cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PEMANFAATAN TUMBUHAN ECENG GONDOK DAN BATOK KELAPA SEBAGAI EKSTENDER PEREKAT UREA FORMALDEHID Muhtada, Detra Sifa Shal Sabila; Santosa, Sandra; Aribah, Salwa Fairuza Ayu; Sulistio, Any
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4950

Abstract

Kayu lapis (plywood) adalah material yang tersusun dari 3 atau lebih vinir yang diikat dengan perekat. Perekat plywood yang banyak digunakan di Indonesia ialah Urea Formaldehid. Penggunaan perekat murni untuk industri plywood menyebabkan penggunaan biaya yang tinggi pada industri. Oleh karena itu penggunaan perekat untuk plywood dapat ditambahkan dengan ekstender. Selain itu penggunaan bahan ekstender dapat meningkatkan kualitas perekat seperti dapat meningkatkan daya rekat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif bahan untuk pembuatan ekstender yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan yang digunakan yaitu eceng gondok dan batok kelapa. Pemilihan tumbuhan tersebut dikarenakan tingginya kandungan selulosa yang dapat menaikkan viskositas, kandungan protein dan lignin untuk menambah daya rekat sehingga limbah tersebut digunakan sebagai tepung ekstender. Tahapan percobaan pada penelitian ini yang pertama adalah membuat tepung dari limbah eceng gondok dan batok kelapa, kemudian tepung tersebut akan dicampur dengan perekat Urea Formaldehida dengan kadar ekstender eceng gondok yaitu 3,5 %, 4,5 %, 5,2 % (b/v) dan ekstender batok kelapa 24%, 30%, 34% (b/v) masing-masing dari volume perekat cair. Setelah itu dilakukan pengaplikasian campuran perekat tersebut pada vinir sengon untuk membuat plywood, kemudian plywood tersebut akan dilakukan pengujian viskositas, bonding strength dan delaminasi untuk mengetahui keteguhan rekat dari perekat cair yang telah dicampur dengan tepung ekstender. Kadar penambahan ekstender terbaik pada penelitian ini adalah eceng gondok 3,5% dan batok kelapa 24%, hal ini dapat dilihat dari nilai bonding strength yang tinggi serta tidak mengalami delaminasi.  
DESAIN CYCLONE DUST COLLECTOR UNTUK UPAYA MEMPERBAIKI SIRKULASI UDARA DAN MENGURANGI KOROSI PADA AREA PROSES PRODUKSI Vania, Ariella Syifa'; Rubianto, Luchis
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4951

Abstract

Dalam proses produksi, bahan baku dan kondisi lingkungan akan sangat mempengaruhi kualitas produk maupun peralatan yang ada. Setiap bahan memiliki sifat dan kandungan yang berbeda, ada yang bersifat asam, basa, maupun garam. Dari bahan-bahan yang memiliki sifat berbeda ini akan saling bereaksi dan menyebabkan efek samping, salah satunya korosi. Korosi itu sendiri dapat terjadi akibat kondisi lingkungan yang bersuhu tinggi, kelembapan tinggi, dan juga pengaruh dari bahan baku yang dipakai. Dari proses produksi yang dilakukan di industri, dapat diasumsikan bahwa penyebabnya adalah suhu lingkungan dan kelembapan yang cukup tinggi dan terdapat kandungan garam tinggi pada bahan baku yang kemudian menempel pada peralatan dan menyebabkan korosi. Oleh karena itu, perlu perancangan sistem baru agar dapat mengurangi masalah korosi ini. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan ulang sistem sirkulasi udara  agar dapat mengurangi emisi debu yang ada dilingkungan produksi dan dapat mengurangi terjadinya korosi pada peralatan dalam waktu singkat. Dimana dengan adanya cyclone ini diharapkan mampu mengurangi debu pada area proses dan mengurangi korosi pada peralatan. Dari data pengamatan dan eksperimen mengenai kandungan bahan dan kondisi lingkungan, dapat digunakan untuk merancang kembali sistem sirkulasi udara agar lebih efektif dan baik. Pada pra rancangan unit cyclone kali ini, proses yang digunakan dalam menentukan dimensi cyclone adalah Standard Cyclone Dimensions yang dikembangkan oleh Lapple pada tahun 1940-an. Berdasarkan pra rancangan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa cyclone yang dirancang memiliki efisiensi sebesar 100% dengan cyclone yang dipasang berjumlah 5. Dari penambahan cyclone ini akan memperbaiki sirkulasi udara dan korosi yang ada pada area produksi yang disebabkan oleh debu proses.
PERHITUNGAN F/M RATIO PENGOLAHAN LIMBAH LUMPUR AKTIF WWTP-2 DI PABRIK FARMASI Daniswara, Daffa; Budiono, Arief
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4952

Abstract

Pabrik farmasi yang menghasilkan produk berupa obat-obatan yang mengandung penicillin akan menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Namun dalam pengoperasiannya belum diketahui apakah pengolahan limbah tersebut sudah efektif atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perhitungan F/M ratio (Food to microorganism ratio) yang menjadi salah satu parameter yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui keoptimalan sebuah pengolahan limbah yang menggunakan metode lumpur aktif. Metode lumpur aktif  berkaitan dengan adanya endapan lumpur padat yang berguna untuk menguraikan limbah. Dengan adanya lumpur berupa padatan ini akan menguraikan zat berbahaya  yang dapat ditentukan kualitasnya dengan perhitungan F/M Ratio. Perhitungan F/M Ratio memerlukan beberapa data seperti kadar MLSS (Mixture Liquid Suspended Solid), kadar BOD (Biological Oxygen Demand), dan laju alir dari limbah yang masuk ke WWTP. Hasil penelitian menunjukkan nilai perhitungan F/M Ratio yang cenderung rendah sekitar 0,01. Berdasarkan hasil penelitian pengolahan limbah yang terjadi sudah cukup optimal.
PENGARUH JENIS ADSORBEN BATUAN TERHADAP PARAMETER LIMBAH CAIR MALL X MELALUI PENGOLAHAN SECARA ADSORPSI Dewi, Anisa Rahma; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4953

Abstract

Limbah cair domestik Mall X di Kota Malang memiliki nilai COD, BOD, TSS, dan minyak lemak yang melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan. Pengolahan limbah cair pada Mall X selama ini masih menggunakan proses kimiawi. Perlu dilakukan alternatif pengolahan limbah menggunakan metode lain untuk mencapai baku mutu, salah satunya yaitu pengolahan secara adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses pengolahan limbah cair menggunakan metode adsorpsi dengan variasi jenis media adsorben batuan terhadap parameter pH, COD, BOD, TSS, minyak lemak, TDS, turbidity, dan kesadahan. Variabel dalam penelitian ini yaitu jenis adsorben, meliputi zeolit, batu apung, karbon aktif, dan kombinasi (zeolit-batu apung-karbon aktif). Adsorben dilakukan aktivasi terlebih dahulu menggunakan larutan HCl 3 M, selanjutnya digunakan sebagai media adsorben di dalam kolom adsorpsi berdiameter 10 cm dan tinggi 39,5 cm. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengalirkan air limbah dari bak penampung dengan debit 0,412 L/menit secara kontinyu ke dalam kolom adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan adsorben kombinasi merupakan adsorben yang paling efektif daripada penggunaan adsorben zeolit, batu apung, dan karbon aktif, dalam menurunkan TDS, turbidity, kesadahan dan BOD dengan efisiensi penurunan masing-masing yaitu sebesar 32,4%; 41,8%; 27,1%; dan 56,2%. Sehingga penggunaan adsorben kombinasi paling efektif dalam menurunkan parameter pencemar limbah cair Mall X.
PERANCANGAN ALAT REAKTOR PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Fajri, Aulia Romadhona Jihad Al; Rahma, Anne; Naufal, Muhammad; Ilma, Novita; Chumaidi, Achmad; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4957

Abstract

Potensi pinus cukup besar dan menguntungkan ditinjau dari populasi hutan pinus di Pulau Jawa yaitu sekitar 876 Ha. Salah satu hasil pengolahan pinus adalah gondorukem yang memiliki karakteristik tidak stabil dan mudah teroksidasi. Disproportionated rosin (DPR) merupakan produk inovasi dari gondorukem yang lebih stabil, tahan panas dan oksidasi serta banyak diaplikasikan sebagai adiktif untuk tinta cetak, cat, ban, dan kertas. Proses pengolahan gondorukem menjadi DPR melalui reaksi netralisasi memerlukan reaktor. Tujuan perancangan alat ini adalah mendesain reaktor pada prarancangan pabrik DPR dari gondorukem grade WG dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Hasil perancangan reaktor berupa reaktor dengan tipe continuous stirred tank reactor dilengkapi pengaduk jenis three bladed propeller. Reaktor memiliki ukuran sebesar 444,22 m3 dengan tinggi 14,21 m, dan diameter sebesar 3,35 m. Impeller berukuran 13,11 m dengan diameter sebesar 1 m. Reaktor menggunakan desain tutup atas dan bawah berupa standard dished head dengan material penyusun yaitu stainless steel (SA 167 grade 3 type 304).   Kata kunci: disproportionated rosin, gondorukem, reaktor CSTR,
PENGARUH JENIS ASAM DAN VOLUME ASAM TERHADAP KARAKTERISTIK GELATIN DARI TULANG KAKI AYAM Venerandra, Tabita Emeren; Hadiantoro, Sigit; Natasya, Ardia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4960

Abstract

Gelatin merupakan jenis protein yang diperoleh dari jaringan kolagen hewan. Gelatin yang diproduksi dari kulit babi dan tulang sapi dapat menyebabkan ketidaksesuaian bagi masyarakat di Indonesia yang mayoritas beragama Islam dan Hindu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis asam dan volume asam terhadap karakteristik gelatin dari tulang kaki ayam, serta mengetahui variabel yang dapat menghasilkan gelatin paling optimal. Variabel yang digunakan yaitu jenis asam (asam fosfat dan asam sitrat), dan volume asam (100 ml, 150 ml, 200 ml dan 250 ml). Dalam pembuatan gelatin ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pencucian, pengecilan ukuran, perendaman dengan larutan NaOH 1%, perendaman dengan larutan asam 5%, penyaringan, penguapan, dan pengeringan. Pada perendaman menggunakan asam fosfat nilai rendemen, kadar abu dan viskositas lebih besar daripada dengan perendaman menggunakan asam sitrat. Semakin besar volume asam maka nilai rendemen dan viskositas semakin besar sedangkan nilai kadar abu semakin kecil. Dari hasil penelitian diperoleh karakteristik gelatin yang optimal dan memenuhi spesifikasi standar mutu gelatin Standar Nasional Indonesia (SNI) pada variabel jenis asam fosfat 5% dengan volume asam 200 ml yaitu diperoleh nilai rendemen sebesar 18,75%, kadar air 5,33%, kadar abu 13,73% dan viskositas 0,133 cP.
EVALUASI PENGERINGAN RODENTISIDA MENGGUNAKAN METODE UDARA KERING DENGAN BANTUAN INSTRUMEN KIPAS ANGIN Arshy, David Permana; Nugroho, Imam Wahyu Beny; Muharja, Maktum; Khotimah, Husnul; Salsabila, Putri Ayu
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.4089

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer) menjadi hama utama pada tanaman padi yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil panen, sehingga dibutuhkan pengendalian untuk mengatasi tikus yaitu rodentisida. Tingginya populasi tikus mengakibatkan meningkatnya kebutuhan rodentisida, namun terdapat permasalahan pada proses pengeringan yang membutuhkan waktu selama 20 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengeringan rodentisida dengan bantuan instrumen kipas angin menggunakan variabel waktu pengeringan 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Metode percobaan yang digunakan adalah metode pengeringan udara kering dengan bantuan kipas angin. Parameter yang diuji adalah parameter kadar air, fisik, dan kemurnian bahan aktif rodentisida. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengipasan mengakibatkan terjadinya kenaikan kadar air setelah 3 jam dan semakin lama waktu pengipasan membuat tekstur rodentisida semakin keras dan kering. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa kondisi paling optimum adalah pada waktu selama 3 jam dengan kondisi fisik yang sempurna dan kadar air yang rendah.
EVALUASI KINERJA ALAT PENUKAR PANAS 11-E-107 PADA UNIT DISTILASI MINYAK MENTAH (CDU) Alhanif, Misbahudin; Frastia, Wike; Kamil, Muhamad Idham; Kumoro, Andri Cahyo; Yusupandi, Fauzi; Utami, Esti; Saputri, Desi Riana; Fahni, Yunita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4713

Abstract

Pemanasan awal pada unit distilasi minyak mentah (CDU) berfungsi menaikkan temperatur minyak mentah sebelum masuk ruang pembakaran (furnace) untuk mengurangi beban kerja dari furnace. Pemanasan awal dilakukan dengan bantuan alat penukar panas 11-E-107. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi alat penukar panas 11-E-107 berdasarkan parameter faktor pengotor (fouling factor, Rd), penurunan tekanan (pressure drop, ∆P), dan efisiensi. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data aktual berupa laju alir dan suhu fluida panas (atmospheric residue) dan fluida dingin (desalted crude oil) selama bulan Juni 2023. Analisis hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan antara hasil perhitungan (Rd, ∆P, dan efisiensi) terhadap data desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rd dari data aktual berkisar antara 0,0006 – 0,0014 hr.ft2.oF/Btu, lebih kecil dibandingkan data desain. Hasil analisis penurunan tekanan (∆P) pada shell dan tube berada pada rentang 0,1046 – 0,1305 dan 0,1031 – 0,1352 psi, lebih kecil dibandingkan allowable pressure drop. Efisiensi dari alat penukar panas 11-E-107 berada di antara 87,60 - 91,30%. Secara keseluruhan, kinerja alat penukar panas 11-E-107 dalam kondisi yang baik. Perawatan berkala perlu dilakukan jika efisiensi alat penukar panas berada pada nilai kurang dari 80%.
PENGARUH WAKTU AKTIVASI MEKANOKIMIA DAN PENAMBAHAN TAWAS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ABU ADSORBEN ZEOLIT Naftaly, Fardina Aulia; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4948

Abstract

Zeolit merupakan material yang berpori dan memiliki beberapa kandungan mineral dominan diantaranya adalah SiO4 dan AlO4. Kapasitas adsorpsinya dapat ditingkatkan dengan proses aktivasi mengunakan larutan asam kuat atau basa kuat. Senyawa Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3) atau sering disebut tawas adalah suatu bahan yang dikenal sebagai bahan penjernih air. Metode mechanochemical adalah proses yang memanfaatkan energi mekanik untuk mengaktivasi material dan merubah struktur bahkan fasa yang ada, tujuannya adalah untuk memperoleh material dengan luas permukaan yang besar, struktur pori yang sama, serta pembentukan mikropori dengan distribusi yang merata dan kuantitas yang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tawas pada aktivasi adsorben, dan pengaruh waktu aktivasi secara mechanochemical terhadap adsorben. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan aktivasi terhadap bahan yang akan dijadikan adsorben, setelah itu melakukan penetralan pH, analisa kadar, air, dan kadar abu dengan variabel tetap bahan berupa zeolit, tawas dan konsentrasi larutan aktivator NaOH 2 M, serta variabel berubah diantaranya adalah massa tawas 1:0:2 ; 1:0,5:2 ; 1:0,75:2 ; 1:1:2 (b:b:v), waktu aktivasi secara mechanochemical  30; 60; 90 menit. Secara umum hasil penelitian yang didapatkan adalah semakin banyak tawas yang ditambahkan akan menghasilkan kualitas adsorben yang semakin baik. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui pengaruh penambahan tawas terhadap modifikasi adsorben dan pengaruh waktu aktivasi secara mechanochemical.
KAJIAN LITERATUR PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM TERMODIFIKASI Bratastuti, Faarisa Nurjihaan; Suharti, Profiyanti Hermien; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4958

Abstract

Gondorukem merupakan komoditi unggulan hutan non-kayu, hasil olahan distilasi getah pohon pinus. Gondorukem memiliki berbagai keunggulan yaitu bersumber dari alam, dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, berharga murah, cadangan melimpah, aman untuk makhluk hidup, gondorukem modifikasinya diklaim tidak beracun meskipun bersifat alergenitas, serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan industri. Namun demikian, dalam pemanfaatannya memerlukan modifikasi untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui modifikasi-modifikasi yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu dalam upaya pemanfaatan gondorukem pada berbagai industri. Berbagai metode proses modifikasi gondorukem yang telah berkembang hingga saat ini meliputi proses modifikasi secara disproporsionasi, esterifikasi, fortifikasi, hidrogenasi, dehidrogenasi, polimerisasi dan kombinasi dari proses-proses tersebut. Kualitas gondorukem dapat ditentukan atau dinilai dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 7636:2020. Pada umumnya, kualitas gondorukem dibagi menjadi lima kelas mutu yaitu super, utama, pertama, kedua dan ketiga. Oleh karena itu, kajian literatur ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai proses modifikasi gondorukem yang telah dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan kajian literatur ini, dapat disampaikan bahwa berbagai modifikasi gondorukem telah menghasilkan rendemen berkisar 52,1% – 91,22%, konversi reaksi berkisar 70% – 86%, titik lunak antara 78°C-121°C, dan bilangan asam berkisar antara 159–211,7 mg.KOH/g.