Jurnal AL-AHKAM
Fokus kajian jurnal ini berkaitan dengan kajian hukum Islam dengan segala aspek yang berkaitan dengannya. Jurnal ini menampung semua bentuk artikel ilmiah yang berkaitan dengan kajian hukum Islam yang mencakup artikel penelitian, baik normatif-doktrinal dan empiris, dalam disiplin hukum Islam yang meliputi: Yurisprudensi Islam (Fiqh), Teori Hukum Islam (Usul al-Fiqh), Hukum di Dunia Muslim Modern (Legislasi / Kodifikasi, Statuta, Peraturan, Profesi Hukum, dan Lembaga), dan Hukum Komparatif, Hukum & Agama, atau Hukum & Masyarakat yang bersinggungan dengan Hukum Islam.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15, No 1 (2024)"
:
10 Documents
clear
Menyembunyikan Nasab Anak
Pratiwi, Nila;
Muhammad, Nasrizal
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8644
The cause of nasab relationship is marriage. The child is related to the mother through pregnancy, and the child is related to the father through marriage. The marriage relationship that causes the nasab relationship is a valid marriage, invalid marriage, and wathi' syubhah. If the pregnancy occurs outside of a valid marriage, or the marriage is invalid, then the child does not have a nasab relationship with the father even though it is determined by various methods in determining nasab, such as recognition, proof, lottery, tracking / tracing, claims / demands, judge decisions, and others. Thus, no rights are obtained in the absence of a nasab relationship. There is no right to inherit from each other, no right to guardianship in marriage, etc. In fact, the father has the right to marry the daughter because she is not included in the women who are forbidden to marry. This article is a normative research in which the author uses the type of library research with secondary data sources, in the form of documentation and other literature materials related to the material discussed.
RELEVANSI PENERAPAN HUKUMAN MATI TERHADAP MASYARAKAT MODERN PERSPEPKTIF AL-QUR’AN
Dafizki, Ashlih Muhammad;
Efendi, Zul;
Arsal, Arsal;
Faizin, Faizin
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.7569
Abstrak Hukuman mati merupakan salah satu bentuk hukuman yang ditujukan bagi pelaku tindak pidana, walaupun hukuman mati ini sampai sekarang masih menuai pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan pada eksplorasi 1). Bagaimana konsep hukuman mati di Indonesia; 2). Bagaimana Relevansi Penerapan Hukuman Mati Perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca serta memahami literature yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). penerapan hukuman mati di Indonesia dilakukan terhadap kejahatan serius seperti makar terhadap pejabat negara, pembunuhan berencana, dan tindak pidana lainnya seperti korupsi dan narkotika; 2). Dalam al-Qu’an penerapan hukuman mati masih dilaksanakan pada kasus-kasus tertentu seperti pembunuhan, perzinaan, hirabah, bughat, dan murtad, walaupun demikian hukum hukum Islam tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan hukuman mati dalam tindak kejahatan yang merugikan manusia lainnya, sehingga penerapan hukuman mati t dalam perspektif al-Qur’an memiliki relevansi yang sangat kuat untuk diterapkan dalam masyarakat modern, dengan tujuan untuk menjaga keadilan, menghormati HAM, dan menjaga ketertiban sosial dalam masyarakat, dengan mempertimbangkan nilai-nilai zaman modern. Kata Kunci: Relevansi, Hukuman Mati, al-Qur’an
KONSEP KEWARISAN BEDA AGAMA DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS TEKS DAN KONTEKS
Desembri, Desembri;
Arsal, Arsal
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.7845
Abstrak Artikel ini menggali kompleksitas pewarisan harta dalam konteks meningkatnya keberagaman dan pluralitas budaya, seiring pertumbuhan penduduk yang tinggi. Masyarakat yang heterogen dari sudut pandang suku, agama, dan ras menjadi kenyataan tak terhindarkan, memperumit konsep pewarisan harta, terutama ketika melibatkan individu dari latar belakang agama yang berbeda. Implikasi mendalam terkait pewarisan harta muncul karena keberagaman agama yang terasa dalam keseharian, khususnya di kalangan umat Islam yang menganggap Al-Qur'an dan Hadis sebagai landasan utama dalam pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip pewarisan. Artikel ini juga mencermati kemungkinan munculnya anggota keluarga dengan keyakinan yang berbeda, terutama dalam konteks muslim Indonesia pasca-Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Dalam mengatasi kompleksitas ini, Islam sebagai panduan utama menghadirkan tantangan ketika hidup berdampingan dengan individu yang menganut keyakinan agama yang berbeda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami konsep pewarisan beda agama secara holistik, melibatkan kajian Al-Qur'an dan Hadis, serta konteks saat wahyu diterima. Dengan menganalisis teks dan konteks, artikel ini berusaha memberikan pemahaman yang kaya tentang nilai-nilai dalam konsep pewarisan Islam, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap harmoni dan keadilan di tengah masyarakat multireligius. Kata kunci : kewarisan, beda agama, teks dan konteks
Problematika Pernikahan Siri di Bawah Umur Perspektif Maqashid Syariah
Rahmi, Nailur;
Pelani, Herman
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8758
The type of research is field research, using qualitative methods. The primary data sources are couples who enter into unregistered marriages under age and the families of these couples. The secondary data is the number of couples who have underage unregistered marriages. Data was collected by means of interviews and documents. Data analysis uses Miles and Huberman theory by collecting data, reducing data, presenting data as well as drawing conclusions and verifying data. The data validity guarantee technique uses data source triangulation.The results of the research show that the problem of underage serial marriages in Nagari Binjai, Tigo Nagari District, Pasaman Regency, there are various kinds of problems, namely: economic problems, religion and age maturity problems. These problems result in the separation of several couples on the grounds that they are not economically strong due to their youth, lack of religious understanding or their immature age at marriage. Judging from the perspective analysis of maqashid sharia, this still tends to be inconsistent, the 5 main elements of maqashid sharia are: protecting religion (hifdz ad-dtn), protecting the soul (hifdz an-nafs), protecting reason (hifdz al-aql), protecting offspring (hifdz an-nasl), and guarding wealth (hifdz al-mal).
The Decision to Postpone Marriage among the Sandwich Generation: A Maqashid Shari'ah Review
Izzati, Nurul;
Darmawan, Aldy
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8750
This study aims to analyze the Maqashid Shari'ah review of the decision to delay marriage in the sandwich generation, which is based on rational considerations such as concerns about financial responsibility and the potential to form the next sandwich generation while they are of marriageable age. The literature review method was used with thematic analysis helping to identify and interpret the findings. The conclusions of this study show that concerns about financial hardship and fairness towards spouses are the main factors driving the decision to postpone marriage for the sandwich generation. Marriage in Islam is not a decision that should be forced on everyone without consideration, but must be based on readiness and ability both in terms of economic and mental readiness. Postponing marriage because it has already become a sandwich generation in order to break the chain of sandwich generation is a wise action to ensure that when marriage occurs, the individual is better prepared and able to carry out the role in family life in accordance with Islamic law in accordance with maqashid sharia.
Increase in Divorce in Padang Citi (Study of Divorce in Koto-Tangan District 2020-2021)
zal, Jufri
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8724
This article will discuss how divorce increased during 2020-2021 in Koto Tangah District. In this research, the author uses a type of research in the form of library research or library research where all research activities are carried out in the library. In this case the author carries out various processes used to collect information in completing research. This information can be obtained from scientific books, research reports, scientific essays, theses and dissertations, court decisions, expert opinions and written sources, both printed and electronic. The conclusion obtained in this research is that divorce factors in Koto Tangah District have an influence on the increase in divorce in Padang City. The dominant factor of divorce in Koto Tangah District, Padang City is leaving one of the parties and continuous disputes, which if presented, this factor of disputes and quarrels accounts for 80% of all divorce factors in Koto Tangah District, Padang City.
Alasan Perceraian Pada Putusan Nomor 1404/ Pdt.G/ 2020/ PA. Pdg Perspektif Kompilasi Hukum Islam
Fajar, Reski
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8772
Skripsi dengan judul “ Alasan Perceraian Pada Putusan Nomor 1404/ Pdt.G/ 2020/ PA. Pdg Perspektif Kompilasi Hukum Islam”. Ditulis oleh Reski Fajar NIM 1913010021 Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh putusan pengadilan terkait dengan alasan perceraian dalam perkara cerai talak putusan Nomor 1404/ Pdt.G/ 2020/ PA. Pdg. Rumusan masalah yang penulis gunakan adalah bagaimana alasan perceraian pada Putusan Nomor 1404/pdt,g/2020/PA. Pdg Perspektif Kompilasi Hukum Islam? Difokuskan kepada dua pertanyaan penelitian: 1) Apa pertimbangan hakim dalam memutus perkara cerai talak pada putusan nomor 1404/Pdt.G/2020/PA.Pdg?. 2) Bagaimana tinjauan Kompilasi Hukum Islam terhadap alasan perceraian dalam putusan nomor 1404/Pdt.G/2020/PA.Pdg? Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif (legal research) dan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu dasar analisisnya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan permasalahan hukum yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama mengenai alasan perceraian dalam mengabulkan permohonan cerai talak.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Pertama, pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara tentang cerai talak pada putusan perkara nomor 1404/ Pdt. G/ 2020/ PA. Pdg ialah pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo pasal 116 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam dan pasal 21 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Pemerintah no 9 tahun 1975. Kedua, tinjauan Kompilasi Hukum Islam terhadap alasan perceraian dalam putusan perkara nomor 1404/ Pdt. G/ 2020/ PA. Pdg/ Alasan perceraian dalam putusan ini ada 3 ( tiga) yaitu: a) Termohon tidak jujur tentang kehamilannya, alasan ini tidak sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam karena tidak ada kejelasan tentang kehamilan tersebut karena termohon tidak pernah hadir ke persidangan. b) Termohon telah melanggar perjanjian perkawinan, alasan ini tidak sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam sebab perjanjian yang dibuat bertentangan dengan syari’at Islam. c) Pemohon dan termohon telah berpisah rumah selama 5 tahun, alasan ini sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam dan dijadikan alasan perceraian oleh hakim.
Tinjauan Sejarah dan Studi Metode Ijtihad Ulama Mengenai Salat Tarawih
Saleh, Zamzami
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.5361
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejarah perkembangan model pelaksanaan salat tarawih dan metode ijtihad dari masing-masing pendapat terhadapnya. Tarawih pada mulanya tidak dikenal sebagai nama jenis salat sunah pada masa Rasulullah SAW. Nama salat tarawih baru disematkan setelah adanya aktifitas istirahat (tarwihah) yang diberikan oleh imam salat pada masa khulafaur rasyidin. Era selanjutnya lebih mengenal istilah salat malam pada bulan Ramadhan yang dilaksanakan secara berjamaah dengan nama salat tarawih. Terdapat ragam riwayat mengenai model salat malam Rasulullah S.A.W, akan tetapi pada masa khulafaur rasyidin terjadi beberapa ijtihad mengenai pelaksanaan salat tarawih. Implikasinya pada saat ini terdapat ragam model pelaksanaan salat tarawih meski pada dasarnya bersumber dari asal yang satu yakni Rasulullah S.A.W. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research0 dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisa data-data (content analysis) dari literatur yang berkaitan sebagai bahan primer seperti kitab-kitab fikih dan kitab-kitab hadis serta sejarah. fPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun teks tegas dari Rasulullah SAW yang mengatur tentang berapa jumlah rakaat salat tarawih, sehingga perkara jumlah rakaat salat tarawih jelas merupakan hal yang ijtihadiyah. Sementara mengenai model pelaksanaannya, ada hadis Rasulullah S.A.W. yang tegas menyebutkannya, akan tetapi ada pula hadis lain yang mengindikasikan model yang berbeda, sehingga membukan peluang hal yang ijtihadiyah pula. Mayoritas ulama mazhab fikih yang empat berpendapat sama dengan model pelaksanaan dan jumlah rakaat tarawih yang telah diatur oleh Umar bin al-Khatthab R.A. yakni 20 rakaat. Sebagian mazhab Maliki berpendapat dengan ijtihad Umar bin Abdul Aziz yakni 36 rakaat. Sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat tarawih adalah 8 rakaat. Adapun model pelaksanaannya ada yang berpendapat dengan dua rakaat satu salam dan ada pula yang empat rakaat satu salam.
Pengaruh Pemikiran Tahir Haddad Terhadap Hukum Keluarga di Tunisia
mardiyah, siti
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8753
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran pemikiran Tahir Haddad terhadap isi pasal-pasal hukum keluarga Tunisia, dimana sebagian besar pasal-pasal dalam peraturan ini dipengaruhi oleh pemikiran Tahir Haddad yang banyak membahas tentang kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pemikiran Tahir Haddad yang mempengaruhi pasal-pasal dalam hukum keluarga Tunisia dan (2) menganalisis latar belakang pasal-pasal yang dianggap kontroversial dalam hukum keluarga Tunisia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan yang sumber utamanya diperoleh dari berbagai tulisan seperti buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini adalah (1) Tahir Haddad berperan sentral dalam pembentukan sebagian besar pasal-pasal yang dianggap kontroversial dalam peraturan hukum keluarga atau Kode Status Pribadi Tunisia. Gagasan dan konsepnya menjadi acuan dalam perumusan beberapa pasal dalam Kode Status Pribadi Tunisia, dan (2) pasal-pasal yang dianggap kontroversial tidak dimaksudkan untuk menyimpang dari prinsip-prinsip hukum Islam tradisional; sebaliknya, pasal-pasal ini dibentuk sebagai cerminan dari keinginan pemerintah Tunisia untuk memberikan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.
Induced Lactation and Its Effects on Mahram Relationships from The Perspective of Jurisprudence Scholars
Angreani, Santi;
arma, hariri ocviani
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8752
The latest studies in the field of health, especially in the field of breastfeeding, which provides opportunities for women to breastfeed babies without going through the process of pregnancy and childbirth. This research uses the type of library research (Library Research). The book of fiqh scholars as a primary source, while for secondary sources, the author uses the opinions of contemporary scholars, books, journals, and other supporting books. The results of the analysis obtained that the law of using the method of induction of lactation in a barren woman or girl is ibahah as long as there is no harm to the breastfeeder and the suckling. Some scholars say that there is a mahram relationship between the mother of the milk and her brothers and sisters, while some scholars say that there is no effect of induced lactation on the mahram relationship. The author's opinion on this khilafiah issue is more inclined towards the opinion of the scholars who say that there is a mahram relationship between the two of them and their brothers and sisters because the source of the milk is from the same woman, while the husband of the mother of the milk does not result in a mahram relationship because the milk comes out not because of wata' with her husband and the child is not part of her husband.