidiomycota di Jalur Track Telaga Biru, Batam, Kepulauan Riau Khoirul Anwar; Mona Fathia; Witri Winanda; Ramadani Fitra; Muhammad Adrul Fazri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19770

Abstract

Jamur pengurai kayu dari kelompok Basidiomycota berperan penting dalam siklus unsur hara hutan tropis Batam, namun data dasar makrofungi di Pulau Batam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur liar yang ada di Pulau Batam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara survey metode jelajah. Jamur yang ditemukan difoto dan diambil sampelnya dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Survei jelajah selama satu hari dilakukan pada 13 Juli 2025 di Jalur trek Telaga Biru. Hasil Penelitian mencatat tujuh taksa pada substrat kayu lapuk, yaitu Dacrymyces (= Dacryopinax) spathularia, Pycnoporus cf. (sanguineus/puniceus), Pleurotus sp., Trametes versicolor, Gymnopilus cf. subpurpuratus, Ganoderma applanatum, serta polypore lainnya. Komposisi ini mencerminkan habitat yang dikuasai perombak lignoselulosa. Penelitian ini berhasil mengungkat data awal jamur Basidiomycetes yang ditemukan dan memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai fungsi ekologis dan potensi pemanfaatan jamur pengurai kayu setempat. Kata kunci: Basidiomycota; Batam;; makrofungi; inventarisasi; Trek Telaga Biru
Efektivitas Jamur Entomopatogen Metarhizium anisopliae (Metchnikoff) Sorokin Sebagai Biolarvasida Anopheles sp. Vektor Malaria Di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Lampung Febrian Cahyadi; Endah Setyaningrum; Bambang Irawan; Nuning Nurcahyani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.19536

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dengan Anopheles sp. sebagai vektor utama. Pengendalian vektor yang masih didominasi insektisida kimia berisiko menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae berpotensi dikembangkan sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas M. anisopliae terhadap mortalitas larva instar III Anopheles sp., menentukan nilai LC₅₀, serta mengamati kerusakan morfologi larva akibat infeksi jamur. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, terdiri atas enam pengenceran suspensi konidia M. anisopliae (10⁻¹ - 10⁻⁶) dan satu kontrol negatif, masing-masing tiga ulangan. Jamur dikultur pada media PDA dan konsentrasi konidia dihitung menggunakan hemocytometer. Larva instar III Anopheles sp. berasal dari habitat alami di Desa Hanura. Mortalitas larva diamati selama 72 jam dan dianalisis menggunakan ANOVA, uji Tukey, serta analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. anisopliae berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva (p < 0,001). Mortalitas tertinggi terjadi pada konsentrasi 10⁻⁶ dengan rerata kematian 76,66% ± 1,53 ekor, sedangkan kontrol tidak menunjukkan kematian. Analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ sebesar 5,33 × 105 spora/mL pada 72 jam paparan. Secara morfologis, larva terinfeksi mengalami kerusakan pada kutikula, sistem pencernaan, dan spirakel. Jamur M. anispoliae terbukti berpengaruh signifikan terhadap mortalitas larva Anopheles sp. secara konsentrasi-dependen, dengan nilai LC₅₀ sekitar 105 spora/mL, menyebabkan kerusakan morfologi pada larva instar III Anopheles sp. Kata kunci: Anopheles sp, Biolarvasida, LC50, Metarhizium anisopliae, Mortalitas Larva.
Analisis Filogenetik dan Jarak Genetik Kopi Robusta (Coffea canephora) Berdasarkan Sekuen Internal Transcribed Spacer (ITS) Rani Yosilia; Husna Fii Karisma Jannah; Adawiah Adawiah
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.19948

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan komoditas perkebunan penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan besar dalam produksi kopi dunia. Informasi mengenai keragaman genetik dan hubungan kekerabatan antar genotipe kopi robusta diperlukan untuk mendukung program pemuliaan tanaman, konservasi plasma nutfah, dan pengembangan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan filogenetik dan jarak genetik C. canephora berdasarkan sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Penelitian ini menggunakan data sekuens DNA dari database GenBank NCBI. Sampel yang digunakan terdiri atas 18 aksesi C. canephora dari Brazil, Uganda, Meksiko, Sierra Leone, Filipina, dan Inggris, serta satu spesies outgroup, yaitu Psilanthus ebracteolatus. Panjang awal sekuens berkisar antara 657 dan 842 bp. Rentang ini menunjukkan bahwa data yang dianalisis merupakan fragmen ITS lengkap. Analisis filogenetik dilakukan menggunakan MEGA 12 dengan metode Maximum Likelihood, model substitusi Tamura-Nei, dan uji bootstrap 1000 replikasi. Analisis pairwise genetic distance dilakukan untuk menghitung jarak genetik antar sekuens. Hasil analisis menunjukkan bahwa aksesi C. canephora membentuk satu kelompok utama yang terbagi menjadi beberapa subclade. Sebagian besar aksesi memiliki jarak genetik rendah, yang menunjukkan kemiripan genetik tinggi. Aksesi Uganda membentuk kelompok tersendiri dan memperlihatkan jarak yang tinggi terhadap aksesi non-Uganda. Nilai jarak yang tinggi tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati karena dapat dipengaruhi oleh diferensiasi genetik alami populasi Afrika dan oleh faktor teknis akibat perbandingan fragmen ITS yang belum sama. Temuan ini memberi dasar awal untuk pemilihan aksesi dalam konservasi plasma nutfah dan pemuliaan kopi robusta. Kata kunci: analisis filogenetik, Coffea canephora, ITS, jarak genetik, MEGA 12
Deteksi Escherichia coli dan Total Coliform pada Air Minum isi Ulang di Desa Singocandi Menggunakan Metode Membran Filter Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Arief Adi Saputro; Shinta Dwi Kurnia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20199

Abstract

Air minum isi ulang banyak digunakan masyarakat karena lebih ekonomis dan mudah diperoleh, namun kualitas mikrobiologinya masih menjadi perhatian karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan gangguan kesehatan. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki sekitar 6.914 penduduk yang tersebar dalam 1.911 kepala keluarga, sehingga kebutuhan air minum relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air minum isi ulang berdasarkan keberadaan E. coli dan total Coliform di Desa Singocandi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 6 depot air minum isi ulang di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan mikrobiologi menggunakan metode membran filter dan ditanam pada media Chromogenic Coliform Agar diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Observasi higiene dan sanitasi depot dilakukan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 6 depot tidak memenuhi standar kualitas air minum karena masih ditemukan total Coliform dan E. coli dalam sampel. Dua depot memenuhi syarat karena tidak ditemukan kontaminasi bakteri E. coli dan total Coliform. Hasil observasi higiene dan sanitasi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian paling banyak ditemukan pada aspek kondisi tempat dan higiene operator, sedangkan sebagian besar parameter pada aspek peralatan dan proses pengolahan air telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar air minum isi ulang di Desa Singocandi belum memenuhi standar kualitas mikrobiologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene dan sanitasi depot serta efektivitas proses pengolahan air berperan terhadap kualitas mikrobiologi air minum.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sanitasi, pemeliharaan peralatan dan optimalisasi proses desinfeksi untuk menjamin keamanan air minum Kata kunci : Air minum isi ulang, Escherichia coli, total Coliform, kualitas mikrobiologi, higiene sanitasi, membran filter.
Efektivitas Biopestisida BIO-P60 Berbasis Bakteri Pseudomonas fluorescens P60 Sebagai Agen Pengendali Larva Nyamuk Aedes aegyti Susanti Susanti; Dwiana Muflihah Yulianti; Ayang Zoelias Somiyati; Fathimah Nurfithri Hashifah; Trisnowati Budi Ambarningrum
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.17157

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebab penyakit menular, salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan memutus siklus hidupnya pada tahap larva menggunakan biopestisida. Salah satu biopestisida yang digunakan adalah BIO-P60 berbasis bakteri Pseudomonas fluorescens P60. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biopestisida BIO-P60 terhadap mortalitas larva Ae. aegypti serta konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi serta Laboratorium Mikrobiologi menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 7 perlakuan, terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (abate), serta BIO-P60 dengan konsentrasi tertentu. Variabel bebas adalah konsentrasi BIO-P60, sedangkan variabel terikat adalah mortalitas larva Ae. aegypti. Parameter utama yang diamati adalah mortalitas larva instar III, serta lama hidup larva dan jumlah bakteri sebagai parameter pendukung. Analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (abate 10%) paling efektif dengan mortalitas 100%. Biopestisida BIO-P60 pada konsentrasi 90% hanya menghasilkan mortalitas 60% dan tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 70% dan 80%. Jumlah koloni bakteri (1,38 x 10⁵ CFU/mL) masih di bawah kerapatan optimal. Biopestisida BIO-P60 juga tidak signifikan dalam memperlambat perkembangan larva. Oleh karena itu, biopestisida BIO-P60 belum efektif sebagai pengendali larva Ae. aegypti. Kata kunci: Aedes aegypti, BIO-P60, biopestisida, larva, mortalitas
Keanekaragaman Aves di Suaka Margasatwa Sermo, Kulon Progo, Yogyakarta Assyifa 'Inayah Putri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.19686

Abstract

Aves merupakan salah satu kelompok hewan vertebrata dengan jangkauan habitat yang luas dan berperan penting sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Suaka margasatwa sebagai kawasan konservasi memiliki fungsi strategis dalam melindungi keanekaragaman hayati, termasuk aves. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman aves di kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode point count dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menentukan nilai indeks keanekaragaman, kemerataan jenis, dan status konservasi aves. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6–10 Oktober 2025 pada pukul 07.00–10.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 39 spesies aves dari 21 famili dengan dominasi famili Cuculidae dan Cisticolidae. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’ = 2,965) termasuk dalam kategori sedang, sedangkan indeks kemerataan (E = 0,809) termasuk dalam kategori tinggi, yang menandakan tidak adanya dominasi mencolok antarspesies serta daya dukung habitat yang relatif baik. Beberapa spesies dengan status konservasi penting juga tercatat, seperti Elang Ular-bido dan Bubut Jawa yang dilindungi berdasarkan P.106, serta Prenjak Jawa yang berstatus near threatened menurut IUCN. Kata kunci : Aves, Burung, Keanekaragaman, Suaka Margasatwa
Analisis Dimorfisme Seksual Ikan Jambrong (Terapon puta Cuvier,1892) Arriyadh Fuad Faujan; Sri Sukmaningrum; Suhestri Suryaningsih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20560

Abstract

Ikan Jambrong (Terapon puta Cuvier, 1892) merupakan salah satu spesies ikan demersal yang didaratkan di TPI Pemalang. Ikan Jambrong banyak disukai oleh masyarakat untuk diolah menjadi ikan segar dan ikan asin. Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus dikhawatirkan populasi ikan Jambrong akan menurun. Ikan Jambrong tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina atau tidak mempunyai dimorfisme sexual. Oleh karena itu, diperlukan informasi taksonomi ikan Jambrong dalam upaya konservasi yang meliputi karakter performa morfologi, meristik dan truss morphometrics pada ikan Jambrong. Tujuan penelitian ini mendapatkan informasi performa morfologi, meristik dan truss morphometrics yang dapat menjadi pembeda ikan Jambrong jantan dan betina yang didaratkan di TPI Pemalang. Metode yang digunakan survey, menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel ikan Jamrong diperoleh dari TPI Pemalang sebanyak 57 ekor dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu performa morfologi, meristik dan truss morphometrics. Parameter yang diukur yaitu rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Performa morfologi yang diamati yaitu bentuk tubuh, bentuk dan posisi mulut, bentuk sirip caudal, tipe sisik, dan tipe gigi. Karakter meristik yang diamati adalah jumlah jari-jari keras dan lemah pada sirip dorsal, anal dan pectoral, jumlah sisik garis rusuk, jumlah sisik di atas dan di bawah garis rusuk dan jumlah sisik yang mengelilingi batang ekor dan jumlah tapis insang. Karakter truss morphometrics yang diukur yaitu jarak truss yang sudah ditentukan sebanyak 14 titik. Data performa morfologi dan meristic dianalisis secara deskriptif sedangkan data truss morphometrics dianalisis menggunakan uji “t” pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan karakter performa morfologi dan meristik tidak dapat digunakan sebagai pembeda ikan jambrong jantan dan betina. Truss morphometrics dapat digunakan sebagai pembeda ikan jambrong jantan dan betina, yaitu pada bagian kepala, badan dan ekor ikan jantan secara umum memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan ikan betina. Kata kunci : dimorfisme seksual, ikan Jombrang (Terapon putra), morfologi, truss morphometrics
Pengaruh Ekstrak Daun Beberas (Chloranthus officinalis) sebagai Repelan Nyamuk Aedes aegypti Sukmin Sukmin; Munawir Sazali; Lutvia Krismayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20783

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor beberapa penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), zika, chikungunya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat ada tidaknya pengaruh ekstrak daun beberas (Chloranthus officinalis) sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Universitas Islam Negeri Mataram dengan metode eksperimental. Ekstrak daun beberas diformulasikan dalam bentuk larutan dengan tiga variasi konsentrasi, 10%, 20%, dan 30%, disertai kontrol positif dan kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Dalam setiap ulangan digunakan 5 ekor nyamuk dewasa berumur 2-5 hari, dipuasakan selama 12 jam sebelum dilakukan pengujian. Parameter yang diamati adalah frekuensi hinggap nyamuk pada kain uji dalam jangka waktu 30 menit. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun beberas mampu menurunkan frekuensi hinggap sekaligus meningkatkan daya tolak nyamuk. Total frekuensi hinggap pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 59, 37, dan 19, lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (128), dengan persentase daya tolak masing-masing 54%, 71%, dan 85%, serta mendekati kontrol positif (98%). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin rendah frekuensi hinggap nyamuk dan semakin tinggi daya tolaknya. Dengan begitu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan repelan nabati yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: Aedes aegypti, Bioinsektisida, Chloranthus officinalis, Repelan