cover
Contact Name
Ni Luh Putu Trisdyani
Contact Email
trisdyani@unhi.ac.id
Phone
+6281239751400
Journal Mail Official
widyanatya@unhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Sanggalangit Tembau - Penatih - Denpasar 80238
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
ISSN : 20888880     EISSN : 26565773     DOI : https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i01
Journal Widyanatya is an open access published by Education Society of Universitas Hindu Indonesia. The main objective of Widyanatya is to provide a platform for the regional, national, and international scholars, academicians and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of religious and art. It is also aimed at promoting interdisciplinary studies in religious education and art, religious and art teaching. The journal publishes research papers in the all the fields of religious education and art, religious and art teaching such as: Paedagogy Contemporary education Religious education Arts education Traditional education Sociology of education Psychology of education Philosophy of education etc
Articles 135 Documents
TARI BARIS KEKUPU DALAM UPACARA MAMUKUR DI BANJAR LEBAH DESA ADAT SUMERTA KAJA DENPASAR I Made Sudarsana; Anak Agung Dwi Dirgantini; Ida Bagus Darmayasa
WIDYANATYA Vol 2 No 01 (2020): WIDYANATYA
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i01.630

Abstract

Merefleksikan unsur-unsur kesenian, khususnya seni pertunjukan, dalam ritual keagamaan, seni tari wali atau tari sakral merupakan salah satu unsur yang menunjang rangkaian segala upacara keagamaan yang ada di Bali. Artikel ini membahas salah satu tari sakral atau wali bernama Tari Baris Kekupu yang berada di Banjar Lebah Desa Adat Sumerta Kaja, Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian, tarian ini merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat yang selalu terikat dengan peristiwa ritual atau upacara Mamukur. Bentuk Tari Baris Kekupu, ditarikan oleh penari anak-anak perempuan karena didalam Tari Baris Kekupu ini terdapat unsur-unsur Tari Legong, Idenya terinspirasi dari hiasan kupu-kupu pada damar kurung yang dipasang saat upacara Mamukur. Selain itu, secara fungsional tarian ini dapat dipahami memiliki fungsi religius dan fungsi pelestarian budaya.
ORNAMEN KARANG BHOMA PADA BANGUNAN KORI AGUNG DI KOTA DENPASAR I Kadek Sumadiyasa; I Gede Satria Budhi Utama; I Made Yudabakti
WIDYANATYA Vol 2 No 01 (2020): WIDYANATYA
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i01.631

Abstract

Salah satu karya seni rupa keagamaan Hindu yang digunakan dalam bangunan suci umat Hindu adalah ornamen. Ornamen dalam perkembangannya mendapat pengaruh globalisasi dari luar Bali. Ornamen Karang Bhoma yang terdapat di bangunan Kori Agung di Kota Denpasar mempunyai keunikan yang spesifik khas yaitu berbentuk ukiran madya berdasarkan sastra Hindu. Berdasarkan kepercayaan yang berkembang di Kota Denpasar, pakemnya menggunakan perhitungan hari astawara, tepatnya pada hari kala raksa. Perhitungan ini dilakukan agar undagi (pembuat bangunan) bersama pemilik bangunan agar dapat memulai (ngendag) penempatan. Pahatan Karang Bhoma dengan ciri bentuk ornamen ukiran madya dipercaya membawa kesejahteraan keluarga.
M Meta-analisis Pengaruh Model Pembelajaran TGT terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar ni nyoman kurnia wati
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.904

Abstract

This study aims to determine how much influence the (effect size) Teams Game Tournament (TGT) Learning Model has on the learning interest of elementary school students. This type of research is a meta-analysis research using data collection techniques in the form of literature analysis on previous research. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive data analysis. This analysis is used to analyze the effect size calculation data obtained from comparing the mean and standard deviation of previous studies. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the Teams Game Tournament (TGT) learning model in elementary school learning can be carried out on variables and on subjects and is supported by appropriate learning media. Testing the magnitude of the influence of the Teams Game Tournament (TGT) learning model in learning in elementary schools has a high category, is very feasible and supports to be carried out in learning, especially in elementary schools.
PENDIDIKAN AGAMA HINDU BAGI PRAMUWISATA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP TATA TERTIB KAWASAN SUCI PURA TIRTA EMPUL I Gusti Ketut Widana; Ni Made Sriartini
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1041

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendidikan agama Hindu dalam pendidikan kepramuwisatan yang diselenggarakan HPI Bali serta implikasinya terhadap peningkatan kepatuhan tata tertib kawasan suci di Pura Tirta Empul. Kajian dikhususkan dalam analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan etik dan pendidikan. Kawasan suci Pura Tirta Empul dipilih karena: (1) daya tarik wisatawan cukup tinggi sebab keunikan objek wisatanya berupa prosesi malukat; (2) data statistik pengunjung yang tinggi serta banyak dipandu oleh pramuwisata; (3) kedekatan wisatawan dengan berbagai macam tata tertib yang cukup ketat dalam memasuki kawasan suci Pura. Relasi antara pendidikan agama Hindu dengan pendidikan pramuwisata ditemukan melalui serangkaian tahapan seperti: knowledge (pengetahuan); comprehention (pemahaman); aplication (penerapan); analysis (analisis), sinthesis (sintesa), dan evaluation (evaluasi). Hasil dari pendidikan pramuwisata yang memiliki aplikasi pendidikan Hindu sesungguhnya menciptakan keberhasilan berupa praktik pramuwisata yang profesional, bertanggungjawab, dan memiliki etika kepemanduan. Namun ditemukan juga praktik yang berkecenderungan pada dua karakter yakni sebagai pengeksplorasi budaya atau sebaliknya justru sebagai penentu batas sakral kawasan suci bagi wisatawan.
TRADISI PATANGKILAN BARONG DI PURA PENATARAN AGUNG PURI AGUNG SINGAPADU GIANYAR A.A Dwi Dirgantini; I Made Sudarsana
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1042

Abstract

Tradisi Patangkilan Barong di Pura Penataran Agung Puri Agung Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu tradisi yang masih berlangsung hingga kini dan memperlihatkan kompleksitas nilai-nilai spiritual, sosial, seni dan budaya masyarakat Bali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alasan dipilihnya waktu tertentu, prosesi ritual pelaksanaannya, serta nilai- nilai seni dan budaya yang terdapat dalam pelaksanaan Patangkilan Barong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menekankan kepada analisis deskriptif. Dari penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan Tradisi Patangkilan Barong adalah berdasarkan syarat dari undagi atau sangging dan tempat pasupati dimana barong-barong yang ngerauhin atau lunga sinarengan adalah pekaryan atau buah karya Ida Tjokorda Api dan penerusnya, Ida Dwagung Geni serta Ida Dwagung Singapadu. Nilai- nilai Pendidikan, seni dan budaya yang dapat diambil dari pelaksanaan Patangkilan Barong di Pura Penataran Agung Singapadu berlandaskan kesatuan sosial antar panyungsung dari berbagai daerah, adanya semacam festival budaya di jaba sisi Pura, dimana setiap sesuhunan mesolah diiringi juru bapang dan penabuh dari daerahnya masing-masing. Keberadaan barong dan rangda sebagai karya seni ritual adiluhung buatan Puri Singapadu menjadi sumber inspirasi bagi para sangging dan pengrajin topeng di Singapadu dan sekitarnya serta sebagai nilai pemersatu dan nilai religius magis. Hal inilah yang menyebabkan pelaksanaan yadnya di Pura Penataran Agung Singapadu semakin bermakna.
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GENERASI PENERUS BANGSA Ida Ayu Gde Yadnyawati; I Nyoman Winyana
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1043

Abstract

Terjadinya kekacauan di dalam bertata negera ditunjukan dengan adanya penyimpangan perilaku. Penyimpangan yang melawan arus perilaku normal dan berkarakter. Ada banyak korupsi dan pencurian yang membawa kondisi tidak sesuai dengan harapan bersama. Tujuan dari artikel ini adalah peningkatan karakter generasi penerus bangsa sebagai harapan masa depan bangsa yang berkeadilan. Menempatkan peran perguruan tinggi dalam membawa mahasiswa menjadi berkarakter. Melalui pendekatan kualitatif dan beberapa pendekatan teoretis, kajian ini juga menggunakan pendekatan studi dokumentasi dan observasi di dalam memperoleh kesimpulan. Adapun temuannya menunjukan bahwa lemahnya karakteristik generasi muda sangat memungkinkan terjadinya penyelenggaraan degradasi moral dan hal itu dapat menggangu kehidupan bangsa secara umum.
INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB/C) DI TABANAN MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 I Ketut Winantra; I Nengah Artawan
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1044

Abstract

Di era Revolusi Industri 4.0., proses belajar-mengajar Pendidikan Agama Hindu harus mengalami inovasi dan pengembangan metode pembelajaran. Tujuannya adalah memberikan siswa kemudaan dalam memahami berbagai materi dalam lingkup praktik-praktik keagamaan Hindu yang sesuai dengan tuntutan teknologi informasi, terutama bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB/C) bagi para Tuna Grahita dalam pembelajaran jarak jauh atau daring. Inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SLB/C ini bertujuan agar sesuai dengan IQ yang dimiliki masing-masing siswa yang sudah didasarkan pada ketentuan yang ada. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dibagi menjadi tiga jenis yaitu: pembelajaran kelas, praktik pendidikan, serta pendidikan luar kelas. Hal ini tidaklah mudah, karena untuk SLB /C membutuhkan penanganan yang luar biasa terutama para dewan guru harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, inovasi dan pengembangan metode pembelajaran dilaksanakan melalui media informasi berupa rekaman audio dan visual dengan komputer, laptop atau android. Hali ini memudahkan para guru dan orang tua siswa dalam memberikan materi pembelajaran, sehingga terjadi perbaikan dalam metode pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada Sekolah Luar Biasa (SLB/C) yang khusus untuk Tuna Grahita.
TOLERANSI BERAGAMA KRAMA HINDU DAN ISLAM DI DESA KUSAMBA KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG I Made Yudabakti
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1045

Abstract

Untuk mewujudkan lingkungan sosial yang damai, sejahtera, dan rukun dibutuhkan toleransi yang tinggi antar umat beragama. Toleransi dimaksud telah dibuktikan oleh masyarakat (krama) Hindu Bali dan Islam di Desa Kusamba, Dawan, Klungkung yang dilandasi beragam alasan, di antaranya historis, genetik, profesi, dan sosial. Selain hal di atas, tumbuhkembang dan terbinanya sikap toleransi antara karma Hindu dan Islam di Desa Kusamba telah melewati beberapa proses, antara lain: 1) pembinaan para tokoh atau pemuka agama, baik yang beragama Hindu dan yang beragama Islam; 2) pembinaan dari pihak Pemerintah melaui peran Departemen Agama Kabupaten Klungkung; 3) toleransi telah menjadi kebutuhan setiap individu; dan 4) tumbuhnya sikap toleransi dalam berbagai aktivitas. Pembinaan yang dilakukan telah tertata dan berkesinambungan menjadi sikap toleransi antara krama Hindu dan Islam di Desa Kusamba sampai saat ini. Semuanya telah berimplikasi pada kehidupan; kedamaian, berbhinneka tunggal ika, dan persatuan antara warga di Desa Kusamba.
KEBERADAAN GAMELAN GAMBANG DIPURA KELACI BANJAR SEBUDI DESA TANJUNG BUNGKAK KEC. DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR I Wayan Sukadana; I Gusti Ngurah Padang
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1046

Abstract

Penelitian dengan judul KEBERADAAN GAMELAN GAMBANG DIPURA KELACI ,BANJAR SEBUDI DESA TANJUNG BUNGKAK KECAMATAN DENPASAR TIMUR. Adalah hasil bentuk penelitian dalam bidang studi mengenai bentuk kesenian Tradisional Bali, Gambang adalah gamelan Bali yang termasuk jenis gamelan langka, dengan memiliki fungsi sebagai iringan pitra yadnya atau ngaben. Karena kaitannya dengan upacara kematian. Hal ini membangun kesan gambang adalah gamelan angker dan kramat yang tidak boleh dimainkan secara sembarangan di luar konteksnya pada upacara pitra yadnya. Hal ini menjadi sebuah fenomena bagi peneliti setelah menyelusuri keberadaan Gamelan Gambang di Desa Tanjung Bungkak Denpasar tepatnya di Banjar Sebudi yang dari dulu memiliki dua fungsi yang berlawanan , upacara pitra yadnya yang berkonotasi kesebelan atau kotor dan dewa yadnya yang berkonotasi kesucian namun tempat penyimpanan dari gamelan ini sangat disakralkan di simpan di sebuah tempat suci atau Pura Kelaci di Banjar Sebudi yang tidak diperbolehkan diturunkan dan dimainkan di luar kontek upakara dalam sebuah upacara tertentu. permasalahan penting yang meliputi : Bagaimanakah bentuk Gamelan Gambang di Pura Kelaci Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak,fungsi dan makna Gamelan Gambang di Pura Kelaci Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak Kecamatan Denpasar Timur ?Dalam penelitian ini memlki ruang lingkup maslah agar idak terjadinya peluasan permasalahan di luar konteks, ini akan digunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dan menjelaskan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumen yang kemudian ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Berupa simpulan penelitian sebagai Bentuk atau struktur yang terdapat pada Gamelan Gambang Sebudi Desa Tanjung Bungkak Bentuk Intrumental dan Bentuk Musikal. dan musikalitas atau gending yang selalu dimainkan dalam upacara di pura Kelaci. Dan beberapa Fungsi seperti Estetika , Fungsi Sosial dan budaya dalam Pemaknaan relegius tidak sebatas pada pelengkap sebuah prosesi upacara saja. makna estetis fungsionalnya para musisi di Bali mengasosiasikan melodi yang mereka mainkan dengan tujuan tertentu misalnya untuk suasana pemujaan para Dewata dengan suasana keagungan dalam mengaplemitasikan unsur-unsur pada gending atau lagunya. dengan identitas sosial, dan yang berkaitan warisan budaya tradisional.
TARI BARIS NANDA PADA PROSESI NGILEN DI PURA AGUNG PETILAN KESIMAN I Made Sugiarta; I Putu Arthayana Galih
WIDYANATYA Vol 2 No 02 (2020): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyanatya.v2i02.1047

Abstract

Menarikan tarian sakral adalah merupakan media persembahan dan pemujaan kepada Tuhan. Tari Baris Nanda termasuk kedalam seni tari wali, yang dihadirkan pada saat melakukan prosesi ngilen di Pura Agung Petilan Desa Adat Kesiman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis, bentuk Tari Baris Nanda memiliki ciri khas tersendiri dengan struktur gerak terdiri dari agem tengen, agem ngiwa, tanjek, nengkleng dan ngibas, memiliki dua pola tarian, Nanda Pengrebegan yang dihadirkan di madyaning mandala dalam mengiringi ritual ajejuden menggunakan struktur maupun pola melingkar memiliki gerakan pokok yaitu nengkleng. Sedangkan Nanda Mesesapuh di hadirkan pada utamaning mandala menggunakan pola melingkar mengelilingi para pangruran atau pemangku. Busana menggunakan sesimping, destar (ikat kepala), sekar tajug, selimpet,dan jenis tabuh ancag-ancagan atau leluangan. Fungsi dari Tari Baris Nanda adalah fungsi religius, dan fungsi sebagai pelesestarian budaya. Dan, nilai pendidikan dari Tari Baris Nanda adalah Nilai pendidikan tattwa, nilai pendidikan sosial, dan nilai estetika Hindu.

Page 3 of 14 | Total Record : 135