cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 403 Documents
Hubungan Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Bunga Tagetes erecta L. dengan Suhu Udara Harian di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Yuliani, Dwi; Setyaningsih, Nur; Sudiana, Eming
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19838

Abstract

Keanekaragaman serangga penyerbuk berperan penting dalam keberhasilan reproduksi tanaman berbunga, termasuk Tagetes erecta L. Faktor lingkungan, khususnya suhu udara harian, memengaruhi aktivitas dan distribusi serangga penyerbuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keanekaragaman serangga penyerbuk bunga T. erecta L. dengan suhu udara harian di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada beberapa titik lokasi pertanaman T. erecta L. dengan metode pengamatan langsung dan penangkapan serangga menggunakan jaring serangga pada pagi, siang, dan sore hari. Suhu udara diukur menggunakan termometer digital bersamaan dengan waktu pengamatan. Data keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan Indeks Eveness (E), sedangkan hubungan antara keanekaragaman serangga dan suhu udara harian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman serangga berada pada kategori sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,31 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,93. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara suhu udara harian dan keanekaragaman serangga pengunjung (r = −0,87; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan suhu udara diikuti dengan penurunan keanekaragaman serangga.
Chemical Priming untuk Meningkatkan Ketahanan Benih Padi pada Masa Pembibitan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Khairunnisa, Khairunnisa; Selvia, Irda Nila
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18842

Abstract

Kandungan garam yang tinggi pada areal pertanian di sekitar pantai menjadi kendala dalam intensifikasi pertanian terutama tanaman pangan seperti padi. Kondisi salinitas pada lahan pertanian terbukti telah menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Terutama pada fase perkecambahan yang merupakan fase paling rentan terhadap kondisi salin. Untuk itu diperlukan upaya untuk menangani kendala tersebut. Salah satu upaya yaitu dengan melakukan priming benih, priming benih merupakan metode pra-perlakuan benih yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan benih sebelum benih terkena cekaman abiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama cekaman salinitas dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Faktor kedua yaitu priming kimia benih yaitu: kontrol (tanpa priming), asam salisilat 225 ppm, asam salisilat 250 ppm, asam askorbat 10 ppm, dan asam askorbat 20 ppm. Bertambahnya tingkat salinitas dapat menurunkan rataan persentase perkecambahan dan panjang radikula. Namun, kadar prolin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi salinitas. Priming benih dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun priming menggunakan asam askorbat 10 ppm dan 20 ppm dapat Perlakuan priming dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun asam askorbat 10 ppm – 20 ppm mampu meningkatkan ketahanan benih untuk berkecambah pada kondisi salinitas yang tinggi (150 mM). Kata kunci : asam salisilat, asam askorbat, chemical priming, padi, salinitas.
Inventarisasi Spesies Jamur Basidiomycota di Jalur Track Telaga Biru, Batam, Kepulauan Riau Anwar, Khoirul; Fathia, Mona; Winanda, Witri; Fitra, Ramadani; Fazri, Muhammad Adrul
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19770

Abstract

Jamur pengurai kayu dari kelompok Basidiomycota berperan penting dalam siklus unsur hara hutan tropis Batam, namun data dasar makrofungi di Pulau Batam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur liar yang ada di Pulau Batam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara survey metode jelajah. Jamur yang ditemukan difoto dan diambil sampelnya dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Survei jelajah selama satu hari dilakukan pada 13 Juli 2025 di Jalur trek Telaga Biru. Hasil Penelitian mencatat tujuh taksa pada substrat kayu lapuk, yaitu Dacrymyces (= Dacryopinax) spathularia, Pycnoporus cf. (sanguineus/puniceus), Pleurotus sp., Trametes versicolor, Gymnopilus cf. subpurpuratus, Ganoderma applanatum, serta polypore lainnya. Komposisi ini mencerminkan habitat yang dikuasai perombak lignoselulosa. Penelitian ini berhasil mengungkat data awal jamur Basidiomycetes yang ditemukan dan memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai fungsi ekologis dan potensi pemanfaatan jamur pengurai kayu setempat. Kata kunci: Basidiomycota; Batam;; makrofungi; inventarisasi; Trek Telaga Biru