cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL" : 10 Documents clear
SIMBOL NILAI-NILAI KULTURAL RUMAH ADAT KAMPUNG PULO Nia Emilda; Ai Juju Rohaeni
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.1022

Abstract

Pulo is an indigenous hamlet in West Java Province having its own characteristics that differ it from other indigenous hamlets. It only has seven buildings that consist of six houses and a mosque. All the buildings are rich in cultural symbolic values maintained by its indigenous people so that the number of the buildings are never added or reduced. It uses qualitative approach and descriptive method in order to comprehensively describe the symbolic cultural values of traditional houses in Pulo village, Garut Regency, West Java Province.Keywords: Symbol, Cultural Values, Traditional House___________________________________________________________________ Kampung Adat Pulo merupakan  salah satu kampung adat di Provinsi Jawa Barat yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri dan berbeda dengan kampung adat lainnya. Kampung Adat Pulo hanya memiliki 7 bangunan, 6 bangunan rumah dan 1 masjid. Bangunan yang ada di Kampung Adat Pulo sarat dengan simbol nilai kultural yang terus dipertahankan dan dijaga kelestariannya oleh  masyarakat kampung adat, sehingga jumlah bangunannya tidak pernah bertambah ataupun berkurang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara komprehensif berkenaan dengan simbol nilai-nilai kultural rumah adat di Kampung Pulo Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci: Simbol, Nilai Kultural, Rumah Adat
PENGAPLIKASIAN TEKNIK BLOCK PRINTING DENGAN INSPIRASI MOTIF DARI KEBUDAYAAN SUKU BADUY Sri Puspitawati; M. Sigit Ramadhan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.925

Abstract

Wood and metal are common materials used for block printing. In fact, we can use many tools around us, such as bubble plastic wrap or a rope. Fabrics commonly used for media block printing must have smooth texture. Woven fabrics are rarely used because of their rough texture. Some woven fabrics have motifs, while others do not, such as Baduy tribe’s woven fabrics. The Baduy tribes live in Lebak Regency, Banten. They have distinctive way of life that can be seen from their customs and the way they dress. Observing this phenomenon, the researcher saw  an opportunity to develop block printing techniques by using simple materials to visualize the culture of the Baduy tribes. This research employs a qualitative method through literature studies, field surveys, interviews, and exploration on Baduy woven fabrics by using block printing techniques. The results of this study are sheets of motifs inspired by Baduy culture that  are applied to clothing.Keywords: Men’s Wear, Suit, Pattern Drafting___________________________________________________________________ Kayu dan logam adalah material umum yang digunakan untuk alat cetak block printing. Pada nyatanya peralatan yang ada disekitar kita dapat digunakan, seperti bungkus plastik gelembung atau seutas tali. Kain yang biasa digunakan untuk media block printing memiliki tekstur halus. Tidak banyak orang menggunakan kain tenun karena memiliki karakter bertekstur. Kain tenun memiliki motif, tetapi ada yang tidak memiliki motif contohnya kain tenun Suku Baduy. Suku Baduy berada di Kabupaten Lebak, Banten yang mempunyai ciri khas seperti dalam cara berpakaian dan adat istiadat. Dari fenomena tersebut adanya peluang untuk mengembangkan teknik block printing menggunakan material sederhana untuk memvisualisasikan kebudayaan Suku Baduy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, survei lapangan, wawancara, dan eksplorasi pada kain tenun Baduy dengan menggunakan teknik block printing. Hasil dari penelitian ini berupa lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari kebudayaan Suku Baduy dan diaplikasikan pada busana. Kata Kunci: Block Printing, Kebudayaan, Tenun Baduy
GAPURA WRINGIN LAWANG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI MACRAMÉ Ninik Juniati; Ardeliah Tjiptawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.971

Abstract

Wringin Lawang gapura (gate) is the entrance of all temples in Trowulan region in Mojokerto. It is unique  since it is layered and made entirely of red bricks. The brick arrangement detail of the gapura is an artistic inspiration for a macramé artwork. The purpose of this study is to combine elements of a local genius in the form of a typical East Java temple gate and an ancient art originated in Near Eastern Origin region in the form of a  wall hanging macramé. Overall the finished work is consistent with its design in terms of the amount of detail and parts of the macramé such as the layers. Thus, to overcome the shortcomings of the macramé, adding knot details to the tighter layers and or adding material such as beads or other materials that match the inspiration in the middle of the cord span to reduce the asymmetrical form of detail. A rip effect made the cord span more stable. Keywords : Wringin Lawang Gapura, Macramé, Wall Hanging___________________________________________________________________ Gapura Wringin Lawang merupakan pintu masuk dari semua candi yang ada di kawasan Trowulan, Mojokerto. Dia memiliki keunikan dari bentuk bertingkat-tingkat dan terbuat dari batu bata merah. Detail susunan batu bata pada gapura inilah menjadi inspirasi sebagai ide penciptaan karya seni macramé. Tujuan karya ini untuk memadukan unsur kearifan lokal bentuk gapura candi khas Jawa Timur dengan teknik macramé yang ada pada peradaban kuno Mesopotamia, Mesir kuno dan sekitarnya dengan bentuk wall hanging. Hasil karya ini disesuaikan dengan konsep desain secara detail dengan bagian-bagian seperti undakan. Material tambahan diletakkan di tengah bentangan tali untuk mengurangi bentuk detail yang tidak simetris, meminimalisir efek koyakan, sehingga membuat bentangan tali menjadi lebih stabil.Kata Kunci: Gapura Wringin Lawang, Macramé, Hiasan Dinding
PERANAN E-MARKETPLACE DESAIN SEBAGAI PENUNJANG UTAMA PADA EKOSISTEM DESAIN GRAFIS ONLINE Panji Firman Rahadi; Agus Triyadi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.912

Abstract

The wave of the digital economy is present as a reformer as well as an evaluation of the era of multinational corporate capitalism as its predecessor. This new era brings an open and inclusive change that offers equal opportunities and opportunities for everyone to be involved in the global business ecosystem. He penetrated into almost all fields including the world of design, especially visual communication design. In the era of the digital economy, a new design ecosystem was formed replacing the traditional design ecosystem with conventions that have survived for centuries. The new ecosystem encourages the birth of new entities involved in a reciprocal relationship. One of them is the presence of e-Marketplace design that is the main support of the new ecosystem. The presence of e-Marketplace design and its role as a major supporter of the online graphic design ecosystem is an interesting thing to study further in this study. The research method that will be used is a qualitative method with a case study approach. With this method this research is expected to produce an interesting and comprehensive conclusion.Keywords: e-Marketplace, Graphic Design, Digital Economy, e-Commerce___________________________________________________________________ Gelombang ekonomi digital hadir sebagai pembaharu sekaligus evaluasi dari era kapitalisme koorporasi multinasional sebagai pendahulunya. Era baru ini hadir membawa perubahan yang terbuka dan inklusif yang menawarkan kesempatan serta peluang setara bagi semua orang untuk dapat terlibat dalam ekosistem bisnis global. Ia merambah ke hampir ke seluruh bidang termasuk pada dunia desain khususnya desain komunikasi visual. Di era ekonomi digital, ekosistem desain baru terbentuk menggantikan ekosistem desain tradisional dengan konvensi-konvensinya yang telah bertahan selama berabad-abad. Ekosistem baru tersebut mendorong lahirnya entitas-entitas baru yang terlibat dalam suatu hubungan timbal-balik. Salah satunya adalah hadirnya e-Marketplace desain yang menjadi penunjang utama dari ekosistem baru tersebut. Kehadiran e-Marketplace desain serta peranannya sebagai penunjang utama ekosistem desain grafis online menjadi hal yang menarik untuk dikaji lebih jauh dalam penelitian ini. Metode penelitian yang akan digunakan adalah Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan metode tersebut penelitian ini diharapkan akan menghasilkan suatu kesimpulan yang menarik dan komprehensif. Kata Kunci: e-Marketplace, Desain Grafis, Ekonomi Digital, e-Commerce
KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN SEBAGAI INSPIRASI PADA RANCANGAN PAKAIAN READY TO WEAR Prameswari, Mentari Widyani; Siagian, Marissa Cory A.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Borneo rain forests have been known as the lungs of the world but now their sustainability is threatened by forest-fires which affect millions of people who experience respiratory problems due to burning smoke and dead animal or habitat loss. This research raises the phenomenon of Borneo rainforest-fires as inspiration in the design of ready-to-wear clothing by composing realist motif to represent the impact of forest-fires using engineering printing and beads embellishment to reinforce details. This resreach uses qualitative methods, including study of literature to obtain data and exploration of digital imaging as  development of visual composition of Borneo rainforest-fires, interviews and observations to understand more about the character of Borneo rainforests and its processing in fashion products. This research resulted designs of ready-to-wear clothing inspired by Borneo rainforest-fires through motifs and beads as an embellishment to reinforce details without covering the character’s motives. Therefore it can open the potential for natural phenomena as an inspiration in the development of fashion productsKeywords: Tropical Forest, Fire Forest, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear___________________________________________________________________ Hutan Kalimantan telah diakui sebagai paru-paru dunia namun kini kelestariannya terancam oleh pembakaran hutan yang berdampak pada jutaan orang yang mengalami gangguan pernafasan karena asap pembakaran dan hewan mati terpanggang atau kehilangan habitat. Penelitian ini mengangkat fenomena kebakaran hutan Kalimantan sebagai inspirasi dalam rancangan pakaian ready to wear dengan membuat komposisi motif realis untuk merepresentasikan dampak kebakaran hutan menggunakan teknik engineering printing dan memanfaatkan beads embellishment untuk mempertegas detail motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur untuk mendapatkan data kehutanan, teori desain serta eksplorasi digital imaging sebagai pengembangan komposisi visual kebakaran hutan Kalimantan, wawancara serta observasi untuk memahami lebih dalam karakter hutan Kalimantan dan pengolahannya dalam produk fesyen. Penelitian ini menghasilkan perancangan busana ready to wear yang terinspirasi dari kebakaran hutan Kalimantan melalui motif dan beads sebagai embellishment untuk mempertegas detail tanpa menutupi karakter motif, sehingga dapat menjadi potensi fenomena alam sebagai inspirasi dalam pengembangan produk fesyen.Kata Kunci: Hutan Tropis, Kebakaran Hutan, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear
PEMANFAATAN KUNYIT SEBAGAI CAT LUKIS TEKSTIL DAN PENERAPANNYA PADA PRODUK FESYEN Ayuningtias, Annisa; Hendrawan, Aldi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has many natural resources potential for natural textile dyes. Two of these natural resources are turmeric and brown seaweed which have been processed into sodium alginate. A turmeric tuber contains curcumin producing yellow pigment, while alginate is potential to thicken textile paints. This study aims to produce turmeric-based textile paint with alginate as the paint thickener which will be applied to fashion products, such as women’s outerwear using painting techniques. To obtain the data needed, the researchers use an experimental research methodology with observations, literature studies, and interviews. The results of the experimentation process show that the color produced from fresh turmeric powder looks thicker when dissolved in alginate and mordan solutions. This research is expected to give benefits for students and researchers who want to explore the natural textile dyes made from turmeric.Keywords: Turmeric, sodium alginate, textile paint___________________________________________________________________ Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang memiliki potensi sebagai pewarna tekstil alami. Dua di antara sumber daya alam tersebut adalah kunyit dan rumput laut cokelat yang telah diolah menjadi sodium alginat. Umbi kunyit mengandung zat kurkumin yang dapat menghasilkan warna kuning, sedangkan alginat berpotensi sebagai pengental untuk cat tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan cat tekstil berbahan dasar kunyit dengan alginat sebagai pengental cat yang kemudian akan diaplikasikan pada produk fesyen berupa outerwear wanita menggunakan teknik lukis. Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, penulis menggunakan metodologi penelitian eksperimental dengan observasi, studi literatur, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil dari proses eksperimentasi menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari bubuk kunyit segar tampak lebih pekat jika dilarutkan dalam larutan alginat dan mordan. Penulis berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin mendalami tentang pewarna tekstil alami yang terbuat dari kunyit.Kata Kunci: Kunyit, Sodium Alginat, Cat Tekstil
VISUALISASI IDENTITAS MEREK ALOE VERA SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN KOTA PONTIANAK Putri, Sheila Andita
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an effort to improve regional competence, the Pontianak City Government has initiated Aloe Vera as the Main commodity and regional featured products. As a featured products, the government has positioned Aloe Vera as a brand that represents the natural wealth of Pontianak. The aim is to differentiate Pontianak from other regions. Various strategies have been proceed to socialize Aloe Vera as a superior commodity, but the branding strategies itself has not been supported by visual identity to represent Aloe Vera Pontianak. Visual identity plays an important role in communicating the image of Pontianak Aloe vera, especially in the identification process to build public awareness of Pontianak Aloe vera. The results of identity visualization are then used as brand identity standards and can be applied to the overall branding strategy, including communication media products that support the Aloe Vera Pontianak branding.Keywords: Aloe Vera, Pontianak, Brand, Brand Identity___________________________________________________________________ Dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi daerah, Pemerintah Kota Pontianak telah mengesahkan Aloe vera sebagai produk Komoditas Utama dan Unggulan Daerah. Sebagai produk unggulan, Pemerintah telah menempatkan Aloe Vera sebagai merek (brand) yang mewakili kekayaan alam Pontianak. Tujuannya adalah untuk mendiferensiasi Pontianak dari daerah lain. Berbagai strategi telah dilakukan untuk mensosialisasikan Aloe vera sebagai komoditas unggulan, tetapi strategi branding itu sendiri belum didukung oleh identitas visual untuk mewakili Aloe vera Pontianak. Identitas visual berperan penting dalam mengkomunikasikan citra lidah buaya Pontianak, terutama untuk proses identifikasi dalam membangun kesadaran masyarakat akan Aloe vera Pontianak. Hasil visualisasi identitas kemudian digunakan sebagai standar identitas merek dan dapat diterapkan pada keseluruhan strategi branding, termasuk produk media komunikasi yang mendukung branding Aloe Vera Pontianak. Kata Kunci: Aloe Vera, Pontianak, Brand, Brand identity
DONGENG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Yoga Pujiraharjo; Hardy Adiluhung
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.973

Abstract

The birth of a child is highly expected in a family since his or her presence may bring new hope. Parents whom God entrusted with children hold responsibilities to guide, nurture and teach their children right from wrong. Teaching children in a society that is quite attached to its culture, such as in Indonesia, may be done through the art of storytelling. Stories told to children are usually rich in meanings and philosophies. This research employs phenomenological approach by observing daily activities of some individuals as the research objects. It aims to raise parents’ awareness to be more selective in choosing stories for their children. Children can get a picture of human life journey and learn moral lessons from stories. Stories are beneficial to build children characters.Keywords: Stories, Character Building, Early Childhood___________________________________________________________________ Kehadiran seorang anak ke dunia adalah sesuatu yang sangat dinantikan dalam sebuah keluarga. Kehadiran seorang anak dapat memberikan angin pengharapan yang baru dalam sebuah keluarga. Tetapi selain itu, memiliki anak juga merupakan tanggung jawab besar bagi orang tua. Ketika seorang anak adalah titipan Tuhan, sudah pasti beban tugas yang orang tua dapat seperti mengajar, membimbing, dan mengarahkannya ke arah yang baik dan benar. Ketika masyarakat Indonesia cukup lekat akan budayanya, maka dalam mendidik anak cukup erat dengan kebiasaan budaya sekitar, seperti dalam bidang seni, salah satunya adalah seni mendongeng. Dongeng yang biasanya diceritakan kepada anak penuh makna dan filosofi. Pada penelitian ini digunakan pendekatan fenomenologis, dimana peneliti dalam melakukan penelitiannya dengan mengamati aktifitas beberapa individu objek penelitian dalam kesehariannya dan hasil dengan tujuan penelitian ini dapat menyadarkan orang tua untuk bisa lebih memilah kembali cerita dongen yang disampaikan kepada anak. Melalui dongeng seorang anak dapat menerima sebuah gambaran tentang perjalanan hidup manusia, dan dapat ditelaah mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan berguna untuk kita kelak.Kata Kunci: Dongeng, Pendidikan karakter, Anak Usia Dini
FENOMENA MURAL SEBAGAI PEMBENTUKAN SUASANA INTERIOR CAFE RESTO Gerry Rachmat; Riana Safitri
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.1084

Abstract

The atmosphere of the interior of an accomplishment the concept is based on the theme and the force that want to be made present designer into the space from the results of the idea. The theme and the style has been successfully when the user feel comfortable in space as planned. One of the elements in the form of the interior is through estetik as backdrop, murals painting, painting or plant the interior. Murals is how to draw or media painting on the wall, the wall or surface area that permanent. In contrast to graffiti that focuses more on the content of a writing and made with spray paint so of murals greater freedom to and can get the use media paint the wall or paint wood even paint or dye anything that could be producing images.Keywords: Interior Atmosphere, Mural___________________________________________________________________ Suasana interior adalah sebuah pencapaian konsep yang berbasis pada tema dan gaya yang ingin dihadirkan perancang ke dalam ruang dari hasil gagasan/ ide. Tema dan gaya tersebut berhasil ketika pengguna merasa nyaman dalam ruang seperti yang direncanakan. Salah satu pembentuk suasana interior adalah melalui elemen estetik seperti backdrop, mural, lukisan atau tanaman interior. Mural adalah cara menggambar atau melukis pada media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan pada isi tulisan dan dibuat dengan cat semprot maka mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun yang dapat menghasilkan gambar.Kata Kunci: Suasana Interior, Mural
PENERAPAN KONSEP KAPHA PADA INTERIOR HOTEL BUTIK SEMINYAK BALI Lola Anjani; Dea Aulia Widyaevan; Hendi Anwar
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.940

Abstract

Bali Island is very famous for its tourist destinations that attract many tourists to come to visit, both local and foreign tourists. Bali has a lot of potential & appeal from various aspects. Its natural beauty is very charming such as the beach and the sea which is very famous with surfers of paradise, volcanoes, fertile rice fields that provide tranquility and richness of its culture. Bali also has a place visited by tourists because there are tourist and entertainment centers, Seminyak. Boutique hotels are one type of hotel that is starting to grow rapidly. Known as an intimate, stylish and modern hotel and has a characteristic. The location of the hotel located will be a consideration of the concept that will be applied. This concept is derived from the consideration of the hotel location site which has two different views, the sea & the land where there is a correlation with Kapha itself, Earth & Water.Keywords: Bali, Hotel, Seminyak, Boutique, Ecletics, Contemporary, Kapha________________________________________________________________ Pulau Bali sangat terkenal dengan destinasi wisatanya yang menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Bali memiliki banyak sekali potensi & daya tarik dari berbagai macam aspek. Keindahan alamnya yang sangat menawan seperti pantai dan lautannya yang sangat terkenal dengan surga para perselancar, gunung berapi, sawah yang subur yang memberikan ketenangan dan kekayaan budayanya. Bali juga memiliki tempat yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan karna terdapat pusat wisata dan hiburannya. Hotel merupakan salah satu akomodasi penginapan sementara bagi para wisatawan. Boutique hotel merupakan satu jenis hotel yang mulai berkembang pesat. Dikenal sebagai hotel yang intim, bergaya, dan modern dan memiliki ciri khas. Dengan keberadaan site lokasi dari hotel akan menjadi pertimbangan konsep yang akan diterapkan. Konsep ini didapat dari pertimbangan site lokasi hotel yang memiliki dua view berbeda yaitu lautan & daratan yang mana terdapat korelasi dengan Kapha itu sendiri yaitu Earth & Water.Kata Kunci: Bali, Hotel, Seminyak, Butik, Ekletik, Kontemporer, Kapha

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue