cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
EVALUASI DAN RE-DESAIN UNIT CLARIFIER PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH KAWASAN INDUSTRI Violista, Niken; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6775

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan industri dirancang untuk mengolah air limbah sisa proses produksi sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu unit penting dalam IPAL adalah clarifier, yang berfungsi memisahkan padatan tersuspensi dari cairan. Waktu detensi yang terlalu lama dalam unit clarifier dapat menyebabkan proses menjadi tidak efisien. Beban air limbah yang masuk ke dalam clarifier dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan waktu detensi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendesain unit sesuai dengan kapasitas yang ada, sehingga aliran lumpur yang terjadi menuju tahap selanjutnya dapat berjalan secara optimal. Hasil perhitungan berdasarkan beban debit air limbah pada kondisi saat ini 4173,6 m³/hari dengan waktu detensi 3,78 jam dan overflow rate 12,06 m³/m².detik. Dimensi clarifier eksisting, yaitu diameter 21 m dengan kedalaman 1,9 m diperoleh volume 657,75 m3. Tahapan perhitungan yang dilakukan untuk menentukan desain ulang meliputi, perhitungan zona settling, zona inlet, zona thickening, dan zona outlet. Hasil perhitungan ulang dengan beban eksisting diperoleh waktu detensi 2 jam dan overflow rate 31,51 m³/m².detik. Dimensi desain ulang clarifier, yaitu diameter 12,89 m dengan kedalaman 3,31 m diperoleh volume 375,75 m3. Hasil desain ulang ini menunjukkan efisiensi waktu detensi sebesar 47%. Hal ini menunjukkan bahwa desain clarifier di IPAL kawasan industri saat ini telah mengantisipasi lonjakan potensi peningkatan debit air limbah dimasa mendatang.
PENURUNAN KADAR H2S PADA AIR LIMBAH KILANG DI PPSDM MIGAS CEPU DENGAN METODE ADSORPSI Yani, Syifa Narita Dewa; Faradillah, Laily; Wibowo, Agung Ari; Kusuma, Rieza Mahendra; Ro’isatin, Umi Anis
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6783

Abstract

Kegiatan eksplorasi dan produksi industri minyak dan gas bumi yang terus mengalami peningkatan menghasilkan limbah yang berbentuk padat, cair, dan gas dengan komposisi 80% merupakan limbah cair. Limbah cair dari proses produksi tersebut mengandung banyak sekali senyawa berbahaya salah satunya gas sulfida terlarut (H2S) yang jika langsung dialirkan ke badan sungai akan menyebabkan kerusakan pada ekosistem sungai dan berbahaya apabila terhirup oleh manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi kadar sulfida terlarut (H2S) dengan metode adsorbsi dengan Jar Test dan dilakukan pengamatan pengaruh zeolit, lama pengadukan, dan kecepatan pengadukan agar didapatkan variabel paling optimum untuk mereduksi air limbah kilang PPSDM Migas Cepu. Zeolit sebelum dan sesudah aktivasi dilakukan analisis SEM untuk memastikan bahwa adsorben sudah teraktivasi kemudian zeolit sesudah proses adsorpsi dianalisis gugus fungsinya guna melihat H2S yang terserap menggunakan metode FTIR. Penelitian ini berfokus pada % penurunan H2S. Adapun rasio zeolit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10 gram, 20 gram, 30 gram, 40 gram, dan 50 gram. Lama pengadukan yang digunakan dengan variasi 15 menit, 30 menit dan 45 menit dengan masing masing kecepatan pengadukan 60 rpm dan 120 rpm. Zeolit untuk proses adsorpsi dilakukan aktivasi guna mengaktifkan pori dan sisi permukaannya. Zeolit teraktivasi ini kemudian diuji dengan metode SEM untuk membandingkan pori-pori sebelum dan sesudah aktivasi. Hasil terbaik yang memiliki %penurunan kadar H2S tertinggi, adsorben zeolit yang digunakan diuji FTIR untuk diidentifikasi gugus fungsinya. Hasil terbaik memiliki penurunan kadar H2S sebesar 92,09% terjadi pada variabel massa zeolit 50 gram selama 120 menit dengan kecepatan pengadukan 120 rpm.
EVALUASI ALAT HEAT EXCHANGER E-2501 PADA PABRIK ASAM FOSFAT I DEPARTEMEN PRODUKSI IIIA PT PETROKIMIA GRESIK Salsabila, Salsabila; Mustain, Asalil; Lutfiananda, Delfian
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6803

Abstract

Sumber daya alam adalah kebutuhan utama makhluk hidup dengan berbagai macam jenisnya, salah satunya adalah sumber kebutuhan pokok yang cukup melimpah. PT Petrokimia Gresik adalah salah satu industri yang memproduksi pupuk dengan kualitas tinggi untuk menunjang kesejahteraan di bidang pertanian. Heat exchanger E-2501 adalah alat yang digunakan sebagai perpindahan panas dan berfungsi sebagai pemanas pada proses produksi asam fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi E-2501 yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perhitungan efisiensi perpindahan panas, fouling factor, dan pressure drop. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasi selama 5 hari untuk mendapatkan kondisi operasi E-2501 yang terdiri dari suhu, tekanan fluida, dan laju alir. Hasil dari evaluasi E-2501 yaitu efisiensi perpindahan panas  sebesar 74,98%, fouling factor sebesar 0,0134 Btu/jam.ft2.°F, pressure drop pada shell sebesar 5,8 x 10-17 Psi dan pressure drop pada tube sebesar 2,3548 Psi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa E-2501 mampu beroperasi cukup bagus walaupun mengalami penurunan kinerja. Maka dari itu, PT Petrokimia Gresik diharapkan untuk terus meningkatkan perawatan E-2501 secara berkala dengan melakukan pembersihan dan perbaikan supaya proses produksi berjalan dengan optimal.
STUDI PENGARUH JENIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Isnaini, Steella; Wulandari, Adinda Putri; Ardiansyah, Fikri; Fani, Luqman Aji Bagus; Putra, Syahrheza Kurniawan; Dewi, Ernia Novika; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6857

Abstract

Kelapa adalah salah satu tanaman di negara Indonesia yang memiliki banyak manfaat di setiap bagian pohon. Daging buah kelapa dapat di proses untuk menghasilkan produk Virgin Coconut Oil (VCO) karena memiliki kandungan asam laurat yang tinggi dengan bantuan fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis ragi (ragi tempe dan ragi roti) serta waktu fermentasi terhadap kualitas VCO. Pembuatan VCO bermula dari pembuatan larutan starter dengan cara menambahkan variabel ragi (tempe dan roti) ke dalam masing-masing tangki pre-fermentor. Selanjutnya, Proses fermentasi larutan starter dilakukan dengan mencampurkan santan selama 36 jam dan 48 jam. Kualitas produk VCO di ukur dengan parameter fisik (densitas dan viskositas) serta %yield. Berdasarkan hasil penelitian, produk VCO memiliki kadar air sekitar 0,29% - 1,34%. Semua produk di penelitian memiliki kadar FFA yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381-2008 yaitu dibawah 0,2%. Nilai densitas dan viskositas dihasilkan dari hasil uji fisik penelitian sekitar 0,91-0,92 g/mL dan 27-36 cP. Produk VCO dengan penambahan ragi tempe menghasilkan yield tertinggi sebesar 9,44% pada waktu fermentasi selama 48 jam.
PERHITUNGAN MASS BALANCE, HEAT BALANCE DAN LUAS PERPINDAHAN PANAS TERHADAP BRIX PADA STASIUN PENGUAPAN PG KREBET BARU II Fadila Nurfajrina; rubianto, Luchis; Pandu Jati Ramadhan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6874

Abstract

Pabrik Gula Krebet Baru II yang terletak di Malang merupakan pabrik gula yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan kapasitas harian sebanyak 5800 ton/hari. Industri gula merupakan salah satu industri berbasis pertanian dengan menjadikan tebu sebagai bahan baku untuk menghasilkan gula. Pada proses pembuatan gula, proses penguapan merupakan proses yang cukup penting untuk memekatkan suatu larutan (nira encer) yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah, sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat (nira kental) serta memiliki konsentrasi yang tinggi. PG Krebet Baru II mengoperasikan evaporator (stasiun penguapan) secara quintuple-effect, dimana ada 5 evaporator yang dioperasikan secara paralel. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan mengenai neraca massa (mass balance), neraca energi (heat balance) dan luas perpindahan panas pada setiap evaporator. Hasil yang didapatkan untuk neraca massa yaitu 205,23 ton/jam, untuk neraca energi yaitu 3449,90 kW/jam. Sedangkan luas perpindahan panas pada setiap evaporator pada tekanan 0,9 kg/cm2 berturut-turut 4096,544258 m2; 5493,948288 m2; 4801,174205 m2; 4326,714024 m2; 3884,898784 m2. Luas perpindahan panas pada evaporator dapat mempengaruhi brix yang dihasilkan dari setiap evaporator dan diharapkan nira kental yang keluar dari stasiun penguapan memiliki brix sebesar 65%.
EVALUASI KEBUTUHAN UAP PEMANAS PENDAHULUAN PADA STASIUN PEMURNIAN PG KEBON AGUNG MALANG Bimantara, Trian Caesar; Wulan, Dyah Ratna; Huda, Muhammad Alaik Nailal
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6878

Abstract

Heat exchanger merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan temperatur antara dua fluida atau lebih. Prinsip kerja dari heat exchanger adalah fluida dengan temperatur yang lebih tinggi akan memindahkan panas ke fluida dengan temperatur yang lebih rendah. Pada stasiun pemurnian terdapat peningkatan temperatur menggunakan alat pemanas pendahuluan (PP) dengan tipe shell and tube heat exchanger. Pada proses pemurnian temperatur nira mentah yang masuk pada pemanas pendahuluan tidak sesuai dengan kondisi optimal seperti pada desain, di industri gula temperatur nira perlu diperhatikan, sehingga diperlukan perhitungan neraca massa, neraca panas, dan kebutuhan steam agar temperatur nira jernih yang dihasilkan sesuai dengan kondisi operasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan steam pada pemanas pendahuluan 0, 1, dan 2 pada proses pemurnian. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengambil data desain dan data aktual lalu dilakukan perhitungan. Data aktual yang diperlukan adalah kapasitas giling, brix nira mentah, tekanan uap bekas, tekanan uap akhir, dan temperatur nira pada setiap pemanas pendahuluan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebutuhan steam pada PP 1, 2, dan 3 secara berturut – turut adalah 13,90; 18,59; dan 21,38 ton/jam. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan kebutuhan steam yang cukup tinggi pada PP – 0 dan PP – 1.
ANALISIS PERFORMA COOLING TOWER T-1201A DAN T-2211A/B PADA UNIT UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI 1A PT PETROKIMIA GRESIK Rahayu, Rizmaya Dwilia; Putri, Erika Amalia; Maryanty, Yanty; Hidayat, Very
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6898

Abstract

PT Petrokimia produsen pupuk terbesar di Indonesia yang menghasilkan berbagai jenis pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri. Dimana pada salah satu proses pasti membutuhkan cooling water yang dihasilkan oleh cooling tower. Cooling tower merupakan suatu sistem untuk mendinginkan air proses dengan cara pengontakan dengan udara sehingga temperature air yang dihasilkan lebih rendah. Pada masa peralihan dari shut down alat ke pengoperasian alat kembali, kondisi cooling tower masih belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusai kinerja cooling tower T-1201 A dan T-2211A/B pada unit Utilitas Departemen Produksi 1A PT Petrokimia Gresik. Pengukuran efisiensi cooling tower dilakukan dengan menentukan nilai perhitungan range dan approach. Dimana untuk pengambilan data diantaranya suhu air masuk, suhu air keluar, dan suhu wetbulb pada T-1201 A, T-2211 A, dan T-2211 B selama 18 hari. Setelah dilakukan pengambilan sample, kemudian dilakukan perhitungan range dan approach untuk menentukan efisiensi cooling tower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja cooling tower T-1201 A, T-2211 A, dan T-2211 B pada saat itu memiliki performa yang baik dan masih dapat mendinginkan air secara optimal, karena standar efisiensi alat yaitu sebesar >70%, dengan rata-rata persentase efisiensi secara berturut-turut sebesar 82,5; 78,4; dan 78,8%.
PENENTUAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK KIMIA MINUMAN KOMBUCHA DARI TEH HIJAU DENGAN PEMANASAN DAN TANPA PEMANASAN Oktanto, Erfin Dwi; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6917

Abstract

Minuman teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang daun dan pucuknya dimanfaatkan menjadi minuman melalui beberapa tahapan pengolahan seperti pelayuan, oksidasi, penggilingan enzimatik dan pengeringan. Saat ini minuman teh telah dikembangkan menjadi produk minuman fermentasi yang disebut dengan kombucha. Kombucha mengandung nutrisi dan probiotik yang sangat baik bagi tubuh serta menjaga kekebalan tubuh.  Kombucha terbuat dari teh hijau, air, gula, dan starter yang difermentasikan selama 10 hari pada suhu 30oC. Pada prarancangan pabrik minuman kombucha dari teh hijau, setelah proses fermentasi terdapat dua pilihan proses yaitu dengan menggunakan proses pemanasan dan tanpa pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proses terbaik dalam produksi minuman kombucha dari teh hijau dengan menggunakan metode grading. Berdasarkan hasil seleksi proses dengan metode grading dengan memperhatikan beberapa aspek yaitu aspek teknis, ekonomis dan dampak lingkungan maka, proses terpilih pada produksi minuman kombucha adalah menggunakan pemanasan karena proses pemanasan setelah fermentasi dapat memperpanjang umur simpan produk, kandungan alkohol lebih terkontrol, dan lebih menguntungkan dari segi ekonomi.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK EUGENOL DARI DAUN CENGKIH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI PRODUK ANTIMIKROBA Prayoga, Aldi; Aprodhita, Julia Ayu; Maulidi, Ahmad; Armida, Gina; Hanifa, Indira Tiara; Hidayat, Jefri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6636

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil cengkih terbesar di dunia, dengan produksi perkebunan rakyat rata-rata 135,27 ribu ton. Sebagian besar hasil cengkih dimanfaatkan dalam industri rokok, sementara limbahnya seperti daun dan ranting belum dimanfaatkan secara optimal. Faktanya, daun cengkih mengandung senyawa bioaktif utama berupa eugenol yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan digunakan secara luas dalam industri farmasi, kosmetik, pangan, dan produk kimia antara. Prarancangan pabrik kimia ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pada pendirian pabrik eugenol berbahan dasar daun cengkih. Pabrik eugenol dari daun cengkih ini direncanakan di Kawasan Industri JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), Kabupaten Gresik, Jawa Timur akan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari selama 24 jam pada tahun 2025 dengan kapasitas produksi 8.000 ton/tahun untuk memenuhi pasar ekspor. Metode yang digunakan untuk penentuan seleksi proses adalah grading (penilaian). Berdasarkan hasil grading, dipilih proses hydro-steam distillation dengan total penilaian 440 bersama reaksi saponifikasi reagen NaOH dan netralisasi reagen H2SO4. Tahap awal persiapan sintesis eugenol dilakukan dengan memotong daun cengkih kering kecil-kecil (± 2 cm), kemudian disuling untuk diambil minyak atsirinya dengan metode hydro-steam distillation. Eugenol yang terkandung dalam minyak atsiri diambil melalui reaksi penyabunan dan netralisasi yang terjadi di dalam Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR). Metode pemurnian dilakukan berdasarkan perbedaan densitas dengan menggunakan dekanter. Efektivitas proses hydro-steam distillation ditinjau melalui aspek suhu, tekanan, waktu operasi, yield proses, dan kemurnian eugenol.
OPTIMASI VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KATALIS ASAM SULFAT TERHADAP HASIL SINTESIS ALPHA-TERPINEOL Maulana, Muhammad Fahreza Alif; Irfin, Zakijah; Candra Dewi, Listiyana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6676

Abstract

Terpineol adalah salah satu golongan senyawa monoterpena yang dibuat secara alami dari minyak pinus dan biasa disebut terpentin. Terpentin dihasilkan dari distilasi getah pohon pinus sebagai produk distilat yang berbentuk cair yang merupakan salah satu produk unggulan non kayu PT Perhutani di Indonesia. Produksi minyak terpentin dari getah pinus sangat melimpah namun hanya dijual mentah dan tidak diolah lebih lanjut. Terpentin mengandung alpha-pinene yang merupakan bahan utama pembuatan alpha-terpineol, alpha-terpineol tersebut banyak digunakan sebagai bahan baku utama pada industri seperti parfum, detergen dan lainnya. Hidrasi alpha-pinene dengan katalis asam dapat menghasilkan senyawa terpineol melalui reaksi terpin hydrate dengan melibatkan etanol untuk melarutkan air dalam minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari suhu dan penambahan katalis yang paling optimal dalam menghidrasi alpha-pinene sehingga didapatkan alpha-terpineol dalam jumlah maksimal. Pada penelitian ini sintesis alpha-terpineol menggunakan katalis asam sulfat dengan variasi konsentrasi 15% dan 20% serta variasi suhu 65˚C, 75˚C dan 85˚C. Metode yang digunakan yaitu pemanasan serta pengadukan sampai mencapai suhu tersebut. Lalu dilakukan pendinginan, pemisahan dan netralisasi dengan penambahan NaOH hingga pH 7. Setelah itu dilakukan distilasi untuk mendapatkan alpha-terpineol yang lebih murni. Sampel hasil sintesis dianalisis dengan alat Gas Chromatography dan didapatkan konversi alpha-pinene tertinggi sebesar 98% dengan yield sebesar 73,05% alpha-terpineol pada suhu 75˚C dan konsentrasi katalis asam sulfat 20%.