cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Implementasi Konsep Desa Membangun dengan Kearifan Lokal Petani di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nur Zaman; Ahmad Firman Ashari; Nirawati Nirawati; Hertasning Yatim
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.458

Abstract

Indek Desa Membangun merupakan indeks gabungan yang dibentuk dari indeks ketahanan ekonomi, sosial dan ekologi desa dengan mengelola sumberdaya yang terdapat dalam desa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kearifan lokal merupakan bagian dari masyarakat untuk bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungan, kebutuhan dan kepercayaan yang telah berakar dan sulit untuk dihilangkan untuk membangun suatu peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep desa membangun dengan kearifan lokal petani yang masih tetap dilestarikan dan dijaga di Desa Tompobulu dalam melaksanakan pembangunan desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Spesifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yakni tokoh-tokoh yang paham dan mengetahui tentang kondisi masyarakat dan lingkungan Desa Tompobulu. Hasil penelitian ini menemukan adanya berbagai kegiatan kearifan lokal yang masih tetap dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Kearifan lokal tersebut yaitu (1) mappadendang yang merupakan acara adat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan panen yang diperoleh, (2) melestarikan lingkungan dengan menanam pohon bagi yang akan menikah, (3) tradisi ammurang sebagai bentuk gotong royong (bekerja sama), dan (4) acara pernikahan warga wajib dilaksanakan pada hari Jum’at yang dianggap hari yang istimewa dan hari raya bagi umat Islam. Kegiatan mappadendang, melestarikan lingkungan, tradisi ammurang dan menikah pada hari Jum’at merupakan kearifan lokal yang masih terus dijaga dan dilestarikan oleh segenap masyarakat dan pemerintah Desa Tompobulu sampai sekarang sebagai strategi dalam menerapkan konsep Desa Membangun untuk menjaga kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.
Evaluasi Manajemen Pemberian Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Pakan di Wilayah Kabupaten Majene Agni Ayudha Mahanani; Andi Sukma Indah; Irmayanti Irmayanti; Ruth Dameria Haloho; Adli Putra Ermanda; Nita Adillah Pratiwi; Jisril Palayukan; Weny Dwi Ningtiyas; Khatifah Khatifah
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.463

Abstract

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Barat mengadakan pengusulan pembetukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Pakan pada tahun 2016 untuk dapat mengolah dan mengembangkan industri peternakan di wilayah Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Majene yang sedang mengembangkan bibit Kambing Peranakan Etawa (PE). Kambing PE merupakan kambing hasil persilangan Kambing Etawa (kambing jenis unggul dari India) dengan Kambing Kacang (lokal) yang relatif lebih baik mampu beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia. Penelitian lapangan ini yang bertujuan untuk memberi informasi dan gambaran mengenai tata laksana manajemen pemberian pakan pada ternak kambing di UPTD X. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengetahui tata laksana manajemen pemberian pakan pada ternak kambing di UPTD X yaitu dengan cara mengikuti praktik secara langsung, melakukan pengumpulan data melalui wawancara, dan observasi langsung terkait data keadaan umum, sumber pakan, prosedur pemberian pakan, dan manajemen pemberian pakan kambing PE di UPTD X. UPTD X memiliki 24 ekor kambing PE yang dipelihara dengan sistem intensif. Pakan ternak yang diberikan di UPTD X terdiri dari hijauan segar, konsentrat dan mineral block. Namun, prosedur dan manajemen pakan belum sesuai dengan kebutuhan ternak, berdasarkan fase pertumbuhan dan produktifitas ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeliharaan di UPTD X terutama pada manajemen pemberian pakan kambing PE yang dilakukan belum cukup baik dan belum memenuhi kriteria pemberian pakan yang mengutamakan kuantitas dan kualitas yang dapat meningkatkan produksi, pertumbuhan juga mensejahterakan ternak.
The Quality of Broiler Chicken Meat Sold in Traditional Market of Jember Regency: Escherichia coli Bacteria Contamination Rate, TPC Test, Water Content, and pH Value Dharwin Siswantoro; Imam Busthomi; Ujang Suryadi; Agus Hadi Prayitno; Satria Budi Kusuma
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.466

Abstract

The goal of this study was to assess whether the broiler chicken meat sold in Jember Regency's traditional markets complied with the Indonesian National Standard's (SNI) level for Escherichia coli contamination. Sixteen samples of broiler chicken meat were randomly selected (random sampling) from eight traditional markets that met the Jember Regency's requirements for traditional markets. Escherichia coli was examined by inoculating the bacteria on L-EMBA media and then performing a microscopic examination. The parameters of this study were the Escherichia coli bacteria content test, the TPC test, the water content, and the pH value of broiler chicken meat. The binomial test and descriptive analysis were utilized in this study's data analysis. Sixteen samples of broiler chicken meat from traditional markets in the Jember Regency were subjected to binomial tests, and none of the findings revealed the presence of the bacteria Escherichia coli. However, the TPC findings from 16 samples of broiler chicken meat revealed that every one of them above the 1x106 cfu/ml according to SNI requirements. With an average water content of 75.07% and an average pH of 6, broiler chicken meat is an ideal environment for microbial development. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that broiler chicken meat in Jember Regency is free from contamination of Escherichia coli bacteria, but the number of TPC is still above the standard.
Pengaruh Penambahan Fermentasi Biji Karet dengan Ragi yang Berbeda pada Pakan terhadap Performa Ayam Kampung Alditya Putri Yulinarsari; Suci Wulandari; Dadik Pantaya; R. Teguh Wahyuda; Prayogi Damar Waskito
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.467

Abstract

Limbah biji karet berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan, namun memiliki keterbatasan dalam penggunaannya akan tetapi perlu adanya pembatasan karena mengandung zat anti nutrisi yaitu HCN. Salah satu upaya untuk menurunkan kandungan HCN dan mempertahankan kandungan nutrien lainnya yaitu dengan metode fermentasi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui performa ayam kampung dengan memanfaatkan biji karet yang terfermentasi dengan ragi berbahan dasar jamur Rhizopus oligosporus dan Neurospora sitophila. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2022 melalui dua tahap yaitu penelitian laboratorium untuk pembuatan fermentasi biji karet dengan konsentrasi ragi 109 CFU/g dan penelitian lapang selama 7 minggu. Penelitian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan yaitu P0: 100% pakan perlakuan; P1: 95% pakan perlakuan+5% biji karet terfermentasi Rhizopus oligosporus; P2: 95% pakan perlakuan+5% biji karet terfermentasi Neurospora sitophila dengan 5 ulangan dan setiap ulangan berisikan 6 ekor ayam kampung. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan, Pertambahan Bobot Badan (PBB), Feed Convertion Ratio (FCR) dan Income Over Feed Cost (IOFC). Hasil penelitian menunjukan bahwa FCR dan PBB memiliki pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) sedangkan konsumsi pakan dan IOFC tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap penambahan biji karet terfermentasi pada pakan. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian biji karet terfermentasi ragi Rhizopus oligosporus mampu meningkatkan performa produksi ayam kampung lebih baik dibandingkan menggunakan ragi Neurospora sitophila.
The Younger Generation and the Future of Agriculture Nisa Suriani; Yoanna Pusvita Sari; Fitri Handayani; Helmi Noviar
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.468

Abstract

Sektor pertanian merupakan penyediaan bahan pangan yang sangat dibutuhkan terutama untuk keberlangsungan hidup, manusia membutuhkan makanan sebagai sumber energy dalam tubuh untuk melakukan aktivitas. Sektor pertanian adalah penggerak bagi sektor lainnya, dan sebagai penyediaan lapangan pekerjaan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur demografi akibat menurunnya minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan di bidang pertanian. Dengan pendekatan tinjauan sistematis melalui metode deskriptif naratif dan meta analisis. Hasil kajian penulis terhadap literature terkait pertanian dan generasi muda diperoleh duapuluh tiga artikel ilmiah. Cakupan pembahasan dalam pasal-pasal tersebut tidak hanya mencakup Indonesia, tetapi juga negara-negara lain, seperti China, Jepang, Thailand, Korea, dan lain-lain. Hasil analisis tinjauan menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan sosial mempengaruhi penurunan minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian. Faktor ekonomi adalah pendapatan, keterbatasan lahan, margin keuntungan yang rendah, tingkat pendidikan generasi muda yang lebih baik, faktor yang dominan terjadi di Indonesia. Sedangkan faktor sosial ditemukan dalam diskusi terkait citra bekerja di bidang pertanian, keluarga, lingkungan dan dukungan pemerintah. Jika masalah ini tidak teratasi, maka akan berdampak pada jumlah pekerja atau kelompok kerja muda yang tidak cukup untuk meneruskan kegiatan proses produksi pangan yang dilakukan oleh kelompok tua. Terakhir, meningkatnya jumlah lulusan di berbagai jurusan tidak dibarengi dengan peningkatan daya tarik bekerja di sektor pertanian. Indonesia merupakan negara yang bertumpu pada sektor pertanian. Oleh karena itu, terobosan dan program kebijakan yang komprehensif di sektor pertanian perlu segera dilakukan.
Keragaman Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi (Oryza sativa) sebagai Sumber Benih di Kalimantan Timur Sri Maulidah Noor
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.469

Abstract

Padi (Oryza sativa) merupakan bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Benih sebagai bagian faktor penentu dalam menghasilkan produksi yang bermutu. Kalimantan Timur tahun 2021 ketersediaan benih padi hasil produksi penangkar domestik hanya bisa memenuhi 49,13% dari total kebutuhan benih untuk luas pertanaman 66.887,25 Ha. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran keragaman varietas padi yang dikembangkan sebagai sumber benih di Kalimantan Timur. Hasil ini bisa menjadi dasar penentuan kebijakan dalam menyusun rencana pengembangan komoditas padi berbasis spesifik lokasi dan metode yang tepat dalam memberdayakan produsen/penangkar benih local melalui kegiatan ekatalog local atau penunjukan langsung yang harapannya mampu menyerap benih yang tersedia diprodusen/penangkar lokal (In Situ). Kajian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2022 di 7 Kabupaten/Kota lokasi pengembangan sentra benih tanaman pangan dalam kurun waktu 2019-2021 dengan metode pengumpulan data melalui analisa deskritif kuantitatif pada 21 kelompok penangkar benih. Dari hasil survei menunjukkan perkembangan industri perbenihan di Kalimantan Timur kurun waktu 2019 – 2021 mengalami kenaikan secara luasan mencapai 198% namun berbanding terbalik dengan penurunan jumlah keragaman varietas mencapai 57% atau hanya 16 Varietas padi yang dikembangkan dibanding tahun 2020 dengan jumlah varietas mencapai 28 jenis. Tahun 2021 pengembangan sentra benih mengalami kenaikan luasan > 110% dari luasan tahun 2020 yaitu mencapai 762,35 ha. Sayangnya kenaikan luasan lahan tidak diimbangi dengan keragaman varietas unggul baru, tercatat pada tahun 2021 varietas yang berkembang hanya 16 varietas saja. Varietas Mekongga masih mendominasi seluas 452,35 ha (59,29%) namun dalam penyerapan benih dalam kegiatan bantuan benih hanya berjumlah 473,05 ton. Atau separuh dari jumlah produksi benih yang dihasilkan penangkar, keadaan ini mengakibatkan keengganan petani untuk maksimal dalam melakukan produksi benih. Sehingga produsen/penangkar benih hanya mengembangkan varietas yang dijadikan sebagai bantuan benih dan sulitnya regulasi penangkar benih untuk berperan dalam kegiatan pengadaan bantuan benih.
Perbaikan Beberapa Sifat Tanah Sulfat Masam dengan Penerapan Biochar Sekam Padi Teraktivasi Diperkaya Trichoderma sp. dan Limbah Agroindustri untuk Mendorong Hasil IR Zink Muhammad Helmy Abdillah; Mila Lukmana; Aida Aida
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.477

Abstract

Padi varietas unggul baru (VUB) yang ditanam di atas tanah mineral pasang surut sangat sulit untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Hal ini disebabkan sifat tanah yang buruk, diantaranya pirit dan kerapatan massa tanah yang tinggi. Aplikasi biochar yang telah diaktifkan dan diperkaya limbah agroindustri yang berlimpah diharapkan mampu memperbaiki beberapa sifat tanah sehingga mendorong produktivitas VUB IR Zink. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan dosis biochar sekam padi teraktivasi yang diperkaya Trichoderma sp. dan dikombinasikan limbah padat agroindustri terhadap penurunan pirit dan kerapatan massa tanah pada tanah sulfat masam serta menilai pengaruhnya terhadap volume akar dan berat gabah kering giling yang dihasilkan dari tanaman padi IR Zink. Penelitian ini dilakukan pada Januari – Juni 2022 di dalam screen UV kebun percobaan Politeknik Hasnur menggunakan rancangan faktorial tersarang dan hasil pengamatan peubahnya dianalisis menggunakan model BNJ α 5%. Bahan yang digunakan yakni sekam padi yang diolah menjadi biochar dan diaktivasi menggunakan asam laktat, biakan Trichoderma sp. dalam media beras, limbah padat karet remah, dan limbah solid decanter. Perlakuan merupakan kombinasi antara 60% biochar sekam padi teraktivasi diperkaya 10% biakan Trichoderma sp. pada beras dikombinasikan masing-masing limbah padat tersebut sebesar 30%, kemudian hasil kombinasi tersebut diaplikasikan ke tanah, sebanyak 30 g, 40 g, dan 50 g per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar diperkaya Trichoderma sp. yang dikombinasikan limbah padat karet remah pada taraf perlakuan 40 g per tanaman padi dinyatakan efektif dalam menurunkan pirit dan kerapatan massa tanah, serta dapat meningkatkan volume akar dan berat gabah kering giling tanaman padi IR Zink.
The Pengaruh Ekstrak Metanol Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Kejadian dan Intensitas Serangan Hama pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Yoseph Pratama Lumban Tobing; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.480

Abstract

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kuantitas dan kualitas tanaman yaitu hama. Pengendalian hama yang saat ini diterapkan masih terfokus pada penggunaan pestisida sintetik yang memiliki berbagai dampak negatif. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya terbuat dari tumbuhan, penggunaan pestisida nabati diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam menekan serangan hama pada tanaman cabai dengan dampak negatif yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas ekstrak metanol daun tembakau terhadap kejadian dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol daun tembakau dengan konsentrasi A1 (0%), A2 (0,5%), A3 (1%), A4 (2%), A5 (4%). Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A5 memiliki hasil yang lebih unggul pada parameter jumlah daun terserang dengan nilai serangan paling rendah yaitu 2,37%. Parameter intensitas serangan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan A5 dengan nilai dari 0% di 2 MST sampai 1,81% di 11 MST. Perlakuan A4 dengan konsentrasi ekstrak metanol daun tembakau 2% memperoleh hasil tinggi tanaman paling baik yaitu 14,31 cm pada 2 MST dan 45,44 cm pada 7 MST. mulai dari 14,25 cm di 2 MST sampai 45,44 cm di 7 MST dan jumlah daun tertinggi sebanyak 11,21 helai di 2 MST hingga 56,87 helai di 11 MST dibanding dengan perlakuan kontrol sebanyak 10,44 helai di 2 MST hingga 52,81 helai di 11 MST.
Efektivitas Pemosisian Restoran Cepat Saji Ayam Goreng Merek Lokal: Studi Empiris Berbasis Perspektif Konsumen Diwan Hiliza Yahya; Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah; Suci Paramitasari Syahlani
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.487

Abstract

Efektivitas pemosisian merek mengacu pada penilaian terhadap suatu merek dari sudut pandang konsumen antara lain diferensiasi, kesukaan, dan kredibilitas. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis dimensi-dimensi dalam efektivitas pemosisian restoran cepat saji ayam goreng merek lokal, dan (2) menganalisis perbedaan dimensi-dimensi dalam efektivitas pemosisian pada restoran cepat saji ayam goreng merek lokal. Metode yang digunakan untuk menentukan restoran cepat saji ayam goreng merek lokal adalah melalui survei brand recall. Sampel menggunakan 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling yaitu responden yang memiliki pengetahuan tentang merek-merek tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menerapkan analisis data menggunakan dua metode yaitu analisis Kruskal-Wallis dan analisis Mann-Whitney U. Restoran cepat saji ayam goreng merujuk pada merek lokal yang sering ditemui oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan manfaat bagi pelaku bisnis, terutama dalam konteks pelaku bisnis restoran cepat saji ayam goreng lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi diferensiasi, kesukaan, dan kredibilitas diposisikan berbeda dalam efektivitas pemosisian merek Rocket Chicken dan merek Olive Fried Chicken (p <0,05). Terdapat perbedaan dimensi diferensiasi (p <0,05), kesukaan (p <0,05), dan tidak ada perbedaan pada kredibilitas (p >0,05) dalam efektivitas pemosisian restoran cepat saji ayam goreng merek Rocket Chicken dan Olive Fried Chicken. Rocket Chicken dan Olive Fried Chicken perlu memperhatikan dimensi-dimensi efektivitas pemosisian merek agar strategi pemosisian tepat. Sehingga keunggulan bersaing dan kepercayaan konsumen didapatkan oleh produk tersebut.
Uji Hedonik Bakso terhadap Campuran Bumbu pada Daging melalui Analisis Pendekatan Statistik di Wilayah Perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste Gusti Ayu Oka Citrawati; Sejati Pratama
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.491

Abstract

Bakso merupakan makanan favorit masyarakat indonesia yang terbuat dari daging sapi. Bahan pembuatan bakso terdiri dari 60% daging sapi sebagai bahan baku dan 40% campuran bahan dan bumbu lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis data organoleptik bakso dan campurannya dari berbagai pendekatan stastik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan uji eksperimen dan uji hedonik sebanyak 15 orang panelis. Uji tersebut diukur menggunakan pendekatan statistik (Uji Kruskal Wallis dan Uji Friedman) dengan parameter yang diuji yaitu warna, rasa, aroma, tekstur, dan daya terima secara keseluruhan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa uji Friedman memberikan pengaruh yang nyata terhadap warna dan rasa bakso (P<0,05), tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aroma dan tekstur bakso. Melalui pendekatan statistik uji Kruskal Wallis, Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan Acak Kelompok (RAK) terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan tekstur bakso perlakuan I dan perlakuan II memberikan pengaruh yang tidak nyata. Kesimpulan dari penelitian bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur bakso pada perlakuan I lebih disukai panelis daripada bakso perlakuan II. Melalui uji Friedman berpengaruh nyata terhadap warna dan rasa bakso (P<0,05). Sedangkan uji Kruskal Wallis, Uji Rancangan Acak Lengkap dan Acak Kelompok tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan tekstur bakso.