cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN KOTORAN SAPI TERHADAP KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK PADAT BERBAHAN SABUT KELAPA DAN JERAMI PADI Abidin, Muhammad Yusuf; Novika, Ernia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4899

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris sehingga aspek pertanian menjadi sangat penting dalam menjamin ketahanan pangan nasional. Permasalahan yang dihadapi dalam mendukung produksi pangan adalah minimnya ketersediaan pupuk pada saat musim tanam sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman pangan yang dihasilkan. Penggunaan pupuk kimia berlebih berdampak buruk bagi lingkungan dimana dapat mengakibatkan ketidakseimbangan unsur hara, struktur tanah menjadi rusak sehingga tingkat kesuburan tanah menurun. Penambahan kotoran sapi pada pembuatan pupuk organik padat berfungsi untuk meningkatkan unsur fosfor dan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran sapi terhadap karakteristik pupuk organik padat. Bahan baku yang digunakan berupa sabut kelapa, jerami padi, kotoran sapi dan activator EM4. Penambahan kotoran sapi divariasikan 20%, 30%, 40%, 50% dan 60% dari 100 gram campuran jerami padi dan sabut kelapa. Jerami padi dan sabut kelapa sebagai bahan baku utama yang digunakan dengan perbandingan 1:1. Dilakukan pengamatan karakteristik pupuk organik padat meliputi kadar air, suhu, dan pH selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kotoran sapi terbaik pada variabel 30% dimana kadar air sebesar 22,84% , suhu produk 29 0C dan pH sebesar 7,37. Hasil tersebut telah sesuai dengan SNI 7763 : 2018 dimana standar kadar air ( 8 – 25%) dan pH  (4 - 9).
PENGGUNAAN LIMBAH CAIR DI EQUALIZER ZA-II (LIMBAH PRODUKSI AMONIUM SULFAT) SEBAGAI PENETRAL LIMBAH ASAM DI PRODUKSI SULFURIC ACID (SA-I) Ilafi, Athika Ayu Kautsar; Azkiya, Noor Isnaini; Taufiqi, Rohmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4900

Abstract

PT Petrokimia Gresik Departemen Produksi IIIA terdapat beberapa proses produksi yang menghasilkan limbah cair. Pada penelitian ini dilakukan penetralan limbah dengan pemanfaatan limbah cair equalizer ZA-II sebagai penetral Limbah Asam di Open Ditch SA-I untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan NaOH dan CaO. Untuk mengetahui pengurangan kebutuhan NaOH dan CaO, diperlukan data perbandingan volume yang dihasilkan untuk pencampuran limbah ZA-II dengan limbah SA-I agar mendapatkan pH netral, maka metode yang pertama kali dilakukan yaitu mengukur pH pada limbah masing – masing equalizer, melakukan trial and error untuk perbandingan campuran asam dan basa pada larutan di equalizer SA-I dan equalizer ZA-II, dan menghitung kebutuhan NaOH dan CaO pertahun sebelum dan sesudah penggunaan equalizer ZA-II sebagai penetral equalizer SA-I. Dalam percobaan ini didapatkan perbandingan volume limbah SA-I dengan limbah ZA-II yaitu 1:75 dengan penghematan yang didapatkan setelah adanya penambahan dari limbah equalizer ZA-II yaitu sekitar kurang lebih 2.13%, sehingga saran yang membangun ini bisa jadi sebagai rekomendasi untuk PT Petrokimia Gresik untuk meminimalisir penggunaan NaOH dan CaO dalam pengolahan  limbah.
STUDI ANALISIS EFISIENSI STEAM TURBINE GENERATOR PADA BAGIAN ASAM SULFAT DAN UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI IIIB PT PETROKIMIA GRESIK Dinda Annisa Yumna
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4901

Abstract

Sejumlah energi penggerak peralatan proses sangat diperlukan dalam proses produksi di seluruh pabrik yang ada pada PT Petrokimia Gresik. Departemen Produksi IIIB memiliki unit utilitas asam sulfat, yang salah satunya adalah unit power generator (turbine generator). Dimana salah satu unit power generator yaitu steam turbine (TP-6101) dengan kapasitas 17,5 MW. Kondisi saat ini pada pembangkit listrik pada Unit Utilitas Asam Sulfat PT Petrokimia Gresik yang telah beroperasi selama bertahun-tahun dan telah mengalami banyak permasalahan yang dapat menurunkan efisiensi pada Turbine Generator. Dari latar belakang tersebut akan dilakukan studi analisis efisiensi steam turbine generator. Studi analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi steam turbine generator pada bagian Asam Sulfat dan Utilitas Departemen Produksi IIIB PT Petrokimia Gresik. Analisis efisiensi steam turbine ini dilakukan dengan cara observasi lapangan pada Steam Turbine Generator Unit Utilitas Asam Sulfat Departemen Produksi III B untuk pengumpulan data, data yang diperoleh berupa data tekanan, temperatur dan laju alir massa pada steam turbin generator. Nilai efisiensi steam turbine generator ditentukan dengan menghitung kerja reversible dan daya yang dihasilkan, kemudian menghitung efisiensi turbine generator. Dari hasil perhitungan efisiensi turbin yang telah dilakukan selama 14 hari dapat disimpulkan bahwa Pada Unit Utilitas Asam Sulfat Steam Turbin Generator 17,5 MW) nilai efisiensi masih cukup baik. Efisiensi generator tidak mengalami perubahan yang signifikan yaitu mengalami penurunan efisiensi sebesar ±1 % dari nilai efisiensi desain sebesar 78,40% menjadi 77,40% Jadi hasil perhitungan dan analisis tersebut bahwa efisiensi generator masih berada batas normal sesuai data yang didapatkan dan dapat dikatakan masih beroperasi dengan cukup baik.
EVALUASI TPM (TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE) DAN PENERAPAN AM (AUTONOMOUS MAINTENANCE) PADA PRODUKSI SUSU KENTAL MANIS DI PABRIK DAIRY Pratitis, Aryka Chandra Wahyu; Maryanty, Yanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4908

Abstract

Total Productive Maintenance (TPM) merupakan suatu metode yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan peralatan dan memantapkan sistem perawatan yang dirancang untuk keseluruhan peralatan dengan mengimplementasikan suatu aturan dan memberikan motivasi kepada seluruh bagian yang berada di dalam perusahaan tersebut. Pabrik Dairy merupakan industri yang bergerak di bidang proses pembuatan susu segar dalam kemasan dimana dalam proses produksinya terdapat beberapa tahapan proses seperti dumping, mixing, pasteurization, evaporation, crystalization, filling, dan packing dari proses awal hingga ke tahapan pengemasan produk Pabrik Dairy menerapkan program TPM pilar 1 yaitu Autonomous Maintenance (AM). Autonomous Maintenance (AM) merupakan pilar terpenting dari Total Productive Maintenance (TPM) dimana Autonomous Maintenance (AM) menuntut keterlibatan operator secara mandiri dalam kegiatan perawatan dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab, dan keterampilan operator produksi terkait mesin. Autonomous Maintenance (AM) akan meningkatkan produktifitas secara keseluruhan. Maka dari itu, Total Productive Maintenance (TPM) juga berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang ada di industri dimana Pabrik Dairy ini sangat peduli dengan mutu produk yang dihasilkan dan dengan mutu produk yang baik maka diperlukan peran dari mesin-mesin produksi yang optimal dan agar kekuatan mesin tersebut tetap terjaga. Meningkatkan mutu produk serta kondisi mesin yang optimal dapat dengan menggunakan metode studi pendahuluan, observasi area, dan improvement area bertujuan untuk mendapatkan standar cleaning yang baru, serta pembaruan area pada departemen produksi pada Pabrik Dairy. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan data berupa persentase keberhasilan pada pilar 1 Total Productive Maintenance (TPM) yaitu Autonomous Maintenance (AM) pada step 1 sebesar 98%, step 2 98%, dan step 3 80% serta data downtime pada periode bulan Juli hingga Desember 2022. Penerapan standar cleaning dan pembaruan area filling packing telah dijalankan dengan cukup baik meliputi pembuatan standar cleaning, inspeksi, safety map, Countermeasure for the Cause and Effect of Dirt, dan lubrikasi.
STUDI PENGOLAHAN AIR BUANGAN IPAL INDUSTRI RUMPUT LAUT MENJADI AIR PROSES Wahyuni, Sri; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4919

Abstract

Pada industri pengolah rumput laut menjadi produk Alkali Treated Cottonii Chips (ATCC) akan dihasilkan suatu limbah cair, dimana limbah cair selanjutnya diolah dalam suatu IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) hingga memenuhi baku mutu. Namun demikian, volume air limbah yang sangat besar tersebut belum dilakukan pemanfaatan kembali (reuse), sedangkan kebutuhan air untuk proses produksi sangat besar. Air proses diperoleh dari air tanah melalui proses pengeboran, dimana proses pengeboran air tanah tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Pengambilan air tanah secara terus menerus juga dapat mengganggu ekosistem air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemanfaatan air buangan (effluent) IPAL menjadi air proses melalui proses adsorpsi dan mikrofiltrasi. Penelitian dilakukan dengan cara mengalirkan air buangan (effluent) IPAL ke dalam kolom adsorpsi yang berisi karbon aktif dan membran filtrasi. Variabel yang digunakan antara lain: berat adsorben 20 kg dan 25 kg dan ukuran mikrofiltrasi 5 μm dan 10 μm. Sedangkan parameter yang diukur adalah pH, turbidity, bau, rasa, warna, besi, mangan dan Total Dissolved Solid (TDS). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada berat adsorben 25 kg, diperoleh penurunan kadar kontaminan sebesar TDS (51,30%), turbidity (81,19%), kesadahan (26,71%), besi terlarut (95,43%), mangan (95,531%), pH 7, tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Sedangkan hasil akhir air olahan effluent IPAL menggunakan media adsorpsi berat 25 kg dan ukuran membrane filtrasi 5 μm diperoleh persen penurunan TDS (26,9%), kesadahan (13,76%), kekeruhan (28,09%), besi (74,98%), mangan (78,16%), tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan pH netral.
PROSES SEEDING DAN AKLIMATISASI AEROB – ANAEROB UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI GONDORUKEM Amalia, Nabila Tasya; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4920

Abstract

Air limbah yang dihasilkan oleh industri gondorukem mengandung bahan – bahan organik BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan perairan. Salah satu metode pengolahan air limbah industri gondorukem adalah menggunakan proses biologi (anaerob – aerob) yang melibatkan bakteri anaerob – aerob. Efisiensi pengolahan sangat dipengaruhi oleh jumlah, metabolisme, dan aktivitas dari bakteri tersebut. Selanjutnya metabolisme mikroorganisme sangat ditentukan oleh proses pembenihan (seeding) dan aklimatisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan mikroorganisme yang terdapat dalam air limbah industri gondorukem. Penelitian dilakukan proses seeding terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan proses aklimatisasi. Sedangkan parameter yang diuji adalah pH, suhu (temperature), dan jumlah mikroorganisme. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mikroorganisme pada aerob telah dapat berkembang biak dengan baik dalam hari ke 14 dengan capaian sebesar 9,1 x 107 dan hari ke 21 sebesar 0,9 x 108. Setelah hari ke 28, aktivitas mikroorganisme menurun mencapai 8,5 x 106. Pada aktivitas mikroorganisme anaerob berkembang baik pada hari ke 28 dengan capaian sebesar 3,1 x 108 lalu menurun di hari ke 35 sebesar 7,7 x 106.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK PAKAN IKAN NILA DARI AMPAS TAHU DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN Pertiwi, Rindy Ayu; Sa'diyah, Khalimatus; Firlana, Adha; Falah, M. Nur Abror; Prasetyo, Sandy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4923

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas ikan hasil budidaya dengan produksi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi ikan nila tercatat 1.374.230 ton pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan ikan nila terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga kebutuhan pakan pun juga harus dipenuhi. Seiring dengan itu, melimpahnya pasokan ampas tahu yaitu sebanyak 103.070 ton per tahun memberikan alternatif solusi yang menarik sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan nila ini. Pemanfaatan ampas tahu juga dapat mengurangi biaya produksi serta mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri pengolahan tahu secara optimal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pendirian pabrik dengan menganalisis parameter ekonomi, sehingga prarancangan pabrik kimia pembuatan pakan ikan nila dari ampas tahu dengan kapasitas 10.000 ton pertahun ini diharapkan dapat menyumbang produksi pakan ikan nila untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hasil perhitungan analisis ekonomi pada pabrik ini didapatkan total capital investment (TCI) sebesar Rp22.066.174.690,- dan total production cost (TPC) sebesar Rp96.430.085.035,-. Laba kotor yang diperoleh sebesar Rp10.347.354.865,- dan laba bersih sebesar Rp7.298.148.475,-. Laju pengembalian modal (ROI) sebelum dan setelah pajak berturut-turut sebesar 55% dan 39% dengan jangka waktu pengembalian modal (POT) setelah pajak selama 1,89 tahun. Titik break even point (BEP) pada kapasitas sebesar 57,72%, shut down point (SDP) sebesar 39,97%, dan internal rate of return (IRR) sebesar 35,2869%.  Berdasarkan perhitungan tersebut, maka prarancangan pabrik pakan ikan nila ini layak untuk didirikan.
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF DENGAN AKTIVATOR NaOH DAN Na2CO3 Safitri, Dea Isma; Hendrawati, Nanik; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4939

Abstract

Tongkol jagung adalah salah satu limbah perkebunan jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif dengan kelebihan antara lain biaya proses rendah, kadar abu yang rendah, dan ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan permukaan berpori serta adanya kandungan senyawa karbon yang cukup tinggi, yaitu selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%) di dalam tongkol jagung sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap pirolisis, dan tahap aktivasi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pembuatan karbon aktif dari tongkol jagung dengan memvariasikan jenis aktivator, konsentrasi aktivator, dan lama waktu pirolisis terhadap kualitas karbon aktif yang diperoleh. Tahap persiapan bahan berupa proses pencucian dan size reduction dari tongkol jagung. Kemudian dilanjutkan proses pirolisis dengan menggunakan furnace selama 2 dan 4 jam pada suhu 550°C. Hasil pirolisis atau karbonisasi tongkol jagung dihaluskan kemudian diayak dengan ukuran 60 mesh. Setelah itu dilanjutkan proses aktivasi menggunakan dua jenis aktivator yaitu NaOH dan Na2CO3 dengan variabel konsentrasi 0,5 N; 1 N; dan 2 N. Analisis karbon aktif yang diperoleh berupa analisis kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dengan kadar air dan kadar abu yang relatif rendah namun memiliki daya serap yang cukup tinggi dimana masih memenuhi SNI 06-3730-1995 dihasilkan dengan waktu proses pirolisis selama 4 jam dan aktivator NaOH 0,5 N.
PERANCANGAN POMPA SENTRIFUGAL LARUTAN NAOH 3% SEBAGAI MEDIA PEMBERSIH WIRE DAN PRESS PART PADA INDUSTRI KERTAS Rahmad, Nur Aini; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4942

Abstract

Pada industri kertas, larutan NaOH 3% digunakan untuk menghilangkan endapan pulp yang berkerak pada wire dan press part agar proses sirkulasi pada pompa berjalan dengan baik. Larutan NaOH 3% keluar dari nozzle menggunakan pompa sentrifugal yang berfungsi untuk mengalirkan larutan dari tangki penampung ke tempat yang lebih tinggi elevasinya yaitu wire dan press part. Pompa sentrifugal berfungsi untuk menambah kecepatan cairan yang kemudian mengubahnya menjadi energi tekan. Kinerja pompa sentrifugal dinyatakan dalam parameter nilai efisiensi, head, dan kapasitas pompa. Pada industri kertas yang mengoperasikan pompa sentrifugal untuk mengalirkan larutan NaOH 3% selama 10 tahun mengakibatkan turunnya nilai efisiensi pompa menjadi 62%. Berdasarkan standar industri untuk mengalirkan larutan NaOH 3%, efisiensi pompa yang dibutuhkan minimal 75%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pompa sentrifugal baru agar efisiensi yang diberikan pompa minimal 75%. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data berdasarkan spesifikasi yang ada pada industri kertas dan berdasarkan sketsa process flow diagram. Parameter perhitungan meliputi total head pompa dan rating power pompa. Pompa menghasilkan tekanan sebesar 5 bar terhadap larutan NaOH 3% menuju nozzle yang didistribusikan menuju wire dan press part. Dari perhitungan rancangan pompa untuk medapatkan efisiensi 75% maka spesifikasi pompa yang digunakan sebagai berikut: total head pompa larutan NaOH 3% sebesar 10,0023 meter dengan power rating pompa larutan NaOH 3% sebesar 40 kW dan jenis pompa sentrifugal yang sesuai untuk larutan NaOH 3% adalah pompa berlapis fluorine plastic.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN LOKASI PRODUKSI PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Budiana, Novita Eka Nur Ilma; Dewajani, Heny; Chumaidi, Achmad; Salsabila, Anne Rahma; Alfajri, Aulia Romadhona Jihad; Sandifa, Muhammad Naufal
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4949

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia yang memiliki luas kawasan 125.956.142,71 hektar. Salah satu jenis pohon di hutan Indonesia adalah pohon pinus. Pohon pinus memiliki produk hasil hutan bukan kayu, yaitu gondorukem. Gondorukem secara tradisional dibutuhkan dalam proses pembuatan batik, sabun, industri kertas. Gondorukem memiliki kelemahan yaitu cenderung mengkristal, mudah teroksidasi oleh oksigen dan mudah bereaksi dengan garam logam berat dalam vernis sehingga diperlukan modifikasi. Salah satu modifikasi gondorukem adalah disproportionated rosin (DPR) yang mempunyai karakteristik berupa ketahanan oksidasi yang baik, tingkat kerapuhan yang rendah, stabilitas termal yang tinggi, dan warna yang cerah. DPR digunakan dalam industri pembuatan perekat, tinta percetakan, pigmen organik, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi beberapa metode proses dalam produksi DPR untuk mengetahui metode terbaik serta menentukan lokasi pabrik terbaik sebagai tempat produksi DPR. Seleksi proses dilakukan dengan metode grading dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, kualitas produk yang dihasilkan, dan dampak terhadap lingkungan. Pada penentuan lokasi pabrik menggunakan metode factor rating. Metode ini dilakukan dengan memberikan nilai dari beberapa lokasi alternatif yang dipilih dengan melihat faktor-faktor yang telah ditentukan. Hasil dari seleksi proses menggunakan metode asetonisasi yang menghasilkan DPR dengan kandungan asam abietik yang rendah lebih stabil terhadap oksidasi dan lebih menguntungkan di segi ekonomi. Penetapan lokasi pabrik DPR berkapasitas 3.000 ton/tahun berdasarkan faktor ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, tenaga kerja, buangan pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan dipilih Jalan Mawar, Dusun Krajan, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Jawa Timur.