cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEKSTIL DENGAN MEMANFAATKAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI KARBON AKTIF MENGGUNAKAN AKTIVATOR NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) Susanto, Larisa Maharani; Rahmatulloh, Arief; Endarto, Saifudin Juli
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6893

Abstract

Indonesia memiliki beragam aktivitas industri, dan hampir semua kegiatan industri tersebut menghasilkan berbagai jenis limbah termasuk limbah padat, limbah cair, limbah gas, serta limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Terutama hal ini berlaku pada industri tekstil PT Behaestex, industri ini sering memanfaatkan zat pewarna untuk menciptakan warna pada produksi pembuatan sarung. Terdapat berbagai cara dalam penanggulangan masalah limbah cair tekstil baik secara fisika maupun kimia, salah satunya adalah adsorpsi. Adsorpsi merupakan salah satu metode penyerapan fluida, cairan maupun gas dimana zat terserap (adsorbat) terikat oleh zat penyerap (adsorben) pada permukaannya. Salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai adsorben adalah tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis efektivitas adsorben tongkol jagung yang diaktivasi dengan natrium hidroksida (NaOH) dalam mengurangi nilai kadar warna (PtCo), TSS, dan COD pada pengolahan limbah cair industri. Variabel yang dianalisis meliputi waktu aktivasi tongkol jagung dengan NaOH serta massa adsorben tongkol jagung setelah proses aktivasi. Metode yang digunakan adalah adsorpsi batch dengan kecepatan pengadukan 250 rpm. Analisis yang dilakukan meliputi uji daya serap iodin, pengujian TSS, COD, serta pengukuran kadar warna (PtCo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dari tongkol jagung efektif dalam mengurangi nilai TSS dan COD dalam limbah cair tekstil. Penurunan nilai COD dan TSS terbesar terjadi pada karbon aktif yang diaktivasi dengan NaOH selama 48 jam dengan massa adsorben 200 gram.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA COAL STOCKPILE DENGAN METODE KOAGULASI Isuluqi, Aysa Izzah Charissa; Sa'diyah, Khalimatus; Nabil, Erry
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6924

Abstract

Coal stockpile merupakan tempat penimbunan batu bara sementara sebelum digunakan sebagai bahan bakar. Limbah cair yang berasal dari coal stockpile mengandung padatan tersuspensi dengan kadar tinggi serta zat kimia yang berpotensi menjadi beban tambahan pada instalasi pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan, terutama saat volume air meningkat dengan padatan tersuspensi yang tinggi selama curah hujan tinggi. Metode untuk mengatasi padatan tersuspensi tinggi pada limbah cair salah satunya dengan proses kimia yaitu koagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode koagulasi pada pengolahan limbah cair dari coal stockpile terhadap parameter TSS dan kekeruhan. Metode koagulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan simulator coal retention basin (alat simulasi tempat penampungan aliran limbah cair dari coal stockpile) dengan variabel yang digunakan flow rate influent (200 m3/jam dan 500 m3/jam), penggunaan baffle (4 dan 5), serta penambahan dosis PAC (20 ppm dan 30 ppm). Pada penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil parameter TSS dan kekeruhan yang telah memenuhi baku mutu berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Pertambangan Batu Bara. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kontaminan terbaik saat nilai TSS 120 mg/L dengan persentase penurunan 98,5% dan nilai kekeruhan 130 NTU dengan persentase penurunan 98,6%. Hasil penelitian tersebut didapatkan pada penerapan variabel flow rate influent 200 m3/jam, penggunaan 5 baffle dan penambahan dosis PAC 30 ppm.
PERHITUNGAN NILAI PARAMETER KELARUTAN HILDEBRAND PELARUT CAMPURAN ORGANIK DALAM EKSTRAKSI BITUMEN Indragiri, Galih Pamungkas; Irfin, Zakijah; Moentamaria, Dwina; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6925

Abstract

Pemilihan pelarut dalam ekstraksi bitumen berdasarkan nilai rendemen yang dihasilkan menghabiskan biaya besar dan proses panjang. Pelarut yang belum banyak digunakan adalah pelarut campuran organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan pelarut campuran organik serta mencari formulasi pelarut yang sesuai untuk ekstraksi bitumen. Penentuan formulasi ini menggunakan parameter kelarutan hildebrand yang berfungsi untuk mendapatkan indeks kelarutan yang mendekati dengan bitumen asbuton yang akan diekstrak dengan berbasis pada pelarut campuran organik untuk cat yaitu thinner. Formulasi ini mengacu pada pemilihan bahan organik dengan campuran low boiling point 10-30%, medium boiling point 25-45%, high boiling point 45-60%. Dengan acuan tersebut dalam penelitian ini menggunakan formula 60[T]:30[PA]:10[EP], 55[T]:35[PA]:10[EP], 45[T]:45[PA]:10[EP], 60[T]:25[PA]:15[EP], 50[T]:30[PA]:20[EP], 55[T]:30[PA]:15[EP], dan 55[T]:25[PA]:20[EP] dimana [T] adalah toluen, [PA] adalah propil asetat, dan [EP] adalah etil propionat. Nilai parameter tersebut dihitung menggunakan Ms. Excel. Nilai parameter kelarutan hildebrand formula tersebut adalah 18,0401; 17,9919; 17,8779; 18,0472; 17,9505; 18,0024; dan 18,0010 MPa0,5 berturut-turut. Pelarut campuran organik dari toluen, propil asetat dan etil propionat dapat melarutkan bitumen dari asbuton. Formula komposisi yang memiliki kedekatan nilai parameter kelarutan Hildebrand dengan bitumen 19,1502 MPa0,5 adalah 60[T]:25[PA]:15[EP] sebesar 18,0472 MPa0,5.
PENURUNAN NILAI TURBIDITY DAN TOTAL SUSPENDED SOLID PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ADDITIVE CHEMICAL CONSTRUCTION MENGGUNAKAN KOAGULAN TAWAS Pradelia, Gading Aureza; Buwono, Haris Puspito; Artha, I Komang Budi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6926

Abstract

Limbah cair industri bahan additive pada chemical construction berasal dari proses pencucian peralatan produksi, yang dapat berpotensi menurunkan kualitas air dan lingkungan apabila tidak diolah secara khusus. Komposisi utama limbah cair ini adalah garam lignosulfonat dan polikarboksilat eter, berwarrna coklat pekat dan berbau kurang sedap. Penelitian ini dilakukan untuk mengolah limbah cair di PT Additon Karya Sembada yang merupakan industri bahan additive pada chemical construction. Metode pengolahan limbah cair yang digunakan adalah koagulasi-flokulasi. Metode ini meliputi penambahan tawas, kaporit, dan lempung disertai pengadukan pada limbah cair.  Setelah limbah diolah, dilakukan pengujian terhadap pH, turbidity, TDS, dan TSS air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan koagulan 1 - 6 gram tawas, 1-2 gram kaporit, dan 1 gram lempung, diperoleh hasil terbaik adalah 1,5 gram tawas, 2 gram kaporit, dan 1 gram lempung, dengan nilai pH 7, turbidity 2,97 NTU, TDS 2675 ppm, dan TSS 0 mg/L. Selanjutnya, parameter terbaik tersebut diaplikasikan pada berbagai konsentrasi yang terdapat pada 5 bak penampungan limbah cair. Hasil terbaik pada bak penampungan 1 adalah nilai pH 7, turbidity 7,27 NTU, TDS 3600 ppm, dan TSS 6 mg/L. Kualitas air yang dihasilkan telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah mengenai baku mutu air Kelas 1 untuk kriteria bau, pH, turbidity, dan TSS, namun TDS belum memenuhi kriteria tersebut.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK SIRUP GLUKOSA KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN Wulandari, Bhineka Agustina; Resti, Adinda; Rahmawati, Amelia Umi; Prasetyo, Fidela Ghani; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6927

Abstract

Kebutuhan pangan di Indonesia terus meningkat akibat dari populasi yang padat. Peningkatan kebutuhan gula adalah salah satu yang paling signifikan. Produksi gula nasional meningkat semula 2,35 juta ton pada tahun 2021 menjadi 6,48 juta ton di tahun 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan industri makanan minuman. Indonesia harus mengimpor gula karena kekurangan stok di dalam negeri. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi impor adalah dengan menghasilkan gula glukosa dari tepung tapioka, yang berasal dari ubi kayu. Produksi ubi kayu Indonesia telah meningkat pesat sejak 1980, naik dari 97,51 kuintal/hektar menjadi 260,23 kuintal/hektar pada 2019. Ada potensi besar untuk produksi glukosa lokal dengan produksi tepung tapioka antara 15-16 juta ton/tahun. Pembuatan sirup glukosa menggunakan tepung tapioka akan mengurangi kebutuhan impor dan menciptakan pekerjaan baru dan mendorong industri makanan, minuman, dan farmasi berkembang. Pabrik ini memiliki kapasitas 30.000 ton/tahun dan memiliki waktu operasi 330 hari. Analisis ekonomi pra rancangan pabrik ini memiliki tujuan menentukan perkiraan tentang kelayakan dari menginvestasikan modal dalam kegiatan produksi pabrik. Kemudian, analisis ini juga bertujuan untuk menentukan jumlah modal investasi yang diperlukan sebagai pertimbangan investor saat mereka berinvestasi pada pabrik yang akan dibangun. Pabrik tersebut layak untuk didirikan karena nilai ROI setelah pajak sebesar 66,7%, POT setelah pajak selama 2,08 tahun, BEP sebesar 23%, SDP sebesar 12%, dan Internal Rate of IRR sebesar 40,77%. diperoleh. Nilai ini lebih besar dari bunga pinjaman bank.
ANALISIS EKONOMI REDESAIN PABRIK INTRAVENOUS INFUSION BERBAHAN SODIUM CHLORIDE Wilujeng, Arimbi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6977

Abstract

Pembangunan di segala aspek bidang perlu diperhatikan dan harus dikembangkan, salah satunya pengembangan industri di bidang kesehatan terkait penyediaan infus, mengingat sediaan infus sangatlah penting. Kebutuhan infus untuk memenuhi permintaan rumah sakit di seluruh indonesia hingga 150 juta per tahun sedangkan baru setengahnya yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik dalam negeri, sementara sisa produknya diimpor dari berbagai negara. Hal ini mendorong perlunya didirikan pabrik intravenous infusion guna memenuhi kebutuhan infus dalam negeri sendiri sehingga dapat menekan kebutuhan impor. Tujuan studi ini adalah untuk melakukan analisis ekonomi terhadap kelayakan pendirian pabrik infus berbahan dasar sodium chloride. Pabrik intravenous infusion yang akan diredesain ini memiliki kapasitas 1100 ton/tahun, diharapkan mampu memenuhi 60% dari kebutuhan pasar nasional. Pabrik ini akan didirikan di Bogor yang merupakan posisi strategis di Jawa Barat dengan daerah yang berkembang pesat, sehingga dapat menawarkan akses yang baik ke pasar lokal dan regional serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh perhitungan TCI (Total Capital Investment) sebesar Rp 192.189.181.958, TPC (Total Production Cost) sebesar Rp 108.137.915.085, laba kotor sebesar Rp 45.275.087.481, laba bersih sebesar Rp 31.747.561.237, ROR (Rate of Return Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 27,71% dan 19,43%, BEP (Break Even Point) sebesar 69,4%, SDR (Shut Down Rate) sebesar 34,6%, dan IRR (Interest Rate of Return) sebesar 21%. Pabrik intravenous infusion ini memiliki suku bunga tahunan yang lebih tinggi daripada bunga bank sehingga memungkinkan investor untuk berinvestasi pada pabrik ini sehingga pabrik intravenous infusion ini layak untuk didirikan.
ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER PADA LUBE OIL COMPLEX III (LOC III) BERDASARKAN FOULING FACTOR DAN PRESSURE DROP PT. PERTAMINA RU-IV CILACAP Rahmadhani, Putri; Naryono, Eko; Andy, Bhama
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6978

Abstract

Heat Exchanger (HE) merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua fluida yang berbeda temperaturnya. HE yang telah dioperasikan pada jangka waktu tertentu perlu dievaluasi kinerjanya berdasarkan nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi. HE yang dievaluasi adalah HE Lube Oil Complex-III pada unit Fresh Gas and Recycle Gas di PT. Pertamina RU IV Cilacap. Pertukaran panas terjadi antara charge oil dengan gas hydrogen hasil reaksi dari reaktor berkatalis. Pada HE dapat terjadi kerak akibat akumulasi bahan pengotor dari reaksi berkatalis yang terbawa oleh gas hydrogen dari reaktor ke HE akibat katalis yang sudah jenuh dan dapat meningkatkan nilai fouling factor, pressure drop dan menurunkan efisiensi. Untuk itu perlu dilakukan pergantian katalis pada reaktor untuk mengurangi akumulasi pengotor yang terbawa dari reaktor ke HE. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi pengaruh pergantian katalis terhadap perubahan nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi HE. Evaluasi dilakukan dengan menghitung ketiga nilai tersebut berdasarkan data sekunder dari lapangan yang dikumpulkan tahun 2022 dan 2023. Data tersebut kemudian dihitung rata rata dan digunakan untuk menghitung nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi HE sebelum dan sesudah pergantian katalis. Hasil yang didapatkan setelah pergantian katalis terjadi penuruan fouling factor dari 0,001658 ft2.F/Btu menjadi 0,001575 ft2.F/Btu, pressure drop 10,6811 psi menjadi 9,5364 psi untuk shell dan 18,9667 psi menjadi 8,6353 psi untuk tube, efiensi naik dari dari 80,76% menjadi 80,97%. Pergantian katalis berpengaruh pada fouling factor dan pressure drop dengan kenaikan efisiensi yang kecil.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN ALPHA TERPINEOL DARI TERPENTIN Maritsa, Nadia Nur; Irfin, Zakijah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6983

Abstract

Terpentin mentah dari Indonesia biasanya diekspor tanpa diproses, padahal pengolahan terpentin menjadi alpha-terpineol dapat meningkatkan pendapatan negara. Pengolahan terpentin menjadi alpha-terpineol lebih menguntungkan dibandingkan penjualan dalam bentuk mentah. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kapasitas produksi dan proses optimal untuk pabrik alpha-terpineol. Mendirikan pabrik di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Prarancangan pabrik juga mencakup pemilihan proses, termasuk tangki reaktor dan katalis yang efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 700 ton per tahun dengan penggunaan tangki batch dan katalis asam sulfat. Pendirian pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi terpentin serta menjamin efisiensi operasional dan keuntungan ekonomi yang berkelanjutan
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PABRIK KEJU MOZZARELLA DARI SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN RENNET CAIR Firdaus, Adelina; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6993

Abstract

Industri keju di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen akan produk olahan susu, salah satunya adalah keju mozarella. Kapasitas produksi keju di Indonesia masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan tersebut dan masih didominasi oleh produk impor. Maka dari itu perlu dilakukan pengurangan impor keju dengan mendirikan pabrik keju di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menentukan seleksi proses agar diperoleh kondisi optimal dalam pembuatan keju dan penentuan kapasitas produksi  yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Factor-Rating untuk menentukan seleksi proses dan perhitungan pertumbuhan rata-rata berkaitan dengan penentuan kapasitas pabrik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan pabrik keju mozarella skala pabrik akan dilakukan dengan sistem Semi Batch. Suhu pasteurisasi 72 °C, proses koagulasi menggunakan asam sitrat teknis 0,05% (v/v) dan rennet  Mucor meihei 0,5% (v/v), suhu air panas pemuluran 75 °C, penggaraman dengan larutan jenuh selama 15-20 menit. Kapasitas pabrik keju mozarella yang akan dibangun mempunyai kapasitas produksi 2.931,43 ton/tahun, dengan spesifikasi produk mempunyai kadar air 50% dan yield 9,10%.
PENENTUAN DOSIS OPTIMAL KOAGULAN DAN FLOKULAN DENGAN MENGONTROL PH PADA UNIT WASTE WATER TREATMEN PLANT PT PAITON OPERATION & MAINTENANCE INDONESIA Rizqullah, Thariq Antar; Budiono, Arief; Yulianto, Erwan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6997

Abstract

Salah satu unit pengolahan air limbah yang terdapat pada instalasi pengolahan air limbah di PT POMI adalah unit waste water treatment plant. Proses pengolahan limbah pada PT POMI dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan metode koagulasi flokulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis optimum koagulan dan flokulan dengan mengontrol pH untuk menurunkan turbiditas pada percobaan Jar Test. Penelitin ini menggunakan metode koagulasi flokulasi menggunakan alat jar test dengan variasi dosis koagulan 1,5 ppm dan 2 ppm. Kemudian dosis variasi flokulan 0,5 ppm, 0,6 ppm, dan 0,7 ppm. Hasil penelitian dosis  koagulan dan flokulan sangat mempengaruhi terhadap pH dan turbidity. Dosis optimum yang didapat pada percobaan jar test dengan menambahkan koagulan sebanyak 1,5 ppm, flokulan 0,5 ppm pada pH 9 dengan turbidity sebesar 2,03 NTU.