cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
EFEKTIVITAS KOAGULAN KITOSAN PADA PENGOLAHAN AIR DI UNIT WATER TREATMENT PPSDM MIGAS CEPU Mutakhabbibatillah, Mutakhabbibatillah; Mahendra, Rinda; Chumaidi, Achmad; Kusuma, Rieza Mahendra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.396

Abstract

Air Sungai Bengawan Solo digunakan sebagai bahan baku pengolahan air di Unit Water Treatment PPSDM Migas Cepu. Air sungai ini diolah menjadi air industri dan air bersih yang didistribusikan ke konsumen. Metode yang digunakan adalah koagulasi flokulasi. Penggunaan koagulan dari bahan kimia pada metode tersebut sudah sering digunakan daripada koagulan alami. Pada penelitian ini menggunakan metode koagulasi flokulasi dengan kitosan dari cangkang udang sebagai koagulan. Kitosan dimodifikasi dengan menaut silangkan glutaraldehida atau disebut dengan cross linked glutaraldehyde (crosslink GA). Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), turbidity, dan pH pada air bersih di Unit Water Treatment PPSDM Migas Cepu menggunakan kitosan tanpa modifikasi dan dengan modifikasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis dosis kitosan sebesar 400, 500, 600, dan 700 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan crosslink GA lebih efektif menurunkan kadar TSS, turbidity, dan pH yang optimum pada dosis 400 dan 700 ppm dengan nilai masing-masing sebesar 24 mg/L; 7,86 mg/L; dan 7,26. Koagulan kitosan juga efektif menurunkan nilai BOD dengan nilai sebesar 0,135 mg/L pada dosis 700 ppm. Sedangkan COD tidak dapat diturunkan kadarnya menggunakan kedua koagulan karena pemberian dosis yang tidak sesuai.
DAUR ULANG AIR LIMBAH MENGGUNAKAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MAKE UP WATER COOLING TOWER DI PT NUTRICIA INDONESIA SEJAHTERA Taufik Hidayat Ramadhon; Zakijah Irfin; Agung Nugroho
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2686

Abstract

Penggunaan air bersih di PT Nutricia Indonesia Sejahtera berkisar antara 35-40 m3 sepanjang tahun 2022.  Penggunaan air bersih yang berasal dari PDAM dan sumur harus ditekan penggunaannya untuk mengurangi biaya produksi di perusahan tersebut. Unit cooling tower adalah unit yang paling besar menyerap penggunaan air bersih hingga mencapai 21 m3/hari. Salah satu inovasi yang memberikan dampak secara langsung terhadap upaya pengurangan penggunaan air bersih adalah mendaur ulang air limbah yang akan digunakan sebagai make up water cooling tower menggunakan reverse osmosis. Spesifikasi air sebelum masuk proses reverse osmosis memiliki parameter yang harus dipenuhi terutama kandungan TDS dari air limbah tersebut. Air limbah PT Nutricia Indonesia Sejahtera memiliki kandungan TDS sebesar 1225 mg/L. JIka spesifikasi air tersebut langsung diaplikasikan maka akan menyebabkan proses reverse osmosis mengalami permasalahan seperti fouling yang menyebabkan membran menjadi mampat, banyak aliran reject, periode proses cleaning yang cepat, sehingga proses menjadi tidak efisien dan air yang didaur ulang tidak maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mencegah fouling dengan pretreatment tambahan sebelum memasuki reverse osmosis dengan menggunakan membran  Ultra Filtration (UF) jenis hollow fiber. Inovasi ini mampu menurunkan penggunaan air bersih di PT Nutricia Indonesia Sejahtera hingga 5.46 m3/hari.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT DENGAN KAPASITAS 5000 TON/TAHUN Anang Arianto; Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani; Aldyn Firstiano Afnan; Bagos Tedy Arta; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2687

Abstract

Kegiatan budidaya perikanan di Indonesia sangat banyak salah satu diantaranya yaitu budidaya ikan lele. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah sehingga meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani dari ikan. Ikan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan protein yang cukup untuk tubuh manusia. Peningkatan kandungan nutrisi pada ikan tidak terlepas dari jenis pakan yang diberikan. Salah satu pakan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi adalah maggot. Maggot atau lalat black soldier fly (Hermetia illicens) merupakan organisme pengurai yang mengandung protein sebesar 39,95%. Pra rancangan pabrik pakan ikan lele berbahan dasar maggot dengan kapasitas 5000 ton per tahun diharapkan dapat menyumbang kebutuhan pakan ikan yang tinggi protein. Tujuan dari analisis ekonomi ini adalah untuk mendapatkan perkiraan mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pakan ikan lele. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007, pabrik ini didirikan dalam bentuk perseroan terbatas (PT) yang direncanakan akan didirikan di Kabupaten Malang dengan jumlah karyawan sebanyak 143 orang. Pabrik beroperasi 24 jam per hari selama 330 hari dalam setahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan total capital investment (TCI) sebesar Rp. 6.223.612.836 dan total production cost (TPC) sebesar Rp 43.966.583.687 dengan laba bersih yang didapatkan sebesar Rp. 2.366.064.723 per tahun. Laju pengembalian modal (ROI) setelah pajak dan lama pengembalian pajak (POT) setelah pajak berturut-turut sebesar 45% dan 1,83 tahun. Break even point dan shutdown point dihasilkan pada 56,20% dan 43,18% penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pabrik pakan ikan lele dari maggot layak untuk didirikan.
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Reza Dyota Ahmad; Donny Ivananda; Ramadhani Santoso; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2688

Abstract

Unit PLTA memanfaatkan turbin untuk mengkonversi energi kinetik air menjadi energi listrik. Arus alternatif yang terbentuk oleh turbin dikonversi oleh transformator menjadi arus bertegangan tinggi. Proses konversi ini disertai peningkatan suhu akibat hysteresis losses yang perlu diminimalisir menggunakan alat penukar panas berjenis heat exchanger type 1-1 shell and tube dengan aliran counter current. Analisis terhadap heat exchanger dapat dilakukan oleh laboratorium virtual Computational Fluid Dynamics yang terbilang praktis dan hemat biaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai transfer panas dalam heat exchanger pada berbagai suhu dan laju alir fluida panas masuk. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Fluent Ansys 2022 R2 dengan variabel bebas berupa laju alir (0,01; 0,5; 0,1 kg/s) dan suhu masuk fluida panas (383; 388; 393 K) serta variabel tetap berupa laju alir (0,8 kg/s) dan suhu fluida dingin masuk (293 K). Dari hasil analisis yang telah dilakukan, nilai transfer panas yang diberikan kepada fluida dingin akan semakin besar seiring dengan peningkatan laju alir dan suhu fluida panas masuk. Fluida panas dengan laju alir 0,1 kg/s dan suhu 393 K memberikan nilai transfer panas tertinggi sebesar 18974,27 W yang baik untuk mengoptimalkan kinerja alat penukar panas pada unit PLTA.
THE EFFECT OF STIRRING SPEED AND COLLECTOR CONCENTRATION ON NICKEL RECOVERY FROM PYROPHYLLITE USING FROTH FLOTATION Rifki Sakib Thalib, Hanifah; Santosa, Sandra; Mas'udah , Mas'udah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2693

Abstract

Nickel is an important element in the metal alloy industry. In Indonesia, nickel resources are found in many areas in the form of rocks such as pyrophyllite. Froth flotation is a method commonly used in the mining industry to extract metals such as nickel from mineral rocks. However, the nickel concentrates yield tends to be relatively low. This is often influenced by several factors such as the stirring speed and the concentration of the collector used in the process. Therefore, this study aims to investigate the effect of agitation speed and collector concentration on the nickel recovery results obtained from the froth flotation process. In this study, variations of stirring speed at 500, 600, and 750 rpm were used. Meanwhile, the collector concentration varied to 2,5%, 4,5% and 6,5%. The results showed that the stirring speed and collector concentration had a significant impact on nickel recovery. Optimum results were obtained at 750 rpm and 6,5% where the nickel concentration reached 2,475% from the initial concentration of 8,21%.
EVALUASI KINERJA COOLER-05 PADA CRUDE DISTILLATION UNIT DI PPSDM MIGAS CEPU Virsa Faliolla Tasyakuranti; Rosita Dwi Chrisnandari; Arief Rahmatulloh; Setiyono; Nurul Kamaliya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2695

Abstract

Dalam proses pengolahan minyak dan gas bumi di Crude Distillation Unit PPSDM Migas Cepu diperlukan berbagai alat perpindahan panas, salah satunya adalah cooler. Di PPSDM Migas Cepu, Cooler-05 digunakan untuk mendinginkan Pertasol CB hasil keluaran dari kolom fraksinasi C2 sebelum masuk ke separaor S4. Dalam proses produksi Pertasol CB yang berlangsung secara kontinyu, proses produksi ini menyebabkan alat di Crude Distillation Unit harus beroperasi selama 24 jam. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja Cooler-05 sehingga perlu dilakukan perhitungan efisiensi untuk mengetahui kinerja alat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari Cooler-05 yang ada di Crude Distillation Unit PPSDM Migas Cepu yang didasarkan pada beberapa paramater. Metode evaluasi kinerja Cooler-05 dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengolah data lapangan serta data literatur. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Dirt Factor (Rd) sebesar 0,0086 J.ft2.°F/Btu dengan selisih 7% dari Rd minimal, dimana toleransi selisih yang diperbolehkan maksimal sebesar 10%. Pada pressure drop (ΔP) didapatkan untuk sisi shell dan tube berturut-turut sebesar 0,0001 psi dan 0,00805 psi dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 10 psi untuk liquid. Didapatkan pula besar efisiensi perpindahan panas (kalor) sebesar 73,16% dimana suatu alat masih optimal beroperasi jika memiliki efisiensi mencapai 80%. Dengan demikian, perlu dilakukan perawatan
PEMANFAATAN KULIT ARI KEDELAI SEBAGAI ADSORBEN ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK JELANTAH Dheyana Dwi Kartikasari; Dyah Nur Afia; Wianthi Septia Witasari; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2696

Abstract

Penggunaan minyak jelantah secara berulang berdampak buruk bagi kesehatan karena memiliki kandungan FFA (Free Fatty Acid) yang melebihi standar SNI 7709:2019 (kualitas minyak goreng sawit). Kadar FFA minyak jelantah dalam penelitian ini sebesar 0,82%. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang dapat dilakukan adalah regenerasi minyak dengan metode adsorpsi. Adsorpsi kali ini menggunakan adsorben dari limbah kulit ari kedelai. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas adsorben kulit ari kedelai dalam menurunkan FFA pada minyak jelantah dalam kurun waktu kontak yang ditentukan. Kulit ari kedelai diserbukkan hingga berukuran 70 mesh. Kulit ari kedelai ditambahkan ke minyak jelantah dengan takaran 15 gram untuk 100 ml minyak jelantah dengan variasi waktu kontak 2x12 jam, 3x12 jam, 4x12 jam, dan 5x12 jam di tiap wadah yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kadar FFA justru meningkat pada waktu kontak 2x12 jam sampai 4x12 jam. Namun, semakin lama perendaman, kadar FFA semakin menurun. Waktu kontak 5x12 jam merupakan waktu terbaik dalam mengadsorb FFA karena dapat menurunkan kadar FFA dari 0,82% menjadi 0,66%, menaikan kadar air minyak sebanyak 0,002%, dan menyerap warna minyak jelantah yang awalnya hitam kecoklatan menjadi coklat. Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah sesuai literatur yang menyatakan bahwa semakin lama waktu bersinggungan adsorben dan adsorbat maka penyerapan adsorbat makin banyak. Namun, belum bisa menurunkan kadar FFA hingga sesuai SNI 7709:2019. Maka dari itu, perlu penelitian lanjutan terkait aktivasi adsorben yang tepat agar adsorben dapat mengadsorb FFA secara optimal.
ANALISIS PERHITUNGAN KEBUTUHAN BELERANG DAN GAS SO2 PADA ALAT TOWER SULFITASI NIRA KENTAL DENGAN KAPASITAS GILING 7800 TCD Amilatun Nur Rokhimah; Sigit Hadiantoro; Duta Widya Nur Huda
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2697

Abstract

Proses sulfitasi pada pabrik gula merupakan salah satu kunci keberhasilan pabrik gula kristal putih untuk mencapai kualitas gula yang baik dengan mengendalikan kebutuhan belerang dan gas SO2 pada proses bleaching di tower sulfitasi nira kental. Tower Sulfitasi nira kental berfungsi sebagai tempat mereaksikan antara nira dengan gas SO2 dengan tambahan susu kapur sebagai bahan pemurni. Data-data yang dianalisis dari perhitungan didapatkan dari PG Krebet Baru II.  Saat ini PG Krebet Baru II memiliki kapasitas giling 5500 TCD dengan menggunakan belerang sebanyak 55 kg/100ton tebu dan kebutuhan gas SO2 sebanyak 2017 kg/hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung kebutuhan belerang dan gas SO2 pada alat tower sulfitasi nira kental pada proses bleaching dengan kapasitas giling 7800 TCD sebagai pembanding jika kapasitas giling berbeda namun kapasitas alat yang sama dihasilkan berapa jumlah kebutuhan gas SO2 dan belerang. Metode perhitungan yang digunakan yaitu pengumpulan data, reaksi proses sulfitasi, perhitungan manual menggunakan Microsoft Excel. Hasil perhitungan didapatkan kebutuhan belerang sebanyak 57 kg/100ton tebu dan kebutuhan gas SO2 sebanyak 2942 kg/hari. Berdasarkan perhitungan tersebut kebutuhan belerang dan gas SO2 pada kapasitas giling yang sama namun kapasitas alat sama tidak mengalami perubahan yang signifikan.
PENGARUH RASIO KATALIS CaO-NaOH DAN WAKTU REAKSI TRANSESTERIFIKASI TERHADAP KUALITAS BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT Saskia Orchidantya, Nadya; Mas’udah; Sandra Santosa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3154

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari minyak nabati seperti minyak sawit yang diproduksi melalui proses transesterifikasi dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah katalis heterogen antara CaO dan NaOH dikarenakan sifatnya yang sangat basa, ramah lingkungan dan memiliki kelarutan yang rendah dalam metanol dapat menghasilkan biodiesel dengan yield yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio massa CaO-NaOH dan waktu reaksi transesterifikasi terhadap kualitas biodiesel yaitu  viskositas, densitas, dan persen yield biodiesel. Penelitian dilakukan dengan transesterifikasi minyak sawit dan metanol dengan perbandingan volume 6:1 dengan katalis CaO-NaOH 1% (b/v) dan variabel bebasnya adalah perbandingan ratio massa campuran katalis CaO-NaOH 1:3, 1:1, 3:1 dan waktu transesterifikasi 60, 80, dan 100 menit. Nilai yield biodiesel tertinggi diperoleh pada variabel waktu 80 menit dan rasio katalis CaO-NaOH 3:1 dari berat minyak dengan nilai yield sebesar 85,16%, densitas 0,85 g/mL, viskositas 8,87 cSt.
PENGARUH WAKTU AKTIVASI MEKANOKIMIA DAN KONSENTRASI NAOH TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ABU PADA ADSORBEN ZEOLIT Mufidah, Azizah Amelia; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3719

Abstract

Zeolit merupakan kristal aluminosilikat yang mempunyai struktur pori yang teratur dan memiliki luas permukaan tinggi. Adsorben zeolit akan diaktivasi dengan metode mekanokimia dengan tujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang ada pada zeolit sehingga kemampuan adsorpsi nya bertambah. Mekanokimia merupakan proses pemanfaatan energi mekanik untuk merubah struktur bahan sehingga bahan yang dihasilkan memiliki luas permukaan yang lebih besar dan juga memiliki kemampuan mengadsorp dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu mekanokimia dan konsentrasi Natrium Hidroksida  (NaOH) terhadap kualitas adsorben zeolit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan variabel tetap perbandingan zeolit dengan NaOH 1:4 (b/v) dan variabel berubah waktu mekanokimia 30; 60 menit dan konsentrasi NaOH 1; 2; 3 M.  Analisis yang dilakukan pada pengujian adsorben zeolit adalah kadar air dan kadar abu. Hasil terbaik yang diperoleh dari kedua pengujian tersebut adalah kadar air sebesar 0,5% dan kadar abu sebesar 1,941%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adsorben zeolit memiliki kualitas yang baik.