cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL" : 10 Documents clear
ANALISIS PENGGUNAAN PASAK SEBAGAI PENGGANTI LEM PADA STRUKTUR KAYU LAMINASI SILANG (CLT): Analysis of using Dowel Fastener as Replacement of Adhesive on Cross Laminated Timber (CLT) Wahyuddin, Dedy; Anshari, Buan; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papan kayu laminasi silang atau Cross Laminated Timber (CLT) adalah salah satu contoh teknologi rekayasa kayu. Teknologi ini digunakan untuk memodifikasi kayu yang berkualitas rendah, sedang maupun dari spesies yang kurang dikenal (unknown species) menjadi bahan struktur berkualitas tinggi. Terdapat cukup banyak pilihan untuk merangkaikan potongan-potongan kayu pada produk CLT antara lain dengan menggunakan lem, baut dan paku. Penelitian ini menggunakan sambungan pasak dalam membentuk CLT menggantikan lem epoxy yang biasa digunakan sebagai penyambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan digunakannya sistem sambungan pasak (kayu Jati dan bambu) dalam membentuk CLT dan untuk mengetahui prilaku struktur dari masing-masing CLT dengan sistem sambungan yang berbeda (lem, pasak kayu dan pasak bambu) Untuk mencapai tujuan, uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik kayu. CLT, berukuran panjang 195 cm, lebar 90 cm dan tebal 10 cm, disusun dari 5 lapis kayu bajur dengan lebar 15 cm dan tebal 2 cm yang disusun saling bersilangan membentuk sudut 90o. Sebagai penyambung digunakan pasak bambu Petung, pasak kayu Jati dan lem Epoxy. . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa beban luar yang diijinkan untuk pelat CLTLSL, LSB dan LSJ berturut-turut sebesar 1353 N, 397 N dan 556 N. Modulus elastisitas rata-rata untuk CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 288,8 N/mm², 84,1 N/mm² dan 116,3 N/mm2. Untuk kuat lentur rata-rata CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 0,9 N/mm², 1,4 N/mm² dan 1,4 N/mm2 sedangkan nilai daktilitas CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 3,5 ; 2,6 dan 3,4.
ANALISIS KAPASITAS LINGKUNGAN JALAN AKIBAT PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT METRO MEDIKA: Capacity Road Enviroment Analysis In Light of Metro Medica Hospital Construction Sideman, Ida Ayu Oka Suwati
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Metro Medika Mataram adalah rumah sakit yang direncakan untuk mendukung palayanan kesehatan masyarakat secara umum. Rumah sakit ini direncakana akan didukung oleh 4 tenaga dokter spesialis. Lokasi pembangunan rumah sakit ini di atas kawasan peruntukan permukiman. Aktifitas pelayanan rumah sakit yang nantinya akan ditunjang oleh 47 tempat tidur pasien angka tersebut mendekati angka 50 tempat tidur sebagai mana disyaratkan di dalam Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Kinerja Pelayanan Jalan atau Level of Service (LOS) jalan di wilayah terdampak sejak prakonstruksi, konstruksi hingga operasional ada pada level C. Dengan kata lain secara umum pembangunan dan pengoperasian Rumah Sakit Metro Medika berdampak kecil atau kelas dampak 1 terhadap lalu lintas di sekitarnya. Untuk mendukung Andalalin tersebut dilakukan analisis kapasitas lingkungan jalan pada wilayah jalan terdampak. Dilakukan pengujian terhadap tingkat kebisingan akibat kendaraan, tingkat polusi udara akibat kendaraan, tundaan pejalan kaki dan rasio kecelakaan lalu lintas. Pengujian dilakukan untuk masa prakonstruksi, konstruksi dan operasional. Pada ketiga masa tersebut didapatkan hasil kapasitas lingkungan dalam zona aman. Parameter yang tetap aman namun mendekati angka rawan adalah polusi udara (13,56 ppm/8 jam) pada masa konstruksi atau pembangunan dan kebisingan (42dB) juga pada masa konstruksii. Namun demikian, karena LOS jalan ada pada level C, maka dipandang perlu menempatkan petugas terlatih untuk medukung kelancaran lalu lintas dan menjaga rasio kecelakaan mendekati angka 0, atau tidak terjadi kecelakaan di sekitar wilayah terdampak.
PEMILIHAN PENANGANAN KEAMANAN STRUKTUR JEMBATAN DENGAN METODE AHP (STUDI KASUS JEMBATAN SULIN – LOMBOK BARAT): Selection of Bridge Structure Safety Treatment using AHP Methode (Case Study of Sulin Bridge – West Lombok) Aryanto, Bagus Prabowo; Murtiadi, Suryawan; Sulistiyono, Heri
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Sulin terletak di Kokok Sulin Desa Kuripan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, dibangun dalam dua tahun anggaran yaitu 2010 dan 2011. Selama beroperasi, telah terjadi dua kali luapan banjir pada lokasi jembatan tersebut, yaitu pada tahun 2013 dan tahun 2015. Kejadian banjir yang pertama mengakibatkan genangan air setinggi + 1.50 meter. Sedangkan kejadian banjir yang kedua, genangan air mencapai 1,00 meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur jembatan. Untuk itu perlu dilakukan penanganan yang paling tepat untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada struktur jembatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk memilih alternatif penanganan terbaik dengan metode AHP. Tiga kriteria dalam studi ini meliputi waktu pelaksanaan, keamanan kerja dan biaya. Adapun alternatif penanganan meliputi peninggian elevasi jembatan, penambahan bentang jembatan dan normalisasi alur sungai. Kuesioner sejumlah 9 exemplar berisi 12 pertanyaan yang mengandung unsur-unsur dalam kriteria tersebut, jawaban dari tiap pertanyaan berupa angka sesuai dengan skala Saaty. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan seluruh kriteria, alternatif peninggian elevasi jembatan memiliki bobot 41.8 %, alternatif penambahan bentang jembatan dengan bobot 34.7 %, sedangkan alternatif normalisasi alur sungai memiliki bobot 23.5 %. Berdasarkan hasil pembobotan tersebut, alternatif peninggian elevasi jembatan dipilih sebagai solusi alternatif penanganan yang paling tepat untuk menjaga keamanan struktur Jembatan Sulin.
ANALISA DAKTILITAS KOLOM AKIBAT PENGEKANGAN METODE MANDER: Ductility Analysis of Column by Confined Concrete Mander Method Mahmud, Fathmah
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daktilitas merupakan suatu parameter yang dapat dipakai untuk mengukur kinerja suatu elemen maupun struktur dalam hal ketahanannya terhadap beban yang terus menerus dikenakan sampai fase inelastis Daktilitas kurvatur kolom dalam studi ini akan dihitung menggunakan bantuan program XTRACT. Adapun efek pengekangan pada kolom ikut diperhitungkan dalam perhitungan daktilitas ini, yaitu bagian inti betonnya didefinisikan sebagai confined concrete (beton terkekang) yang memakai perumusan Mander, Priestley, dan Park (1988). Karena jarak sengkang sesuai SNI - 03 – 2847 – 2002 ps. 23.4.4.2 sangat berdekatan maka dilakukan analisa dengan jarak yang lebih besar Kolom A 150 x150 tulangan memanjang 4 Φ 16 dengan jarak sengkang 90 mm, menunjukan daktilitas 16,36>16,kolom B 200 x 200 tulanangan memanjang 8 Φ 16 dengan jarak sengkang 90 mm, menunjukan daktilitas 19,36 >16. Dengan pengekangan meningkatkan kekuatan beton kolom A dari 20 MPa menjadi 24,36MPa, sedang kolom B dari 20 MPa menjadi 24,9021 MPa.
PERBANDINGAN KELAYAKAN JALAN BETON DAN JALAN ASPAL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) - STUDI KASUS JALAN MALWATAR-LABUAN BAJO, FLORES NTT: Feasibility Comparison of Concrete Road and Asphalt Road Using Analytical Hierarchy Process (AHP) Method - A Case Study of Malwatar-Labuan Bajo Road, Flores NTT Burhamnudin, Ahmad; Munawar, Ahmad; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi metode AHP (Analytical Hierarchy Process) telah banyak digunakan oleh para pengambil keputusan karena respondennya cukup diwakili oleh para ahli pada bidang yang dikaji sehingga cukup efisien. Metode AHP tersebut digunakan dalam studi ini untuk membandingkan dua pilihan apakah jalan aspal lebih baik dari jalan beton pada kasus Jalan Malwatar-Labuhan Bajo, Flores, NTT. Lima belas orang responden yag berasal dari berbagai stakeholder ditentukan untuk mengisi kuisioner yang dirancang dengan lima kriteria yaitu (1) umur rencana; (2) biaya operasional kendaraan (BOK); (3) biaya pembangunan; (4) biaya perawatan; dan (5) kenyamanan berkendara. Sumber responden yang dianggap mewakili adalah Dinas Pekerjaan Umum, Konsultan, Penyedia Jasa dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional. Berdasarkan analisis hasil wawancara diperoleh bahwa faktor utama yang mempengaruhi pemilihan tipe jalan untuk diterapkan pada jalan Malwatar-Labuhan Bajo adalah faktor biaya perawatan dan umur rencana masing-masing 39.72 % dan 29.76 %. Berdasarkan pilihan Jalan Beton, faktor biaya perawatan dan umur rencana juga signifikan mempengaruhi masing-masing dengan bobot 39.72% dan 23.15%. Pilihan Jalan Aspal dipengaruhi signifikan oleh faktor biaya pembangunan (8.65%), kenyamanan berkendara (8.4%) dan umur rencana (6.61%). Untuk jalan Malwatar-Labuhan Bajo ini, Jalan Beton menjadi pilihan karena lebih baik dibanding Jalan Aspal dengan perbandingan 72.74% dan 27.26%.
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU MEKANIS PAPAN KAYU LAMINASI SILANG: Experimental Study on Mechanical Behaviour of Cross_Laminated Timber Hadi Sutrisna, I Gede Utama; Anshari, Buan; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kayu, pasokan kayu dari alam semakin berkurang. Untuk mengatasi pasokan tersebut salah satu produk yang dikenal luas memiliki kemampuan memikul beban struktur adalah Cross Laminated Timber (CLT) yaitu papan kayu yang dilekatkan menggunakan alat penyambung dengan posisi papan berselang seling dan saling tegak lurus. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian eksperimental menggunakan metode dua titik pembebanan untuk mendapatkan MOR, MOE, daktilitas dan kemampuan CLT menerima beban pada syarat δijin L/300, metode penyambungan yang diteliti seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde (MF), CLT variasi sekrup menyilang, dan CLT variasi sekrup sejajar, masing – masing memiliki 4 benda uji. Hasil eksperimen menunjukan MOR berturut – turut 0,41 MPa, 0,87 MPa, dan 0,82 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar. MOE didapatkan nilai berturut – turut sebesar 149,67 MPa, 38,65 MPa, dan 42,19 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar dan untuk daktilitas berturut – turut didapat 4,40 perekat MF, 2,31 variasi sekrup menyilang, 2,25 variasi sekrup sejajar, dari ketiga variasi CLT tersebut yang paling kuat menerima beban pada syarat lendutan ijin seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde, beban yang diterima sebesar 1353,25 MPa.
ANALISIS SEDIMENTASI PADA SALURAN UTAMA BENDUNG JANGKOK: Sedimentation Analysis of Jangkok Weir Main Canal Putra, I B. Giri; Saadi, Yusron; Suroso, Agus; Hasim, Yanuar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok merupakan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian, karena besar kecilnya muatan sedimen yang berpengaruh terhadap bangunan irigasi yang ada pada bendung tersebut.Seperti yang terjadi saat ini, saluran utama Bendung Jangkok mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimen yang terangkut dari Bendung Jangkok.Material angkutan sedimen yang terbawa oleh aliran sungai dan material tersebut dapat terangkut kembali apabila kecepatan aliran cukup tinggi.Oleh karena itu perlu diadakan penelitian mengenai “Analisis Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok. Penelitian ini dilakukan pada Saluran Utama Bendung Jangkok dengan metode pengukuran langsung di lapangan dan analisis laboratorium serta perhitunganangkutan sedimen dengan menggunakan metode M.P.M dan Einstein.Pengukuran langsung dilakukan di sepanjang Saluran UtamaBendung Jangkok.Pengujian laboratorium yang dilakukan meliputi pengujian gradasi butiran untuk memperoleh distribusi ukuran butiran, pengujian berat jenis material sedimen bed load, dan pengujian kosentrasi kandungan sedimen suspended load. Berdasarkan hasil analisis dengan metode M.P.M, angkutan sedimen pada Saluran UtamaBendung Jangkok yang terjadi sebesar 5,984 x10-3 m3/hari. Sedangkan dengan hasil analisis metode Einstein, angkutan sedimen sebesar 6,843 x10-2 m3/hari. Dari kedua metode tersebut, hasil analisis angkutan sedimen dengan metode Einstein lebih besar dibandingkan dengan metode M.P.M.
ANALISIS KEMAMPUAN PERESAPAN LIMPASAN AIR HUJAN PADA MODEL EMBUNG LAHAN DIAGONAL (ELD) TERHADAP GRADASI LAPISAN TANAH DI LAHAN KRITIS: Infiltration Capability Analysis of Embung Lahan Diagonal Model to Runoff at Gradation Layer Soil in Critical Land Negara, I Dewa Gede Jaya; Supriyadi, Anid; Salehudin, Salehudin
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis air sangat sering terjadi pada daerah aliran sungai (DAS) yang kritis dan ditunjukkan oleh adanya permukaan lahan yang gundul dan tandus, aliran air sungai kritis, air sumur dangkal sekitar yang kering dan terjadi banjir pada musim hujan. Kasus tersebut sering kali terjadi sebagai indikasi rusaknya DAS hulu yang merupakan daerah tangkapan hujan. Uji embung lahan di Laboratorium untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah telah dilakukan (Jaya Negara,dkk, 2014), dengan hasil bahwa pada formasi embung lahan (EL) secara diagonal diperoleh resapan air paling banyak, akan tetapi pengaruh gradasi belum ditinjau sama sekali.Mengingat permasalahan lahan kritis sangatlah kompleks, maka pengaruh gradasi terhadap limpasan dan kemampuan infiltrasi lahan pada uji formasi EL,perku diketahui agar dapat membantu memprediksi resapan hujan yang terjadi pada lahan dalam perbaikan cadangan air dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradasi lahan terhadap potensi penampungan oleh embung lahan diagonal dengan eksperimental di Laboratorium. EL uji berukuran: 5cm x 10cm x 5cm pada intensitas hujan I2 =187,69 mm/jam. Dimensi lahan uji terdiri dari ukuran: 100cm x 100cm x 30 cm untuk tanah kasar dan uji lapisan gradasi berukuran 100cm x 100cm x 10 cm. Data analisis yang diperlukan mencakup, keseragaman gradasi lapisan, lama waktu infiltrasi, karakteristik limpasan dan lama pencapaian infiltrasi pada tebal lapisan tertentu. Hasil analisis dipresentasikan dalam bentuk tabel dan gambar, dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada tanah pasir lanauan dengan keseragaman baik sampai sangat baik dan koefisien gradasi buruk tidak terjadi limpasan hujan pada intensitas I2. Jadi dari penelitian ini, tingkat keseragaman lapisan dan gradasinya tidak menunjukan trend terjadinya limpasan permukaan.Pada tanah pasir lanauan dengan 46% kandungan lanau, limpasan hujan yang terjadi masih sangat rendah.Sedangkan pada tanah pasir lanauan dengan kandungan lanau 60 %, limpasan hujan dipermukaan tanah terjadi sangat potensial. Sehingga penggunaan Embung lahan yang diagonal lebih cocok pada tanah dengan kandungan lanau 60% ke atas.
METODE BAYES UNTUK PEMILIHAN PANJANG TIANG PANCANG BETON BERDASARKAN ANALISIS RISIKO PADA JEMBATAN BANYUMULEK LOMBOK BARAT: Bayesian Method for Length Selection of Concrete Pile-Foundation Based on Risk Analysis of Banyumulek Bridge Lombok Barat Waluyo, Budi; Sulistiyono, Heri; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Banyumulek di jalur bypass Mataram-Bandara Internasional Lombok memiliki panjang 120 meter terbagi menjadi 3 bentang @ 40 meter. Pondasi jembatan terdiri 4 kelompok tiang pancang diameter 50 centimeter dengan masing-masing kelompok terdiri atas 27 tiang sehingga total 108 tiang. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kontraktor dalam pemilihan panjang tiang saat pelaksanaan akibat terbatasnya data tanah yang hanya berupa empat titik borlog. Data yang dikumpulkan berupa data penyelidikan tanah dan data perencanaan jembatan. Data pelaksanaan pekerjaan sejenis diperlukan sebagai pembanding dalam analisis. Identifikasi risiko kerugian kontraktor dilakukan dengan memperhitungkan kemungkinan pemilihan panjang tiang pada rentang 16 - 20m. Pengukuran dan penilaian probabilitas dilakukan melalui expert judgement hasil wawancara para pakar. Pengambilan keputusan berdasarkan minimum risiko dengan Bayesian Theory untuk probabilitas kondisional meliputi Prior Analysis dan Posterior Analysis. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan minimum risiko yang terjadi pada masing-masing panjang tiang 20 m, 19 m, 18 m, 17 m, dan 16 m berturut-turut adalah Rp.115.793, Rp.892.654, Rp.1.268.410, Rp.2.187.331 dan Rp.1.431.105. Risiko minimum terdapat pada pemilihan panjang tiang 20 m sebesar Rp.115.793,- pertiang. Disarankan besarnya risiko kerugian ini diperhitungkan dalam anggaran pelaksanaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode Bayes dapat digunakan dalam analisis pemilihan panjang tiang dengan minimnya data penyelidikan tanah.
PERUBAHAN TEKANAN AIR PORI TANAH AKIBAT BEBAN KEJUT KENDARAAN PADA JEMBATAN BANYUMULEK: The Alteration of the Soil’s Pore Water Pressure as the Impact of Shock-Load of Vehicles on Banyumulek Bridge Rizal, Khaerul; Agustawijaya, Didi Supriadi; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Banyumulek merupakan jenis konstruksi jembatan prestressed yang didukung dengan sistem fondasi tiang pancang beton pracetak (Precast Reinforced Concrete Pile). Geologi bawah permukaan pada lokasi penelitian tersusun oleh endapan alluvial berupa lanau hingga pasir. Likuifaksi sangat rentan terjadi pada tanah pasir (non kohesif) dalam keadaan lepas (gradasi seragam). Beban kejut kendaraan dapat meningkatkan tekanan air pori tanah yang mengakibatkan berkurangnya tegangan efektif tanah. Jika tekanan air pori meningkat dan tegangan efektif tanah turun menjadi nol, maka tanah berperilaku sebagai cairan dan tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menopang bangunan di atasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tekanan air pori tanah akibat beban kejut (tegangan dinamik) kendaraan pada jembatan Banyumulek. Analisis perhitungan tekanan air pori tanah menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS dua dimensi. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh nilai perubahan tekanan air pori tanah akibat beban kejut kendaraan sebesar 450 kN/m2 atau sebesar 1.40 dari kondisi setelah dinormalisasi terhadap beban statis. Perubahan tekanan air pori tersebut mengakibatkan deformasi pada lapisan tanah sebesar 0.247 meter. Semakin besar perubahan tekanan air pori tanah, maka deformasi tanah juga semakin meningkat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10