cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
STUDI IN SILICO SENYAWA ALKALOID DARI BUNGA TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS (L) G. DON) PADA RESEPTOR ESTROGEN BETA SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA Yusransyah S.Farm, M.Sc, Apt; Dina Pratiwi S.farm, M.Sc; Lia Khaerunnisa
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.3

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang sering ditemui dikalangan wanita dunia.Bunga tapak dara mengandung lima senyawa alkaloid yang bisa menghambat kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa alkaloid sebagai antikanker ayudara pada reseptor estrogen beta. Senyawa uji yang digunakan yaitu lima nyawa alkaloid dari bunga tapak dara (Catharanthus roseus (L) G. Don) yaitu, vincristine -6.10 kkal/mol, vinorelbine -7.02 kkal/mol, vinflunine -6,60 kkal/mol, vinblastine -6,44kkal/mol, vindensine -8,30 kkal/mol, serta senyawa pembanding yaitu estradiol dan genistein. Optimasi geometri menggunakan hyperchem dengan metode semi empirik (PM3), Reseptor yang digunakan adalah reseptor estrogen beta dengan kode PDB 1QKM. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Nilai skor docking dari lima senyawa alkaloid terhadap reseptor estrogen beta pada gridbox 126x126x126 yaitu vincristine -6,10 kka/mol, vinblastine -6,44 kka/mol, vindensine -8,30 kka/mol, vinflunine -6.60 kka/mol, vinorelbine -7,02 kkal/mol, estradiol -11,13 kka/mol dan genistein -9.34 kka/mol. Senyawa lima alkoloid diprediksi tidak berpotensi sebagai antikanker pada reseptor estrogen beta. Kata kunci : Senyawa-senyawa alkaloid, bunga tapak dara, docking, 1QKM.
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Operasi Sesar (Sectio caesarea) Di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Widia Novietaningtyas; Selpina Kurniasih; Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.425

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah persalinan buatan, janin dilahirkan melalui insisi pada dinding abdomen (lapartomi) dan dinding uterus/ rahim (histerektomi), dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin lebih dari 500 gram. Angka kelahiran dengan metode operasi sesar berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 sebesar 9,8% dari total 49.603 kelahiran sepanjang tahun 2010 sampai dengan 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar, serta mengevaluasi berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan tepat waktu pemberian. Jenis Penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan berupa data retrospektif dilakukan melalui rekam medik pasien operasi sesar tahun 2018 dengan jumlah pasien 95 pasien yang dibandingkan dengan Pedoman Penggunaan Antibiotik Profilaksis RSUD Kab Tangerang dan ASHP 2012. Hasil penelitian menunjukan pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar yaitu dengan terapi tunggal Sefotaksim (97,89%) dan terapi tunggal Seftriakson (2,11%). Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis pada Pasien Operasi Sesar yaitu tepat obat (100%), tepat dosis (100%) dan tepat waktu pemberian (3,16%). Kata Kunci: Antibiotik Profilaksis, Evaluasi Penggunaan Obat
PENGARUH PEMBERIAN AIR ALKALI TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY Septiandu indransyah1; Sefi Megawati2; M, Fajrin Noviyanto3; Nur'aini 4
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i2.82

Abstract

Hiperlipidemia adalah peningkatan kadar lemak dalam darah karena konsumsi lemak secara berlebihan, sehingga asupan dan perombakan lemak tidak seimbang. Air alkali adalah air dengan kandungan mineral yang sangat tinggi di dalamnya terdapat kandungan antioksidan, yang diduga mempunyai efek menurunkan lipid darah. penelitian ini bertujuan mengetahuin efek air alkali terhadap kadar kolesterol total pada tikus putih jantan galur Sprague Dawley yang di induksi propiltiourasil (PTU). Kadar kolesterol total diukur dalam serum darah tikus dengan menggunakan alat strip kolesterol. Penelitian ini adalah eskperimental karena berinteraksi langsung dengan subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan uji perbandingan. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan Sprague Dawley berjumlah 24 ekor tikus yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok perlakuan normal (K1) kelompok perlakuan kontrol negative (K-) diberi suspensi propiltiourasil (PTU) 0,01 %, kelompok perlakuan kontrol positif (K+) diberi suspense Simvastatin 0.18 mg/200 g BB, kelompok perlakuan air alkali pH 8, pH 9, dan pH 10, Data dianalisis dengan uji one way Anova untuk membandingkan antara kelompok kontrol normal, kontrol negatif, control positif dan air alkali. Data hasil pengujian kadar kolesterol darah dengan pH 8, pH 9, dan pH 10 memberikan penurunan kadar kolesterol darah. Pemberian air alkali pH 10 pada hari ke 7 memberikan hasil yang signifikan dan berbeda nyata dibandingkan kelompok kontrol normal dan tidak berbeda nyata dengan simvastatin 0,018 mg/200 g BB. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air alkali dengan pH 10 pada hari ke 7 memberikan penurunan kadar kolesterol darah yang efektif dan berbeda nyata (signifikan) dibandingkan pemberian air alkali pH 8 dan air alkali pH 9. Kata Kunci : Air alkali, kadar kolesterol darah, kolesterol.
FORMULASI SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILIUM L) SEBAGAI ANTIFUNGI DENGAN VARIASI TIPE BASIS SALEP DAN EVALUASI SIFAT FISIKNYA Sofi Nurmay Stiani; Rini Rumantir; Sefi Megawati
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i1.15

Abstract

Berdasarkan penelitian Anandini Nindya Lestari Umar (2011) telah membuktikan bahwa ekstrak daun Kemangi dengan kosentrasi 50% berdasarkan uji kadar hambat minimum (KHM) dengan metode sokletasi dengan pelarut etanol 70% menghambat pertumbuhan Candida Sp lebih baik dibandingkan Ketokonazol 2% pada kandidiasis vulvovaginalis secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk membuat salep yang memenuhi persyaratan, mengetahui sifat fisik salep ekstrak etanol Daun Kemangi (Ocimum basilium L) dengan variasi tipe basis salep dan mengidentifikasi kandungan senyawa kimia yang terdapat pada Daun Kemangi (Ociumum basilium L). Hasil dari penelitian ini adalah Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilium L) dapat dijadikan sediaan salep yang memenuhi syarat, evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, uji daya sebar, daya lekat, dan proteksi. Uji organoleptis meliputi warna, bau, homogenitas, dan konsistensi. Dari ketiga basis salep tersebut didapat bahwa basis salep hidrokarbon dan basis salep serap (absorpsi) stabil tidak mengalami perubahan setelah diamati selama 1 minggu. Sedangkan basis salep larut air mengalami perubahan bau dari hari pertama bau khas ekstrak daun kemangi dan mengalami perubahan bau pada hari ketiga menjadi bau khas PEG. Uji daya sebar, dari hasil uji daya sebar pada ketiga formula didapatkan hasil bahwa (Formula 1) basis larut air yang memiliki daya sebar lebih luas yaitu 5,67 cm2 dibandingkan (Formula 2) basis hidrokarbon 3,91 cm2 dan (Formula 3) basis absorpsi 3,73 cm2. Uji daya lekat, dilihat dari data yang didapatkan basis hidrokarbon memiliki daya lekat paling besar dan yang paling kecil daya lekatnya ada pada basis larut air. Uji Proteksi, dari data yang didapat ketiga formula memiliki kemampuan proteksi yang paling baik adalah basis hidrokarbon, dimana memiliki kemampuan melindungi kulit dari pengaruh luar. Kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak Daun kemangi adalah flavonoid yang berfungsi sebagai antifungi. Kata kunci : Salep, Daun kemangi, Antifungi
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL DAN KADMIUM PADA KERANG HIJAU (Perna viridis L.) DI PERAIRAN KABUPATEN TANGERANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Siti Mayholida; Zennith Putri Dewianti; Diana Sylvia
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.283

Abstract

ABSTRAK Kerang hijau sangat digemari oleh masyarakat karena harga yang lebih murah dari ikan. Kualitas kerang hijau dapat menurun jika ada pencemaran logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perairan yang mempunyai dampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal dan kadmium pada kerang hijau (Perna viridis L.) di perairan kabupaten Tangerang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel yang dianalisis sebanyak 6 sampel kerang hijau sebelum dan sesudah perebusan. Hasil analisis kandungan timbal dan kadmium pada kerang hijau di perairan kabupaten Tangerang yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan timbal dan kadmium didalamnya, tetapi untuk mengetahui perairan yang menghasilkan hasil analisis terbesar maka harus dihitung hasil konsenterasi sebenarnya yang dihasilkan dan hasil rata-rata konsenterasi yaitu analisis timbal pada kerang hijau di perairan Kronjo 0,1695, Tanjung Kait -0,1288 dan Cituis -0,08065 mg/kg. Sedangkan untuk nilai rata-rata konsenterasi Kadmium pada perairan Kronjo -0,6699 mg/kg, Tanjung Kait -0,5052 dan Cituis -0,4280 mg/kg. Sedangkan hasil sesudah perebusan pada kerang hijau yaitu hasil rata-rata analisis timbal pada perairan Kronjo 0,15558 mg/kg, Tanjung Kait 0,1998 dan Cituis -0,09997 mg/kg, sedangkan dalam analisis Kadmium yaitu perairan Kronjo -0,5868, Tanjung kait -0,5943 dan Cituis -0,658 mg/kg. Kata Kunci : Kerang hijau (Perna viridis L.), Pencemaran, Spektofotometri Serapan Atom (SSA)
REVIEW ARTIKEL: PRONIOSOM SISTEM PENGHANTARAN OBAT TRANSDERMAL Hilda Damayanti; Zenith Putri Dewianti; Arini Aprilliani
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.138

Abstract

Sistem penghantaran obat transdermal proniosom dapat menjadi sistem penghantaran yang potensial yang dapat digunakan secara luas oleh beberapa zat aktif. Proniosom merupakan suatu vesikel yang dibuat dari surfaktan dalam bentuk serbuk kering ataupun liquid kristalin padat yang dapat menjerat senyawa obat yang polar maupun non polar. Keunggulan proniosom yaitu dapat mencegah ketidakstabilan fisik seperti sedimentasi, agitasi, fusi dan kebocoran, menghindari degradasi (hidrolisis dan oxidase) dan dapat meningkatkan kecepatan menembus barrier kulit. Metode pembuatan Pronisom bentuk liquid kristalindilakukan dengan metode co-aservatif dengan mencampurkan surfaktan, alkohol dan fase air. Review artikel ini menyajikan teknik preparasi proniosom beserta formula terbaik dari beberapa zat aktif diantaranya Ondansetron Hidroklorida, Simvastatin, Nisoldipine, Nipedipine, Levonorgestrel, Estradiol, Captoprildan Tenoxicam. Sistem pengantaran transdermal proniosom perlu terus di kembangkan sesuai dengan zat aktifnya. Sistem ini menjadi sebuah gerbang untuk penelitian di masa depan untuk pengobatan khususnya di Indonesia. Kata Kunci :Proniosom, Sistem Penghantaran Transdermal
Studi Homology Modeling Enzim Tirosinase (Homo Sapiens) Dengan Menggunakan Swiss-Model Junaidin Junaidin; Shinta Chaerani; Nur’afifah Husniah Fadla
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.125

Abstract

Agen pemutih kulit biasanya bekerja dengan mengurangi pigmen melanin yang merupakan sumber utama warna kulit dengan menghambat kerja enzim tirosinase. Enzim tirosinase adalah target yang menarik untuk pengembangan agen pemutih kulit. Studi in silico enzim tirosinase pada manusia masih terbatas dilakukan, dimana struktur 3D dari enzim tirosinase untuk manusia belum tersedia secara eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi struktur 3D dari enzim tirosinase menggunakan program Swiss-Model®. Pembuatan model menggunakan metode homology modeling untuk memprediksi struktur 3D dari enzim tirosinase manusia. Pembuatan model enzim tirosinase pada manusia menggunakan template 5m8q dengan kesamaan 45%. Struktur 3D dari enzim tirosinase yang dihasilkan dari Swiss-Model® diperoleh skor QMEAN -2,95 yang menunjukkan kualitas model yang baik. Hasil evaluasi dan optimisasi kualitas model diperoleh dengan mengevaluasi nilai clashscore, persentase residu pada daerah yang tidak diizinkan, residu dengan skor rata-rata 3D-1D≥0,2 dan nilai skor model molprobity memenuhi persyaratan model yang baik.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL 70% BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) MELALUI PENGHAMBATAN AKTIVITAS ENZIM α- GLUKOSIDASE Okpri Meila; Deviya Purwandarie
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i1.71

Abstract

Prevalensi penyakit diabetes terus meningkat di seluruh dunia. WHO memprediksikan peningkatan jumlah penyandang diabetes yang cukup besar untuk tahun-tahun mendatang. Buah kiwi memiliki banyak kandungan nutrisi, bahkan jumlahnya tersimpan lebihbanyak dibanding buah-buahan lain.Penelitian yang mendukung buah kiwi sebagai antidiabetes yaitu dari Buku Healts Secret of Kiwi Fruits tahun 2010 yang menyatakan bahwa buah kiwi bagus untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes. Buah kiwi (Actinidia deliciosa) mengandung senyawa flavanoid, alkaloid, dan saponin, yang berarti senyawa tersebut dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan α-glukosidase pada ekstrak etanol 70% buah kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai pengobatan diabetes melitus. Simplisia di maserasi dengan etanol 70% sebanyak 3.500 ml pekatkan dengan rotary evaporator suhu 40ºCz. Berdasarkan hasil uji tersebut maka didapatkan IC50 4,251 ppm dan akarbose 13,672 ppm. Kata kunci: Prevalensi penyakit diabetes, buah kiwi (Actinidia deliciosa), enzim α-glukosidase, etanol70%.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus (Schult.) Kurz.) TERHADAP JAMUR Candida albicans Abdul Aziz Setiawan; Latif , Yudha Aditama; Yusransyah ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i2.100

Abstract

Bambu tali (Gigantochloa apus (Schult.) Kurz.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan mengandung berbagai senyawa metabolit yang memiliki aktifitas sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur dari ekstrak daun bambu tali terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium. Sampel yang digunakan adalah serbuk daun bambu tali yang diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dilakukan pemekatan menggunakan rotary evaporator, untuk selanjutnya digunakan dalam uji aktivitas antijamur. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi Cup Plate Technique (sumuran). Kelompok perlakuan terbagi menjadi 7 kelompok, diantaranya: ketokonazol 1000 ppm sebagai kontrol positif, dan DMSO 2% sebagai kontrol negatif serta 5 kontrol uji dengan variasi konsentrasi ekstrak daun bambu tali, yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat zona bening disekitar lubang sumuran ketokonazol, sedangkan pada kontrol uji ekstrak daun bambu tali tidak terdapat zona bening disekitar lubang sumuran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bambu tali tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans.
PENINGKATAN PENETRASI AMINOFILIN DARI SEDIAAN GEL ANTISELULIT DENGAN ENHANCER PROPILEN GLIKOL MELALUI MEMBRAN KULIT TIKUS JANTAN Meta Safitri; Tedjo Yuwono
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.43

Abstract

Banyak sediaan antiselulit yang beredar di pasaran menggunakan zat aktif aminofilin dalam berbagai bentuk sediaan topikal. Penetrasi aminofilin ke dalam kulit perlu ditingkatkan untuk meningkatkan penetrasi aminofilin dengan penambahan enhancer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi propilen glikol sebagai enhancer terhadap transpor aminofilin menembus membran kulit tikus. Sediaan dibuat dalam empat formula, yaitu formula gel tanpa propilen glikol (kontrol), formula gel aminofilin dengan propilen glikol; 7%; 10%; 12% b/b. Semua formula dievaluasi sifat fisiknya, meliputi organoleptis, pH, daya sebar, dan daya lekat. Uji transpor dilakukan dengan menggunakan alat uji difusi tegak dengan medium reseptor (larutan Phospat Bufer Salin 0,1 M pH 7,4), medium donor (sediaan gel aminofilin), Suhu 35°C dan kecepatan pengadukan ± 300 rpm. Kadar aminofilin dalam kompartemen donor yang tertranspor ke kompartemen reseptor pada jam ke- 0; 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 4; 5; 6; 7; dan 8 jam ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Data transpor dianalisis untuk ditentukan fluks dan efisiensinya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan propilen glikol dapat mempengaruhi daya sebar dan daya lekat, akan tetapi tidak mempengaruhi pH sediaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan enhancer propilen glikol memberikan pengaruh yang signifikan (p

Page 7 of 15 | Total Record : 148