cover
Contact Name
Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M
Contact Email
dewamangku.undiksha@gmail.com
Phone
+6282242137685
Journal Mail Official
dewamangku.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Ganesha Civic Education Journal (GANCEJ) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana No. 11 Singaraja - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GANESHA CIVIC EDUCATION JOURNAL
ISSN : 27147967     EISSN : 27228304     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Ganesha Civic Education Journal jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran . Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 2 kali setahun.
Articles 212 Documents
Meningkatkan Wawasan Nusantara pada Kalangan Milenial Saragih, Sarlina
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4910

Abstract

Memudarnya wawasan nusantara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya pemahaman yang salah dari pihak yang berpengaruh sehingga menghambat upaya peningkatan wawasan nusantara. Di sisi lain, globalisasi juga menjadi alasan memudarnya wawasan nusantara. Untuk meningkatkan wawasan nusantara diperlukan upaya-upaya yang menunjang, khususnya pada kalangan milenial yang merupakan pondasi terpenting bagi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan Upaya dalam meningkatkan wawasan Nusantara pada kalangan millennial. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah studi Pustaka. Proses pengumpulan data dalam studi ini akan melibatkan penelusuran dan analisis berbagai jenis sumber, antara lain dengan menggunakan Literatur Akademik, Buku Monograf, Dokumen Resmi, Media Massa, dan Sumber Daring Lainnya. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif melalui tahapan-tahapan Identifikasi dan Seleksi Sumber, Ekstraksi Data, Sintesis dan Interpretasi, dan Formulasi Kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan Nusantara pada kalangan millneial dapat berupa pengetahuan yang didapatkan melalui pendidikan formal maupun non formal serta melalui media informasi yang ada.
PANCASILA-BASED EDUCATIONAL CONTENT ON SOCIAL MEDIA AS AN EFFORT TO OVERCOME THE MORAL DEGRADATION OF THE MILLENNIAL GENERATION DURING PANDEMIC Prastiwi, Duwi Adinda; Pandin, Moses Glorino Rumambo
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4911

Abstract

The COVID-19 pandemic is currently attacking Indonesia and encouraging an increase in internet consumption, especially social media. Freedom to access information can have both positive and negative impacts on the millennial generation. One of the negative impacts is moral decline or moral degradation. This article aims to find out how to overcome moral degradation among the millennial generation through Pancasila-based educational content. The method used is literature review by searching for journal articles from Google Scholar and ebooks from 2019 to 2021. By combining several keywords, the author formulates several research questions: (a) what are millennials and social media? (b) how the impact of social media on the moral character of the millennial generation?, and (c) how to overcome moral degradation among the millennial generation? Based on the analysis of research findings, ten journals met the inclusion of reviews based on research content. This research is motivated by the moral degradation of the millennial generation as a negative impact of the use of social media. The ten articles collected show that creating educational and informative content based on Pancasila can overcome moral degradation on social media. In addition, media literacy can also overcome moral degradation.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM HUKUM NEGARA DI INDONESIA Witanto, I.A.
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa terkaitnya pendidikan kewarganegaraan dalam hukum negara di Indonesia. Karena setiap pembahasan hukum negara selalu dikaitkan dalam pendidikan kewarganegaraan. Metode penelitian menggunakan telaah pustaka dan metode studi kasus. Proses pengumpulan data dalam studi ini akan melibatkan penelusuran dan analisis berbagai jenis sumber, antara lain dengan menggunakan Literatur Akademik, Buku Monograf, Dokumen Resmi, Media Massa, dan Sumber Daring Lainnya. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif melalui tahapan-tahapan Identifikasi dan Seleksi Sumber, Ekstraksi Data, Sintesis dan Interpretasi, dan Formulasi Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum negara memang berkaitan erat dengan pendidikan kewarganegaraan. Hal tersebut dapat terjasi karena indonesia berpedoman pada hukum dan kewarganegaraan yang ada. Hukum negara memang berkaitan erat dengan pendidikan kewarganegaraan. Hal tersebut dapat terjadi karena Indonesia berpedoman pada hukum dan kewarganegaraan yang ada. konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum. Istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip- prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA MATA PELAJARAN PPKN SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT Sekarsari, Novi
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4913

Abstract

Perilaku menyontek merupakan tindakan yang dilakukan seorang pelajar berdasarkan ketidak jujuran untuk memperoleh keuntungan. Agar tidak melakukan tindakan yang buruk seperti perilaku menyontek di butuhkan tingkat disiplin belajar dan self-efficacy yang tinggi. Apabila merasa yakin dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya maka seseorang tersebut akan melakukan tindakan yang baik dan tindakan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara disiplin belajar dan tingkat self-efficacy dengan perilaku menyontek pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Berdasarkan pendekatannya termasuk dalam penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat semester genap 2019/2020. Metode pengumpulan data variabel (X1, X2, dan Y) menggunakan kuisioner yang disusun dengan menyediakan 5 alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RG (Ragu-Ragu), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi (Content Validity). Reliabilitas diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan perhitungannya menggunakan program SPSS 22.0 for Windows. Data kedua variabel diolah dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Adapun kesimpulannya menunjukan bahwa penelitian yang telah dilakukan, yakni terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar dan self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mata pelajaran PPKn dengan nilai signifikan adalah 0,001 < 0,05.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERUBAHAN NORMA KESOPANAN DI LINGKUNGAN MAHASISWA STEI ITB ANGKATAN 2020 Tinarta, David
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4914

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan individu lain di kehidupannya. Namun, dalam berinteraksi dengan individu lain, sering kali terdapat perbedaan keinginan dan pendapat yang dapat menyebabkan konflik sehingga mengakibatkan kekacauan. Maka dari itu, diperlukan adanya suatu peraturan yang menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat yang disebut dengan norma. Indonesia dikenal akan kebudayaan dan norma-normanya yang melekat kuat di masyarakat. Di era globalisasi ini, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia, sebagai makhluk sosial, terpapar dengan dunia luar. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi dan informasi, beberapa elemen masyarakat di Indonesia menganggap norma yang ada sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini diadakan untuk memahami norma-norma apa saja yang berubah di masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan berupa survei, studi literatur, dan pengamatan pribadi penulis. Hasil penelitian yang diperoleh ialah masyarakat Indonesia harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi sekaligus menerapkan norma-norma yang telah ada di lingkungan sekitar agar Indonesia dapat terus dinamis ke arah yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam menentukan apa saja kebudayaan yang sesuai dengan norma yang ada, sehingga masyarakat dapat memilah jenis norma tertentu yang perlu dipertahankan.
PENTINGNYA MENJUNJUNG TINGGI HAK ASASI MANUSIA SEBAGAI NILAI PANCASILA DI MASA PANDEMI COVID-19 Destine, Kezia Thessa; Sihombing, Rizky Agassy
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i2.4915

Abstract

Hak Asasi Manusia merupakan Hak wajib yang sudah melekat dan menjadi Hak seluruh warga negara di muka bumi ini. HAM bersifat kekal, karena merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sejak kita lahir. HAM sebagai nilai Pancasila digunakan sebagai acuan persamaan hak dan derajat, bahwa seluruh status perbedaan seperti Ras, Agama, Suku, dan Bangsa adalah sama. Namun sering sekali terjadi pelanggaran HAM, apalagi saat masa Covid-19 ini. Seperti yang kita ketahui, Covid-19 sudah sangat darurat dan benar-benar meresahkan warga negara Indonesia. Warga negara Indonesia sudah sepatutnya mendapatkan hak yang sama seperti hak atas kesehatan dan hak atas pangan, sesuai dengan butir-butir nilai Pancasila. Munculnya Covid-19 ini membutuhkan penanganan yang serius dan kerjasama yang baik antara dua pihak. HAM wajib ditanamkan kepada seluruh warga negara Indonesia. Salah satu kontribusi yang dapat kita lakukan adalah memahami pentingnya menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia sebagai nilai sila Pancasila pada masa Covid-19. Penelitian menggunakan metode penelitian kulitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif. Data yang disajikan berupa data hasil dari penelitian kualitatif dengan mengkaji secara relevan dan terkaji dari berbagai sumber yang telah dianalisis kritis. Hasil yang diperoleh berupa temuan kajian, bahwa sesungguhnya sangat penting warga negara Indonesia, ikut serta menjunjung tinggi HAM sebagai nilai Pancasila demi mewujudkan warga negara yang baik dan negara yang damai.
CHARACTER EDUCATION AS AN EFFORT TO REDUCE THE RATE OF MENTAL DISEASE IN THE MILLENNIAL GENERATION Ambarwati, Galuh Adjeng; Pandin, Moses Glorino Rumambo
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4949

Abstract

Character education is an activity of people who teach good works to educate the next generation, especially the millennial generation, to think and behave, to form mental health in humans permanently, and to educate creativity and inner knowledge to become guidelines and pillars for the future. This article aims to provide knowledge of character education from an early age to a productive period, especially for the millennial generation, in order to reduce mental illness. The method of writing this article uses a literature review, namely a summary of 10 articles in the years of publication starting from 2019, 2020, and 2021 on search web pages, articles, and Google Scholar according to keywords. The eligibility of this research institution is seen from the title, abstract, research methodology, results, and discussion. The results of the study are presented in narrative form, and the results of the 10 study articles show several causes of mental health so far. Therefore, character education is needed from an early age. The implication is that the number of mental illnesses can be eliminated by providing character education from an early age so that knowledge about actions and behaviors can shape the mentality of the generation to be stronger. Thus, character education is a solution to reduce the number of mental illnesses in the millennial generation.
PERAN GURU TERHADAP INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBENTUK NILAI KARAKTER DISIPLIN DAN DEMOKRATIS SISWA DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA Risdayanti, Ni Luh Gede Leony
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru terhadap internalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam membentuk nilai karakter disiplin dan demokratis siswa di SMP Negeri 6 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analitik. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru serta peserta didik SMP Negeri 6 Singaraja. Data yang dikumpulkan dengan memberikan kuisioner dan melakukan observasi dan wawancara kepada para guru dengan menggunakan teknik snowball sampling, yang dimana mula-mula berjumlah kecil, kemudian membesar dalam penentuan sampel, serta melakukan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru terhadap internalisasi nilai – nilai Pancasila kepada peserta didik tidak terinternalisasikan dengan baik, ini disebabkan karena terbatas ruang dan waktu, masa peralihan peserta didik dari jenjang sebelumnya yang cenderung bersifat ke kanak – kanakan dan belum mampu memahami banyak hal. Selain itu kemajuan teknologi juga menyebabkan peserta didik menjadi malas untuk belajar, serta kurangnya didikan dan pengawasan orang tua dalam pergaulan anak sehingga proses internalisasi tidak berjalan dengan maksimal. Implikasinya yaitu melalui temuan penelitian dapat memberikan masukan berharga bagi pengembangan kurikulum dan materi ajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan upaya pembentukan karakter disiplin dan demokratis berbasis nilai-nilai Pancasila.
KEBERAGAMAN AGAMA MEMPERKUAT INTEGRASI NASIONAL Putri, Nur Azlin
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4951

Abstract

Indonesia merupakan negara padat penduduk diurutan ke-4 setelah Amerika Serikat, tercatat lebih dari 267 juta jiwa dalam SUPAS 2019, yang terdiri dari berbagai keberagaman sosial, agama, kelompok etnis, budaya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberagaman masyarakat Indonesia, yaitu berasal dari dalam maupun luar masyarakat itu sendiri. Keberagaman tersebut menjadi sebuah tantangan yang dapat memberikan ancaman terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberagaman agama dalam memperkuat integrasi nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang mengumpulkan literatur-literatur yang memiliki hubungan dengan kajian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sebuah keberagaman agama, diperlukan Upaya dalam meningkatkan kerukunan antar suku, pemeluk agama dan kelompok sosial lainnya yang dilakukan melalui kerjasama dengan menggunakan prinsip kebersamaan, kesetaraan dan saling menghormati sebagai integrasi nasional bangsa Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan kurikulum pendidikan multikultural dan program-program interreligious yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, toleransi, dan kerja sama antarumat beragama sejak dini.
KEGIATAN BELA NEGARA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR Ekayanti, Herwening Siwi
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta keefektifan kegiatan Bela Negara dalam peningkatan rasa cinta tanah air. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengambila data adalah dengan pengisian kuisioner. Sumber data yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah Data Primer yang didapatkan dengan cara pengisian kuisioner oleh subjek penelitian serta Data sekunder untuk menambah informasi yang didapatkan melalui studi kepustakaan dari media buku atau jurnal dan media internet. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan Bela Negara yang dilakukan pada saat SMA efektif dalam meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air. (2) Kegiatan Bela Negara selain dapat meningkatkan rasa cinta tanah air juga dapat meningkatkan rasa solidaritas, rasa kekeluargaan serta dapat dijadikan sarana untuk membentuk pribadi yang Tangguh. (3) Peningkatan Rasa Cinta Tanah Air dalam kehidupan sehari – hari dapat dilakukan dengan cara menggunakan produk dalam negri, penggunaan Bahasa Indonesia serta dengan pengabdian sesuai profesi. Implikasi penelitian ini adalah berkontribusi pada upaya pembentukan karakter bangsa yang memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, yang pada gilirannya dapat memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.