cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PERUSAHAAN PESTISIDA Salsabilla, Yoan; Dewajani, Heny; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4177

Abstract

Produksi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terus bertambah besar tidak hanya di negara maju namun juga di negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintahh mengeluarkan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber limbah B3 dari hasil produksi, mengetahui pengelolaan limbah B3, serta membandingkan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode perbandingan antara kondisi di perusahaan pestisida dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) perusahaan pestisida telah melakukan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan sangat baik, rata-rata dari hasil perhitungan pengelolaan limbah B3 pada perusahaan industri adalah 100% meliputi pengemasan dan pewadahan, penyimpanan, pelabelan simbol dan label serta pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PIROLISIS TERHADAP MUTU BRIKET DARI LIMBAH PADAT GONDORUKEM Ramadha, Nabilla Sagita; Azizah, Rizkia Rismalina Nur; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4180

Abstract

Kebiasaan masyarakat menggunakan satu jenis sumber energi fosil masih sering dijumpai di Indonesia. Industri penghasil gondorukem dari getah pinus menghasilkan limbah padat yang belum diolah secara maksimal. Limbah padat gondorukem terdiri dari dedaunan, ranting, serpihan kayu, getah, dan terpentin. Adapun solusi untuk mengolah limbah ini dan untuk mengganti kebiasaan masyarakat tersebut adalah dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan berupa briket. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan pengaruh lamanya waktu dan suhu pirolisis terhadap mutu briket dari limbah padat gondorukem, serta menentukan perbandingan mutu briket dengan SNI 01-6235-2000. Pembuatan briket dilakukan dengan pengeringan bahan selama 12 jam, pengarangan dengan metode pirolisis, penghancuran arang, dan pencetakan. Variabel yang digunakan yaitu waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit) dan suhu (250°C, 300°C, 350°C) pirolisis. Dari hasil percobaan didapatkan semakin tinggi suhu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor, serta semakin rendah kadar air dan kadar karbon terikat Semakin lama waktu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu dan kadar zat terbang, serta semakin rendah kadar air, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Beberapa briket memenuhi standar mutu SNI 01-6235-2000. Pada mutu kadar air, kadar zat terbang, dan nilai kalor briket limbah padat gondorukem telah memenuhi standar. Sedangkan pada mutu kadar abu dan karbon terikat briket tidak memenuhi standar.
DESAIN COOLER PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Salsabila, Anne Rahma; Chumaidi, Achmad; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4181

Abstract

Tahapan proses pada pembuatan disproportionated rosin dari gondorukem yaitu tahap persiapan, pencampuran, reaksi kimia, pengendapan, pemisahan, dan pemurnian. Pada tahap pemurnian, disproportionated rosin produk dari evaporator didinginkan sebelum disimpan dalam tangki penyimpanan menggunakan cooler. Tujuan pendinginan untuk menurunkan suhu disproportionated rosin produk evaporator agar sesuai dengan kondisi operasi tangki penyimpanan. Oleh karena itu diperlukan desain cooler yang sesuai untuk menurunkan suhu disproportionted rosin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain cooler pada prarancangan pabrik disproportionated rosin dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Acuan yang digunakan pada perhitungan desain cooler adalah buku Process Heat Transfer oleh Donald Q. Kern menggunakan bantuan microsoft excel. Dari hasil perhitungan didapatkan tipe cooler yaitu Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) dengan dimensi ukuran 2x1¼, NPS 1¼, schedule 40, diameter dalam pipa 0,115 ft, diameter luar pipa 0,138 ft, panjang pipa 20 ft, dan jumlah hairpin sebanyak 3 buah. Desain cooler ini diharapkan dapat menjadi acuan desain kebutuhan alat pada proses industri.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI DENGAN KAPASITAS 8100 TON/TAHUN Rahmayanti, Amalia Putri Dwi; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4182

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara kaya akan sumber daya alam berupa kayu yang sering digunakan untuk berbagai keperluan industri khususnya industri mebel (furniture). Salah satu limbah industri mebel (furniture) yang banyak dihasilkan ialah berupa serbuk gergaji. Limbah ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi karbon aktif karena adanya kandungan selulosa dan lignin yang dapat mengikat ion logam berat. Pemanfaatan karbon aktif banyak digunakan di berbagai industri, diantaranya sebagai adsorben polutan limbah dan logam berat. Hadirnya karbon aktif diharapkan dapat menaikkan nilai jual serbuk gergaji serta dapat memenuhi kebutuhan karbon aktif dalam negeri sehingga mampu menekan angka impor di Indonesia dalam bidang Industri Kimia. Pra rancangan pabrik karbon aktif serbuk gergaji ini berkapasitas 8100 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Tujuan analisis ekonomi dalam pra rancangan pabrik ini adalah untuk memperoleh perkiraan (estimasi) mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pada pabrik tersebut serta untuk mengetahui kebutuhan modal investasi sebagai pertimbangan investor untuk memberikan investasinya terhadap pabrik yang akan dibangun. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19,61%, nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak selama 2,7 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 42%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 18%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,12%. Karena nilai ROI dan IRR yang diperoleh lebih besar dari bunga pinjaman bank yaitu sebesar 30% maka pabrik termasuk layak untuk didirikan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROSES FILLING AND PACKING DI PERUSAHAAN AGRIKULTUR Fereste, Safira; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4183

Abstract

Suatu perusahaan manufaktur dalam menghasilkan produk yang baik hingga mencapai target, memerlukan metode untuk meningkatkan produktivitas para operatornya. Setiap harinya dalam melakukan proses produksi, Perusahaan agrikultur memberlakukan pembagian kerja operator menjadi 3 shift dengan total jam kerja per shift 8 jam.  Beban kerja pada area produksi dalam tiap shiftnya perlu dilakukan evalusi agar lebih efektif. Dengan demikian dapat diketahui apakah pembagian beban kerja tiap pekerjaan yang dilakukan oleh masing – masing operator telah merata. Hal ini bertujuan menghindari adanya beberapa operator yang mendapatkan beban kerja melebihi batas standart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis beban kerja masing – masing operator dalam satu area produksi filling and packing. Penentuan beban kerja operator dilakukan dengan menggunakan Time Motion Analysis dengan alat stopwatch untuk mendapatkan cycle time per masing – masing kegiatan. Setelah melakukan analisis beban kerja menggunakan Time Motion Analysis, peneliti dapat memberikan usulan kepada Perusahaan agrikultur agar Perusahaan agrikultur dapat meningkatkan produktivitas operator. Hasil penelitian ini yaitu beban kerja operator pada Perusahaan agrikultur belum merata. Berdasarkan % beban kerja  OPT 1 dan OPT 2 bisa dilakukan oleh satu orang karena pada supply botol telah menggunakan mesin unscramble. Berdasarkan % beban kerja OPT 6 melebihi standart dikarenakan proses pembuatan box dilakukan secara manual.
EVALUASI NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI PADA PROSES DISTILASI ATMOSFERIK DI UNIT KILANG PPSDM MIGAS CEPU Maya, Poppy Puspa; Dewi, Anisa Rahma; Rohmadi, Rohmadi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4184

Abstract

Pengolahan crude oil untuk menghasilkan produk minyak bumi meliputi persiapan bahan baku, proses distilasi atmosferik, dan proses treating. Proses distilasi atmosferik di unit kilang PPSDM Migas Cepu bertujuan untuk pemisahan fraksi dalam crude oil menjadi produk-produk yang dikehendaki berdasarkan perbedaan titik didihnya pada tekanan atmosfer. Pada artikel ini dilakukan evaluasi pada proses distilasi atmosferik di unit kilang. Metode evaluasi yang dilakukan meliputi menghitung neraca massa, neraca energi, dan efisiensi alat dengan mengolah data lapangan serta data literatur. Neraca massa dapat dihitung menggunakan data mass flow rate dan total feed. Perhitungan neraca energi memerlukan data massa dan perubahan entalpi. Perhitungan efisiensi panas memerlukan data panas yang hilang dan data panas yang masuk. Berdasarkan hasil perhitungan pada periode 01– 05 Agustus 2022, kapasitas crude oil di unit kilang PPSDM Migas Cepu sebesar 290.975,9146 kg/hari produk yang dihasilkan adalah pertasol CA 13.815,7886 kg/hari, pertasol CB 24.533,1042 kg/hari, pertasol CC 10.230,8168 kg/hari, solar 171.651,0263 kg/hari, dan residu 69.350,5995 kg/hari. Efisiensi panas pada kolom fraksinasi lebih dari 40%. Berdasarkan Perry’s Chemical Engineers Handbook 7th Edition Gas-Liquid Contacting Systems, column efficiency minimal 40%. Dalam Petroleum Refinery Engineering karya W.L. Nelson dimana Thermal Efficiency alat adalah 60%-95%. Hal ini menunjukkan bahwa tiap alat masih layak digunakan.
ANALISIS FMEA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MODIFIKASI PUNCH UNIT MESIN BP-321 Saraswati, Bernadetta Indira; Rosiarto, Brahmansyah Diar; Wulan, Dyah Ratna; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4186

Abstract

PT Otsuka Indonesia merupakan perusahaan asing dibidang industri farmasi, dengan produk utama cairan infus dan obat-obatan terapetik. Cairan infus yang dihasilkan dalam skala kecil biasa disebut dengan SVP (Small Volume Parenteral) dikemas dalam kemasan primer plastik berbentuk ampul dengan volume 10 – 25 ml. Pembuatan cairan dan wadah ampul melalui beberapa tahapan proses seperti persiapan dan pengadukan, blow-fill-seal (BFS), pengemasan, dan penyimpanan. Seiring perjalanan waktu, standar regulasi pembuatan produk ampul semakin berkembang, salah satunya adalah penggantian material kemas primer dari LDPE (Low Density Polyethylene) menjadi LDPP (Low Density Polypropylene) yang dinilai mampu menjaga nilai stabilitas dan sterilitas produk. Produksi ampul menggunakan mesin BP-321 pada proses BFS dengan punch unit lama hanya bisa memotong ampul bermaterial LDPE, namun tidak bisa memotong LDPP yang lebih keras. Sehingga, perusahaan memodifikasi mesin dengan mengganti punch unit lama dengan external punch unit pada mesin BP-321 untuk proses BFS produksi ampul. Untuk mendukung keputusan tersebut, perusahaan melakukan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang memungkinkan industri membuat keputusan diperlukan atau tidaknya penambahan external punch unit. Setelah dilakukan analisis FMEA dengan dengan perolehan Risk Priotity Number sebesar 720,72, maka perlu dilakukan penambahan external punch unit pada mesin BP-321.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN ALUMINIUM SULFAT (AL2(SO4)3) PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PUSAT PERBELANJAAN SECARA KOAGULASI-FLOKULASI Prameswara, Marshanda Ira; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4187

Abstract

Pusat perbelanjaan yang terletak di Kawasan Dinoyo Kota Malang memiliki IPAL dengan pengolahan secara kimia melalui koagulasi-flokulasi dan biologi melalui aerobik. Pengolahan koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan tawas. Namun, tawas yang digunakan masih terlalu banyak dan masih belum dapat menurunkan parameter hingga sesuai baku mutu. Alternatif koagulan yang dapat digunakan yaitu Al2(SO4)3, yang dapat menurunkan nilai TSS, BOD, COD, dan kekeruhan dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio koagulan Al2(SO4)3 1000 ppm terhadap parameter pH, TDS, TSS, kekeruhan, COD, BOD, dan minyak/lemak pada pengolahan limbah cair pusat perbelanjaan secara koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan jar test dengan variabel rasio penambahan koagulan Al2(SO4)3 sebesar 0,5%; 1%; 2%; dan 4%. Pada koagulasi-flokulasi dilakukan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Kemudian hasil pengadukan diendapkan selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan Al2(SO4)3 1000 ppm dengan rasio 2% efisien dalam menurunkan nilai COD sebesar 42,86% dan nilai BOD sebesar 71,02%, sedangkan rasio 4% efisien dalam menurunkan nilai pH sebesar 3,75%, nilai TDS sebesar 9,76%, nilai TSS sebesar 25,19%, nilai kekeruhan sebesar 43,99%, dan kandungan minyak/lemak sebesar 20,83%.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA ENZIM PAPAIN DARI GETAH PEPAYA Opeda, Moch Hisyam Pratama Geoparadiase; Mas’udah, Mas’udah; Santosa, Sandra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4188

Abstract

Enzim papain merupakan enzim protease yang dapat diperoleh dari getah papaya dan memiliki banyak manfaat dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Oleh karena itu enzim papain menjadi kebutuhan yang terus meningkat di Indonesia. Sehingga, pendirian pabrik enzim papain dengan memanfaatkan getah pepaya akan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Penelitian ini bertujuan menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pra rancangan pabrik enzim papain dari getah pepaya yang direncanakan berdiri pada tahun 2024 dan berlokasi di Dampit, Kabupaten Malang. Metode penentuan kapasitas produksi menggunakan metode linier dari data rata-rata kebutuhan produk dalam 5 tahun terakhir. Sedangkan untuk seleksi proses menggunakan metode penilaian pada beberapa aspek proses produksi enzim papain pada rentang nilai 0-100 dengan kategori 0-25: rendah, 26-50: cukup, 51-75: baik, dan 76-100: sangat baik. Hasil dari penelitian ini didapatkan kapasitas produksi enzim papain tahun 2024 sebesar 8000 ton/tahun dan proses produksi menggunakan metode pengeringan beku, sehingga dengan pendirian pabrik enzim papain dapat memenuhi kebutuhan impor dan ekspor
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KARBON AKTIF DARI BAHAN BAKU TONGKOL JAGUNG DENGAN KAPASITAS 38.000 TON/TAHUN Isnaini, Shahnaz Putri; Hendrawati, Nanik; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4189

Abstract

Dalam era industri seperti sekarang, industri kimia mengalami pertumbuhan yang meningkat, yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan bahan baku industri, bahan kimia, dan tenaga kerja. Salah satu bahan baku yang dibutuhkan dalam industri kimia adalah produk turunan dari jagung. Di Indonesia, produksi jagung selama lima tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49% per tahun. Dalam konteks produksi jagung yang besar ini, penggunaan jagung yang berlebihan menyebabkan peningkatan limbah tongkol jagung yang berpotensi mencemari lingkungan. Tongkol jagung yang mengandung senyawa karbon tinggi, terutama selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%), menunjukkan bahwa tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Melihat banyaknya kebutuhan karbon aktif didalam negeri maka direncanakan pendirian pabrik karbon aktif di Indonesia. Pendirian pabrik karbon aktif ini mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang baik untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Analisis ekonomi pada pendirian pabrik karbon aktif bertujuan untuk menunjukkan kelayakan pendirian pabrik karbon aktif dari bahan baku tongkol jagung dengan kapasitas 38.000 ton/tahun dan mengidentifikasi potensi keuntungan dari pabrik tersebut. Hasil perhitungan analisis ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) pabrik ini sebesar Rp278.512.508.590,69 sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp253.802.470.649,73. Laba kotor yang dihasilkan adalah Rp126.197.529.350,00 dan laba bersih sebesar Rp82.334.394.078,00. Tingkat pengembalian modal (ROI) sebelum dan sesudah pajak adalah masing-masing 57% dan 37%. Pabrik ini akan mencapai titik impas (BEP) pada kapasitas sebesar 42,3%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, prarancangan pabrik kimia ini dianggap layak untuk didirikan.