cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENGARUH RASIO PEREKAT TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PEMBAKARAN BRIKET SABUT KELAPA DAN SERBUK GERGAJI KAYU CAMPURAN Rofiq, Mohammad Ainur; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4208

Abstract

Pemakaian bahan bakar fosil yang meningkat setiap tahunnya dan persediaan bahan bakar fosil yang terbatas  menyebabkan kenaikan gas emisi rumah kaca sehingga menimbulkan perubahan iklim, untuk itu diperlukan pengembangan energi alternatif. Pemanfaatan biomassa sabut kelapa dan serbuk gergaji menjadi briket sebagai solusi pengembangan energi alternatif. Biomassa memiliki sifat dapat diperbaharui, lebih ramah lingkungan, serta sebagai upaya pemanfaatan hasil hutan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan rasio perekat terhadap karakteristik fisik briket meliputi kadar air, abu, kadar zat mudah menguap dan fixed carbon dan uji produk berupa karakteristik pembakaran meliputi waktu pembakaran dan laju pembakaran. Bahan baku berupa sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu campuran. Variabel yang digunakan yaitu rasio penggunaan perekat tepung tapioka 20%, 30%, 40%, 50%, 60% dan perbandingan campuran bahan baku sabut kelapa dan serbuk gergaji campuran 30%:70%. Hasil penelitian karakteristik fisik kadar air terendah sebesar 4,84%, kadar karbon tertinggi sebesar 87,96%, zat menguap terendah sebesar 6,06%, kadar abu terendah sebesar 0,34%, dan karakteristik pembakaran meliputi nilai laju  pembakaran tertinggi 0,236 gr/menit pada rasio perekat 40% dan 60%, waktu pembakaran paling lama 108 menit. Karakteristik fisik briket yang dihasilkan sudah sesuai SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil karakteristik laju pembakaran berbanding terbalik dengan waktu pembakaran yaitu tingginya nilai laju pembakaran menyebabkan semakin singkat waktu pembakaran, sedangkan semakin besar rasio perekat semakin tinggi laju pembakaran serta semakin pendek waktu pembakaran.
PENGARUH RASIO SABUT KELAPA DAN JERAMI PADI TERHADAP KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK PADAT Sinaga, Rafael; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4209

Abstract

Dalam dunia pertanian pupuk merupakan salah satu kebutuhan penting bagi petani untuk menumbuhkan dan menyuburkan tanaman. Pada saat sekarang ini sudah banyak petani yang menggunakan pupuk kimia sebagai media penyubur tanaman yang memiliki dampak buruk seperti menurunkan kualitas dan kesuburan tanah. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan pupuk organik yang memiliki dampak yang baik untuk kesuburan tanah. Pupuk organik berasal dari limbah organik yang dapat terurai dan bernutrisi bagi tanah. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi dan mengetahui pengaruh rasio sabut kelapa dan jerami padi pada pupuk organik padat dan juga melakukan uji karakteristik pada pupuk tersebut. Bahan yang digunakan adalah sabut kelapa yang merupakan limbah dari buah kelapa dan juga jerami padi yang merupakan limbah dari tanaman padi setelah dipanen. Langkah-langkah pembuatan yang dilakukan adalah pencampuran dan perbandingan rasio yang akan dilakukan pada kedua bahan ini . Untuk rasio perbandingan nya adalah (sabut kelapa:jerami padi) 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, dan 3:1. Kedua limbah biomassa sabut kelapa dan jerami padi akan dilakukan pengecilan ukuran dengan cara dipotong-potong lalu dimasukkan ke dalam wadah pengomposan sesuai rasio dan dilakukan proses pengomposan selama 3-4 minggu. Setelah proses pengomposan selesai pupuk yang didapat pun akan dilakukan uji karakteristik yaitu kadar air, pH, dan POC sebagai produk samping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat yang dihasilkan dengan rasio 1:2 merupakan hasil paling optimum, yaitu memiliki kadar air sebesar 37,75%, pH sebesar 7,09, dan POC yang tergolong cukup banyak yaitu 60 ml.
ANALISIS KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS JUICE HEATER II PADA STASIUN PEMURNIAN PABRIK GULA KREBET BARU II MALANG Mahendra, Ananda Rizky; Mufid; Ramadhan, Pandu Jati; Handayani, Melly
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4210

Abstract

Juice heater merupakan sebuah perangkat yang digunakan dalam stasiun pemurnian di pabrik gula untuk memanaskan nira mentah. Fungsinya untuk meningkatkan suhu nira mentah agar mencapai suhu yang optimal untuk proses pemurnian. Juice heater umumnya menggunakan pemanas berbasis uap, dimana pada proses pemanasan ini membantu dalam penghilangan kandungan air yang berlebihan dari nira mentah, meningkatkan konsentrasi gula, dan memperbaiki kualitas sebelum dilanjutkan ke tahap pemurnian selanjutnya. Juice heater biasanya terdiri dari beberapa unit yang bekerja secara berurutan untuk mencapai peningkatan suhu jus tebu secara bertahap. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai luas permukaan pemanas yang optimal pada proses produksi pada Pabrik Gula dengan alat pemurnian menggunakan juice heater atau heat exchanger shell and tube dengan aliran co-current karena dengan pengaktifan alat yang berlebihan akan dapat meningkatkan pengeluaran energi dan biaya produksi. Analisis perhitungan dilakukan dengan menggunakan aplikasi MS-Excel dan data diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. Setelah dilakukan analisa, hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan secara teoritis data masih memenuhi untuk digunakan 3 sampai 4 unit juice heater dengan 2 unit sebagai cadangan apabila terjadi masalah atau sedang dilakukan pembersihan.
PENGARUH WAKTU TINGAL DAN LAJU UDARA AERASI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI GONDORUKEM MENGGUNAKAN PROSES ANAEROBIK AEROBIK BIOFILTER (A2B) TERHADAP PENURUNAN BAHAN PENCEMAR Nurrachma, Alifia Luzza; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4211

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari industri gondorukem mengandung bahan - bahan pencemar yang sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan perairan. Upaya yang dilakukan dalam pengolahan air limbah industri gondorukem yaitu dengan mengolahnya dalam suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menggunakan proses netralisasi dan diikuti proses aerasi dalam bak. Namun sistem pengolahan tersebut masih belum efektif karena belum adanya proses pengoalahan biologi, sedangkan air limbah banyak mengandung bahan-bahan pencemar organik. Salah satu usaha untuk menurunkan bahan bahan pencemar organik pada air limbah industri gondorukem adalah pengolahan air limbah menggunakan  biofilter anaerob-aerob. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tinggal dan laju alir udara aerasi terhadap penurunan kosentrasi bahan pencemar dalam proses anaerob-aerob biofilter. Percobaan dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah terpentin ke dalam reaktor anaerob-aerob biofilter yang berisi bakteri indigeneous anaerob dan aerob. Dengan melakukan perubahan - perubahan terhadap waktu tinggal 2,5 jam dan 3 jam serta laju alir udara aerasi 2,5 L/menit dan 5 L/menit selanjutnya mengukur konsentrasi bahan pencemar (BOD, COD, dan TDS) pada influent dan effluent maka akan diperoleh besarnya penurunan konsentrasinya. Penurunan kadar BOD,COD, dan TDS yang paling efektif yaitu pengolahan air limbah industri gondorukem dengan waktu tinggal 2,5 jam dan laju alir udara aerasi 5 L/menit dapat menurunkan kadar pencermar dengan % penurunan BOD  80,41%, COD 76,23%, dan TDS 50,51%.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN KOAGULAN PAC PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PUSAT PERBELANJAAN SECARA KOAGULASI-FLOKULASI Sari, Puteri Sevira; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4212

Abstract

Pusat perbelanjaan menghasilkan limbah domestik cair yang berasal dari foodcourt, tenan makanan di beberapa lantai, bioskop, dan toilet. Salah satu IPAL pada pusat perbelanjaan di Kota Malang mengolah limbah cair secara fisik melalui grease trap, kimia melalui koagulasi-flokulasi, dan biologi melalui aerobik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio koagulan PAC 1000 ppm terhadap parameter pH, TDS, TSS, kekeruhan, COD, BOD, dan minyak/lemak pada pengolahan limbah cair pusat perbelanjaan secara koagulasi-flokulasi. Penelitian ini menggunakan koagulan PAC 1000 ppm. Metode koagulasi-flokulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan jar test dengan variabel rasio penambahan koagulan PAC sebesar 0,5%; 1%; 2%; dan 4%. Pada koagulasi-flokulasi dilakukan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Setelah itu proses sedimentasi hasil koagulasi-flokulasi selama 30 menit. Pada hasil penelitian ini parameter pH, TDS, kekeruhan, TSS, COD, BOD dan minyak/lemak masih belum memenuhi baku mutu, hanya pada rasio 4% pada parameter minyak/lemak yang sudah memenuhi baku mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan PAC 1000 ppm dengan rasio 0,5% dapat menurunkan nilai pH sebesar 2,11%. Pada rasio 2% dapat menurunkan COD dan BOD berturut-turut yaitu 50% dan 56,82%. Pada rasio 4% dapat menurunkan TDS sebesar 9,14%, pada kekeruhan sebesar 83,78%, pada TSS sebesar 17,57%, dan pada minyak/lemak sebesar 92,16%.
ANALISIS KAPASITAS PEMANAS NIRA PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MEMENUHI KAPASITAS GILING Sunarto, Rizqy Kusumanugraha; Hadiantoro, Sigit; Hudha, Duta Widya Nur
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4213

Abstract

Pemanas nira merupakan alat yang digunakan  pada stasiun pemurnian pada pabrik gula dengan fungsi untuk memanaskan nira. Pada penggunaannya terdapat 2 pembagian fungsi pemanas nira dengan sebutan JH 1 (Pemanas pertama) dan JH 2 (Pemanas kedua). Tujuan pemanasan nira yaitu untuk mengurangi kelarutan gula, mengurangi viskositas dan mempercepat pengendapan. Observasi terhadap stasiun pemurnian suatu  pabrik gula dilakukan pada lima pemanas (JH 1) dan tujuh pemanas (JH 2). Pengoperasian pemanas pada JH 1 setiap waktu hanya empat alat yang diaktifkan sedangkan satu alat dinonaktifkan karena dilakukan pembersihan sedangkan pada JH 2, terdapat enam alat yang dioperasikan dan satu alat dinonaktifkan karena dilakukan pembersihan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas alat pemanas nira dan mengetahui apakah dengan dimatikannya beberapa alat pemanas nira masih dapat memanaskan nira sesuai dengan kapasitas gilingnya. Analisis perhitungan dilakukan secara manual dengan menggunakan aplikasi ms-excel dan data diambil melalui observasi di lapangan. Hasil studi menunjukkan bahwa pada JH 1 minimal empat alat yang harus dioperasikan untuk memenuhi kapasitas giling dan pada JH 2 minimal empat alat yang harus dioperasikan untuk memenuhi kapasitas giling.
PENGARUH RASIO AMPAS TAHU TERHADAP KUALITAS PRODUK PAKAN IKAN NILA Falah, Muhammad Nur Abror; Sa’diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4215

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Salah satu kendala penting dalam memproduksi ikan nila adalah tingginya harga pakan yang masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Alternatif bahan utama untuk pakan ikan nila yang ekonomis adalah ampas tahu dengan kandungan protein >20%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio ampas tahu terhadap kualitas produk pakan ikan nila sesuai dengan SNI 01-7242-2006 tentang pakan buatan untuk ikan nila Oreochromis sp. pada budidaya intensif. Metode pembuatan pakan ikan nila dilakukan dengan mencampur ampas tahu dengan variasi rasio 50%, 60%, 70%, dan 80%, dengan tepung ikan, tepung jagung, dedak halus, dan vitamin mix. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa formulasi terbaik produk pakan ikan nila yaitu pada rasio penambahan ampas tahu sebesar 50% dari berat campuran. Hasil dari formulasi terbaik tersebut yaitu kadar air sebesar 4,49%, kadar abu sebesar 14,44%, kadar lemak total sebesar 15,47%, dan kadar serat kasar sebesar 2,32%.  Hasil tersebut telah memenuhi SNI 01-7242-2006 tentang pakan buatan untuk ikan nila (Oreochromis sp.) pada budidaya intensif.
PEMBUATAN MINYAK ATSIRI BUNGA MAWAR MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK Fariha, Gian Faris; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4227

Abstract

Bunga mawar tidak hanya bermanfaat sebagai tanaman hias, namun juga memiliki manfaat lain, salah satunya mahkota bunga mawar bisa menjadi produk dengan nilai jual tinggi yaitu dimanfaatkan untuk membuat minyak bunga mawar. Minyak bunga mawar dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai macam metode, diantaranya menggunakan metode ekstraksi dengan bantuan ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekstraksi ultrasonik terhadap yield minyak atsiri bunga mawar yang dihasilkan. Bahan baku yang digunakan yaitu mahkota bunga mawar yang sudah dipotong kecil – kecil sebanyak 100 gram, kemudian dilakukan perendaman dalam pelarut etanol dengan variasi konsentrasi etanol 50%, etanol 70%, dan etanol 96% menggunakan perbandingan 1:3. Selanjutnya dilakukan ekstraksi ultrasonik selama 35 menit dengan frekuensi 30 kHz. Hasil ektraksi berupa ekstrak mawar dipisahkan dengan cara penyaringan menggunakan filtrasi vakum dan pemerasan bunga. Filtrat yang mengandung minyak bunga mawar dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator pada suhu 65oC, untuk memisahkan pelarut dengan minyak bunga mawar yang didapat. Setelah didapatkan minyak bunga mawar, dihitung yield dan dilakukan analisis karakteristik minyak atsiri bunga mawar berdasarkan ISO 9842:2003. Yield hasil ekstraksi minyak bunga mawar dengan variasi etanol 50%, 70% dan 96% berurutan adalah sebesar 19,8%, 22,48%, dan 24,68%. Analisis densitas dan indeks bias menggunakan pelarut etanol 70% dan 96% yang dihasilakan sudah sesuai dengan standar ISO 9842:2003 yaitu nilai densitas sebesar 0,87 dan 0,861 gr/ml, serta hasil nilai indeks bias sebesar  1,4678 dan 1,457.
PENGARUH PEMBERIAN ASAM AKTIF TERHADAP PH SURFAKTAN SEBAGAI BASE CLEANSER Firdaus, Refrina Charissadi; Rahmatulloh, Arief
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4244

Abstract

Kosmetik merupakan kebutuhan penting untuk saat ini, salah satunya adalah cleanser. Cleanser semakin dikembangkan dengan cara pemberian fungsi lain, seperti mencerahkan, menghilangkan kerutan, dan lainnya di samping fungsi utamanya sebagai pembersih, yaitu dengan cara pemberian bahan aktif, seperti asam aktif. Sifat asam aktif yang memiliki pH rendah berbanding terbalik dengan pH umum dari produk cleanser yang mengandung bahan utama berupa surfaktan. Perbedaan pH ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pH dan dapat berbahaya untuk kulit manusia, sehingga perlu diteliti surfaktan yang memiliki pH stabil setelah diinkorporasikan dengan asam aktif. Pada penelitian ini, digunakan 5 jenis surfaktan berupa cocamidopropyl betainee, sodium olefin sulfonate, sodium lauroyl sarcosinate, sodium methyl cocoyl taurate, dan sodium lauroyl methyl isethionate. Sedangkan asam aktif yang digunakan adalah lactic acid, salisylic acid, glycolic acid, gluconolactone, citric acid, mandelic acid, succinic acid, dan kojic acid. Pengamatan dilakukan dengan tes stabilitas sediaan di dalam kondisi suhu ruang dan suhu oven 50°C selama 7 hari. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa surfaktan yang memiliki pH stabil setelah diinkorporasi dengan asam aktif adalah sodium methyl cocoyl taurate.
PERHITUNGAN EFISIENSI TOTAL KEBUTUHAN AIR DI UNIT UTILITAS PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN Widianto, Yoga Tri; Suharti , Profiyanti Hermien; Wulan, Dyah Ratna
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4385

Abstract

Total Water Utilisation atau pemanfaatan penggunaan total air merupakan salah satu program yang sangat penting untuk keberlangsungan proses produksi. Program ini juga akan sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan penggunaan air terutama dalam skala produksi dan lingkungan. Input dan Output air pada unit  produksi harus dilakukan pengecekan agar didapatkan data penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total penggunaan air pada unit  produksi agar penggunaan air tetap optimal. Perhitungan penggunaan air dilakukan dengan melakukan pengambilan data secara langsung dalam setiap jam selama 1 shift, dilanjutkan dengan melakukan pengolahan data menggunakan aplikasi Microsoft excel untuk mengetahui data total input, total output, dan target penggunaan air sehingga diketahui total penggunaan air unit  produksi. Dalam project tersebut didapatkan data 15 hari sampling dengan 7 hari dinyatakan penggunaan air tidak sesuai dengan standar. Standar penggunaan air yang diperlukan pada setiap proses produksi ditentukan dengan cara mengetahui total produk yang sesuai standar atau layak dipasarkan kemudian mengkonversi dalam satuan liter dan dikali dengan 1,2 yang merupakan ketetapan yang ditentukan industri. Penggunaan air yang melebihi standar yang ditentukan menyebabkan terjadinya kerugian dalam aspek financial.