cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 685 Documents
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BANTEN DALAM MATERI DIGITAL UNTUK MENYIAPKAN CALON GURU BIPA: STUDI KUALITATIF Berita Mambarasi Nehe; Iman Sampurna; Yadi Heryadi; Weny Widyawati Bastaman; Nunung Nurhayati; Sarah Rahmawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/qvb2pn76

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan materi digital berbasis kearifan lokal Banten dalam menyiapkan calon guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sebuah universitas swasta yang telah menempuh mata kuliah pengantar BIPA pada semester sebelumnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terbuka untuk menggali refleksi mahasiswa terkait pedagogi BIPA, integrasi budaya, dan kesiapan mengajar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi digital yang diperkaya dengan konten budaya lokal membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang BIPA sebagai praktik pembelajaran bahasa yang berorientasi pada bahasa dan budaya. Mahasiswa memandang kearifan lokal Banten sebagai konten pembelajaran yang bermakna karena mendukung penjelasan budaya dan pembelajaran yang kontekstual. Penggunaan media digital, seperti video budaya dan modul digital, juga meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mahasiswa dalam merancang pembelajaran BIPA bagi pembelajar asing. Selain itu, mahasiswa menunjukkan kesadaran antarbudaya yang mulai berkembang melalui refleksi terhadap potensi tantangan dalam mengajarkan budaya lokal kepada pembelajar dengan latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam materi digital BIPA dapat secara efektif mendukung kesiapan pedagogis calon guru BIPA.
CITRAAN DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MELAYU RIAU KARYA TENAS EFFENDY: REPRESENTASI VISUAL PADA TANJAK M. Zafran Syaira; Elmustian Elmustian; Hermandra Hermandra
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.16045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citraan dalam ungkapan tradisional Melayu Riau karya Tenas Effendy dengan fokus pada representasi visual tanjak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa baca dan catat dari buku Ungkapan Melayu Riau karya Tenas Effendy. Data penelitian berupa lima ungkapan terpilih yang merepresentasikan tanjak, yaitu Belah Mumbang, Tebing Laksamana, Tubang Layar, Tebing Runtuh, dan Tanjak Laksamana. Analisis menunjukkan bahwa ungkapan tersebut menghadirkan citraan visual yang menekankan aspek ketinggian, arah, susunan lipatan, dan hiasan tanjak. Ungkapan Belah Mumbang menampilkan simetri dan kesimetrian lipatan, Tebing Laksamana menekankan keteraturan dan ornamen, Tubang Layar menonjolkan perbedaan tinggi dan susunan bertingkat, Tebing Runtuh menghadirkan bentuk kompleks dan tidak simetris, sedangkan Tanjak Laksamana menekankan dinamika pucuk dan lipatan. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa ungkapan tradisional efektif membangun gambaran visual dan memperkuat pemahaman budaya Melayu Riau tentang tanjak. Penelitian ini menegaskan bahwa ungkapan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai adat, tetapi juga sebagai medium representasi visual yang memperkaya pengetahuan budaya.
ANALISIS KESEPADANAN MAKNA ANTARA TEKS LISTENING BIPA DAN SUBTITLE BAHASA INGGRIS DI YOUTUBE Arifiatul Hasanah; Muhammad Rifqi Rahmatullah; Alfalah Restu Prasetyo
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.16048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesepadanan makna antara teks listening Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan subtitle bahasa Inggris pada video pembelajaran BIPA di YouTube. Fokus penelitian meliputi kesalahan padanan makna, pergeseran makna, strategi penerjemahan, serta penerjemahan idiom dan unsur budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian diperoleh dari satu video pembelajaran BIPA yang dilengkapi subtitle bahasa Inggris. Teks listening bahasa Indonesia ditranskripsikan secara verbatim dan disejajarkan dengan subtitle bahasa Inggris untuk dianalisis pada tingkat kata, frasa, klausa, dan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian subtitle telah menyampaikan makna teks sumber secara sepadan, terutama pada tuturan sederhana dan literal. Namun, ditemukan pula kesalahan padanan makna yang bersifat leksikal, semantik, dan pragmatik, serta pergeseran makna akibat penggunaan strategi reduksi dan parafrase. Strategi penerjemahan yang dominan meliputi parafrase, reduksi, eksplisitasi, dan adaptasi. Penerjemahan idiom dan unsur budaya bahasa Indonesia belum sepenuhnya mempertahankan makna budaya teks sumber, sehingga berpotensi memengaruhi pemahaman pembelajar BIPA. Temuan ini mengindikasikan bahwa subtitle bahasa Inggris pada video BIPA perlu dievaluasi secara kritis agar dapat mendukung pembelajaran listening secara optimal. Penelitian ini berkontribusi pada kajian penerjemahan audiovisual dan pengajaran BIPA dengan menegaskan pentingnya kesepadanan makna dan sensitivitas budaya dalam penyusunan subtitle pembelajaran.Kata kunci: BIPA, kesepadanan makna, subtitle, penerjemahan audiovisual, listening
Subjek Transindividual dan Narasi Imajinatif: Malin Kundang dalam Dialektika Strukturalisme Genetik Goldmann dan Teori Kolaborasi Yuval Noah Harari Dwi Desi Fajarsari
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.16093

Abstract

Legenda Malin Kundang dari Sumatera Barat bukan sekadar cerita moral tentang anak durhaka, tetapi merupakan narasi kolektif yang mencerminkan kesadaran sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann dan teori kolaborasi Yuval Noah Harari untuk menganalisis bagaimana legenda ini menanamkan nilai moral, solidaritas sosial, dan tanggung jawab terhadap komunitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik antara ambisi individu dan tanggung jawab sosial dalam cerita Malin Kundang memperlihatkan pentingnya kesetiaan pada narasi bersama sebagai fondasi kolaborasi dan kohesi masyarakat. Kutukan Malin menjadi batu berfungsi sebagai simbol sanksi sosial atas pelanggaran norma kolektif. Legenda ini memiliki relevansi universal, mengajarkan bahwa keberlanjutan masyarakat tidak hanya bergantung pada kekuatan individu atau teknologi, tetapi pada keberadaan narasi moral yang membimbing perilaku, menegakkan norma sosial, dan memperkuat solidaritas lintas generasi.
Framing Keadilan dan Kuasa dalam Wacana Hukuman Mati ABK: Analisis Semiotika Sosial pada Media Rina Ina Aandriani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.16095

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  menganalisis  konstruksi  makna  dalam  pemberitaan  tuntutan  hukuman  mati  terhadap  anak  buah  kapal  (ABK)  di  media.  Pemberitaan  pada  kasus  ini  menimbulkan  polemik  antara  penegakan  hukum,  keadilan,  dan  kemanusiaan  terlebih.  Penelitian  menggunakan  pendekatan  kualitatif  deskriptif  dengan  analisis  teks  media.  Kerangka  teori  yang  digunakan  adalah  framing  Robert  N.  Entman  dan  semiotika  sosial  Theo  van  Leeuwen.  Data  diambil  dari  pemberitaan  Tempo,  CNN  Indonesia,  dan  Detik.com  per-bulan  Februari  2026.  Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya  perbedaan  framing  antar  media.  Tempo  memperlihatkan  aspek  keadilan  dan  kemanusiaan  dengan  memposisikan  ABK  sebagai  pihak  subordinat,  sementara  CNN  Indonesia  menekankan  aspek  legal-formal  dengan  fokus  pada  penerapan  KUHP  baru.  Sementara  itu,  dan  Detikcom  cenderung  faktual  dan  institusional  dengan  menyoroti  proses  hukum  dan  peran  lembaga.  Dalam  perspektif  semiotika  sosial,  Tempo  menggunakan  personalization,  CNN  Indonesia  menggunakan  functionalization,  dan  Detikcom  menggunakan  institutionalization.  Dengan  demikian,  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  media  tidak  hanya  berfungsi  sebagai  penyampai  informasi,  tetapi  juga  sebagai  aktor  yang  membentuk  realitas  sosial  melalui  framing  dan  representasi.  Hasil  penelitian  ini  diharapkan  dapat  memberikan  kontribusi  dalam  kajian  Linguistik,  serta  meningkatkan  kesadaran  kritis  masyarakat  dalam  memahami  pemberitaan.
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN TEKS PROSEDUR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 GONDANG Agustina Anastasya; Budhi Setiawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/eb838m72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan terdapat tidaknya: (1) hubungan antara pemahaman teks prosedur dan keterampilan menulis teks prosedur; (2) hubungan antara keaktifan belajar dan keterampilan menulis teks prosedur; (3) hubungan secara bersama-sama antara pemahaman teks prosedur dan keaktifan belajar dengan keterampilan menulis teks prosedur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuantitatif yang bersifat korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gondang dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Gondang yang terdaftar pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian berjumlah 54 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi; (1) data keterampilan menulis teks prosedur yang dikumpulkan melalui teknik tes produk atau hasil kerja; (2) data pemahaman teks prosedur yang dikumpulkan melalui tes objektif berupa tes pilihan ganda; (3) data keaktifan belajar yang dikumpulkan melalui angket keaktifan belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik regresi korelasi (sederhana dan ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman teks prosedur dan keterampilan menulis teks prosedur (t0 = 5,00 > tt = 1,68). (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan belajar dan keterampilan menulis teks prosedur (t0 = 3,24 > tt = 1,68). (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman teks prosedur dan keaktifan belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis teks prosedur (F0 = 17,36 > Ft = 3,18). Kata Kunci: keterampilan menulis teks prosedur, pemahaman teks prosedur, keaktifan belajar
HUBUNGAN KEKERABATAN MELAYU PRABUMULIH DAN JAWA: ANALISIS LEKSIKOSTATISTIK DAN KORESPONDENSI FONEMIS Ghaziyah Hanifah; Angga Trio Sanjaya
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/g4j4eh21

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan kekerabatan antara bahasa Melayu Prabumulih dan bahasa Jawa di Lampung dalam kerangka Linguistik Historis Komparatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perbandingan, leksikostatistik, korespondensi fonemis, dan inferensi genealogis. Data berupa 200 kosakata dasar daftar Swadesh yang diperoleh dari penutur asli bahasa Melayu Prabumulih dan penutur bahasa Jawa yang bermukim di Lampung. Hasil analisis menunjukkan adanya tiga bentuk kekerabatan, yaitu kata identik, kata kerabat dengan satu perbedaan fonem, serta kata kerabat dengan korespondensi fonemis yang bersifat sistematis. Perhitungan leksikostatistik menunjukkan persentase kosakata kognat sebesar 44,5%, yang menempatkan kedua bahasa pada tingkat keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa kesamaan leksikal antara bahasa Melayu Prabumulih dan bahasa Jawa di Lampung mencerminkan hubungan genealogis yang berasal dari nenek moyang linguistik yang sama dalam rumpun Austronesia, meskipun kedua bahasa telah mengalami perkembangan fonologis dan leksikal yang berbeda akibat faktor geografis, migrasi, dan kontak budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian Linguistik Historis Komparatif serta memberikan kontribusi terhadap pemetaan kekerabatan bahasa daerah di Indonesia.
ASPEK MORAL DALAM NOVEL PULANG PERGI KARYA TERE LIYE DAN RELEVANSINYA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Umu Hafiza Izzah; Ali Imron Al Ma'ruf
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/memj3364

Abstract

Pemilihan novel Pulang Pergi karya Tere Liye dilatarbelakangi untuk memahami aspek moral yang terkandung dalam novel karena memuat moral positif sehingga relevan sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek moral dalam novel Pulang Pergi karya Tere Liye dan relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode dialektik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut mengandung lima aspek moral, yaitu kejujuran, kesediaan untuk bertanggung jawab, keberanian moral, kerendahan hati, serta realistik dan kritis. Kelima aspek di atas relevan sebagai bahan ajar sastra karena memenuhi tiga kriteria pemilihan bahan ajar meliputi, aspek kebahasaan, psikologis, dan latar belakang budaya.  Dengan demikian, novel Pulang Pergi karya Tere Liye layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra di SMA.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJRAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE SUGGESTOPEDIA DAN COOPERATIVE SCRIPT BERBANTUAN MEDIA NEARPOD PADA SISWA KELAS VIII SMPN 6 SEMARANG Sunaryo Sunaryo; Mulyono Mulyono
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/s4vm7f05

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran membaca puisi menggunakan metode Suggestopedia dan Cooperative Script berbantuan media Nearpod serta mengetahui perbedaan keefektifan antara kedua metode tersebut. Metode eksperimen semu adalah metode yang digunkan dalam peneltian ini. Nonequivalent group design digunaikan sebagai desain dari metode eksperimen yang digunakan. Dua kelas dijadikan subjek dalam penelitian ini, masing-masing sebagai kelas eksperimen I dengan metode suggestopedia dan kelas eksperimen II dengan metode cooperative script.. Pretest dan posttest digunakan sebagai instrumen dalam pengumpulan data keterampilan membaca puisi. Untuk menganalisis data yang diperoleh melalui pendekatan statistik deskriptif dan inferensial, digunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca puisi pada kedua kelas, dengan rata-rata kelas suggestopedia meningkat dari 70,69 menjadi 84,38, sedangkan kelas cooperative script dari 68,34 menjadi 81,28. Uji hipotesis menunjukkan kedua metode efektif dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), serta terdapat perbedaan keefektifan dengan nilai signifikansi 0,009 (<0,05). Dengan demikian, metode suggestopedia berbantuan Nearpod lebih efektif dibandingkan cooperative script dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa.
STILISTIKA MAJAS DALAM ANTOLOGI CERPEN WAKTU ITU HUJAN RINTIK DAN AKU MERASA ASING DAN SENDIRI KARYA T. AGUS KAIDIR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MODUL AJAR Asido christian; Roni Nugraha Syafroni; Dian Hartati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/c63b5581

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi majas dominan (metafora, personifikasi, hiperbola, dan citraan) dalam cerpen karya T. Agus Kaidir serta mengkaji implikasinya dalam pengembangan modul ajar berbasis stilistika di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan teks dalam kumpulan cerpen Waktu Itu Hujan Rintik dan Aku Merasa Asing dan Sendiri karya T. Agus Kaidir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas metafora dan personifikasi paling dominan digunakan untuk membangun suasana melankolis dan menggambarkan kondisi psikologis tokoh, sementara citraan visual dan auditif memperkuat pengalaman emosional pembaca. Repetisi berfungsi sebagai penegasan konflik batin tokoh. Selain itu, penggunaan repetisi berfungsi untuk menegaskan emosi dan makna dalam cerita. Temuan ini diimplementasikan dalam modul ajar berbasis stilistika yang berfokus pada identifikasi, analisis fungsi, dan produksi gaya bahasa oleh siswa, sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, dan kreativitas berbahasa siswa. Modul ajar ini efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, serta kreativitas siswa dalam memahami dan menghasilkan teks sastra.  Kata Kunci: stilistika, gaya bahasa, cerpen, modul ajar, pembelajaran sastra