cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Penilaian Ekonomi Integrasi Sumberdaya Lokal Tanaman dan Kambing Peranakan Ettawa di Jawa Tengah Rusita Fitriani; Rini Widiati; Tri Anggraeni Kusumastuti
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.495

Abstract

Untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan perlu adanya pemanfaatan sumber daya lokal melalui integrasi tanaman-ternak. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi sumberdaya tanaman ternak dan penilaian ekonomi integrasi tanaman dengan ternak kambing. Lokasi penelitian di Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Penentuan sampel secara multistage purposive sampling sebanyak 60 peternak. Analisis potensi sumberdaya ternak melalui parameter reproduksi ternak dan penilaian ekonomi integrasi tanaman dengan ternak kambing menggunakan metode whole farm budget dilanjutkan kelayakan usaha dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja produksi ternak sudah baik dengan nilai kidding interval sebesar 8,32 ± 2,03 bulan, S/C 1-2 kali, litter size 3 ± 0,67 ekor, mortalitas 2,18 ± 1,00 ekor, dan masa sapih 2,75 ± 0,98 bulan. Pendapatan integrasi tanaman ternak di Desa Pamriyan sebesar Rp 8.426.118/petani peternak/tahun. Tanaman perkebunan, holtikultura, kehutanan memberikan kontribusi rata-rata sebesar Rp 7.2527.985/tahun (86,14%) dan ternak kambing sebesar Rp 1.1681.33/peternak/tahun (13,86%). Usaha ternak kambing layak diusahakan dengan NPV sebesar Rp 7.446.202, BCR 1.93 dan IRR 39%. Analisis sensitivitas dengan asumsi adanya penambahan induk sebesar 6,38/ekor serta adanya teknologi pakan memberikan nilai NPV sebesar Rp16.233.379, BCR 2.13 dan IRR 45%. Untuk peningkatan pendapatan peternak diharapkan mempunyai kepemilikan induk minimum sebanyak 6.38 ekor dan menerapkan teknologi pengawetan pakan. Oleh karena itu, perlu kerjasama dalam rangka peningkatan populasi peternak dengan Dinas Peternakan atau Institusi pendidikan melalui program kemitraan atau program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Analisis Jalur (Path Analysis) untuk Mengetahui Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Kepuasan Petani dalam Melaksanakan Program Kartu Tani Maulida Surayya; Edhi Martono; Subejo Subejo
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.498

Abstract

Kartu Tani merupakan suatu program pemerintah yang dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penyaluran pupuk subsidi, sehingga diharapkan penyaluran pupuk subsidi akan memenuhi asas 6 tepat (jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga). Pelaksanaan Kartu Tani secara nasional dimulai pada tahun 2017 di lima lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan program Kartu Tani di Kabupaten Kudus dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kepuasan petani dalam pelaksanaan program Kartu Tani. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kudus pada bulan Oktober-November tahun 2022. Sampel petani dipilih secara simple random sampling dari 5 Desa di Kabupaten Kudus. Masing-masing desa diambil dari 5 kecamatan yang mewakili 5 zona wilayah yang telah menggunakan Kartu Tani. Total responden mencapai 135 petani. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif analisis. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Dari hasil analisis jalur didapatkan bahwa variabel yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan petani dalam pelaksanaan program Kartu Tani meliputi usia, tingkat pendidikan, sikap, motivasi, peran penyuluh dan peran perbankan. Peran kelompok tani memiliki pengaruh tidak langsung dalam pelaksanaan program Kartu Tani. Disimpulkan, peran penyuluh memiliki nilai pengaruh paling tinggi dengan nilai besar pengaruh 0,329 dan diikuti oleh sikap dengan nilai besar pengaruh 0,280.
Artificial Insemination in Local Beef Cattle Breeding Using Various Breeds of Males in West Lombok Regency: An Evaluation of Its Success Rate lukmanHy lukmanHy; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Mardiansyah Mardiansyah; Ryan Aryadin Putra
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada pembibitan sapi potong lokal dengan menggunakan berbagai bangsa pejantan berdasarkan Service Per Conception (S/C), Non-Return Rate (NRR), dan Conception Rate (CR) di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dan observasi terhadap 270 ekor sapi dengan masing-masing sebanyak 90 ekor akseptor IB per kecamatan dengan pejantan sapi Bali, Simmental, Limousin, Brahman, dan Angus. Peternak yang menjadi sampel ditentukan secara quota sampling dari 3 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan persentase S/C, NRR, dan CR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan IB terbaik berdasarkan S/C adalah dengan menggunakan semen sapi Bali, Simental, dan Limousin (1,15, 1,16, dan 1,25), sedangkan untuk sapi Angus dan Brahman 1,30 dan 1,33. Semen sapi Bali, Simental, dan Limousin menghasilkan NRR (84,55; 78,84; 75,0%), sedangkan Angus 66,66%. Nilai CR untuk semen sapi Bali, Simental, Limousin, Brahman, dan Angus masing-masing adalah 79,41; 71,15; 72,5; 66,66; dan 69,69%. Sapi jantan Bali, Simental, dan Limousin merupakan pejantan terbaik untuk keberhasilan IB, sedangkan sapi jantan Brahman dan Angus kurang diminati (12,22 dan 3,30%). Disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan yang paling tinggi ditunjukkan pada penggunaan semen sapi Bali dibandingkan dengan penggunaan semen sapi Simental, Limousin, Brahman, dan Angus.
Praktik Petani dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Studi Petani di Sentra Pertanian Selopamioro Kabupatan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta) Novendra Cahyo Nugroho; Siti Andarwati; Ratih Ineke Wati
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.502

Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu masalah lingkungan yang saat ini paling kritis dihadapi berbagai negara. Perubahan iklim memiliki banyak konsekuensi terhadap berbagai keberlanjutan proses pembangunan. Oleh sebab itu perubahan iklim masuk dalam agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Bappenas mencatat potensi kerugian akibat perubahan iklim mencapai Rp. 544 triliun pada 2020-2024. Sektor pertanian menjadi yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim sebab sangat berpengaruh terhadap cekaman lingkungan. Di sisi lain sektor pertanian merupakan tumpuan lapangan kerja dan pemasok kebutuhan pangan, pakan, dan energi. Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian antara lain meningkatnya hama dan menurunnya musuh alami, terjadinya cekaman yang membuat lahan kering maupun banjir, yang pada akhirnya menurunkan hasil produksi tanaman. Namun disisi lain petani selama bertahun tahun telah melakukan berbagai praktik budidaya yang sejatinya memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik-praktik yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan pada penelitian ini dengan melibatkan tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani melakukan manajemen pengairan melalui embung, diversifikasi komoditas, serta penggunaan input organik dalam upaya menghadapi perubahan iklim. Melalui berbagai aksi iklim tersebut, masyarakat Selopamioro menjadi lebih adaptif terhadap fenomena perubahan iklim. Akumulasi upaya adaptasi melalui berbagai praktik yang diterapkan oleh petani Selopamioro telah mendorong masyarakat untuk lebih siap dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Pengelolaan sumber daya alam yang didukung dengan kearifan lokal menjadi aspek penting dalam merespons perubahan iklim.
Evaluasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Perkotaan (Studi Kasus pada KWT Mekar Mandiri Kota Dumai dan Bijeh Ban Keumang Kota Banda Aceh) Fara Shaliza; Henny Sulistyorini
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.505

Abstract

Kegiatan P2L merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan melalui penyediaan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan, lahan kosong, dan lahan tidur yang tidak produktif. Keberlanjutan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu perlu dievaluasi dampak kegiatan P2L, faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan kegiatan serta permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak kegiatan P2L, faktor penentu keberhasilan kegiatan, dan permasalahan yang dihadapi. Evaluasi dampak kegiatan dilakukan menggunakan model logic. Metode yang digunakan ialah survei, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara mendalam (in-depth interview). Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2022. Temuan hasil penelitian antara lain: pertama, kegiatan P2L pada KWT Mekar Mandiri dan Bijeh Ban Keumang berdampak positif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi berupa penghematan pengeluaran untuk alokasi belanja sayur-mayur sehingga dana untuk membeli sayur bisa dialokasikan untuk keperluan lain. Dampak sosial yakni adanya perubahan budaya petani di perkotaan yang pada mulanya tidak memiliki kemampuan menanam sayuran menjadi mampu menanam. Dampak lingkungan adalah udara yang lebih yang segar, resapan air lebih banyak, dan pemandangan yang lebih indah. Kedua, faktor penentu keberhasilan kegiatan P2L yaitu adanya perencanaan yang baik, intensitas penyuluhan, kolaborasi dengan modal sosial, dan dukungan faktor eksternal. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan P2L antara lain kondisi cuaca kemarau sehingga banyak tanaman yang mati dan sayuran organik dijual dengan harga yang sama dengan sayuran non organik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan P2L memiliki tingkat keberlanjutan tinggi karena berdampak positif dan terdapat tingkat partisipasi yang tinggi dari anggota KWT dan masyarakat.
Dinamika Penggunaan Lahan oleh Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu Dewi Rukmana; Setiawati Setiawati; Mustofa Agung Sardjono
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.507

Abstract

Pada umumnya masyarakat di desa dan kelurahan sekitar kawasan konservasi memiliki ketergantungan terhadap kawasan konservasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Keputusan untuk melakukan perubahan jenis penggunaan lahan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngidentifikasi dinamika penggunaan lahan pertanian oleh masyarakat sekitar Kawasan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara langsung kepada masyarakat, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan dan pengelola Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu. Jumlah populasi dari ketiga desa yaitu sebanyak 758 KK dan yang menjadi sampel adalah 90 KK. Untuk informan kunci masing-masing 1 orang. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada awal bermukim masyarakat menggunakan lahan untuk menanam tanaman angan, seperti umbi-umbian, padi dan jagung serta ada juga beberapa yang menanam kopi. Kemudian masyarakat beralih menanam kakao karena memiliki nilai jual yang tinggi. Seiring berjalannya waktu harga dan produksi kakao mulai menurun masyarakat beralih untuk menanam kemiri dan jenis tanaman perkebunan lainnya. Karena adanya bantuan bibit jagung dari pemerintah, maka masyarakat kembali menanam jagung. Jenis penggunaan lahan oleh masyarakat di sekitar Kawasan Konservasi Taman Nasional Lore Lindu Perubahan penggunaan lahan dengan mengubah jenis tanaman yang dilakukan oleh masyarakat tujuannya tidak lepas untuk memenuhi kebutuhan hidup (keamanan pangan). Apalagi, bagi masyarakat pedesaan yang memang umumnya perekonomiannya terbatas, menggantungkan hidup mereka terhadap lahan (agraris).
Implementasi Marinasi Susu Sapi, Minyak Nabati, dan Strain Ayam Berbeda terhadap Kualitas Fisik, Kerenyahan, dan Kadar Kolesterol Fried Chicken Ahmad Bayu Ariawan; Harapin Hafid; Nur Santy Asminaya
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.508

Abstract

Fried chicken merupakan salah satu produk olahan ayam yang menggunakan prinsip deep frying untuk meningkatkan karakteristik produk dan kerenyahan yang khas dalam proses penggorengan. Produk ini menggunakan berbagai jenis minyak nabati yang menghasilkan kecerahan produk dengan perpaduan marinasi susu sebagai peningkat tekstur dan strain ayam berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis marinasi susu, minyak nabati, dan strain ayam berbeda terhadap sifat fisik, kerenyahan dan kadar kolestrol fried chicken. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan susu sapi, minyak nabati, dan strain ayam memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kerenyahan dan kadar kolestrol, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pH fried chicken, dan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap DIA fried chicken. Interaksi produk susu sapi dan minyak nabati memberikan perbedaan sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar kolestrol, berbeda nyata (p<0,05) terhadap kerenyahan, serta tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap pH dan DIA fried chicken. Interaksi jenis produk susu dan strain ayam berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, kerenyahan, dan kadar kolestrol, tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap DIA fried chicken. Interaksi minyak nabati dan strain ayam memberikan perbedaan sangat nyata (p<0,01) kadar kolestrol, berbeda nyata (p<0,05) terhadap pH, serta tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap DIA dan kerenyahan fried chicken. Jenis susu sapi memberikan perbedaan sangat nyata (p<0,01) terhadap kerenyahan dan kadar kolestrol, tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap pH dan DIA fried chicken. Jenis minyak nabati memberikan perbedaan sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar kolestrol, tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap pH, DIA dan kerenyahan fried chicken. Jenis strain ayam memberikan perbedaan sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, DIA, kerenyahan dan kolestrol fried chicken. Perlakuan susu sapi low-fat, minyak jagung dan strain Malindo merupakan perlakuan yang paling baik karena memiliki peranan kasein terhadap peningkatan kondisi asam pada daging ayam.
Farmers’ Perceptions of Extension Officers’ Role in the Agricultural Development Strategy Command (KOSTRATANI) Program Norbertus Citra Irawan
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.509

Abstract

Tantangan dalam program KOSTRATANI, antara lain adalah masalah koordinasi dan keterbatasan sumber daya, mempengaruhi persepsi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap peran penyuluh pertanian pada Program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) di Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian dipilih secara purposif di Kecamatan Cepogo, Selo, dan Musuk yang anggota kelompok taninya lebih dari 200 orang. Sampel penelitian diambil secara simple random sampling, yaitu sebanyak 150 responden petani dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi persepsi petani terhadap peran penyuluh pertanian, mayoritas responden setuju dengan kontribusi penyuluh pada aspek yang diteliti. Namun ada juga sebagian petani yang mempunyai persepsi negatif terhadap peran penyuluh. Untuk mengatasi persepsi negatif tersebut, diperlukan inovasi dan strategi yang dapat meningkatkan efektivitas konseling. Penyuluh pertanian perlu memperkuat pengetahuan dan keterampilannya dalam memberikan pendampingan kepada petani, khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam hal ini penyuluh dapat melakukan pendekatan komunikasi yang lebih terbuka, melibatkan petani dalam pengambilan keputusan, dan memanfaatkan inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan akses petani terhadap informasi dan sumber daya. Rekomendasi kebijakan dan strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Efektivitas Perendaman Sari Belimbing Wuluh dan Sari Daun Pepaya Konsentrasi Berbeda terhadap Kualitas Fisikokimia Daging Kambing Anggi Widyastuti; Tri Puji Rahayu; Mira Dian Naufalina
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.522

Abstract

Daging kambing memiliki protein yang tinggi dan cukup untuk dikonsumsi, namun rentan pembusukan dan bau prengus. Alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas fisik dan kimia melalui perendaman larutan belimbing wuluh dan ekstrak daun pepaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji efektivitas dari perendaman sari belimbing wuluh dan daun pepaya sebagai bahan pengawet alami terhadap kualitas fisikokimia daging kambing. Bahan yang digunakan adalah buah belimbing wuluh, daun pepaya, aquades, larutan buffer pH solution, dan sampel daging kambing bagian paha. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap terdiri 4 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi P0: 0% sari belimbing wuluh + 0% sari daun pepaya, P1: 15% sari belimbing wuluh + 5% sari daun pepaya, P2: 30% sari belimbing wuluh + 10% sari daun pepaya, dan P3: 45% sari belimbing wuluh + 15% sari daun pepaya dengan lama perendaman 45 menit. Data dianalisa yang digunakan yaitu sidik ragam dan diuji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan daya ikat air meningkat, susut masak menurun, pH normal pada perlakuan P3. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian sari buah belimbing wuluh 45% dan daun pepaya 15% selama 45 menit mampu mempertahankan kualitas daging kambing memberikan hasil daya ikat air (DIA) meningkat 31,42%, susut masak menurun 30,82%, dan pH tetap dalam kondisi normal 3,14-5,97.
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup Syilwa Aulia Rizquna; Syifa Nur Maulida; Hannifah Hannifah; Ahmad Abdan Syakuron; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.532

Abstract

Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyarakat. Daun jati, dapat dijadikan sebagai pewarna alami dikarenakan adanya kandungan antosianin. Antosianin merupakan pigmen penghasil warna merah serta termasuk dalam senyawa turunan polifenol. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan mengkaji penambahan esktrak daun jati sebagai pewarna alami pada sirup. Daun jati diekstrak dengan menggunakan aquadest dan asam sitrat, dilakukan proses maserasi dan kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Hasil proses pemekatan ditambahkan gula dan dipanaskan sehingga menghasilkan sirup ekstrak daun jati. Analisis yang dilakukan yaitu pengukuran warna, pengukuran viskositas, pengukuran pH, pengukuran kadar gula, serta dilakukan uji sensoris. Intensitas kecerahan (lightness), daun jati belanda menghasilkan nilai lebih tinggi dibandingkan sirup dengan daun jati lainnya. Selanjutnya, sirup dengan ekstrak daun jati lokal menghasilkan tingkat kemerahan atau nilai a lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Nilai b yang lebih tinggi, dihasilkan dari sirup dengan ekstrak daun jati belanda. Nilai viskositas sirup daun jati super menghasilkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Daun jati lokal memiliki intensitas warna yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ketiganya. Sedangkan pada pengujian viskositas, pH, kadar gula daun jati super menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan daun jati lainnya.