cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 396 Documents
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Fathia, Mona; Maulidayanti, Sharfina; Ayumi, Irmalita; Anwar, Khoirul
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18150

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi kandidiasis pada manusia. Mikroorganisme ini umumnya hidup sebagai flora normal di saluran pencernaan, saluran pernapasan, rongga mulut, dan mukosa vagina, namun dapat menimbulkan penyakit ketika keseimbangan mikroflora terganggu. Salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun sirih (Piper betle L.) yang diketahui mengandung minyak atsiri sekitar 4,2% dengan komponen utama berupa senyawa fenol, yaitu betlefenol dan kavikol, yang bersifat fungisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun sirih terhadap pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Sampel yang digunakan berupa air rebusan daun sirih yang dibuat dengan merebus 500 g daun sirih dalam 1000 mL akuadest dan digunakan sebagai satu konsentrasi tunggal, dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan C. albicans, yang diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 4,8 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat lemah. Dengan demikian, air rebusan daun sirih memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans, meskipun daya hambat yang dihasilkan relatif rendah. Kata kunci : Candida albicans, daya hambat, daun sirih, Kandidiasis, Piper betle L.
Teknik Konservasi Tanah di Perkebunan Durian PT.Siringo-Ringo (Musim Mas Group) Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara Harahap, Nafsiyah Agustina; Harahap, Amellia Dela Rosa; Diantara, Rizky Rahmad
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18215

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan komoditas buah tropis bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara. Sebagai tanaman yang memiliki umur panjang dan produktivitas tinggi, durian memerlukan pengelolaan lahan yang tepat untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penerapan teknik konservasi tanah di perkebunan durian PT. Siringo-Ringo, Kabupaten Labuhan Batu. Perkebunan durian di PT. Siringo-Ringo dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan durian unggulan di Sumatera Utara yang menerapkan manajemen budidaya berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui metode survei lapangan meliputi observasi langsung dan wawancara dengan staf perkebunan. Data primer dan sekunder dikumpulkan, mencakup kondisi lahan, iklim, serta teknik konservasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik konservasi tanah di PT. Siringo-Ringo diterapkan melalui pendekatan vegetatif dan mekanik. Konservasi vegetatif dilakukan dengan menanam Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah (legume cover crop/LCC) untuk mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, dan menjaga kelembapan tanah. Konservasi mekanik dilakukan dengan pembuatan teras individu (teras tapak kuda) pada lahan miring 15–20°, yang berfungsi untuk mengurangi aliran permukaan, meningkatkan infiltrasi air, dan mencegah kehilangan unsur hara. Penerapan kedua teknik tersebut terbukti efektif dalam menjaga kestabilan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman durian. Namun, pengawasan lapangan dan pemeliharaan teras perlu dioptimalkan agar hasilnya lebih maksimal. Penggunaan mulsa organik dan pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk menjaga kualitas tanah dan produktivitas jangka panjang. Kata kunci: Durian, konservasi tanah, Mucuna bracteata, teras tapak kuda, tanaman penutup tanah legum
Isolasi, Karakterisasi dan Aktivitas Antimikroba Bakteri Asam Laktat dari Ampas Susu Kedelai (Okara) Winanda, Witri; Maulidayanti, Sharfina; Nadila, Syifa Intan
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18322

Abstract

Susu kedelai merupakan produk minuman hasil ekstraksi biji kedelai yang kaya protein nabati, asam amino serta komponen bioaktif lainnya. Proses dari pembuatan susu kedelai menghasilkan ampas kedelai (okara) yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas kedelai mengandung nutrisi yang berpotensi untuk mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat. Peran utama bakteri asam laktat adalah memproduksi senyawa antimikroba yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi bakteri asam laktat yang dihasilkan dari isolasi ampas susu kedelai terhadap bakteri Enterococcus faecalis dan Acinetobacter baumannii. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah padat dari proses pembuatan susu kedelai. Teknik isolasi BAL dilakukan dengan metode spread plate menggunakan media MRSA yang diperkaya kalsium karbonat 1%. Karakterisasi BAL ditentukan melalui uji makroskopik, mikroskopik dan biokimia, sedangkan untuk uji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi sumuran menggunakan media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini berhasil mengisolasi satu isolat yang sesuai dengan karakteristik bakteri asam laktat, yakni cocobacil, Gram positif, katalase negatif. Isolat tersebut yaitu AK yang tahan pada kondisi asam (pH 2,5) serta dapat tumbuh pada medium dengan kadar garam empedu 3%. Hasil uji aktivitas antimkroba dari ekstrak kasar isolat BAL tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakateri patogen A. baumannii dan E. faecalis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan kondisi fermentasi, melakukan ekstraksi dengan pelarut yang sesuai serta dilakukan identifikasi gen molekuler. Kata Kunci: Ampas susu kedelai, Antimikroba, E. faecalis, A. baumannii
Analisis Truss Morphometrics dan Meristik Ikan Kembung (Rastrelliger brachysoma Bleeker, 1851) Faisal, Iman Agus; Sukmaningrum, Sri; Suryaningsih, Suhestri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18366

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger brachysoma Bleeker, 1851) merupakan ikan yang banyak didaratkan di TPI Asemdoyong Pemalang. Ikan ini banyak ditangkap karena memiliki nilai ekonomis yang penting bagi masyarakat. Pengelolaan yang dapat dilakukan salah satunya dengan konservasi. Salah satu upaya konservasi ikan kembung adalah informasi taksonomik yang dapat digunakan sebagai pembeda ikan jantan dan betina yaitu performa morfologi, truss morphometrics, dan meristik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang performa morfologi, truss morphometrics dan merisitik yang dapat digunakan untuk membedakan ikan kembung jantan dan betina. Metode penelitian adalah survei dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel ikan kembung yang diperoleh sebanyak 60 ekor. Variabel yang diamati performa morfologi, truss morphometrics dan meristik. Paramater yang diukur yaitu rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Karakter truss morphometrics yang diukur yaitu jarak truss yang sudah ditentukan sebanyak 12 titik. Performa morfologi yang diamati yaitu bentuk tubuh, posisi mulut, tipe sisik, bentuk sirip caudal, dan tipe gigi. Karakter meristik yang dihitung yaitu jumlah sisik garis rusuk, jumlah jari-jari keras dan lemah sirip dorsal I, dorsal II, ventral, pectoral, anal, ekor, jumlah keel, jumlah finlet, jumlah sisik di atas dan di bawah garis rusuk. Data hasil pengamatan performa morfologi dan meristik dianalisis secara deskriptif, pengukuran truss morphometrics dianalisis statistik dengan uji “Man Whiteney”. Hasil penelitian menunjukkan performa morfologi dan karakter meristik tidak dapat dijadikan sebagai pembeda ikan kembung jantan dan betina. Karakter truss morphometrics dapat dijadikan sebagai pembeda yaitu pada jarak pangkal depan sirip dorsal I sampai pangkal depan sirip ventral. Kata kunci : performa morfologi, meristik, truss morphometrics, Rastrelliger brachysoma.
Aktivitas Selulase dan Pola Pertumbuhan Miselium Aspergillus RB1 (Fungi Selulolitik Asal TPST Rempoah, Banyumas) Berdasarkan Variasi Waktu Inkubasi Hikam, Arif Rahman; Dewi, Ratna Stia; Mumpuni, Aris; Yulianti, Dwiana Muflihah; Setio, Adinda Eka Murti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18491

Abstract

Fungi selulolitik merupakan salah satu mikroorganisme utama yang berperan dalam produksi enzim selulase karena kemampuannya mensekresikan enzim ekstraseluler dalam jumlah tinggi. Aspergillus RB1 merupakan isolat fungi selulolitik yang diperoleh dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Banyumas, dan berpotensi sebagai penghasil enzim selulase. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas enzim selulase serta pola pertumbuhan miselium Aspergillus RB1 pada berbagai waktu inkubasi. Isolat diremajakan kemudian ditumbuhkan pada medium CMC cair dengan variasi lama inkubasi 0, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 hari dengan 3 ulangan. Filtrat kultur digunakan sebagai sumber ekstrak kasar enzim selulase, yang diuji aktivitasnya menggunakan metode DNS dengan pembandingan terhadap kurva standar glukosa. Pertumbuhan miselium dianalisis berdasarkan pengukuran berat kering biomassa pada setiap waktu inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas selulase Aspergillus RB1 meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi dan mencapai nilai tertinggi pada hari ke-4 sebesar 17,92 U/mL. Pola pertumbuhan miselium menunjukkan berat kering maksimum pada hari ke-4 sebesar 0,81 g, yang mengindikasikan fase pertumbuhan eksponensial sebagai fase optimum produksi enzim. Keselarasan antara puncak aktivitas selulase dan kurva tumbuh miselium menunjukkan bahwa lama inkubasi hari ke-4 merupakan waktu optimum untuk produksi selulase oleh Aspergillus RB1.
Sekuensing Fungi Patogen Berbasis Oxford Nanophore Technology (ONT) pada Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica) dari Desa Tawar Miko, Aceh Tengah Fauziyah, Fauziyah; Lubis, Syafrina Sari
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18508

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica L.) di Aceh Tengah rentan terhadap penyakit busuk buah (coffee fruit rot/ CFR) yang disebabkan oleh kompleks patogen fungi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman fungi patogen pada kulit buah kopi arabika bergejala busuk hitam dari Desa Tawar Miko, Aceh Tengah, menggunakan metabarcoding berbasis Oxford Nanopore Technology. Sampel buah kopi yang busuk diambil secara acak, dilakukam ekstraksi DNA total, amplifikasi gen penanda Internal Transcribed Spacer (ITS) rDNA, dan sekuensing Oxford Nanopore. Data sekuens dianalisis secara bioinformatika untuk menentukan komposisi taksonomi dan menghitung indeks keanekaragaman. Hasil analisis mengidentifikasi 57 spesies dengan total 134.371 sekuens yang tergolong ke dalam 17 genus. Lima filum terdeteksi dengan dominasi Ascomycota (94,53%), diikuti oleh Unknown (5,40%), Zoopagomycota (0,04%), Bacillota (0,02%), dan Actinomycota (0,01%). Sepuluh genus utama menunjukkan kelimpahan yang bervariasi, yaitu Kurtzmaniella (48,64%), Penicillium (45,59%), Unknown (5,40%), Brettanomyces (0,07%), Chlamydocillium (0,07%), Scolecobasidium (0,06%), Brunneoclavispora (0,02%), Coemansia (0,02%), Pandora (0,02%), dan Other (0,11%). Tiga spesies dominan adalah Kurtzmaniella quercitrusa (48,60%), Penicillium crustosum (39,75%), dan Penicillium coprobium (3,79%). Nilai indeks Shannon (H′) sebesar 1,17 menunjukkan tingkat keanekaragaman yang rendah dengan dominansi tinggi (Simpson D = 0,6). Temuan ini memberikan gambaran dasar komunitas fungi patogen pada busuk buah kopi arabika dan berimplikasi sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman untuk meningkatkan mutu dan keamanan kopi di Aceh Tengah. Kata kunci : busuk buah kopi,fungi patogen, sekuensing, Oxford Nanopore Technology, ITS rDNA