cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
fdati028@gmail.com
Phone
+6281392037831
Journal Mail Official
ojsjpp@gmail.com
Editorial Address
Jl Magelang Kopeng km 7 Tegalrejo Magelang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu
ISSN : 27145964     EISSN : 27145964     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan salah satu jurnal yang dikelola Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) yang berlokasi di Magelang yang terbit pertama kali pada tahun 2005. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu merupakan jurnal ilmiah menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu-ilmu peternakan yang meliputi Penyuluhan Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Pakan ternak, Kesehatan hewan, dan produksi ternak.
Articles 95 Documents
Kualitas Semen Ayam Pejantan Bangkok (Gallus Domesticus) Sebagai Induk Pejantan Pembibit dengan Penambahan Kecambah Kacang Hijau dari Berbagai Umur Perkecambahan Prabewi, Nur; Listyowati, Andang Andiani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan dan untuk mengetahui umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat ditambahkan dalam ransum pakan untuk produktivitas dan kualitas semen ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit. Bahan yang digunakan adalah 36 ekor ayam bangkok yang berumur 1,5 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 9 kali ulangan, penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gr/ekor dua kali dalam 1 minggu dari berbagai umur adalah : 36 jam (P1), 48 jam (P2), 60 jam (P3), 72 Jam (P4). Variabel yang diamati adalah volume semen, motilitas spermatozoa, dan abnormalitas spermatozoa. Metode analisis data yang digunakan adalah Analysis F Variance (ANOVA) apabila terjadi perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Uji Duncans Multiple Ring Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas semen (Motilitas Spermatozoa) pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit, sedangkan variabel produktivitas (Volume Semen) dan kualitas semen ( Abnormalitas spermatozoa) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05). Umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat untuk meningkatkan volumen semen, motilitas semen dan menurunkan Abnormalitas spermatozoa pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit adalah pada perlakuan P2 yaitu umur perkecambahan 48 jam, dengan penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gram/ekor dua kali dalam 1 minggu.
Peningkatan Kualitas Albumen Tanpa Perubahan Berat Telur dan Panjang Oviduk pada Ayam Ras Petelur yang Diberi Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Suzana, Shania Ayu; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1490

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid, vitamin C, dan asam organik yang berpotensi meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak belimbing wuluh terhadap panjang oviduk, berat telur, dan kualitas albumen (Haugh Unit). Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis ekstrak (P0 = kontrol, P1 = 0,5 mg, P2 = 1 mg, P3 = 1,5 mg) dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa panjang oviduk (58,6–63,2 cm) dan berat telur (45,46–50,43 g) tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,05), tetap berada dalam kisaran fisiologis normal ayam ras petelur umur 80 minggu. Sebaliknya, Haugh Unit meningkat signifikan (p<0,05) dari 64,33±3,72 (kontrol) menjadi 85,58±1,53 (P3), menunjukkan perbaikan kualitas albumen. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak belimbing wuluh lebih berpengaruh pada kualitas fungsional telur dibandingkan morfometri reproduksi. Kesimpulannya, ekstrak belimbing wuluh berpotensi sebagai fitofarmaka lokal untuk meningkatkan mutu albumen tanpa mengubah ukuran telur maupun panjang oviduk, sehingga relevan bagi peternak dalam mendukung produksi unggas berkelanjutan.
Analisis Preferensi Konsumen Dan Kualitas Organoleptik Sate Dari Daging Berbeda di Kota Samarinda Juita, Firda; Istiqoma, Istiqoma; Haris, Muh Ichsan
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1500

Abstract

Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap sate ayam, sate kambing, sate payau, sate kelinci dan sate buaya serta preferensi konsumen terhadap kualitas organoleptik sate ayam, sate kambing, sate rusa (payau), sate kelinci dan sate buaya. Penelitian ini untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap sate ayam, sate kambing, sate rusa (payau), sate kelinci dan sate buaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2017 di Kota Samarinda. data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Metode penentuan lokasi sampel dilakukan secara sengaja. Metode penentuan jumlah sampel dilakukan secara proporsional dan metode penentuan sampel dilakukan secara insidentil. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala semantik differential.Hasil penelitian menunjukan preferensi konsumen terhadap kebutuhan 13,81, manfaat dan gizi 13,75, pilihan alternatif 11,25, keputusan pembelian 11,88, perilaku setelah pembelian 11,88, faktor kebudayaan11,69, faktor sosial 11,13, pribadi 16,13 psikologi 10,57, kualitas rasa 16,81, kualitas tekstur 14,44, kualitas aroma 12,19 dan kualitas warna 11,26Penelitian ini menunjukan preferensi konsumen tertinggi terhadap sate adalah karena kebutuhan dengan rata-rata 13,81 termasuk kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen sate adalah faktor pribadi dengan persentase 32,57%. Preferensi konsumen sate terhadap kualitas organoleptik adalah karena rasa dengan persentase 30,74%.
Kandungan Hormon Fsh, Lh, Dan Estrogen Pada Induk Ayam Ras Petelur Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) Prabewi, Nur; Listyowati, Andang Andiani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar hormon FSH, LH dan Estrogen untuk meningkatkan reproduksi induk ayam ras petelur treatment penggunaan tepung biji rami ((Linum usitatissimu L.) sebagai feed additive. Materi yang digunakan adalah ayam ras petelur strain Lohman Brown berumur 41 minggu sebanyak 75 ekor, jagung giling, bekatul, konsentrat ayam petelur, mineral 1% dan tepung biji rami.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 = Pakan basal non tepung biji rami, P1 = Pakan basal + 12,5% (125 g) tepung biji rami/kg pakan, P2 = Pakan basal + 15% (150 g) tepung biji rami/kg pakan, P3 = Pakan basal + 17,5% (175 g) tepung biji rami/kg pakan Variabel yang diukur adalah kadar hormon FSH, LH dan estrogen. Metode analisis data mengunakan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan nyata selanjutnya akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) berpengaruh sangat nayata (P<0,01) terhadap Kadar hormon FSH, Kadar hormon LH dan kadar hormon Estrogen. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa variabel kadar estrogen, kadar FSH pada perlakuan P2 15% tepung biji rami berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0,dan pada variabel kadar LH pada perlakuan P2 15% (150 g) tepung biji rami berbeda nyata dengan perlakuan P0. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dapat meningkatkan kadar Hormon estrogen menjadi 109,39 ng/l , sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon FSH menjadi 10,20 mIU/ml, sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dan 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon LH menjadi 11.45 mIU/ml.
Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit Pada Ransum Ayam Ras Petelur Terhadap Karakteristik Organ Reproduksi Aljazari, Alan; Sunardi , Sunardi; Daryatmo, Joko
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1504

Abstract

Aspek utama dalam peningkatan produksi telur pada ayam ras petelur terletak pada optimalisasi kinerja organ reproduksi. Keberhasilan produksi telur sangat bergantung pada kondisi fisiologis dan perkembangan saluran reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level yang tepat dalam pemberian tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) pada ransum terhadap karakteristik organ reproduksi ayam ras petelur. Penelitian ini dilakukan selama 56 hari dengan bahan 90 ekor ayam ras petelur strain Lohmann Brown umur 74 minggu dan tepung kunyit. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan yang setiap ulangan menggunakan sampel 5 ekor. Perlakuan terdiri dari: P0 (ransum 100% + tepung kunyit 0%), P1 (ransum 100% + tepung kunyit 10%), dan P2 (ransum 100% + tepung kunyit 20%). Variabel penelitian: jumlah folikel, berat ovarium, dan panjang oviduk. Metode analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian tepung kunyit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel jumlah folikel. Sedangkan variabel berat ovarium dan panjang oviduk menunjukkan hasil berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa level pemberian tepung kunyit sebesar 20% adalah level terbaik dalam meningkatkan jumlah folikel.

Page 10 of 10 | Total Record : 95