cover
Contact Name
Muhammad Aminuddin
Contact Email
jurnaljkpbk@gmail.com
Phone
+628125883874
Journal Mail Official
jurnaljkpbk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggur No 88 Samarinda 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan
Published by Universitas Mulawarman
Core Subject : Health, Science,
The aim of JKPBK is to promote excellence in health siences and practice through the dissemination of the latest, evidence-based, peer-reviewed clinical information and original research. This journal covers a wide range and consider articles of health sciences on all aspects on nursing area, public health science and clinical medicine. Nursing area such as: • Fundamental of Nursing: professional care provided to meet the basic needs of sick and healthy individuals • Pediatric Nursing: nursing care needs of sick and healthy infants, children, and adolescents, addressing their biopsychosocial needs • Maternity Nursing: nursing care on all maternal periods, women’s reproductive health and women’s violence • Psychiatric Nursing: professional nursing care for people to meet the mental health needs of sick and healthy individuals • Family and Community Health Nursing: professional nursing care for prevention and promotion to improve quality of life and well-being in the community. • Critical and Intensive Care Nursing: professional nursing care of critically ill patients • Medical Surgical Nursing: professional nursing care for adult patients who are acutely ill with a wide variety of medical problems and diseases or are recovering from surgery. Public health sciences and clinical medicine that impact to nursing science
Articles 148 Documents
Pola Asuh Ibu Pada Perkembangan Sosial Anak Usia 4-5 Tahun Rita Puspa Sari; Hasmiati Hasmiati; Ruminem Ruminem
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 1 (2019): JKPBK 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.814 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3479

Abstract

Pendahuluan : Penerapan pola asuh oleh  keluarga khususnya oleh Ibu sangat berpengaruh dalam tahapan perkembangan anak. Tujuan Penelitian : mengidentifikasi perkembangan sosial pada anak usia 4-5 tahun dan mengidentifikasi pola asuh yang diterapkan ibu pada perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun.Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan metode Deskriptif, dengan desain kuantitatif survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 ditentukan secara acak.Hasil Penelitian : Pola asuh yang paling banyak diterapkan ibu pada anak usia 4-5 tahun yaitu pola asuh demokratis berjumlah 48 ibu (80%). Perkembangan sosial anak berada pada rentang perkembangan sosial tinggi berjumlah 30 anak (50%) dan perkembangan sosial sedang 30 anak (50%).Diskusi : Responden dalam penelitian ini mayoritas menerapkan pola asuh demokratis dan anak usia 4-5 tahun memiliki  perkembangan sosial seimbang antara perkembangan sosial tinggi dan sedang. Diharapkan ibu dapat menerapkan pola asuh terbaik dan tepat bagi  anak  akan berguna dan berpengaruh positif pada perkembangan anak. Kata Kunci : Pola Asuh, Perkembangan Sosial, Anak usia 4-5 tahun
Description of Parents Knowledge About Nutritional Status of Ages 1 - 3 Years in Sidomulyo Puskesmas area Samarinda city. Rita Puspa Sari
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 3, No 1 (2020): JKPBK Juni 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.756 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v3i1.3604

Abstract

Background: Parental education is very important because it can influence the development of children's nutrition because by knowing nutrition, parents can find out the weight gain/nutrition of children under five every month. Knowledge about nutrition becomes a very important part of maintaining children's growth and development. Nutritional status in toddlers must be very guarded and taken seriously from parents because malnutrition occurs at this time can cause irreversible damage. It is very possible that short body size is one indicator or indication of prolonged malnutrition in infants. More fatal malnutrition will have an impact on brain development. The nutritional status of children under five can be influenced by several factors, including the lack of insight and knowledge of mothers about nutrition, the low level of maternal education also contributes greatly to the cases of malnutrition that are often found in the community. Objective: This study aims to determine the level of parental knowledge about the nutritional status of children aged 1-3 years in the area of Sidomulyo Samarinda Puskesmas. Method: This type of research conducted in this research is descriptive design with a quantitative approach. The sample used in this study were 40 children. The tool used in collecting data is the questionnaire method. Results: This study illustrates the level of parental knowledge about the nutritional status of children, with respondents mothers who have children aged 1-3 years in which mothers with a good level of knowledge as many as 28 people (70%), who have enough knowledge of 8 people (20%), and less than 4 people (10%).Keywords: Knowledge, Nutritional status, children aged 1-3 years 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perawat Dalam Melaksanakan Terapi Aktifitas Kelompok : Sosialisasi Pada Klien Menarik Diri Di Rumah Sakit Jiwa Ediyar Miharja
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 1 (2018): JKPBK 1 Juni 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.222 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i1.3622

Abstract

Latar Belakang: Praktik keperawatan jiwa, melaksanakan TAKS bukan suatu hal yang mudah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi  perawat dalam melaksanakan TAKS pada klien menarik diri di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif. Sampel yang digunakan sebanyak 25 yang memenuhi kriteria inklusi mempunyai pengalaman kerja minimal satu tahun, telah mendapat teori tentang TAKS baik secara formal atau informal, dan pernah melaksanakan TAKS. Hasil dan kesimpulan: penelitian didapatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam melaksanakan TAKS adalah motivasi dan pengetahuan perawat (faktor internal) dan faktor eksternal yang meliputi : partisipasi klien, tersedianya waktu bagi perawat, sarana yang tersedia, adanya prosedur tetap, ketenagaan, dan manajemen keperawatan.Kata kunci: Terapi Aktivitas Kelompok, Klien menarik diri
Pengkajian Luka Menurut Meggit-Wagner dan Pedis Pada Pasien Ulkus Diabetikum Mayusef Sukmana; Roni Sianturi; Sholichin Sholichin; Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.458 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3463

Abstract

Latar belakang: ulkus  diabetikum merupakan  salah  satu komplikasi  diabetes  melitus. Pengkajian  ulkus  diabetikum dilakukan sebagai dasar dalam menentukan perawatan luka dan terapi yang diberikan. Meggit-Wagner memiliki kelebihan sistem yang sederhana, mudah diingat, berdasarkan lokasi dan kedalam ulcerasi, sementara PEDIS memberikan penilaian yang lebih luas dan mendalam meliputi perfusi, ukuran, kedalaman, infeksi dan sensasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengkajian ulkus diabetikum di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan menggunakan Wagner-Meggit dan  PEDIS. Metode : Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang dilaksanakan bulan Mei 2019 dengan tiga orang responden. Hasil : R1 luka grade 4 yang ditandai dengan adanya gangren yang terlokalisir pada jari kaki dan luka sudah mengenai tendon dan tulang, R2 luka grade 3 ditandai dengan adanya formasi abses, adanya eritema dan edema dan pada R3 luka grade 3 ditandai dengan adanya kemerahan dan edema dan adanya abses, luka pada kedua-duanya belum mengenai tendon, sendi atau tulang dan tidak terdapat gangrene pada jari-jari kaki. Pengkajian   PEDIS yaitu adanya selulitis >2cm, adanya abses pada jaringan dalam dan gangren namun tidak ada tanda inflamasi sistemik. Kesimpulan: Pengkajian ulkus menurut Meggit-Wagner adalah R1 grade 4 dan R2 dan R3 grade 3. Menurut PEDIS ketiga responden grade 3(Infeksi berat). Tenaga kesehatan diharapkan menerapkan pengkajian ulkus diabetikum yang lebih mendetail sehingga dapat menentukan perawatan yang sesuai.Kata kunci : pengkajian diabetes melitus,  ulkus diabetikum, Megit-Wagner, PEDIS
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Siswa Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di SD Negeri No. 015 Kecamatan Samarinda Ulu Ruminem Ruminem; Rita Puspa Sari
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 2 (2018): JKPBK 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.19 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i2.3629

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi, sering menimbulkan keresahan masyarakat karena perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat menyebabkan kematian   dalam   waktu   singkat   (R.I,   Depkes,   2006).  Pengetahuan diperlukan sebagai modal awal perubahan perilaku  terutama sikap anak sekolah teehadap pencegahan DBD. Tujuan penelitian  ini mengetahui hubungan  Pengetahuan dengan sikap  siswa terhadap pencegahan    penyakit  Demam Berdarah Dengue (DBD)  di SD Negeri No. 015 Kecamatan  Samarinda Ulu.  Metode : Penelitian ini merupakan jenis Cross Sectional. Sampel pada penelitian  adalah seluruh  Siswa kelas VI di SD Negeri No 015 Kecamatan Samarinda Ulu   yang berjumlah  48  responden (Total Sampling). Data hasil penelitian dianalisis  secara univariat dan bivariat ( uji Chi Square). Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang penyakit DBD mayoritas  kategori Cukup sebanyak 37 (77,1 %), Sikap  siswa dalam pencegahan penyakit DBD  sebagian besar sikap positif   sebanyak 29 (60,4%).  Hasil Uji Chi Square P value : 0,95 > α : 0,5, menunjukkan Tidak Ada hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa dalam pencegahan Penyakit DBD. Kesimpulan : Pengetahuan siswa tidak berhubungan dengan sikap posistif  dalam pencegahan penyakit DBD.  Disarankan pihak sekolah tetap meningkatkan upaya pencegahan penyakit DBD melalui penyuluhan kesehatan dan kerjasama dengan puskesmas untuk membentuk Kader Jumantik di sekolah.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pencegahan, DBD , Siswa
Gambaran Tingkat Kecemasan Orangtua Terhadap Dampak Negatif Gadget pada Anak Usia 6-12 Tahun di Kelurahan Harapan Baru Samarinda Ediyar Miharja; Dhita Fitriyanti
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.816 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3509

Abstract

Latar Belakang: Gadget  adalah suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya. Gadget pada jaman seperti sekarang sudah sangat modern dan mudah untuk digunakan, salah satunya penggunanya ialah anak-anak, Gadget juga mempunyai dampak positif dan dampak negatif yang dapat memunculkan kecemasan terhadap orangtua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan orangtua terhadap dampak negatif gadget pada anak usia 6-12 tahun berdasarkan karakteristik meliputi usia, pekerjaan, pendidikan, dan perannya sebagai orangtua. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara Accendetal. Penelitian dilakukan dari bulan April-Mei 2019 dengan melibatkan 37 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan Pada tingkat kecemasan responden berdasarkan usia didapatkan kecemasan sedang usia 36-45 tahun yaitu 6 responden (16%). Berdasarkan pendidikan responden kecemasan sedang pada responden bekerja swasta yaitu 5 responden (14%). Tingkat kecemasan responden menurut jenis pendidikan terakhirnya kecemasan sedang  pendidikan SLTA sebanyak 6 responden (16%). Berdasarkan peran sebagai orangtua  tingkat kecemasan ringan pada ibu sebanyak 10 responden (27%). Simpulan dan Saran : kecemasan orangtua yang banyak terjadi pada kategori sedang terhadap dampak negatif gadget pada anak. Puskesmas dapat melakukan edukasi terhadap orangtua untuk mengatasi masalah dampak negatif gadget ini.Kata Kunci : Dampak Negatif Gadget, Tingkat Kecemasan,Usia 6-12 Tahun
Resiko Karies Gigi Pada Siswa Kelas 4 Dan 5 Sdn 016 Palaran Dilihat Dari Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Kebiasaan Menyikat Gigi : Studi Deskriptif Dwi Nopriyanto; Muhammad Ihfan Dian Fatoni; Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 1 (2019): JKPBK 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.427 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3470

Abstract

Latar Belakang : makanan kariogenik merupakan makanan yang digemari oleh anak-anak dan paling banyak di konsumsi oleh pelajar SD, hal ini akan menyebabkan resiko karies gigi, ditambah lagi jika frekuensi menyikat giginya kurang dari 2 kali sehari akan menambah resiko karies gigi. Tujuan : Penelitian ini  untuk mengetahui gambaran resiko terjadinya karies gigi pada siswa kelas 4 dan 5 SDN 016 Palaran. Metode : Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan studi  deskriptif. Pemilihan sampel menggunakan total sampling, berjumlah 31 responden. Data primer diperoleh melalui kuesioner penelitian. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori konsumsi makanan kariogenik berisiko yaitu 18 siswa (58,07%) dan kategori tidak berisiko yaitu 13 siswa (41,93%) Variabel kebiasaan menyikat gigi sebagian besar responden berada dalam kategori kebiasaan menggosok gigi tidak berisiko yaitu 21 siswa (67,74 %) dan kategori berisiko yaitu 10 siswa (32,26 %). Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi makanan kariogenik beresiko mengalami karies gigi atau sebaliknya. Sedangkan kebiasaan menyikat gigi 2 kali sehari pada waktu pagi dan sebelum tidur akan tidak beresiko mengalami karies gigi. Pihak sekolah dapat menggerakan UKS dan pendidikan kesehatan bagi siswa sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan siswa terutama kesehatan gigi dan mulut.
The Pathogenesis Characteristics and Symptom of Covid-19 in the Context of Establishing a Nursing Diagnosis Mayusef Sukmana; Falasifah Ani Yuniarti
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 3, No 1 (2020): JKPBK Juni 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.175 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v3i1.3748

Abstract

Covid-19 is a disease that causes a global health emergency, caused by SAR-CoV2 and transmitted through droplets. Viruses attached to host cells are strongly bound to ACE2 causing excessive inflammatory reactions (Cytokine Storm). The incubation period 1-14 days, causing signs and symptoms of the respiratory syndrome, fever, leukopenia, thrombocytopenia, and in severe conditions multi-organ failure that ends in death. In May 2020 the world mortality rate increased by 15.45%, which previously was March 2020 at 3.4%. The concept of pathogenesis is needed as an effort to provide understanding in handling Covid-19 so that mortality can be controlled. Tracing and understanding the characteristics of Covid-19 pathogenesis that gives rise to various pathological responses of the body becomes an interesting analytical study to establish an appropriate diagnosis, including nursing diagnoses in order to develop a comprehensive nursing plan. This study aims to review the characteristics of covid-19 pathogenesis in the context of establishing a nursing diagnosis according to the Indonesian Nursing Diagnosis Standards.  A literature study is done by analyzing the characteristics of COVID-19 signs and symptoms and comparing the major and minor data groupings that exist in the Indonesian Nursing Diagnosis Standard. Characteristic pathogenesis results from mild, moderate and severe symptoms. Grouping results refer to nursing diagnoses including ineffective airway clearance, ventilator weaning disorders, gas exchange disorders, ineffective breathing patterns, the risk of spontaneous circulatory disorders, hyperthermia and anxiety. Keywords: Nursing diagnosis Covid-19, signs anda symptome covid-19,  pathogenesis Covid-19, SAR-CoV2 
Pijat Bayi Dan Kenaikan Berat Bayi Berat Lahir Rendah Di Kota Samarinda Rita Puspa Sari
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 1 (2018): JKPBK 1 Juni 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i1.3620

Abstract

Latar Belakang: Jumlah Bayi berat lahir rendah dinegara maju terdiri dua pertiga premature dan sisanya bayi cukup umur namun mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim. Sebaliknya dinegara berkembang proporsi bayi cukup umur dengan hambatan pertumbuhan dalam rahim mencapai 83%. Sedangkan di kota Samarinda kelahiran bayi Berat lahir Rendah mencapai 17,1% dan  persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di kota Samarinda pada tahun 2009 sebanyak  69,49 % dan yang ditolong bukan oleh tenaga kesehatan sebanyak 30,51%. Bayi berat lahir rendah terdiri dari bayi premature dan bayi cukup umur yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim. Bayi prematur atau bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gr, jika dipijat tiga kali setiap harinya selama lima belas menit dalam waktu sepuluh hari, mengalami kenaikan berat badan 20%-47% lebih besar daripada yang tidak dipijat. Pada Bayi berat lahir rendah sering terjadi permasalahan dalam status respiratory, mudah terjadi aspirasi gastric, reflex mengisap yang masih lemah dan distensi abdomen. Kenaikan Berat badan sebagai parameter keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi dapat dipengaruhi juga oleh keadaan kesehatan (penyakit infeksi), usia kehamilan saat melahirkan, jenis kelamin anak dan usia anak saat diberikan stimulasi.Tujuan: Mengetahui manfaat pijat bayi sebagai salah satu cara dalam meningkatkan  kenaikan berat bayi berat lahir rendah.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) melalui pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 58  bayi berat lahir rendah yang lahir dengan berat badan antara 1500-2499 gram, Satu kelompok diberi perlakuan pijat bayi oleh ibunya selama 11 hari dan satu kelompok lain tidak diberi perlakuan. Analisa data dilakukan dengan tahapan analisis univariabel yang merupakan distribusi frekuensi karakterisrik responden, bivariabel menggunakan independent t-test, uji x2 (chi-square) dan RR serta analsis multivariabel dengan menggunakan regresi linier.Hasil: Pada Analisis regresi linier yang dilakukan terdapat hubungan  antara pijat bayi dan pemenuhan nutrisi (ASI eksklusif) terhadap kenaikan berat bayi berat lahir rendah (koefisien=22,67; p-value=0,004; 95%CI=7,68-37,65) dan memberikan kontribusi sebesar 25% untuk kenaikan berat bayi berat lahir rendah.Kesimpulan: Kenaikan berat bayi berat lahir rendah yang diberi perlakuan pijat lebih besar dibandingkan bayi yang tidak dilakukan pijat. Pemenuhan nutrisi (Asi eksklusif), keadaan kesehatan (tidak sakit), usia kehamilan <37 minggu dan usia bayi mampu mempercepat kenaikan berat bayi berat lahir rendah.  Kata Kunci: Pijat Bayi, Kenaikan Berat Badan dan Bayi Berat Lahir Rendah. 
Gambaran Konsumsi Jajanan dan Kebiasaan Menyikat Gigi Pada Siswa Yang Mengalami Karies Gigi di SDN 007 Sungai Pinang Samarinda Ruminem Ruminem; Rima Angelina Pakpahan; Siti Sapariyah
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.93 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3501

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting bagi kesehatan umum  dan kualitas hidup  manusia. Masalah gigi berlubang (karies) masih banyak dikeluhkan  baik oleh anak-anak maupun dewasa (Kemenkes RI, 2014).Masalah karies gigi tidak terlepas dari faktor penyebab yaitu konsumsi jajanan dan kebiasaan menyikat gigi. Berdasarkan survey pendahuluan didapakan bahwa 51 (92%) dari 55 siswa kelas V mengalami karies gigi dan mengatakan mengkonsumsi jajanan manis dan dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi jajanan dan kebiasaan menyikat gigi siswa yang mengalami karies gigi. Metode:  Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  deskriptif  Studi Kasus. Sampel Penelitian adalah Siswa Kelas V di  SDN 007 Sungai Pinang Samarinda  berjumlah 2 Partisipan yang mngalami karies gigi, dengan  tehnik Purposive Sampling. Instrumen Penelitian berupa Panduan Wawancara dan Observasi. Analisa data secara analisis deskritifdari hasil temuan. Hasil: dari penelitian didapatkan partisipan mengatakan mengkonsumsi jajanan dengan frekuensi >2 kali sehari, jajanan manis dan kebiasaan menyikat gigi dengan frekuensi 2-3 kali sehari, waktu menyikat gigi 1-2 menit, dan teknik yang digunakan ke atas kebawah dan ke depan ke belakang. Simpulan: Konsumsi jajanan dengan frekuensi lebih, jenis higly cariogenic dan menyikat gigi dengan frekuensi 2 kali sehari, waktu menyikat gigi kurang, teknik horizontal dan vertical. Diharapkan agar siswa agar mengurangi konsumsi jajanan yang bersifat kariogenik dan frekuensi lebih dan menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan frekuensi, durasi, dan teknik yang baik.. Kata kunci: Karies, Konsumsi Jajanan, Menyikat Gigi, Siswa Sekolah Dasar

Page 2 of 15 | Total Record : 148