cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 94 Documents
Kandungan Hormon Fsh, Lh, Dan Estrogen Pada Induk Ayam Ras Petelur Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) Prabewi, Nur; Listyowati, Andang Andiani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar hormon FSH, LH dan Estrogen untuk meningkatkan reproduksi induk ayam ras petelur treatment penggunaan tepung biji rami ((Linum usitatissimu L.) sebagai feed additive. Materi yang digunakan adalah ayam ras petelur strain Lohman Brown berumur 41 minggu sebanyak 75 ekor, jagung giling, bekatul, konsentrat ayam petelur, mineral 1% dan tepung biji rami.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 = Pakan basal non tepung biji rami, P1 = Pakan basal + 12,5% (125 g) tepung biji rami/kg pakan, P2 = Pakan basal + 15% (150 g) tepung biji rami/kg pakan, P3 = Pakan basal + 17,5% (175 g) tepung biji rami/kg pakan Variabel yang diukur adalah kadar hormon FSH, LH dan estrogen. Metode analisis data mengunakan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan nyata selanjutnya akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) berpengaruh sangat nayata (P<0,01) terhadap Kadar hormon FSH, Kadar hormon LH dan kadar hormon Estrogen. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa variabel kadar estrogen, kadar FSH pada perlakuan P2 15% tepung biji rami berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0,dan pada variabel kadar LH pada perlakuan P2 15% (150 g) tepung biji rami berbeda nyata dengan perlakuan P0. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dapat meningkatkan kadar Hormon estrogen menjadi 109,39 ng/l , sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon FSH menjadi 10,20 mIU/ml, sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dan 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon LH menjadi 11.45 mIU/ml.
Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit Pada Ransum Ayam Ras Petelur Terhadap Karakteristik Organ Reproduksi Aljazari, Alan; Sunardi , Sunardi; Daryatmo, Joko
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1504

Abstract

Aspek utama dalam peningkatan produksi telur pada ayam ras petelur terletak pada optimalisasi kinerja organ reproduksi. Keberhasilan produksi telur sangat bergantung pada kondisi fisiologis dan perkembangan saluran reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level yang tepat dalam pemberian tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) pada ransum terhadap karakteristik organ reproduksi ayam ras petelur. Penelitian ini dilakukan selama 56 hari dengan bahan 90 ekor ayam ras petelur strain Lohmann Brown umur 74 minggu dan tepung kunyit. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan yang setiap ulangan menggunakan sampel 5 ekor. Perlakuan terdiri dari: P0 (ransum 100% + tepung kunyit 0%), P1 (ransum 100% + tepung kunyit 10%), dan P2 (ransum 100% + tepung kunyit 20%). Variabel penelitian: jumlah folikel, berat ovarium, dan panjang oviduk. Metode analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian tepung kunyit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel jumlah folikel. Sedangkan variabel berat ovarium dan panjang oviduk menunjukkan hasil berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa level pemberian tepung kunyit sebesar 20% adalah level terbaik dalam meningkatkan jumlah folikel.
Peningkatan Kualitas Albumen Tanpa Perubahan Berat Telur dan Panjang Oviduk pada Ayam Ras Petelur yang Diberi Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Suzana, Shania Ayu; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1517

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid, vitamin C, dan asam organik yang berpotensi meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak belimbing wuluh terhadap panjang oviduk, berat telur, dan kualitas albumen (Haugh Unit). Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis ekstrak (P0 = kontrol, P1 = 0,5 mg, P2 = 1 mg, P3 = 1,5 mg) dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa panjang oviduk (58,6–63,2 cm) dan berat telur (45,46–50,43 g) tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,05), tetap berada dalam kisaran fisiologis normal ayam ras petelur umur 80 minggu. Sebaliknya, Haugh Unit meningkat signifikan (p<0,05) dari 64,33±3,72 (kontrol) menjadi 85,58±1,53 (P3), menunjukkan perbaikan kualitas albumen. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak belimbing wuluh lebih berpengaruh pada kualitas fungsional telur dibandingkan morfometri reproduksi. Kesimpulannya, ekstrak belimbing wuluh berpotensi sebagai fitofarmaka lokal untuk meningkatkan mutu albumen tanpa mengubah ukuran telur maupun panjang oviduk, sehingga relevan bagi peternak dalam mendukung produksi unggas berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian PGF2α Komersial Terhadap Kualitas Estrus Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) Handhikapoor, Krisna; Purwono, Edi; Khamid , Muh Nur; Mubarokah, Wida Wahidah; Akbarriski, Mukzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian PGF2α komersial terhadap kualitas estrus dan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH). Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 16 ekor sapi PFH yang dibagi dalam empat kelompok perlakuan: kontrol (tanpa hormon), Dinoprost, Cloprostenol, dan D-Cloprostenol. Perlakuan hormon diberikan dengan metode injeksi ganda dengan interval 11 hari. Parameter yang diamati meliputi intensitas estrus, kecepatan munculnya estrus, dan keberhasilan inseminasi buatan yang diukur melalui cek urin, palpasi rektal, dan Non Return Rate (NRR). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Chi-Square, serta uji Mann-Whitney sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGF2α komersial memiliki pengaruh nyata (p < 0,05) dalam meningkatkan intensitas estrus dan mempercepat kemunculan estrus pada sapi PFH dibandingkan dengan kontrol. Namun, pengaruh pemberian PGF2α terhadap keberhasilan kebuntingan tidak signifikan (p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan nyata antar jenis PGF2α komersial yang diuji dalam hal efektivitas untuk semua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan PGF2α komersial efektif untuk meningkatkan manifestasi estrus yang dapat membantu dalam penentuan waktu inseminasi buatan, meskipun belum terbukti meningkatkan tingkat kebuntingan secara signifikan.

Page 10 of 10 | Total Record : 94