cover
Contact Name
Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M
Contact Email
dewamangku.undiksha@gmail.com
Phone
+6282242137685
Journal Mail Official
dewamangku.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Ganesha Civic Education Journal (GANCEJ) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana No. 11 Singaraja - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GANESHA CIVIC EDUCATION JOURNAL
ISSN : 27147967     EISSN : 27228304     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Ganesha Civic Education Journal jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran . Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 2 kali setahun.
Articles 212 Documents
MEWUJUDKAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI KALANGAN MAHASISWA MELALUI KONSEP PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI Ayu Made Evy Sephia Lestari
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i2.1827

Abstract

More and more people are aware of the problem of corruption in Indonesia, and it has become a serious crime that is difficult to appease and generates widespread anger among the people. When anti-corruption efforts don't go as smoothly as they could, the responsibility for solving the problem is left to those who want to work to fix it. However, as the next generation of leaders, we can also help the government deal with this situation. The purpose of this research is to study how anti-corruption education is implemented in universities. The method used in this article is library research, namely reading and comparing various literary works using various library sources such as books, academic journals, encyclopedias, and others. The implementation of this vision, however, cannot be separated from the dissemination of the anti-corruption education curriculum in high schools and tertiary institutions, as well as the role of students in fighting corruption in Indonesia.
TINJAUAN UMUM TENTANG KRIMINOLOGI, KENAKALAN ANAK, BALAPAN LIAR DAN PENANGGULANGAN KENAKALAN Ni Putu Rai Yuliartini
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i2.1837

Abstract

Overcoming illegal racing through penal means is one of the functionalizations of penal policy, especially at the application stage (judicative policy) carried out by law enforcement officials, one of which is the police. Efforts to tackle illegal racing in Singaraja City through penal facilities focus more on the repressive nature after illegal racing occurs which is an effort to prosecute and enforce the law against perpetrators of illegal racing in accordance with applicable laws and regulations. Through Non-Penal Means Efforts to deal with illegal racing through non-penal means are more focused on the nature of prevention before wild racing occurs, namely through pre-emptive efforts and preventive efforts. The implementation of these pre-emptive and preventive efforts is based on the Obedient and Sympathetic Operation Plan (RENOPS) of the Buleleng Police. RENOPS Compliance and Sympathy of the Buleleng Police is carried out by prioritizing pre-emptive activities through traffic education and counseling, and preventive actions through regulation, guarding, escorts and traffic patrols to prevent activities that disturb Traffic Traffic Traffic, one of which is illegal racing.
NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT) SEBAGAI ASET DIGITAL: SEBUAH FENOMENA DAN PERLINDUNGAN HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA Emmy Febriani Thalib; Ni Putu Suci Meinarni
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i2.1842

Abstract

Non-Fungible Token (NFT) has recently become a social phenomenon as a new form of digital asset that is currently popular. In Indonesia itself, the development of NFT is fast in line with the development of the industry at the global level. Along with the more open and increasing understanding of block-chain, cryptocurrency trading or cryptocurrencies, as well as technological infrastructure that is increasingly supporting. The basic technical composition of the NFT is closely related to protecting the work from manipulation, duplication and reproduction. NFT technology is still very new and therefore, much of the scope of NFT is still unclear in terms of legal regulations in Indonesia. In terms of Intellectual Property, this study aims to determine the basic understanding of NFT and the Legal Protection of an NFT digital asset for creators, sellers and buyers. This article can also provide insight about NFT to the wider community so that they can read opportunities but can avoid the problem of copyright infringement and damage the concept of ownership in a work of art.
AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DENGAN MASYARAKAT SUNDA DI PECINAN SURYAKENCANA KOTA BOGOR Ramadhan, Intan Nurin
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4902

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses akulturasi budaya Cap Go Meh pada masyarakat etnis Tionghoa dengan masyarakat Sunda di Kota Bogor dan mengetahui upaya yang dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat dengan adanya proses akulturasi budaya masyarakat etnis Tionghoa dengan masyarakat Sunda di Pecinan Suryakencana Kota Bogor dapat hidup bersama sebagai Warga Negara Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Peneliti melakukan pengamatan pada saat perayaan Cap Go Meh Kota Bogor tanggal 08 Februari 2020. Wawancara dilakukan pada informan yaitu masyarakat etnis Tionghoa dan Sunda di kawasan Suryakencana Kota Bogor berjumlah 4 orang, key informan berjumlah 1 orang dan expert yaitu dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Pakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Proses akulturasi budaya selain dalam perayaan Cap Go Meh Kota Bogor dengan tetap menampilkan kesenian dan budaya Tionghoa dan turut menampilkan kesenian dan budaya Sunda pada sisi lain terdapat akulturasi budaya yang ditemukan dalam berbagai bidang kehidupan seperti bidang ekonomi, bahasa, makanan. Upaya pemerintah dan masyarakat dengan saling menghargai dan tidak pandang bulu dalam memberi dukungan untuk meyukseskan Cap Go Meh. Jadi, dengan begitu masyarakat Kota Bogor dapat hidup bersama sebagai Warga Negara Indonesia.
ANALISIS HUKUM SIDANG PERKARA PERDATA MENGGUNAKAN SISTEM ONLINE DALAM RANGKA MEWUJUDKAN ASAS PERADILAN YANG SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN Zonia, Rizkiyah Putri
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4903

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan masyarakat akan informasi peradilan yang diperoleh dengan cepat. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pelaksanaan persidangan perdata dalam rangka mewujudkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya rendah dan 2) mengetahui kendala dalam pelaksanaan persidangan perdata menggunakan sistem online di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Penelitian menggunakan jenis penelitian normatif dengan metode penelitian kepustakaan. Analisis data disajikan secara deskriptif. Kemudian penulis menarik kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan persidangan perdata dalam rangka mewujudkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya rendah di Pengadilan Negeri Pekanbaru yaitu dengan sistem persidangan yang memanfaatkan teknologi informasi dan 2) kendala dalam pelaksanaan persidangan perdata menggunakan sistem online dalam rangka mewujudkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya rendah di pengadilan negeri pekanbaru yaitu a) masih kurangnya sosialisasi yang diberikan mengenai tata cara persidangan sistem online; b) belum adanya aturan SOP dalam sidang perdata sistem online; c) letak geografis pengadilan yang berbeda-beda di setiap daerah; d) pelaksanaan sidang sistem online harus melalui persetujuan kedua belah pihak pengaturan pembuktian yang belum jelas; e) pengaturan pembuktian yang belum jelas. Implikasi penelitian ini yaitu memberikan data empiris untuk mendukung pemahaman kita tentang bagaimana efisiensi dapat dicapai dalam sistem hukum.
MEMPERKUAT CINTA TANAH AIR DI ERA KOREAN WAVE MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Prasetyo, Harda Johan; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4904

Abstract

Sikap cinta tanah air wajib dimiliki semua kalangan masyarakat terutama generasi milenial sebagai penerus bangsa. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan merebaknya fenomena korean wave menjadi hambatan tersendiri bagi penanaman sikap cinta tanah air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan guna memperkuat rasa cinta tanah air di era korean wave. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan studi pustaka yang bersumber dari e-book, e-jurnal dan media serta artikel yang berkaitan dengan cinta tanah air, korean wave dan pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pendidikan kewarganegara sebagai penangkal menurunnya sikap cinta tanah air dikalangan generasi muda akibat dampak adanya korean wave. Walaupun pendidikan kewarganegaraan mampu sebagai solusi, namun perlu adanya studi lanjutan guna penyesuaian pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan perkembangan zaman sehingga pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Implikasi dari penelitian ini adalah mampu mendorong para pendidik untuk mencari metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi generasi muda yang akrab dengan budaya populer. Pemanfaatan elemen-elemen korean wave secara bijak dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (misalnya, analisis film, musik, atau drama Korea dari perspektif nilai kebangsaan) dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
ANTICIPATING RADICAL UNDERSTANDING IN CHILDREN: STRATEGIES OF PARENTS IN DEVELOPING PLURALISM CHARACTER Putri, Devi Sutrisno; Siswanto, Edi; Nurhayati, Nurhayati
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4906

Abstract

Actions of radicalism are now starting to become epidemic in all circles. It can be seen several years ago, there were suicide bombings in the Surabaya. church involving children, and other actions that led to the imposition of the ideology of cultural truth, even religion on other parties outside of a particular culture or religion. The issue of radicalism should be recognized and efforts must be made to prevent the spread of the claim of truth. The phenomenon of conflict that comes and goes due to differences makes thinking backward to relate these incidents to the educational process that has been implemented from parents to children. Parenting skills are abilities possessed by parents in raising and educating children which greatly affect the development of children's characteristics in the future. The introduction of existing diversity should start from where the child is. The character of pluralism is deemed important to be developed in the context of preventing radical movements in Indonesia because the management of differences is so primordial from any truth of community groups, it is necessary to take preventive action, for example in the realm of education, especially non formal education from parents. This research was a descriptive qualitative research with the type of case study research in Srisawahan Village, Central Lampung. The informants in this study were people in Srisawahan Village, Central Lampung. This study aims to find a strategy for developing pluralistic character and tolerance in children to prevent radicalism and movements from an early age.
DAMPAK CYBERDEMOCRACY TERHADAP PARTISIPASI PEMILIH PADA MASA KAMPANYE PILPRES 2019 Rustandi, Apriya Maharani
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4907

Abstract

Sebuah partisipasi pada umumnya membutuhkan usaha penyadaran untuk meningkatkan antusiasi pemilihnya. Cyberdemocracy yang berkembang saat ini telah memberikan wadah bagi pemilih untuk berpendapat secara berbebasis melalui media. Oleh karena itu peneliti melakukan tinjauan literatur untuk menelaah dampak dari cyberdemocracy pada partisipasi pemilih yang dilaksanakan pada pilpres 2019. Peneliti melakukan penelaahan 23 artikel jurnal internasional dari tahun 2016 sampai tahun 2021, dan 10 artikel jurnal dari tahun 2016 sampai tahun 2021 kemudian memfokuskan diri untuk melihat dampak dari cyberdemocracy terhadap partisipasi pemilih. Hasil tinjauan ini menunjukan bahwa variabel-variabel yang terkait dengan cyberdemocracy dapat memberikan sebuah dampak terhadap pemilih dengan sistem komunikasi multi arah di internet. Peningkatan dari partisipasi pemilih dikarenakan banyak faktor, salah satunya yakni cyberdemocracy yang saat ini berkembang pesat dan menjadi sarana dalam mengakses sebuah informasi calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih dan lebih meyakinkan masyarakat saat ini. Secara keseluruhan tinjauan ini memberikan titik acuan yang tepat untuk penelitian lebih lanjut dengan mengidentifikasi partisipasi pemilih dengan hadirnya cyberdemocracy pada masa kampanye.
IMPLEMENTASI HAK ASASI MANUSIA BAGI KAUM MINORITAS BERDASARKAN SILA KE 5 Putri, Anggi Tri Yuanda
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hak asasi manusia bagi kaum minoritas yang berdasarkan pada sila ke 5. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka untuk menganalisis dan memahami implementasi hak Asasi Manusia (HAM) bagi kaum minoritas di Indonesia, dengan fokus pada perspektif sila kelima Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hak asasi manusia bagi kaum minoritas terkait dengan sila ke 5 dalam pancasila yaitu a) setiap warga negara bebas memiliki hak milik perorangan; b) hak setiap warga negara dalam mendapatkan hak jaminan sosial; c) setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan hingga fasilitas kesehatan yang sama rata dengan warga negara lainnya. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan adanya Pancasila sebagai pegangan seluruh rakyat Indonesia maka diyakini bahwa Hak Asasi Manusia akan selalu dijunjung tinggi oleh seluruh warga Negara. Semakin banyak orang yang mengimplementasikan nilai – nilai yang terkandung didalam pancasila, maka semakin banyak pula orang yang menghargai individu tanpa memandang ras, suku, budaya, agama.
ANALISIS UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI CINTA TANAH AIR DAN SEMANGAT KEBANGSAAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD Tuzaroh, Qori Lailatul
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4909

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya penanaman nilai-nilai cinta tanah air dan semangat kebangsaan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan pengembangan atau pembentukan karakter diyakini perlu dan penting untuk dilakukan oleh sekolah untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaran pendidikan karakter di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode systematic review. Strategi pengumpulan datanya adalah dengan Identifikasi, Screening, Eigibility, dan Included. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai cinta tanah air dapat dilakukan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan cara mencantumkan nilai-nilai karakter ke dalam silabus dan RPP Pendidikan Kewarganegaraan. Ketika mencantumkan nilai-nilai karakter kedalam Silabus dan RPP Pendidikan Kewarganegaraan hal yang perlu dilakukan yaitu, memahami substansi Kompetensi Dasar. Secara Kognitif, konsep apa yang ada di dalam Kompetensi Dasar. Memahami konsep dan perilaku yang diharapkan di dalam Kompetensi Dasar menjadi kunci dalam penyusunan indikator. Indikator tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun alat evaluasi dan materi ajar.