cover
Contact Name
Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M
Contact Email
dewamangku.undiksha@gmail.com
Phone
+6282242137685
Journal Mail Official
dewamangku.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Ganesha Civic Education Journal (GANCEJ) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana No. 11 Singaraja - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GANESHA CIVIC EDUCATION JOURNAL
ISSN : 27147967     EISSN : 27228304     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Ganesha Civic Education Journal jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran . Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 2 kali setahun.
Articles 212 Documents
PANCASILA EDUCATION TO IMPROVE THE MORALE OF THE MILLENNIAL GENERATION Maliah, Iin; Pandin, Moses Glorino Rumambo
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4953

Abstract

Indonesia as a country based on Pancasila requires every university to provide Pancasila courses to its students for at least one semester. This article was created in line with the hope of saving the morals of the millennial generation through Pancasila courses. This study has questions related to moral damage, namely the impact of moral damage on the millennial generation. Who conducted this research to answer the question about the impact of moral damage on the millennial generation? This research was conducted using a literature study method that summarized ten articles published from 2019 to 2021 from two online databases: Scopus and Google Scholar. The eligibility of this research institution is seen from the title, abstract, methodology, results, and discussion. The results presented in narrative form show that the morals of the millennial generation have been damaged so far. This moral decline can be overcome by continuing to provide Pancasila courses in universities. Thus, the character of the millennial generation can be strengthened with Pancasila moral education. The implication of this research is that it can be a strong empirical foundation for revising and developing a Pancasila Education curriculum that is more relevant, interesting, and effective for the millennial generation. The curriculum can be designed to be more contextual to the challenges of the times and use learning methods that suit the learning styles of this generation.
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI MATA PELAJARAN PPKN DALAM MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN SISWA DI SMP 2 SAWAN Lusevia, Easy Born; Yudana, I Made; Landrawan, I Wayan
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4954

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis proses pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 2 Sawan melalui mata pelajaran PPKn , (2) mengetahui dan menganalisis hambatan yang dihadapi sekolah dalam membentuk sikap disiplin siswa di SMP Negeri 2 Sawan, dan (3) mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam meningkatkan sikap disiplin siswa di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Deskriptif Kualitatif dengan mempergunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Adapun hasil dari penelitian adalah: (1) Ketika proses pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 2 Sawan tenaga pendidik atau guru berperan penting dalam membentuk sikap disiplin siswa. (2) hambatan yang dialami yaitu disebabkan karena masih adanya beberapa siswa yang masih terpengaruh dengan teman sebaya untuk tidak disiplin, Pergaulan dengan teman yang kurang disiplin, mengabaikan tata tertib, (3) Upaya mengatasi hambatan ini, pihak sekolah melakukan upaya sistematik dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat digunakan oleh guru-guru PPKn khususnya di SMP Negeri 2 Sawan untuk mengevaluasi efektivitas praktik pembelajaran mereka dalam menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya disiplin. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk merefleksikan kekuatan dan kelemahan pendekatan yang selama ini digunakan ketika pembelajaran.
IMPLIKASI KONSEP WAWASAN NUSANTARA TERHADAP KETAHANAN NASIONAL PADA ASPEK SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Fahreza, Satya Maulana
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4955

Abstract

Dewasa ini perkembangan globalisasi terjadi dengan sangat cepat. Indonesia sebagai negara berkembang juga turut merasakan perkembangan globalisasi. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat yang disebabkan oleh globalisasi berdampak terhadap berbagai macam kebudayaan dan tata perilaku negara asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Apabila hal ini dibiarkan begitu saja akan berdampak pada lunturnya norma-norma luhur dan kebudayaan tradisional yang merupakan identitas bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara dalam menghadapi dampak negatif perkembangan globalisasi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur yang akan dilakukan dengan cara mengkaji dan mengulas artikel-artikel penelitian atau studi kasus terdahulu yang membahas mengenai wawasan nusantara, geopolitik Indonesia, dan dampak globalisasi di Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengkaji bacaan berupa jurnal, kepustakaan, atau artikel yang memiliki tema tentang wawasan nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara untuk dapat menghadapi dampak negatif perkembangan globalisasi di Indonesia adalah dengan pemahaman konsep wawasan nusantara yang berkaitan dengan ilmu geopolitik yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun nonformal. Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi mekanisme bagaimana Wawasan Nusantara dapat berfungsi sebagai filter atau benteng dalam menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai sosial budaya bangsa, seperti westernisasi yang berlebihan atau hilangnya identitas lokal.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI RASISME DI INDONESIA Anggraini, Dwi Sinta; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4956

Abstract

Dengan jumlah populasi lebih dari 269 juta jiwa dan total pulau lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki beragam suku, ras, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman ini merupakan anugerah sekaligus kekuatan bagi Indonesia yang memiliki tujuan untuk bersatu diatas segala perbedaan. Namun perbedaan ini juga menjadi suatu ancaman karena mendorong terjadinya rasisme dan diskriminasi antar golongan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mencegah rasisme di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun tata cara pengumpulan sumber data menggunakan tata cara penelitian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber data yang berkaitan dengan Pendidikan Kewarganegaraan dan rasisme di Indonesia. Hasil yang diperoleh adalah Pendidikan Kewarganegaraan sangat berperan penting dalam mencegah rasisme di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengajarkan sikap toleransi terhadap perbedaan latar belakang entah itu suku, ras, maupun agama seseorang, sebagai langkah awal mencapai integrasi nasional. Implikasi penelitian ini adalah memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih adil, setara, dan bebas dari diskriminasi rasial melalui jalur pendidikan. Hasilnya dapat menjadi landasan penting bagi pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas dalam memahami dan mengatasi masalah rasisme di Indonesia.
PERAN SISTEM SOSIAL-BUDAYA INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DUNIA Irfansah, Anisa Febiola
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4957

Abstract

Hubungan internasional yang baik akan menciptakan stabilitas keamanan yang akan membentuk perdamaian bagi dunia. Hal tersebut yang merupakan cita-cita setiap bangsa dan negara didunia. Perdamaian dapat dicapai dengan segala cara termasuk dengan salah satunya bidang sosial budaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Metodologi yang digunakan dalam menyusun artikel ini adalah studi pusktaka. Tahapan penelitian dilaksanakan dengan menghimpun sumber kepustakaan, baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yaitu melalui sistem sosial-budaya. Oleh karenanya setiap negara harus mengetahui budaya setiap masyarakat ataupun negara didunia. Dengan begitu masyarakat atau negara lain dapat memahami karakteristik dari tiap-tiap masyarakat dan negara tersebut. Dengan dasar pemahaman karakteristik budaya yang berbeda dapat diambil langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk mewujudkan perdamaian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengidentifikasi elemen-elemen dalam sistem sosial-budaya Indonesia, yang dapat diterapkan dalam praktik mediasi dan resolusi konflik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini bisa mencakup nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, atau kearifan lokal lainnya.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 Djatmiko, Andreas Andrie
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4958

Abstract

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya angka pernikahan di bawah umur. Data dari berbagai sumber, seperti UNICEF dan Badan Pusat Statistik (BPS), secara konsisten menunjukkan bahwa praktik ini masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius karena pernikahan dini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan fisik, psikologis, pendidikan, dan kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pernikahan di bawah umur menurut Undang-undang Nomor 35 tahun 2014. Metode yang digunakan adalah metode yuridis empiris atau non doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pernikahan dibawah umur yang membudaya di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung akan menghambat proses diseminasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 untuk membuka kesadaran masyarakat tentang perlunya menghargai anak, dan tingkat perhatian negara terhadap anak-anak. Sehingga dengan kesadaran yang kurang tersebut, tingkat pelanggaran hak atas anak termasuk di dalamnya pencabulan, penganiayaan, pemaksaan kehendak dan lain sebagainya masih sering terjadi di masyarakat. Implikasi penelitian ini yaitu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, dan aparat penegak hukum, mengenai dampak negatif pernikahan di bawah umur dan pentingnya perlindungan hukum bagi anak. Penelitian ini dapat menjadi materi edukasi yang valid dan terpercaya.
IMPLEMENTATION OF PANCASILA VALUES IN CHARACTER EDUCATION OF THE MILLENNIAL GENERATION Yustiani, Tia; Pandin, Moses Glorino Rumambo
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4971

Abstract

Education in Indonesia has not yet achieved optimal results, especially in character education for the millennial generation. Character education is very important to be instilled in children because character education is an education that develops attitudes, values, and behaviors that can give rise to noble morals with noble character, all of which are manifestations of Pancasila values. The purpose of this study is to find out how to implement Pancasila values ​​in character education. This research method uses a qualitative approach with a literature study method using research articles. The results of this method obtained ten selected articles which were then analyzed using a table with the keywords Pancasila, character education, and the millennial generation. The results of the study explain that the millennial generation must have good morals and ethics in their lives, so they will certainly never forget the noble values ​​of the Indonesian nation which will become the next generation of the nation. The implication of this study is that it can provide a better evaluation framework or instrument to measure the effectiveness of the implementation of Pancasila values ​​in the character education of the millennial generation. This is important to ensure that the efforts made have the expected impact.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MEMBENTUK KESADARAN POLITIK SISWA Sudianis, Luh Ayu; Suastika, I Nengah; Sukadi, Sukadi
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4972

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan gambaran kesadaran politik siswa terhadap pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilaku politik siswa antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran secara konvensional (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning dalam membentuk kesadaran politik (pengetahuan, pemahaman, sikap, tindakan atau pola prilaku) siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi eksperimen), populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII dengan sampel dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diambil dari hasil pretest dan posttest yang dimana hasil tersebut di analisis dengan uji non parametrik wilcoxon signed rank test. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pada kesadaran politik siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dibuktikan dengan temuan hasil data yang di uji secara berurutan yaitu hipotesis nihil (Ho) dari 4 variabel terikat: Pengetahuan (Y1), Pemahaman (Y2), Sikap (Y3) dan Tindakan atau pola prilaku (Y4). Implikasinya dapat memberikan harapan dalam mengatasi masalah apatisme politik di kalangan generasi muda. Melalui PBL, siswa dapat merasakan relevansi politik dalam kehidupan mereka dan termotivasi untuk terlibat.
MEMBACA KECENDERUNGAN PERILAKU MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN Cunha, Delaviasanny Tubulau; Sari, Lelyana Nur Indah
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara mendalam tentang tren perilaku yang dialami mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter mahasiswa tersebut. Jenis penelitian ini adalah jenis metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode pengumpulan data dengan cara survei melalui media sosial. Kursus Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memberikan siswa pendidikan nasional, demokratis, hukum, multikultural dan kewarganegaraan untuk mendukung terwujudnya warga negara yang sadar akan hak dan kewajiban mereka. Oleh karena itu, kita sebagai penerus generasi muda bangsa Indonesia harus cerdas dan bertingkah laku agar negara dapat diandalkan untuk membangun bangsa dan negara sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sesuai bidang keilmuan masing-masing. Oleh karena itu, kami dari Program Studi Keperawatan Stikes Surabaya melakukan survey untuk mengetahui perilaku mahasiswa Stikes Surabaya dalam mata kuliah kewarganegaraan. Survei dilakukan melalui google dari dan disebarkan kepada siswa melalui media sosial. Melalui survei ditemukan bahwa perilaku moral mahasiswa Surabaya Stikes berada pada kriteria sedang. Ide dasar perkembangan moral ditinjau dari tingkah laku meliputi bagaimana seharusnya siswa berperilaku dalam situasi moral.
MILLENNIAL GENERATION INTERESTING FACTORS IN THE PROCESS OF DEVELOPING CHARACTERS OF PANCASILA DURING ONLINE LEARNING Angelina, Sabela Ayu
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4974

Abstract

Determining Factors of the Millennial Generation in Running a Country and Good Character Education. Currently hit by the Covid-19 pandemic, changes in government regulations, namely implementing online learning at home, must be carried out by students. The purpose of writing this article is to determine the inhibiting factors for the millennial generation in carrying out online learning during the Covid-19 pandemic, both from normal and abnormal students. Method: The method used is a literature review. Data collection techniques using Google Scholar and Mendeley with a limit of 2019 to 2021. This study focused on the keywords "millennial generation", "character", and "online learning". The results of the study were obtained from ten articles that the obstacles felt by the millennial generation significantly affect their negative character. The millennial generation has obstacles that they often experience, namely not having a smartphone, limited internet quota, unstable internet network, inadequate technology, inadequate facilities and infrastructure, minimal understanding of IT, lack of interest in learning, less supportive family environment, and lack of parental guidance so that solutions are needed from both the government and other parties. The implications of the research are the optimization of the use of Learning Management System (LMS), social media, or collaborative applications to convey Pancasila values. This means that educators need to be more technology literate and develop creativity in utilizing digital features for character education purposes.