cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 914 Documents
PENGARUH JENIS PELARUT DAN WAKTU PENGERINGAN DALAM PEMBUATAN ENZIM PAPAIN DARI GETAH BUAH PEPAYA Hidayat, Sansabila Febrianti; Mas’udah, Mas’udah; Santosa, Sandra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3766

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil alam bervariasi dan jumlahnya melimpah, salah satunya adalah buah pepaya. Di dalam buah pepaya muda terdapat getah yang mengandung enzim pemecah protein/proteolitik salah satunya yaitu enzim papain yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Enzim papain dari getah buah pepaya dapat diperoleh dengan cara mengambil getah dari buahnya lalu ditambahkan pelarut dan dilakukan proses pengeringan menggunakan oven pada suhu 65°C dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini jenis pelarut dan waktu pengeringan sangat berperan penting terhadap hasil produk enzim papain. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis pengaruh jenis pelarut dan waktu pengeringan terhadap kuantitas dan kualitas enzim papain dari getah buah pepaya. Variabel jenis pelarut yang digunakan adalah etanol dan aseton, sedangkan waktu pengeringan divariasikan pada 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Hasil produk enzim papain dilakukan uji kuantitas (yield) dan kualitas (kadar air). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa enzim papain dengan bahan pelarut berupa etanol dengan lama pengeringan 3 jam merupakan enzim papain yang memiliki kuantitas dan kualitas sesuai dengan SNI 01-3709-1995.
ANALISIS EFISIENSI BOILER FIRE-TUBE PADA PRODUKSI STPP DI PT PETROCENTRAL GRESIK MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG Wicaksana, Sandi Putra; Rahmatulloh, Arief; Subandi, Rachmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3777

Abstract

Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap (steam). Steam (uap) pada Boiler dihasilkan dengan cara memanaskan air dalam wadah dengan bantuan panas dari bahan bakar. Boiler yang digunakan dalam proses produksi PT Petrocentral merupakan jenis Boiler fire tube. Boiler  dengan  efisiensi  rendah dapat menyebabkan pemborosan konsumsi energi dan bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai efisiensi yang dihasilkan dari Boiler di PT Petrocentral dan mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi selisih dari kedua metode perhitungan efisiensi Boiler pada PT Petrocentral. Pada penelitian ini dilakukan analisis efisiensi Boiler berbahan bakar natural gas yang terdapat di PT Petrocentral Gresik dengan metode langsung dan metode tidak langsung. Berdasarkan perhitungan efisiensi pada Boiler yang ada pada PT Petrocental, didapati pada metode langsung (Direct Method) diperoleh efisiensi sebesar 86% dan perhitungan efisiensi pada metode tidak langsung (Indirect Method) diperoleh efisiensi sebesar 80,79%. Faktor penyebab adanya selisih dari kedua metode ini adalah pada metode langsung tidak menghitung panas yang dapat terbuang seperti kehilangan panas yang diakibatkan oleh gas buang kering, penguapan air sebab adanya H2, kehilangan panas oleh kadar air dalam udara, kehilangan panas karena radiasi, dan kehilangan lain yang tidak terhitung. Sedangkan pada metode tidak langsung hanya menghitung kemungkinan panas yang dapat terbuang (heat losses).
STUDI LITERATUR: POTENSI PRODUKSI FURFURAL DARI PROSES HIDROLISIS DAN DEHIDRASI SENYAWA PENTOSAN PADA LIMBAH TEMPURUNG KELAPA Hapsari, Yolanda Mardiana; Sindhuwati , Christyfani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3793

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan dengan baik. Limbah tempurung kelapa sekitar 360.000 ton/ tahun bila tidak dimanfaatkan dengan baik dapat meningkatkan jumlah limbah dan mencemari lingkungan jika hanya dibuang dan ditumpuk. Namun, disisi lain kandungan limbah tempurung kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Kandungan pentosan dalam tempurung kelapa sekitar 27% - 30% yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi furfural. Furfural merupakan salah satu bahan kimia penting yang berbasis non - minyak bumi yang dapat diperbaharui. Furfural banyak digunakan di dalam industri seperti bahan kimia intermediet untuk bahan baku furfuril alkohol, metil furan, piridina, dll, pembuatan resin seperti fenol formaldehida, zat penghilang warna untuk wood resin, dan selective solvent dalam pemurnian minyak bumi maupun minyak nabati. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi tempurung kelapa sebagai bahan baku furfural menggunakan katalis organik serta pengaruh jenis katalis asam serta waktu dan suhu proses terhadap kuantitas furfural yang dihasilkan dari limbah tempurung kelapa. Berdasarkan hasil studi literatur, didapatkan hasil bahwa tempurung kelapa memiliki potensi untuk dijadikan furfural karena kandungan pentosan yang cukup tinggi yaitu sekitar 27% - 30%. Furfural dari tempurung kelapa ini dapat diperoleh secara hidrolisis dan dehidrasi dengan menggunakan katalis organik dengan kondisi operasi proses selama hidrolisis yaitu pada suhu > 100ᵒC selama > 5 jam.
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH (BLOTONG, AMPAS TEBU, TETES) SEBAGAI BIOBRIKET Firmansyah, Ahmad Haris; Zamrudy, Windi; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3798

Abstract

Peningkatan produksi gula di Indonesia sebanding dengan limbah yang dihasilkan, salah satunya adalah limbah blotong. Limbah jenis ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan bau menyengat yang menganggu masyarakat sekitar sehingga perlu diolah lebih lanjut. Pemanfaatan limbah blotong dipadukan dengan ampas tebu dan tetes sebagai biobriket diharapkan dapat menjadi solusi penanganan limbah industri dan untuk pencarian energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan variasi arang blotong dan ampas tebu terbaik dalam pembuatan biobriket limbah produksi gula dan mengetahui kelayakan biobriket dari blotong tebu ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode kuantitatif eksperimental diawali dengan pengeringan, dilanjutkan dengan karbonisasi dan pembriketan. Pembuatan biobriket dilakukan dengan variasi perbandingan bahan baku arang blotong dan ampas tebu sebesar  100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20. Hasil terbaik biobriket diperoleh pada variasi perbandingan blotong dan ampas tebu (90:10) yang menghasilkan kadar air briket 4,35%, laju pembakaran 0,107 g/menit dan nilai kalor 3.2520 kal/g.  Analisis ekonomi yang telah dilakukan menunjukkan adanya prospek ekspor yang cukup besar diberbagai negara. Selain itu,  produksi biobriket ini diproyeksikan menghasilkan laba bersih sebesar Rp  1.676.372.932,60 dan titik impas sebesar 75% dengan waktu pengembalian modal selama 2,1 tahun. Analisis aspek sosial lingkungan menunjukkan adanya peningkatan mutu hidup dan penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat sekitar.  Studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bisnis biobriket berbahan baku blotong dan ampas tebu layak dilakukan jika ditinjau dari segi ekonomi dan sosial.
KOMISIONING PEMANAS LISTRIK PADA HEATING TANK SECTION HELICAL PIPE HEAT EXCHANGER Haryanto, Dedy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.3936

Abstract

Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pendingin Pasif-03 Nanobubbles Transparent (FASSP-03 NT) merupakan salah satu fasilitas penelitian untuk mempelajari sistem pendinginan pasif.  Heating Tank Section (HTS) merupakan salah satu komponen pada untai FASSIP-03 NT yang berfungsi untuk menaikkan temperatur fluida kerja, dan sebagai sumber kalor HTS menggunakan pemanas listrik tipe immersion. Penelitian dengan kegiatan komisioning pemanas listrik bertujuan untuk mengetahui kinerja dan karakterisasi pemanas listrik tipe immersion sebagai sumber kalor, sehingga saat eksperimen berlangsung dapat berjalan sesuai yang direncanakan pada matrik penelitian. Tahapan yang dilakukan adalah, melakukan eksperimen untuk mengetahui temperatur pada beberapa titik di untai FASSIP-03 NT. Pengambilan data dilakukan secara transien dan steady state terekam dan tersimpan pada komputer Data Akuisisi Sistem (DAS). Data kelistrikan pada pemanas listrik meliputi tegangan listrik dan arus listrik dicuplik dan dicatat secara manual pada interval tertentu. Hasil perhitungan diperoleh energi listrik yang digunakan sebesar 50.622.441,000 Joule. Energi listrik tersebut digunakan untuk menaikkan temperatur air sekunder HTS hingga mencapai temperatur 85 ℃ dalam waktu 7143 detik. Energi kalor yang dihasilkan oleh pemanas listrik sebesar 22.223.674,562 Joule dan efisiensinya sebesar 43,901 %.
PENGARUH RASIO KADAR TEPUNG MAGGOT TERHADAP KUALITAS PAKAN IKAN LELE Monica, Sandra Lia Dwi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4171

Abstract

Pakan merupakan salah satu komponen yang penting sebagai penunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Kualitas dan jenis pakan ikan lele dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan lele. Tepung maggot (Hermetia illucens) menjadi salah satu alternatif bahan baku pengganti tepung ikan dalam pembuatan pakan ikan lele dengan kandungan gizi yang baik yaitu kandungan protein 43,23%, lemak 19,83%, serat kasar 5,87%, abu 4,77% dan BETN 26,3% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh rasio kadar tepung maggot terhadap kualitas pakan ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pencampuran bahan, pencetakan dan pengeringan. Pencampuran bahan meliputi tepung maggot, tepung dedak, tepung jagung, tepung kedelai dan tepung tapioka dengan variasi rasio kadar tepung maggot sebesar 25%, 35%, 45%, dan 55% dari berat total bahan yang digunakan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa rasio kadar tepung maggot 55% merupakan hasil terbaik dengan kualitas pakan ikan yang sesuai SNI 01-4087-2006 dengan nilai kadar air 2,74%, kadar abu 8,59%, kadar protein 78,8%, dan kadar lemak 51,61%. Semakin tinggi rasio kadar tepung maggot yang digunakan maka semakin baik kualitas pakan ikan lele yang dihasilkan.
PENINGKATAN KUALITAS BATU BARA DENGAN METODE AGLOMERASI DENGAN MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN PERALATAN MICROWAVE Sahari, Bintan Aulia Sabrina Larasati; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4172

Abstract

Batu bara merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting saat ini dan memiliki pemanfaatan yang luas dalam industri berskala besar. Tinggi rendahnya kualitas batubara tergantung pada kadar air yang terkandung didalamnya, untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pengolahan yang bertujuan mengurangi kadar air pada batu bara. Salah satu proses yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas batubara yaitu dengan metode aglomerasi menggunakan peralatan microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan radiasi gelombang mikro dalam meningkatkan kualitas batubara berupa kadar air dan kadar abu menggunakan metode aglomerasi, dengan menganalisis pengaruh waktu dan daya pada microwave. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan cara pencampuran batu bara dan air, kemudian ditambahkan agglomerant agent berupa minyak goreng bekas dengan perbandingan 1:1. Campuran tersebut dimasukkan kedalam microwave dengan waktu proses selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit. Untuk daya yang digunakan sebesar 400, 600, dan 800 watt. Proses selanjutnya yaitu penyaringan dan batu bara di oven selama 60℃ selama 2 jam. Analisa kualitas yang dilakukan adalah kadar air dan kadar abu batu bara sebelum dan sesudah dilakukan proses aglomerasi. Setelah dilakukan radiasi gelombang mikro, didapatkan hasil semakin lama waktu proses dalam microwave, kadar air dan kadar abu dalam batubara semakin berkurang. Penggunaan daya microwave yang lebih tinggi juga menghasilkan penurunan yang lebih signifikan pada kadar air dan kadar abu dalam batubara. Kondisi terbaik diperoleh pada waktu proses 5 menit dengan penggunaan daya microwave sebesar 800 watt dengan hasil kadar abu sebesar 9,9816% dan kadar air sebesar 1,5076%.
EFFECT OF BAKER'S YEAST CONCENTRATIONS ON ECO ENZYME PRODUCTS BY THE FERMENTATION PROCESS Kamaliya, Nurul; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4173

Abstract

Eco enzyme is a liquid fermented from organic waste such as vegetable or fruit peels, brown sugar or molasses, water, and yeast. In the production of eco enzyme, yeast is used as a catalyst to accelerate the fermentation process, such as baker's yeast, one type of yeast that could be used. The purpose of this research is to determine how the concentration of baker's yeast affects the eco enzyme products. Citrus peels, melon peels, coconut brown sugar, water, and baker's yeast were ingredients used in this research. The eco enzyme fermentation process lasted ten days, after which the eco enzyme product was examined for pH value, acetic acid content, TDS (Total Dissolved Solids) value, organoleptic properties such as color and scent, and protease enzyme activity. The results showed that the value of pH value, acetic acid content, and TDS value increased as the concentration of baker's yeast was added in the production of eco enzyme. In this research, the range of pH values ​​was 4.15-4.2, acetic acid content was 1.35-2.03% v/v, TDS values was 1475-2056. Data from 25 panelists was used to generate color and scent from eco enzyme products. The test results showed that eco enzyme products had a fermented and citrus fruit scent and a pale yellow to deep yellow tint. Protease enzyme activity tests were performed on samples containing 5% % w/v baker's yeast, and it was discovered that there was one colony incubating for six days, but the results were not highly significant.
STUDI KARAKTERISTIK BRIKET CAMPURAN USED CARBON DAN SLUDGE INDUSTRI BIOTEKNOLOGI DENGAN ANALISA PROKSIMAT DAN NILAI KALOR Wardani, Farida Kusuma; Ariani, Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4174

Abstract

Used carbon merupakan limbah dari proses produksi pada industri bioteknologi yang tergolong ke dalam limbah B3, sedangkan sludge IPAL yang dihasilkan oleh industri bioteknologi tidak termasuk dalam limbah B3. Kedua limbah tersebut wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan karena dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, yaitu apabila terbawa aliran air hujan dan masuk ke dalam badan air, maka dapat menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem air. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan limbah sebagai bahan baku sumber energi alternatif berupa briket dengan memanfaatkan nilai kalor yang terkandung pada limbah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas terbaik dari briket campuran used carbon dan sludge untuk dijadikan sumber energi alternatif. Metode penelitian diawali dengan karakterisasi bahan baku dan dilanjutkan pembuatan produk briket. Briket berbahan baku used carbon kemudian ditambahkan bahan baku tambahan berupa sludge yang dicampur dengan perbandingan 4:1, 2:1, dan 1:1 pada masing-masing ukuran 60 mesh, 40 mesh dan 20 mesh. Briket yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa proksimat dan dilakukan perbandingan dengan SNI 4931 Tahun 2010. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh briket dengan kualitas terbaik pada ukuran 60 mesh dengan perbandingan 4:1, kadar air 7,52%%, kadar abu 12,21%, volatile matter 35,59%, fixed carbon 44,68% dan nilai kalor 5.070,52 kal/g yang telah memenuhi standar SNI 4931 Tahun 2010.
QUALITY OF ECO ENZYME PRODUCED THROUGH A FERMENTATION PROCESS IN VARIOUS "TEMPE" YEAST CONCENTRATIONS Maharani, Dea Resty Novita; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4176

Abstract

Organic waste that accumulates and is not adequately managed causes disease and environmental problems. Therefore, one method to solve the problems is to convert it into eco enzyme, a liquid created from the fermentation of organic waste, specifically vegetable and fruit peels, sugar, and water. Anaerobic fermentation is utilized to produce eco enzymes, with yeast added to shorten the fermentation time. The goal of this research is to determine the effect of "tempe" yeast concentration on the quality of eco enzymes. Eco enzyme was made from brown sugar, fruit peels (oranges and melons), and water in a 1:3:10 ratio. "Tempe" yeast concentrations of 1, 2, 3, 4, and 5 %w/v were used in the fermentation process for producing eco enzyme. The eco enzyme products were examined by analyzing pH value, acetic acid content, Total Dissolved Solids (TDS) value, organoleptic properties (aroma and color), and protease enzyme activity. The pH and TDS values of eco enzyme products increased as the concentration of "tempe" yeast increased. The results showed that eco enzyme products have pH values in the range of 3.5-4, acetic acid content of 0.81-1.08 %v/v, TDS value of 1000-2000 ppm, with fermented and orange aroma and a bright yellow color. According to the results, the addition of 3 %w/v "tempe" yeast in the production of eco enzyme was selected as a sample tested for protease enzyme activity and a clear zone was identified around the colony, indicating that there was protease enzyme activity.