cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI DENGAN MEMANFAATKAN BERBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN KADAR BOD, COD, DAN TSS Fikroh, Retno Aliyatul; Fadhilah, Septy Nur; Novita, Dias; Arta , Herdina Suci; Putri , Lulu Nabila; Safitri , Novia Eka
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.5752

Abstract

Industri farmasi menjadi salah satu penyumbang kontaminan pada air. Limbah yang dihasilkan dari industri farmasi berasal dari obat-obatan yang kadaluwarsa, atau obat-obatan yang mengalami kesalahan pada saat proses produksi dan dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Secara umum banyak teknologi pengolahan yang sudah tersedia untuk mengatasi masalah limbah farmasi, namun teknologi tersebut cenderung memiliki biaya operasional yang cukup besar dan pengontrolan yang sulit. Tujuan dari studi literatur ini yaitu untuk melihat efektivitas penggunaan berbagai koagulan alami yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah cair industri farmasi dengan menggunakan berbagai metode pengolahan limbah. Metode yang digunakan yaitu berupa pendekatan studi literatur terkait seberapa efektif penggunaan koagulan alami dalam pengolahan limbah cair industri farmasi. Metode ini meliputi pencarian literatur dalam bentuk data primer, baik jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan diperoleh bahwasannya pemanfaatan koagulan alami untuk mengatasi limbah industri farmasi belum banyak dilakukan, hal tersebut terbukti dengan sedikit dan terbatasnya literatur penelitian yang didapatkan. Koagulan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam), Cangkang Telur Ayam Ras (Gallus Gallus domesticus), Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L), dan Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) adalah beberpa koagulan alami yang mampu yang mampu menurunkan kadar BOD, COD dan TSS dengan lebih dari 50% pada limbah cair industri farmasi.
PERBANDINGAN METODE SOKLETASI DAN MASERASI PADA RENDEMEN EKSTRAKSI MINYAK DARI LARVA BSF SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI BIODIESEL Persada, Asa Aditya; Cahya, Kevin Dwi; Alfayed, M.
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6569

Abstract

Sekitar 95% biodiesel yang diproduksi di dunia berasal dari minyak nabati, padahal penggunaan minyak nabati sebagai bahan baku ini membutuhkan biaya yang tinggi. Alternatif lainnya adalah menggunakan minyak hewani, seperti larva BSF (Black Soldier Fly). Kandungan lemak yang tinggi menjadikan larva BSF berpotensi sebagai bahan baku produksi biodiesel. Salah satu tahapan dalam produksi biodiesel yang perlu dipertimbangkan adalah ekstraksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi yang efektif melalui perbandingan rendemen hasil ekstraksi minyak larva BSF dari dua metode yang berbeda. Metode ekstraksi yang dibandingkan adalah sokletasi dan maserasi dengan berat serbuk larva yang sama dan pelarut n-heksana. Kedua metode ini sangat berpengaruh terhadap kuantitas minyak yang terekstrak. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh rendemen dari metode sokletasi dan maserasi masing-masing sebanyak 13,6 dan 19,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi maserasi lebih efektif dalam menghasilkan minyak dari larva BSF.
OPTIMALISASI INJEKSI AMONIA PADA INTERNAL WATER TREATMENT DI PT PLN NUSANTARA POWER UNIT 1 DAN 2 Dwiyanti, Berliana Dwiyanti; Andriani, Suryaning Priscelia; Chrisnandari, Rosita Dwi Chrisnandari; Perdana, Aditya Wahyu Perdana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6712

Abstract

Air umpan untuk boiler di PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton berasal dari sungai desa klontong. Untuk menjadikan air sungai menjadi air umpan boiler, dilakukan suatu proses untuk menghilangkan kontaminan, ion-ion terlarut, dan gas. Pengolahan air setelah masuk kedalam boiler disebut sebagai Internal water treatment yang merupakan pengendalian atau pengolahan air yang dilakukan di dalam sistem air uap siklus PLTU. Salah satu parameter kualitas air umpan boiler adalah pH yang harus berada dalam rentang standar pabrik antara 9,2 hingga 9,6. Korosi pada pipa dan boiler dapat terjadi jika kadar pH tidak memenuhi standar pabrik. Perawatan berupa injeksi amonia diperlukan untuk mencapai pH yang memenuhi standar pabrik. Hal ini meningkatkan pH kondensat, air umpan, dan uap ke kisaran pH dimana laju korosi paling rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi kuantitatif mengenai jumlah amonia yang diperlukan untuk disuplai pada saat injeksi kedalam air umpan boiler agar pH air umpan menjadi basa. Metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan massa amonia yang diinjeksi adalah metode stoikiometri massa amonia. Hasil analisis dan perhitungan diperoleh kebutuhan massa amonia untuk menaikkan pH air menjadi 9 - 9.5 sebanyak 1.065.000 L/jam adalah sebesar 321,95 g/jam atau sebesar 0,00032195 ton/jam. Flowrate air untuk setiap jamnya bersifat fluktuatif menyesuaikan beban megawatt yang diproduksi oleh PLTU dengan kisaran ±1065000 L/jam. Untuk mencapai pH yang diinginkan jumlah amonia tersebut sudah optimal dan pH akhir sudah sesuai dengan standar kebutuhan industri.
UJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI RIMPANG LEMPUYANG WANGI (ZINGIBER AROMATICUM) DAN RIMPANG LENGKUAS (ALPINA GALANGA) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Rachmadanti, Royan Salsabila; Maya, Poppy Puspa; Utami, Dea Ayu Sukma Putri; Dewi, Anisa Rahma; Taranita, Risca; Maryanty, Yanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6713

Abstract

Penyakit gigi dan mulut, terutama karies, disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, yang dapat dicegah dengan penggunaan obat kumur. Sebagai alternatif, bahan alami seperti rimpang lempuyang wangi dan lengkuas, yang mengdanung fenol dan zerumbone, dapat digunakan sebagai obat kumur alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimal dari minyak atsiri rimpang lempuyang wangi dan lengkuas dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi soxhlet dengan pelarut n-hexane untuk mendapatkan minyak atsiri dari kedua bahan tersebut dengan macam konsentrasi 25; 50; 75; dan 100% (v/v), diikuti dengan skrining fitokimia secara kualitatif dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Streptococcus mutans untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri terbaik. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa lempuyang dan lengkuas mengdanung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengujian daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans menunjukkan bahwa ekstrak lempuyang dengan konsentrasi 75% menghasilkan daerah hambat sebesar 9,4 mm, ekstrak lengkuas dengan konsentrasi 100% menghasilkan daerah hambat sebesar 17,3 mm, dan ekstrak kombinasi dengan konsentrasi 100% menghasilkan daerah hambat sebesar 9,8 mm. Dengan demikian, minyak atsiri lengkuas dengan konsentrasi 100% adalah yang paling efektif dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans, dengan rata-rata diameter daerah hambat sebesar 17,3 mm. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri lengkuas efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi.
PENENTUAN EFISIENSI KINERJA ALAT PEMANAS JACKETED VESSEL BERPENGADUK (E-380) PADA PEMBUATAN PASTA GIGI DI PT SEJAHTERA UTAMA Putra, Eno Budhi Triadmaja; Hardjono, Hardjono; Prasetyo, Bowo Pujo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6714

Abstract

Vessel berjaket adalah jenis wadah atau tangki yang digunakan dalam proses industri untuk mengontrol suhu reaksi dan perpindahan panas dalam sistem. vessel berjaket terdiri dari dua lapisan dinding yaitu dinding dalam dan dinding luar. Dinding bagian dalam merupakan wadah utama bagi bahan atau campuran yang  direaksikan atau dipanaskan. Sedangkan dinding luar berbentuk mantel yang mengelilingi dinding bagian dalam Dalam industri Jacketed Vessel sering digunakan dalam proses produksi seperti industri kosmetik. Kinerja Jacketed Vessel pada proses di industri perlu diperhatikan, hal ini bertujuan untuk menjaga efisiensi pemanasan atau pendinginan berjalan secara normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi efisiensi Jacketed Vessel dari nilai koefisien perpindahan panas dalam proses pembuatan pasta gigi. Tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data desain dari Jacketed Vessel dan data saat kondisi operasi. Variabel yang digunakan adalah suhu operasi dari 12 hari kerja. Hasil penelitian yang didapat pada kinerja Jacketed Vessel untuk nilai U data desain sebesar 8,807 Btu/(jam).(ft2).(0F), sedangkan nilai U rata-rata dari hasil penelitian didapatkan 7,261 Btu/(jam).(ft2).(0F) dengan efisiensi 88,28%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa alat Jacketed Vessel tidak bekerja pada efisiensi 100%, akan tetapi kinerja alat masih optimal karena memiliki nilai efisiensi di atas 70%.
EVALUASI PENGARUH KONDISI OPERASI KOLOM FRAKSINASI C-1 TERHADAP KUALITAS PRODUK SOLAR DI PPSDM MIGAS CEPU Amalia, Rizqi Dwinanda; Larasati, Niken; Zamrudy, Windi; Purwanto, Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6715

Abstract

Kolom fraksinasi yang berada di PPSDM MIGAS Cepu mengalami keterlambatan dalam maintenance dengan umur pemakaian yang sudah lama, sehingga untuk mengetahui alat dapat berjalan baik atau tidak maka diperlukan evaluasi kinerja kolom fraksinasi untuk menghindari terjadinya losses yang menimbulkan kerugikan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara mengevaluasi kinerja dan efisiensi pada kolom fraksinasi C-1 kilang PPSDM MIGAS Cepu serta mengetahui pengaruh kondisi operasi kolom fraksinasi C-1 berdasarkan uji analisis kualitas (Density, Distilasi 90% Volume Penguapan, Flash Point, Pour Point, dan Color). Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan percobaan. Pendekatan kuantitatif untuk melihat hubungan 2 variabel antara kondisi operasi kolom fraksinasi C-1 dengan hasil produk solar. Hasil data yang dikumpulkan secara kuantitatif dilihat untuk menghitung presentase efisiensi dari kolom fraksinasi C-1 yang dilihat hubungannya dengan hasil analisa produk solar berdasarkan 5 uji parameter yang dibandingkan berdasarkan keputusan spesifikasi DIRJEN MIGAS No. 146.K/10/DJM/2020. Pengujian tersebut terdiri dari density, distilasi 90% vol. penguapan, flash point, pour point, color. Hasil perhitungan yang diperoleh dari efisiensi panas pada kolom fraksinasi C-1 pada 2022 sebesar 73,08% dan heat lossnya sebesar 26,92%, sehingga kolom fraksinasi C-1 masih bekerja cukup baik karena batas minimum efisiensi panas pada kolom fraksinasi adalah 70% dengan batas maksimal heat loss sebesar 30%, sehingga kolom fraksinasi C-1 masih berjalan normal dan layak digunakan mengingat umur alatnya yang sudah kuno. Hasil analisis uji laboratorium produk solar pada tanggal 21-27 Februari 2022 menunjukkan bahwa produk solar dalam keadaan on spec.
ANALISIS KELAYAKAN RDF (REFUSE DERIVED FUEL) SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BATUBARA DI PT SEMEN GRESIK PABRIK REMBANG Naura, Marsanda Aqillah; Zamrudy, Windi; Laksono , Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6717

Abstract

Produksi semen memiliki beberapa tahapan produksi, salah satunya yaitu proses pembakaran yang menggunakan bahan bakar utama batubara. Kebutuhan batubara di pabrik semen berkisar antara 1.600 – 1.800 ton per harinya. Oleh karena itu, pabrik semen berinovasi untuk mengganti bahan bakar ini dengan harga yang lebih ekonomis, dan mudah didapat. Refuse Derived Fuel (RDF) yang merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah perkotaan yang tercampur dengan memisahkan sampah non-combustible untuk menghasilkan campuran yang homogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan RDF terhadap kestabilan proses meliputi temperatur stage 5 preheater, torsi kiln, dan pressure inlet kiln, serta kualitas klinker pada parameter freelime, C3S, dan C2S yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif - kuantitatif dengan mengolah data dari Control Room PT Semen Gresik Rembang. RDF yang dihasilkan dapat menjadi bahan bakar alternatif karena memenuhi syarat dengan nilai kalor sebesar 4.811 kkal/kg, dan nilai moisture sebesar 9,5%. Hasil analisis kestabilan operasi setalah pemasukan RDF pada parameter temperatur stage 5 preheater menunjukkan kondisi yang stabil, torsi kiln menunjukkan kondisi yang fluktuatif dengan nilai standar deviasi yang lebih rendah, pressure inlet kiln menunjukkan kondisi yang fluktuatif, hingga indeks kebutuhan batubara yang menurun sebesar 0,01 ton batubara/ton klinker. Analisis kualitas klinker menunjukkan hasil yang semakin baik setelah pemasukan RDF apabila ditinjau dari parameter freelime yang nilainya berkisar dari 1 – 1,5% kurang dari batas maksimal (2%), serta kuat tekan semen yang semakin baik ditinjau dari kandungan C3S dan C2S-nya. Oleh karena itu, RDF dapat memenuhi klasifikasi sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara.
STUDI PENGARUH KOAGULASI-FLOKULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK KIMIA DALAM PENURUNAN KEKERUHAN DAN TSS Yunia, Yessy Prisca; Suharti, Profiyanti Hermien; Prayitno, Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6718

Abstract

Politeknik Negeri Malang, sebagai institusi pendidikan vokasional, menghasilkan limbah laboratorium kimia yang memerlukan pengelolaan khusus untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Saat ini, limbah tersebut diolah dengan cara sederhana yang berpotensi membahayakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas koagulan tawas dan PAC dalam proses koagulasi-flokulasi untuk pengolahan limbah laboratorium Jurusan Teknik Kimia (JTK) Politeknik Negeri Malang, dengan fokus pada parameter pH, kekeruhan, dan Total Suspended Solid (TSS). Metodologi penelitian ini melibatkan eksperimen di Laboratorium Pengolahan Limbah JTK Politeknik Negeri Malang. Limbah laboratorium diolah dengan koagulan tawas dan PAC pada berbagai dosis. Proses koagulasi dilakukan dengan pengadukan cepat diikuti oleh pengadukan lambat, dan hasilnya dianalisis untuk mengukur perubahan pH, kekeruhan, dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan koagulan tawas dan PAC mampu menurunkan pH limbah dari 8 menjadi 7, serta meningkatkan penurunan kekeruhan dan TSS. Koagulan PAC mencapai penurunan kekeruhan tertinggi sebesar 87% pada dosis 101 ppm, sementara tawas mencapai 72% pada dosis 80 ppm. Untuk TSS, PAC menunjukkan penurunan tertinggi sebesar 86,8% pada dosis 101 ppm, sedangkan tawas mencapai 72% pada dosis 80 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa PAC lebih efektif dalam menurunkan kekeruhan dan TSS dibandingkan tawas. Penggunaan alat pH meter dan rentang dosis koagulan yang lebih besar direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya guna mendapatkan hasil yang lebih akurat dan representatif.
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BIOSORBEN TERAKTIVASI ASAM NITRAT (HNO3) PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL Dawuriyah, Masnia Syarifatul Aimma; Rahmatulloh, Arief; Endarto, Saifudin Juli
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6735

Abstract

Industri tekstil terus berkembang dengan adanya permintaan pasar yang terus meningkat secara signifikan. Banyaknya permintaan akan diikuti terjadinya peningkatan risiko kerusakan lingkungan  yang ditimbulkan dari  pembuangan limbah jika tidak didasari dengan cara pengolahan yang benar dan hanya dilepaskan secara langsung ke badan sungai. Berbagai metode dilakukan untuk pengolahan limbah cair tekstil salah satunya adalah adsorpsi dengan bantuan adsorben. Biosorben merupakan adsorben alami yang berasal dari alam. Salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai biosorben adalah tongkol jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas biosorben tongkol jagung yang teraktivasi asam nitrat (HNO3) terhadap penurunan nilai PtCo, TSS, dan COD pada pengolahan limbah cair PT Behaestex Pandaan. Variabel yang digunakan adalah lama aktivasi tongkol jagung dengan aktivator HNO3 (24 jam dan 48 jam),serta massa biosorben tongkol jagung setelah dilakukan proses aktivasi (150, 170, dan 200 gram). Proses adsorpsi yang digunakan adalah secara batch dengan kecepatan pengadukan 250 rpm. Analisis yang digunakan adalah uji daya serap iodin, uji TSS, COD, dan kadar warna (PtCo). Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik biosorben tongkol jagung terhadap penurunan kadar warna, COD, dan TSS adalah biosorben tongkol jagung yang teraktivasi menggunakan HNO3 selama 48 jam dengan massa adsorben 175 gram.
KAJIAN PENGGUNAAN LIMBAH K3 SEBAGAI ALTERNATIVE FUEL RAW MATERIAL DI PT SEMEN GRESIK PABRIK REMBANG Agustina, Nabilah Fauziah; Prayitno, Prayitno; Fadhli, Alfi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6773

Abstract

Industri semen secara global sedang mencari dan menerapkan berbagai sumber energi baru yang mampu mengurangi dampak negatif pada lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar batubara, menghemat biaya, dan mendukung keberlajutan dalam produksi. PT Semen Gresik Rembang telah menginisiasi penggunaan beberapa bahan bakar alternatif pada unit AFR (Alternative Fuel Raw Material), antara lain: penggunaan limbah biomassa pertanian, limbah kemasan, oli bekas, dan majun bekas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan limbah padat K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sebagai bahan bakar alternatif pengganti Batubara. Limbah padat berupa K3 yang digunakan selama percobaan, antara lain safety helmet, chinstrap, dan sepatu safety. Percobaan dilakukan dengan memasukkan limbah K3 ke dalam kalsiner yang selanjutnya dilakukan analisis pengujian di laboratorium QA (quality assurance). Parameter yang digunakan selama penelitian, antara lain: penghematan biaya (saving cost), torci kiln, massa batubara, temperature kalsiner, Freelime, dan parameter hasil CEMs. Sedangkan parameter yang diujikan, antara lain: ash content, moisture, dan kadar kalori. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan komposisi campuran limbah K3 terbaik adalah (80% helm, 10% chinstrap, dan 10% sepatu) yang menghasilkan kadar ash content (1,180%), kadar moisture (0,620%), dan kadar kalori (10075 kalori/gram). Selanjutnya limbah padat K3 sebesar 2,4% pada pemasukkan kalsiner dapat memberikan kontribusi dengan saving cost (Rp 803.615,07/jam), torci kiln (35,4%), massa batubara (28,4 ton/jam), temperature kalsiner (891 °C), dan Freelime (0%). Sedangkan gas buang yang dihasilkan jauh di bawah batas baku mutu pada Peraturan Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 19, 2017 yaitu Dust 20,73 mg/m³, SO₂ 17,89 mg/Nm³, NOx 56,13 mg/Nm³, CO 301,51 mg/Nm³, O2 10,1%.