cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL" : 10 Documents clear
KAJIAN OPTIMASI RENCANA TATA TANAM GLOBAL (RTTG) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UTILITAS DI WILAYAH SUNGAI (WS) LOMBOK: Optimization Study of Proposed Global Cropping Pattern in the Utility Watershed of Lombok River Basin Wardani, Kusuma
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan keberadaan sarana dan prasarana sumber daya air, dari 197 DAS pada WS Lombok, terdapat 36 DAS Utilitas yang tersebar merata di WS Lombok. Namun demikian, permasalahan yang ada adalah kondisi ketersediaan air pada DAS. Ada DAS yang memiliki ketersediaan air yang tinggi dan ada pula DAS yang memiliki ketersediaan air yang rendah. Kondisi demikian menyebabkan terjadinya ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan air, khususnya kebutuhan air irigasi. Ketimpangan pemenuhan kebutuhan air ini mengakibatkan perbedaan tingkat produksi pertanian yang cukup tinggi antara DAS dengan ketersediaan air rendah dan DAS dengan ketersediaan air tinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan optimasi dalam pemenuhan kebutuhan air, yaitu dengan cara mentransfer air dari DAS dengan ketersediaan air tinggi ke DAS dengan ketersediaan air rendah. Salah satu langkah awal untuk melakukan optimasi tersebut adalah dengan cara merencanakan pola tata tanam global. Optimasi dilakukan menggunakan fasilitas Visual Basic Application (VBA) pada Microsoft Excel dan Program ArcMap berdasarkan parameter-parameter: luas tanam, jenis tanam, awal tanam, intensitas tanam dan defisit terkecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (i) luas tanam optimal adalah 8541 ha, (ii) awal tanam optimal yaitu Oktober I, November I, dan Januari I, (iii) jenis tanam optimal adalah padi dan palawija, dan (iv) intensitas tanam optimal secara keseluruhan yaitu 268%.
PRIORITAS PENINGKATAN KAPASITAS PELAYANAN AIR BERSIH PDAM GIRI MENANG: Improvement priority of PDAM Giri Menang Clean Water Service Capacity Hidayaty, Baiq U’un Ratih; Hartana, Hartana; Saadi, Yusron
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang adalah perusahaan daerah yang bergerak di bidang jasa penyediaan air minum untuk Wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. PDAM dalam tahap operasionalnya memiliki 2 (dua) fungsi utama yaitu fungsi ekonomi dan fungsi sosial yang harus dipertimbangkan. Sehingga selain memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, PDAM juga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kompleksnya permasalahan yang dihadapi PDAM Giri Menang saat ini menyebabkan perlu adanya kajian mengenai strategi-strategi yang akan diterapkan dan dijadikan prioritas untuk meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui kondisi eksisting kinerja pelayanan PDAM Giri Menang sesuai dengan Permen PU Nomor 18 Tahun 2007, mengetahui permasalahan yang mempengaruhi kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang berdasarkan indikator kinerja pelayanan yang bernilai rendah, memperoleh strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang berdasarkan hasil analisis SWOT dan untuk mengetahui strategi apa yang akan dijadikan prioritas peningkatan kapasitas pelayanan PDAM Giri menang dengan menggunakan metode AHP. Berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja PDAM Giri Menang Tahun 2015 diperoleh 2 (dua) indikator kinerja yang bernilai rendah, yaitu: Cakupan pelayanan dan pemakaian air domestik. Potensi permasalahan yang menyebabkan masih rendahnya nilai cakupan pelayanan dan pemakaian air domestik antara lain masyarakat masih menggunakan sumber alternatif lain, keterbatasan pengembangan jaringan distribusi, masih tingginya angka kehilangan air dan belum optimalnya pendistribusian air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan hasil analisis SWOT diperoleh beberapa strategi yang harus diterapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang yaitu peningkatan kapasitas produksi, pengembangan jaringan distribusi, rehabilitasi dan revitalisasi sistem distribusi serta penyesuaian tarif air minum. Berdasarkan hasil analisis prioritas peningkatan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang dengan menggunakan metode AHP diperoleh strategi yang harus dijadikan prioritas yaitu peningkatan kapasitas produksi. Adapun total kebutuhan air PDAM Giri Menang pada Tahun 2025 sesuai dengan hasil proyeksi kebutuhan air adalah sebesar 4.391 lt/dt, sehingga PDAM harus meningkatkan kapasitas produksi sebesar ± 2.901 lt/dt untuk memenuhi kebutuhan air pada jam puncak pelayanan.
APLIKASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM ASESMEN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI DI PULAU LOMBOK: Aplication of Analytic Hierarchy Process (AHP) in Risk Assessment for Construction Projects in Lombok Island Prihatin, Yulianto Saputra; Hariyadi, Hariyadi; Sulistiyono, Heri
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi di Pulau Lombok mengalami peningkatan sebagai konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana infrastruktur. Untuk menyukseskan hal tersebut, Kontraktor harus mampu bekerja sebaik-baiknya dengan mengutamakan kinerja manajemen yang efisien dan dapat mengidentifikasi, mengevaluasi serta mengontrol faktor-faktor risiko yang mungkin akan terjadi secara tak terduga. Tindakan asesmen terhadap faktor-faktor risiko tersebut dilakukan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP dapat menyederhanakan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, strategik dan dinamik, serta menjadikan variabel dalam suatu hirarki. Penelitian ini mempelajari asesmen risiko dalam tahap pelaksanaan proyek konstruksi hanya dari sudut pandang kontraktor. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner pada responden yang telah melaksanakan proyek konstruksi gedung di Pulau Lombok pada tahun 2013-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 25 faktor risiko yang dominan memengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi di Pulau Lombok yang tertinggi diantaranya adalah: kegagalan keuangan pada kontraktor dengan bobot 7,9%, pembayaran tertunda dan tidak sesuai kontrak dengan bobot 7%, perbedaan kuantitas pekerjaan dengan kontrak dengan bobot 6,5% dan komunikasi yang buruk antara pihak yang terlibat dengan bobot 5,9%. Sedangkan prioritas risiko tertinggi dari 9 kelompok risiko adalah kelompok keuangan dengan bobot sebesar 16,9%. Alternatif preventif yang paling realistis dan optimal adalah menyusun schedule yang tepat dengan cara mendapat informasi terbaru dari proyek dengan bobot sebesar 25,9%.
ANALISIS RANCANG BANGUN SISTEM IRIGASI HEMAT AIR TERPADU SPRINKLER MINI DAN LEB PIPA PADA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH (JIAT) DI LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Analysis of The Leb pipe and mini sprinkler Irrigation System Collaboration on Ground Water Irrigation system (JIAT) at dry land West Lombok sub-Province Jaya Negara, Dewa Gede; Supriyadi, Anid
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lahan kering lokasi JIAT tanah bergradasi halus nilai infiltrasi sebesar 3,342 cm/jam dan 0,621cm/jam termasuk rendah untuk dapat mendukung penerapan sistem irigasi hemat air seperti irigasi sprinkler besar dalam usahatani. Pemberian air irigasi JIAT ternyata masih kurang efisien, karena tata kelola air masih tradisional dan boros. Dengan kondisi iklim yang kurang mendukung mengakibatkan hilangnya air irigasi di lahan lebih cepat. Oleh karena itu, dalam penelitian sistem irigasi hemat air terpadu berbasis JIAT perlu dilakukan di lahan kering bergradasi halus Pringgabaya, agar diperoleh sistem irigasi yang lebih sinergis ditingkat lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sistem irigasi hemat air terpadu sistem leb pipa, sprinkler mini dan lep pipa di lahan kering bergradasi halus pada jaringan JIAT. Uji dilakukan pada petak lahan 5 are sd 6 are dengan debit aliran dari bok outlet JIAT yang besarnya sekitar 13,46 lt/dt. Analisis dilakukan terhadap kinerja irigasi terpadu mencakup besar lengas tanah, waktu irigasi dan diameter basah irigasi.Hasil analisis dipresentasi dalam bentuk grafik dan tabel dan disimpulkan secara deskriptip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Debit minimal yang diperlukan irigasi sistem leb pipa pada 16 lubang pipa adalah sekitar 4,69lt/dt dengan debit luaran lubang leb pipa rata-rata(qs) 0,29lt/dt dan pada 28 lubang pipa diperlukan debit sistem sekitar 7,33lt/dt dengan debit luaran pipa lep (qsr) sekitar 0,46lt/dt. Irigasi sprinkler mini pada debit luaran total 1,93lt/dt dapat membrikan debit luaran masing-masing sprinkler sekitar 0,16lt/dt. Pada debit 8lt/dt sprinkler mini dapat menghasilkan pancaran sekitar 3 m dan debit luaran rata-rata sprinkler sekitar 0,16lt/dt.iri Irigasi sprinkler mini dapat memebrikan imbuhana lengas tanah sekitar 7,7% dengan penurunan harian rata-rata sebesar 1,6%. Pengujan irigasi leb pipa 10 menit mampu memberikan dalam basahan sekitar 30 cm dengan lengas tambahan 9,7%, dan penurunan lengas harian sebesar 2,33%.Irigasi hemat air terpadu sprinkler mini dengan leb pipa, dapat memperpanjang jadual irigasi hingga 6 hari dari yang seharusnya 3 hari sekali.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SISA UMUR LAYANAN BENDUNGAN BATUJAI: Effect of Climate Change on the Remaining Life Time of Batujai DAM Wakidi, Wakidi; Sulistyono, Heri; Saadi, Yusron
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Batujai terletak di Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 169 km2. Mulai beroperasi tahun 1982 untuk menampung kelebihan air di musim hujan, mengairi lahan pertanian 3.350 ha, dan untuk pembangkit listrik tenaga microhydro dengan daya maksimum terpasang sebesar 150 kw. Umur layanan bendungan sangat dipengaruhi oleh tampungan mati, semakin penuh volume tampungan mati, semakin pendek umur layanan bendungan. Penyusutan volume tampungan dipengaruhi oleh laju sedimentasi. Laju sedimentasi dipengaruhi perubahan iklim yaitu temperatur dan curah hujan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016, tahun 2032 (umur rencana), serta untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap laju sedimentasi. Menghitung debit air, dengan menggunakan metode Mock dibutuhkan data-data pendukung evapotranspirasi, curah hujan dan banyak hari hujan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode Blaney-Criddle dengan menggunakan data temperatur. Dari hasil analisis diperoleh volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016 sebesar 1.349.941 m3, tahun 2032 (umur rencana 50 tahun) sebesar 2.387.035 m3. Perubahan iklim sangat signifikan mempengaruhi laju sedimentasitasi Bendungan Batujai, tahun 1982 sampai dengan tahun 2015 volume sedimen rerata sebesar 41.118 m3 dan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2048 volume sedimen rerata sebesar 68.872 m3.
EVALUASI MANAJEMEN LALU LINTAS PADA SUATU SIMPANG (STUDI KASUS SIMPANG TANAH HAJI – MATARAM): Evaluation of Traffic Management at a Junction (Case Study: Simpang Tanah Haji - Mataram) Rahayu, Purwestri Widhy; Munawar, Ahmad; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan hampir setiap hari terjadi terutama pada simpang bersinyal. Keadaan ini akan semakin parah pada jam puncak, karena lokasi persimpangan berdekatan dengan permukiman, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian tentang alternatif penanganan kemacetan pada persimpangan jalan di Kota Mataram, yaitu Simpang Tanah Haji. Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif penanganan pengaturan lalu lintas dan urutan prioritas penanganannya berdasarkan metode AHP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif untuk menganalisis kinerja simpang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Metode kualitatif yang digunakan adalah metode AHP (Analytic Hierarchy Process). AHP adalah metode penilaian dan pembobotan terhadap beberapa kriteria yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga usulan penanganan kemacetan meliputi simpang bersinyal, simpang tak bersinyal dan underpass. Hasil analisis dengan AHP menunjukkan bahwa urutan prioritas penanganan kemacetan terbaik adalah Simpang Tak Bersinyal dengan bobot 42,04%, urutan selanjutnya berturut-turut adalah Underpass dan Simpang Bersinyal dengan bobot masing-masing sebesar 32,68% dan 25,29%.
PENERAPAN ISOCHRONE DAN KURVA TIME-AREA UNTUK HIDROGRAF LIMPASAN: Applied of isochrone and time-area curve for determining runoff hidrograph Setiawan, Ery
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan limpasan dari suatu daerah tangkapan dapat ditentukan dengan beberapa metode, baik secara empirik maupun konseptual tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah anggapan yang digunakan dan kemampuan metodenya. Hidrograf limpasan dengan metode fungsi tampungan didasarkan pada model hidrograf satuan Clark yang menggunakan konsep fungsi tampungan linier dengan dua parameter yaitu konstanta tampungan (k) dan waktu konsentrasi (tc). Tujuan penelitian ini adalah menentukan hidrograf limpasan suatu daerah studi berdasarkan kurva time-area dan isochrone-nya. Metode yang digunakan adalah menggunakan sekumpulan kejadian hujan dengan interval waktu 5-menitan dan durasi waktu Δt ≥ 60 menit sebagai input (masukan) untuk menentukan hidrograf limpasan dari persamaan fungsi tampungan linier model Clark. Lokasi studi yang digunakan adalah daerah aliran sungai (DAS) Jangkok Hulu di titik pengamatan TMA Aiknyet. Hasil analisis menunjukkan bahwa hidrograf limpasan dipengaruhi oleh nilai konstanta tampungan k, sedangkan perubahan nilai k dipengaruhi oleh perubahan waktu konsentrasi, luas daerah tangkapan dan hujan efektif yang terjadi, isochrone dan kurva time-area. Disarankan penggunaan data hujan dan aliran untuk beberapa kejadian dengan durasi waktu Δt < 60 menit karena diindikasikan dapat memberikan hasil yang signifikan dan lokasi lain sebagai pembanding (validasi).
PENGARUH VARIASI KELEMBABAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN BETON MUTU TINGGI: Effect of Concrete Moisture Content Variation on Compressive Strength of Normal and High Quality Concrete Hadiwijaya, Imam; Hariyadi, Hariyadi; Kencanawati, Ni Nyoman
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DestructiveTest (DT) merupakan tes yang paling mendekati nilai kuat tekan beton sebenarnya dimana pengujian ini harus dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM). Namun ada beberapa kasus dimana tidak mungkin untuk menguji sampel beton dilaboratorium dengan mengharuskan pengambilan sampel uji beton atau beberapa kasus dimana butuh pembacaan kuat tekan beton secara langsung di lapangan. Kasus-kasus seperti inilah yang akan menggunakan metode Non Destructive Test (NDT). Kelembaban beton merupakan suatu parameter penting yang seringkali diabaikan oleh peneliti baik saat melakukan pengujian beton di laboratorium maupun pengujian beton di lapangan. Dengan menggunakan alat ukur digital moisture meter didapatkan nilai persentase kelembaban beton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Mataram dengan benda uji kubus beton normal maupun mutu tinggi dengan ukuran 15 x 15 (cm) yang bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara kelembaban permukaan beton dengan kuat tekan beton baik dengan menggunakan metode DT dengan alat CTM maupun NDT dengan alat Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) dan Hammer Test. Hasil uji Laboratorium menunjukkan bahwa semakin lama durasi pengangkatan sampel kubus beton dari perendaman, semakin rendah persentase kelembaban permukaan betonnya. Durasi pengangkatan sampel beton tidak memiliki pengaruh terhadap kuat tekan beton uji apabila menggunakan metode NDT dengan alat UPV Test. Durasi pengangkatan sampel beton memiliki korelasi terhadap kuat tekan beton uji apabila menggunakan metode NDT dengan alat Hammer Test, dimana didapatkan rata-rata kenaikan kuat tekan setiap peningkatan durasi pengangkatan sampel kubus beton normal sebesar 0,53% dengan kecenderungan data yang didapat heterogen. Sedangkan, pada sampel kubus beton mutu tinggi sebesar 0,50% dengan kecenderungan data yang didapat bersifat homogen. Adapun untuk metode merusak/DT dengan alat CTM dapat disimpulkan bahwa durasi pengangkatan sampel beton tidak berkorelasi terhadap peningkatan kuat tekan sampel beton normal, namun pada sampel beton mutu tinggi rata-ratanya meningkat 0,27% dari peningkatan durasi pengangkatan sampel beton mutu tinggi tersebut.
PERILAKU STRUKTUR PORTAL BETON DENGAN PENGEKANG TALI KAWAT BAJATERHADAP GAYA LATERAL: Behavior of Concrete Frame Structure with Steel Wire Rope Bracing Toward Lateral Force Zarkasi, Ahmad; Hariyadi, Hariyadi; Kencanawati, Ni Nyoman
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa memiliki potensi yang dapat merusak bangunan sekitar pusat gempa yang disebut sebagai risiko gempa. Untuk itu diperlukan inovasi perancangan struktur yang cukup optimal dalam meminimalkan risiko gempa. Penggunaan pengekang (bracing) tali kawat baja sebagai komponen struktur penahan gempa dapat menjadi alternatif struktur yang kuat, awet, ekonomis, dan praktis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan tahanan beban lateral (v) dan simpangan (δ) pada puncak struktur. Grafik hubungan (v - δ) digunakan sebagai dasar untuk menentukan faktor modifikasi respon (R), amplikasi defleksi (Cd), dan kuat lebih system (Ω0). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Mataram dengan benda uji portal beton lebar 1.00 m x tinggi 1.50 m. Variasi portal terdiri dari Portal Kosongan (PK), Portal Dengan Bracing IWFC (PDBW), Portal Pengisi Bata Hebel dan Bracing Tali Baja (PPHBT), Portal Pengisi Bata Hebel dan Bracing IWFC (PPHBW), dan Portal Dengan Pengisi Bata Hebel (PDBH). Tali kawat baja biasa dan IWFC diameter 4 mm digunakan sebagai bracing pada portal beton dan bata Hebel digunakan sebagai dinding pengisi portal. Pelaksanaan pengujian laboratorium untuk mensimulasikan permodelan gempa dilakukan dengan pembebanan lateral statik secara bertahap sampai benda uji gagal. Hasil uji Laboratorium menunjukkan bahwa pemasangan bracing dan dinding bata Hebel dapat meningkatkan kapasitas tahanan beban (v) dan simpangan (δ) struktur portal. Peningkatan (v) dan (δ) yang didapat sebesar 1.00, 1.87, 2.80, 3.50, 3.70 dan 1.00, 1.19, 0.79, 1.28, 2.55 untuk masing-masing portal PK, PDBW, PDBH, PPHBW, dan PPHBT. Dari grafik hubungan (v - δ) secara berturut-turut didapat nilai faktor (R) sebesar 4.69, 5.03, 6.38, 6.97, 6.54, untuk nilai faktor (Cd) sebesar 3.29, 3.02, 5.17, 3.33, 4.76, dan nilai faktor (Ω0) sebesar 3.50, 2.84, 1.96, 1.63, 2.03.
ASESMEN KESEHATAN STRUKTUR JEMBATAN DENGAN PERALATAN NDT SERTA ALTERNATIF REKOMENDASI PERBAIKAN (Studi Kasus Jembatan Puskesmas Narmada - Lombok Barat): Health Assessment Structure of Bridge with NDT Equipment and Alternative Recommendations for Improvement (Case Study of Narmada Bridge Public Health Center - West Lombok) Irpan, Zainul; Kencanawati, Ni Nyoman; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui apakah struktur jembatan Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat sehat atau masih laik fungsi, maka perlu dilakukan evaluasi kesehatan strukturnya, jika tidak sehat atau aman harus dilakukan tindakan rehabilitasi terhadap struktur jembatan agar jembatan tersebut masih bisa diteruskan pemggunannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan asesmen kesehatan struktur dengan metode non destructive test (NDT) dan mengevaluasi kapasitas dan kemampuan layannya, sehingga dari penelitian tersebut dapat diperoleh gambaran kondisi eksisting jembatan serta solusi perbaikannya. Peralatan NDT yang digunakan adalah hammer test, micro crack detector dan total station. Dari hasil pengukuran di lapangan diperoleh nilai lendutan yang sudah melebihi lendutan maksimal sebesar 130.5 mm, nilai tersebut sudah melebihi nilai lendutan ijin maksimum (L/300) yaitu sebesar 83.3 mm. Adapun dari hasil pengukuran lebar retak didapat nilai lebar retak maksimal sebesar 1.83 mm pada daerah tumpuan dan lebar retak minimal sebesar 0.60 mm pada daerah tengah bentang, sedangkan nilai kuat tekan rerata didapat sebesar 42.09 MPa. Dari hasil asesmen disimpulkan bahwa, kondisi jembatan Puskesmas Narmada tidak aman untuk dilalui kendaraan terutama kendaraan berat, sehingga direkomendasikan untuk segera dilakukan perbaikan dengan perkuatan struktur yaitu dengan penambahan bahan fibre reinforced polymers (FRP), injeksi bagian yang retak dengan bahan epoxy dan dilakukan perubahan sistem struktur dari sistem gelagar sederhana menjadi gelagar menerus.

Page 1 of 1 | Total Record : 10