cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Efektivitas Whey sebagai Feed Additive pada Broiler Kamelia Oktafiyanti; Cintya Dienardila Anisa; Ulya Rafa Zul’adhar; Yasri Rahmawati
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.399

Abstract

Penggunaan antibiotik sebagai tambahan pakan akan meninggalkan residu pada tubuh ternak. Hal ini apabila dikonsumsi akan mengakibatkan resistensi antimikroba. Hal ini, akan mengurangi kemampuan antibodi dalam melawan serangan mikroba patogen yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya dibutuhkan alternatif alami sebagai pengganti antibiotik dalam upaya peningkatan produktivitas unggas terkhususnya broiler. Whey merupakan hasil samping dari olahan susu yang masih mengandung 50% nutrisi alami dari susu. Oleh karena itu, whey dapat dimanfaatkan sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas whey sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel penggunaan whey sebagai probiotik dalam pakan broiler. Pemanfaatan whey sebagai substitusi antibiotik dapat meningkatkan performa produksi broiler karena secara nyata mampu meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, pertambahan bobot badan, kualitas protein daging tanpa residu, dan menurunkan konversi pakan. Whey menghasilkan asam organik berupa asam laktat yang merupakan hasil metabolisme Bakteri Asam Laktat (BAL). BAL yang terdapat dalam whey dapat berasal dari Lactobacillus sp., Lactococcus lactis sp., Streptococcus thermophilus dan lain lain. Mekanisme kerja whey sebagai feed additive layaknya probiotik dengan cara menekan pertumbuhan mikroba patogen dalam usus dan bukan membunuh mikroba seperti antibiotik. BAL dalam whey menghasilkan enzim-enzim pencernaan seperti lipase, amilase dan protease sehingga proses metabolisme lebih optimal. Hal ini akan mengoptimalkan kekebalan unggas sehingga performa produksi menjadi meningkat.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional terhadap Partisipasi Kelompok Wanita Tani dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari Kabupaten Bantul Septi Wulandari; Sunarru Samsi Hariadi; Siti Andarwati
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.400

Abstract

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) yang dapat menjadi pondasi ketahanan pangan terutama di tingkat keluarga. Penerapan gaya kepemimpinan yang tepat memiliki fungsi agar keterlibatan anggota dalam suatu organisasi atau kelompok lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan bantul terhadap partisipasi KWT dengan motivasi sebagai variabel intervening pada kegiatan P2L. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bantul pada bulan Mei sampai dengan Juli Tahun 2022. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara secara langsung menggunakan kuisioner kepada 111 responden anggota KWT yang diambil secara sensus. Data dianalisis menggunakan path analysis dengan program AMOS 24. Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan situasional ketua KWT yang terdiri dari gaya kepemimpinan telling, gaya kepemimpinan participating dan gaya kepemimpinan delegating mampu meningkatkan partisipasi anggota KWT melalui kuatnya motivasi anggota dalam kegiatan P2L. Namun, kesesuaian gaya kepemimpinan selling tidak memengaruhi kuatnya motivasi karena kondisi anggota yang tidak mampu melaksanakan kegiatan P2L dari segi waktu, tenaga ataupun pengetahuan. Peningkatan kapasitas ketua KWT dapat dilakukan melalui bimbingan teknis kepemimpinan situasional sehingga ketua mampu mengidentifikasi dan memahami kondisi anggota untuk mendukung keberlanjutan kegiatan P2L. Pemilihan ketua KWT sebaiknya diutamakan yang mempunyai kemampuan bidang pertanian. Motivasi anggota KWT dapat pula ditingkatkan melalui pelatihan teknik budidaya sayuran yang tepat pada musim hujan, inovasi penggunaan air saat musim kemarau, pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida nabati serta olahan pasca panen.
Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Pakan Jagung Manis (Zea mays saccharata) yang diberi Perlakuan Pemupukan Nitrogen dan Umur Panen yang Berbeda Bayu Nuari Ramadhan; Luki Abdullah; Muhammad ridla
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.438

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata) adalah salah satu komoditi hortikultura yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Keuntungan dari tanaman jagung manis adalah setelah buah dipanen, tanaman jagung masih hijau dan segar sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas tanaman jagung manis adalah ketersediaan nitrogen. Nitrogen adalah makro hara yang sangat diperlukan dalam jumlah yang banyak oleh tanaman. Selain ketersediaan unsur hara yang harus diperhatikan, penentuan umur panen juga mempengaruhi kualitas dari tanaman jagung manis karena jika dipanen terlalu tua kualitas dari jagung manis akan menurun. Optimalisasi kedua faktor tersebut perlu diketahui agar produksi buah jagung di satu sisi tinggi, namun di sisi lain produksi dan kualitas jagung tetap tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2022 di Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) IPB University. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu umur panen hari setelah tanam (HST) terdiri dari 60, 70, dan 80. Faktor kedua adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 100, 200, dan 300 kg/ha. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, produksi jagung, biomassa total segar, produksi hijauan pakan segar, dan kadar kemanisan biji jagung. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi perlakuan pada semua parameter. Pemberian urea nyata mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang, biomassa total, dan produksi jagung berkelobot. Perlakuan umur panen mempengaruhi kadar kemanisan jagung. Berdasarkan data dari setiap perlakuan maka dapat direkomendasikan perlakuan pemberian pupuk urea 300k g/ha dan umur panen 70 HST.
Dukungan Kelembagaan Sistem Agribisnis dalam Pengembangan Usahatani Sayur di Kabupaten Jember Tazkia Nurfauziana; Diah Puspaningrum
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.440

Abstract

Desa Sukorambi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi usahatani sayur dapat terlihat dari produksi sayur yang cukup tinggi, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani sayur, pemasok terbesar tanaman sayur di Kabupaten Jember. Potensi tersebut seharusnya memberikan keuntungan kepada petani namun keadaan di lapang menunjukkan bahwa terjadi permasalahan fluktuasi harga karena kesamaan jenis dan musim yang menyebabkan oversuplay sehingga petani mengalami kerugian karena pembuangan hasil panen yang tidak terjual namun keterlibatan kelembagaan agribisnis masih belum memberikan dukungan seperti dalam permodalan dan pengolahan hasil. Fokus permasalahan dari penelitian ini yaitu bagaimana dukungan kelembagaan sistem agribisnis dalam mengembangkan usahatani sayur di Desa Sukorambi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dukungan kelembagaan sistem agribisnis dalam pengembangan usahatani sayur di Desa Sukorambi. Pemilihan lokasi dan informan penelitian menggunakan purposive method. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis data Miles dan Huberman (2009), yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kelembagaan sistem agribisnis di Desa Sukorambi memberikan 4 dukungan dalam pengembangan usahatani sayur yaitu emotional support, informational support, instrumental support dan social companionship. Beberapa kelembagaan tidak memberikan semua dukungan yaitu kelompok tani pada subsistem produksi, petani dan tengkulak pada subsistem pasca panen dan pengolahan hasil, serta pemerintah desa pada subsistem pendukung. Dukungan yang dibutuhkan oleh petani adalah emotional support dan instrumental support sedangkan yang tidak terlalu dibutuhkan adalah social companionship.
Business Model Canvas (BMC) Berbasis Online: Sebuah Studi pada Usaha Rintisan Sambal Perawan Agus Hadi Prayitno; Rusna Meswari; Muhammad Diaudin; Muhamad Hafiidh Naafi’yan
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.445

Abstract

Sambal Perawan sebagai usaha rintisan dapat merancang bisnisnya untuk unggul dalam bersaing dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Penelitian ini bertujuan untuk merancang business model Sambal Perawan melalui pendekatan BMC. Sambal Perawan merupakan sebuah usaha rintisan berbasis riset yang bergerak di bidang makanan siap saji. Studi dilakukan di setiap bagian BMC yaitu segmentasi pelanggan, proporsi nilai, saluran distribusi, hubungan dengan konsumen, sumber pendapatan, aktivitas kunci, sumber daya utama, mitra kunci, dan struktur biaya Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh gambaran business model Sambal Perawan yaitu customer segments terdiri dari ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa dengan menawarkan value propositions yaitu fungsi produk dengan kandungan zat aktif capsaicin dari cabai sehingga pedasnya sambal dapat membuat nafsu makan bertambah. Channels yang digunakan Sambal Perawan untuk menyampaikan value propositions yang ditawarkan melalui penjualan langsung dan online dengan menggunakan customer relationships melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Aktivitas kunci yang dilakukan meliputi kegiatan proses produksi, penjualan dan pemasaran, serta pengembangan produk dengan sumber daya utama merek dagang terdaftar, paten sederhana, dan juga formulasi sambal. Kegiatan dan kebutuhan sumber daya agar dapat berjalan untuk menghasilkan proporsi nilai yang diharapkan, Sambal Perawan memiliki akitviitas kunci yaitu penyedia bahan baku. Sambal Perawan dapat menghasilkan sumber pendapatan dari kegiatan penjualan produk secara langsung dan online dengan struktur biaya yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.
Farmers’ Observation of Mortality and Morbidity of Some Major Livestock and Poultry In Timor-Leste Acacio Cardoso Amaral; Graciano Soares Gomes
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.446

Abstract

Lebih dari 85% orang Timor mencari nafkah dari pertanian, termasuk peternakan. Dari total 204.597 rumah tangga, 86,8% memelihara ternak untuk digunakan sendiri, dan 85,5% memelihara ternak untuk dijual menurut statistik Sensus tahun 2015. Artinya, jika ternak tersebut sakit dan mati akibatnya akan berdampak pada peternak. Penyakit endemik paling umum yang membunuh ternak di Timor Leste setiap tahunnya adalah Brucellosis & Septicemia epizootic pada kerbau dan sapi Bali, Newcastle Disease pada unggas, Classical Swine Fever pada babi. Untuk kepentingan perekonomian daerah dan kesejahteraan manusia, penyakit hewan endemik ini harus dicegah dan dikendalikan. Setiap tahun pemerintah Timor-Leste menghabiskan lebih dari $100.000 untuk vaksin dan pengobatan untuk mencegah dan mengobati tiga penyakit ternak utama seperti Penyakit Newcastle, Classical Swine Fever, dan Septicemia epizootica melalui Kementerian Pertanian dan Perikanan. Investigasi penyebab utama kematian ternak dan unggas di kalangan peternak Timor Leste adalah tujuan utama studi ini. Untuk mencapai tujuan ini, survei dilakukan untuk mewawancarai peternak tentang pengamatan ternak yang hilang selama periode satu tahun. Penelitian ini menemukan bahwa 53,3% ayam kampung, 19,0% sapi Bali, 19,6% kerbau, dan 29,8% babi mati setiap tahun. Terlepas dari ketidakmampuan saya untuk mengidentifikasi penyakit tertentu yang menyebabkan kematian hewan-hewan ini, fakta bahwa tingkat vaksinasi untuk semua spesies di bawah 50% menunjukkan bahwa kemungkinan besar penyebab kematian hewan disebabkan oleh penyakit-penyakit endemic di Timor-Leste.
Karakteristik Fisik dan Sensori Kefir Susu Sapi yang Diperkaya dengan Ekstrak Beras Hitam Gallusia Marhaeny Nur Isty; Triana Setyawardani; Juni Sumarmono
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.447

Abstract

Tujuan penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisik dan sensoris kefir susu sapi yang diperkaya dengan ekstrak beras hitam. Fermentasi dilakukan dengan penambahan biji kefir ke dalam susu sapi yang telah ditambah dengan ekstrak beras hitam dengan taraf yang berbeda, yaitu 0, 5, 10, 15 dan 20% (w/w). Peubah yang diamati adalah pH, warna dengan color reader (L*, a*, b*), viskositas (%) dan peubah sensori yang meliputi rasa, tekstur, aroma, warna dan tingkat kesukaan. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ekstrak beras hitam berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan sensoris kefir susu sapi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH. Penambahan ekstrak beras hitam menyebabkan perubahan nyata pada preferensi panelis. Kefir dengan ekstrak beras hitam mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional sebagai makanan yang mengandung antioksidan yang baik dan dari hasil uji organoleptik kefir yang mengandung 10% ekstrak beras hitam paling disukai. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan ekstrak beras hitam mengubah karakteristik kefir yang dibuat dari susu sapi Perbedaan penambahan ekstrak beras hitam memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik (pH dan warna). Secara fisik kefir beras hitam memiliki warna dan viskositas yang relatif sama. Uji sensoris memiliki rasa, tekstur, warna, aroma dan tingkat kesukaan yang berbeda.
Jamur Patogen Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Perkebunan Sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Sakinah Sakinah; Hafsan Hafsan; Eka Sukmawaty; Devi Armita
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.449

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) adalah salah satu sumber minyak nabati yang digunakan di berbagai macam industri, baik pangan maupun non pangan akan tetapi produksi kelapa sawit sering menurun diakibatkan oleh berbagai serangan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit dan jenis jamur patogen yang menginfeksi tanaman sawit di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling kemudian dilakukan isolasi jamur dari tanaman yang menunjukkan gejala serta dilanjutkan dengan identifikasi jenis jamur dengan buku identifikasi Illustrated Genera of Imperfect Fungi dan Description of Medical Fungi Second Edition serta dilakukan uji Postulat Koch. Hasil yang diperoleh yaitu gejala infeksi jamur patogen pada tanaman kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju yaitu bercak kuning pada daun yang disebabkan oleh genus Curvularia, bercak cokelat pada daun disebabkan oleh Sarocladium, busuk kecokelatan pada buah dari genus Penicillium, dan busuk kehitaman pada buah dari genus Aspergillus. Berdasarkan uji Postulat Koch yang dilakukan didapatkan bahwasanya keempat isolat yang didapatkan merupakan penyebab penyakit dan sesuai dengan beberapa gejala yang ditemukan pada awal pengambilan sampel. Informasi jenis patogen yang menginfeksi tanaman kelapa sawit dapat digunakan sebagai dasar untuk penanganan penyakit tanaman sawit yang tepat sesuai dengan jenis patogen yang menginfeksi.
Effect of Injection Vitamin B-Complex on Diet for Consumption, Feed Rate Conversion and Average Daily Weight Gain of Bali Cattle in the Growing Phase Carlito de Araújo Mali Code; Graciano Soares Gomes; Armando B.M. Afonso; Ana Maria da Costa G. Noronha
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.450

Abstract

The use of Vitamin B-complex injection is considered more practical, low cost, and easier in the implementation process, and the role of Vitamin B-complex is as a cofactor in the metabolic process and stimulates voluntary consumption. The aim of this study is to find out the effect of injecting different cc (ml) of B-Complex vitamins on diet intake, feed conversion, and average daily weight gain of Bali cattle in the growing phase. This study was carried out in the municipality of Bobonaro, with a duration of 81 days. The experimental method was used with T-test statistics. The independent groups represent two groups of male cattle and each group is composed of 5 male cattle. The groups are called A, and B, therefore, group A receives an injection of Vitamin B-Complex according to the initial weight of each animal, and group B as a control without Vitamin-B-Complex injection. Both groups received the same diet which is composed of Leucaena leucocephala, Gliricydia spium, Panicum maximum, and rice straw (Oryza sativa Lin). The results of the statistical analysis revealed that there was no difference (P>0.05) between the two groups, mainly in dry matter intake, feed conversion, and average daily weight gain. Therefore, the injection of Vitamin B-Complex should be less necessary to promote the growth of ruminant animals, mainly cattle, due to the degradation of the vitamins in the rumen, in addition to the fact that the vitamin acts by competitive inhibition at different points in the metabolism process, in addition to its participation, it is also fundamental in the oxidation of substrates and energy supply in the animal's metabolism process.
Komposisi Proksimat dan Sensori Sosis Daging Domba Masak Oven dengan Kadar Lemak Berbeda Iswoyo Iswoyo; Adi Sampurno; Cornelius Hari Wibowo; Juni Sumarmono; Triana Setyawardani
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.455

Abstract

Daging domba memiliki potensi untuk diolah menjadi produk sosis emulsi. Kadar lemak dalam adonan daging sangat berpengaruh terhadap kualitas sosis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kadar lemak adonan terhadap komposisi proksimat, dan sifat sensori sosis domba emulsi yang dimasak dengan oven. Bahan penelitian adalah daging domba lokal Batur jantan dengan kisaran umur 5-6 bulan yang dicampur dengan lemak domba (sesuai perlakuan: 0, 5, 10, 15, 20 dan 25%). Rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, 6 perlakuan dan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan meliputi P1 (sosis daging domba tanpa penambahan lemak), P2 (sosis daging domba + lemak 5%), P3 (sosis daging domba + lemak 10%), P4 (sosis daging domba + lemak 15%), P5 (sosis daging domba + lemak 20%), dan P6 (sosis daging domba + lemak 25%). Kadar proksimat dari sampel sosis yang teramati meliputi kadar air (56,44 – 65,27%), protein (13,94 – 15,63%), lemak (12,98 – 15,64%), abu (2,27 – 2,93%) serta sifat sensori yang meliputi kesukaan warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan (overall) melalui uji panelis. Hasil penelitian menunjukkan komposisi proksimat dan kesukaan warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan sosis domba oven secara nyata dipengaruhi oleh penambahan lemak. Formulasi adonan sosis yang dapat menghasilkan sosis domba oven dengan sifat optimal yaitu variasi kadar lemak adonan 10% yang menghasilkan sosis dengan kadar air 62,153%, protein 14,634%, lemak 13,601%, abu 2,709%. Hasil analisis sensori menunjukkan tingkat kesukaan terhadap warna, rasa dan penerimaan adalah netral sedangkan tingkat kesukaan terhadap tekstur sosis adalah tidak suka.