cover
Contact Name
Imanuel Sairo Awang
Contact Email
iman.saiaw@gmail.com
Phone
+6285654080901
Journal Mail Official
pgsdpersadakhatulistiwa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pertamina Sengkuang, Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
ISSN : 2461078X     EISSN : 2654783X     DOI : https://doi.org/10.31932/jpdp.v6i1
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan dasar perkhasa merupakan jurnal penelitian bidang pendidikan dasar yang terbit dua kali setahun yakni bulan April dan Oktober.
Articles 387 Documents
MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK Kardius Richi Yosada; Agusta Kurniati
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v5i2.480

Abstract

Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan. Sekolah ramah anak bukan membuat bangunan baru melainkan membangun paradigm baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru yang tangguh tanpa kekerasan, menumbugkan kepekaan orang dewasa pada satuan pendidikan untuk memenuhi hak dan melindungi peserta didik. Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tempat mereka tinggal. Lingkungan keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama bagi anak sehingga keluarga berperan sebagai proteksi ekonomi, sekaligus memberi ruang berekpresi dan berkreasi. Sementara Lingkungan Sekolah berperan melayani kebutuhan anak didik khususnya yang termargin dalam pendidikan peduli keadaan anak sebelum dan sesudah belajar, peduli kesehatan, gizi, dan membantu belajar hidup sehat, menghargai hak-hak anak dan kesetaraan gender, sebagai motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi anak. Begitupun dengan peran Lingkungan Masyarakat sebagai Sebagai komunitas dan tempat pendidikan setelah keluarga, Menjalin kerjasama dengan sekolah. sebagai penerima output sekolah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) yang menggunkan buku-buku dan literatur-literatur lainnya sebagai objek yang utama. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan informasi berupa  catatan dan data deskriptif yang terdapat di dalam teks yang diteliti. Dalam upaya mewujudkan sekolah Ramah Anak terlebih khusus dijenjang Sekolah Dasar ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan. Komponen sekolah ramah anak meliputi: Pertama, Kebijakan SRA; Kedua, Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak; Ketiga, Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak  adanya penerapan disiplin tanpa kekerasan; Keempat, Sarana dan prasarana yang ramah anak tidak membahayakan anak, dan mencegah anak agar tidak celaka; Kelima, Partisipasi anak: Partisipasi anak meliputi: mengkomunikasikan program sekolah dengan melibatkan anak. Kata kunci: Sekolah Ramah Anak (SRA)
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HOTS Slameto Slameto
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v4i1.19

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 mensyaratkan pembelajaran saintifik yang dikembangkan dari paradigma konstruktivistik, sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir aras tinggi (HOTS). Implementasi di lapangan masih saja terkendala, guru meragukan efektifitas pembelajaran saintifik berbasis konstruktif, termasuk pembelajaran kooperatif. Permasalahannya adalah 1) seberapa efektif penerapan pem­belajaran cooperative learning, 2) faktor apakah yang menjadi penentu efektivitas kooperatif learning yang dimaksud. Prediktornya adalah cooperative learning (X1) yang memberi kesempatan mahapeserta didik mencari pengetahuan sendiri (X2) dan mem­publikasi­kan hasil karya mereka (X3). Metode yang digunakan pertama adalah Research Development (RD). Untuk yang kedua, penelitian ini menjaring data dari 37 orang mahapeserta didik peserta kuliah asesment pembelajaran SD dari 2 kelas. Data dikumpulkan menngunakan skala penilaian yang terdiri dari 41 item yang sudah teruji valid dan reliabel 37 item. Pengolahan  data  berbantuan SPSS versi 20. Penelitian ini berhasil mengembangkan model Pembelajaran Kooperatif berbasis konstruktif yang terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir aras tinggi (HOTS). Penelitian ini juga mendapatkan 3 model determinan HOTS atau kemampuan berpikir aras tinggi dengan sumbangan 32,50%. Seyogyanya manajemen pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013, terfokus pada memotivasi guru menerapkan pembelajaran kooperatif berbasis saintifik untuk penguatan HOTS.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEKOLAH DASAR DI WILAYAH 3T Daniel Dike
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v3i1.44

Abstract

Masyarakat di wilayah perbatasan tidak hanya diperhadapkan dengan isu eksploitasi ekonomi dan sumber alam namun juga terjadinya kesenjangan sosial karena tidak meratanya pembangunan. Adanya kecenderungan bahwa ketika kelompok lain tidak kompatibel, beda ideologi atau pilihan politik maka respon sosial cenderung negatif, berprasangka jahat (prejudice) bahkan tindakan anarkis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif fenomenologis dengan mengkaji fenomena faktual masyarakat multikultural Kabupaten Sintang di wilayah Sektor Timur Kalimantan Barat. Data dianalisis menggunakan kajian pustaka. Hasil riset ini adalah pendidikan multikultural dapat tumbuh dan hidup di sekolah dasar pedalaman dan wilayah 3T jika warga sekolah a) Membiasakan untuk tidak berpikir dan berperilaku diskriminatif; b) Memahami persepsi orang lain; c) Menghindari stereotipe; dan d) Mengembangkan kesetaraan dan keadilan sosial.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI 04 BATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Andri Andri; Zul Zagir; Olenggius Jiran Dores
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v3i2.91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika di Sekolah Dasar Negeri 04 Bati. Penelitian ini merupakan penelitian Survei dengan metode menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan analisis faktor eksploratori dan analisis deskriptif. Jumlah populasi 115 orang siswa yang terdiri dari 60 orang laki-laki dan 55 orang perempuan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 74 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pedoman observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika di Sekolah Dasar Negeri 04 Bati Tahun Pelajaran 2016/2017 kategori rendah, serta ditemukannya 7 (tujuh) faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar siswa yaitu: (1) faktor fasilitas sekolah, (2) keluarga, (3) psikologis siswa, (4) kemampuan siswa, (5) interaksi siswa, (6) media elektronik, (7) kedisplinan siswa. Faktor yang memberi kontribusi paling besar adalah faktor fasilitas sekolah yaitu sebesar 20,759%, kontribusi terkecil diberikan oleh faktor kedisplinan siswa yaitu sebesar 4,719% dari keseluruhan kontribusi yang diberikan oleh seluruh faktor yang besarnya 68,6%.
PERSEPSI DAN KONSEPSI MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Daniel Dike Tukan; Lusila Parida
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v2i2.112

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena dan problematika pendidikan sekolah dasar untuk mengetahui hal-hal esensial dalam perspektif mutu pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif fenomenologis dalam mengkaji fenomena factual pendidikan dasar. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dialektis melalui teori untuk mendapatkan konsep yang holistik tentang mutu belajar di sekolah dasar. Hasil dan tujuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa proses belajar tidak sebatas guru dan kurikulum, tetapi erat kaitannya dengan semua aspek yang menciptakan kondisi belajar. Kelas tidak hanya mengenai aspek fisik tetapi sebuah realitas psikologis dimana komunikasi dan interaksi guru dan murid terjadi. Interaksi yang baik akan membantu keberhasilan proses belajar dan memastikan hati dan pikiran siswa ada di setiap ruang-ruang kelas ketika belajar itu terjadi. Guru harus membangun persepsi dan konsepsi yang benar tentang proses belajar dan terus mengasah kompetensinya. Dengan demikian evaluasi dan pengembangan guru harus holistik mencakup, sikap, pengetahuan, sifat dan motivasi guru dalam melaksanakan profesinya di bidang pendidikan.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 14 MANIS RAYAKECAMATAN SEPAUK TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Agusta Kurniati; Fransiska Fransiska; Anjella Wika Sari
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v5i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:  (1) mendeskripsikan gaya belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (2) mendeskripsikan apa sajakah faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (3) mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam gaya belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, gaya belajar siswa di SD Negeri 14 Manis Raya Kecamatan Sepauk mempunyai tiga tipe gaya belajar yaitu visual, auditorial dan kinestetik dan gaya belajar yang paling mendominan  digunakan adalah adalah gaya belajar visual. Kedua, faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu: faktor internal dan eksternal faktor yang dominan adalah eksternal hal ini dikarenakan bahwa siswa lebih terpengaruh dengan lingkungan luar seperti dari keluarga yaitu siswa kurang adanya motivasi belajar. Faktor  sekolah yaitu dari sekolah guru  tidak terlalu menggunakan media dalam mengajar  dan faktor dari masyarakat berkaitan dengan lingkungan luar yaitu kurang adanya dukungan masyarakat terhadap belajar siswa. Ketiga, upaya yang dapat guru lakukan yaitu guru melakukan pendekatan kepada siswa, menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi, guru berusaha mengkondisika situasi pembelajaran dengan dengan baik.Kata kunci: Gaya Belajar Siswa, Bahasa Indonesia
MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU NON KEPENDIDIKAN DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 20 SKPG SP 1 EMPARU Jamin Kadarisman
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v6i1.670

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini untuk membantu meningkatkan kompetensi  pedagogik guru di SD Negeri 20 SKPG SP 1 Emparu, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan, dalam menyusun rencana pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Teknik analisis data dilakukan terhadap hasil RPP guru sebagai data awal kemampuan guru dan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembinaan akan dianalisis secara deskriptif  untuk mengukur keberhasilan proses pembinaan sesuai dengan tujuan penelitian tindakan sekolah ini. Dari Proses Penelitian Tindakan sekolah yang di lakukan di SD Negeri 20 SKPG SP 1 Emparu dapat disimpulkan bahwa : (1) Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1, menjadi 80% setelah siklus 2. (2) Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2. (3) Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 5 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan tersebut, berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik mereka dalam menyusun Perencanaan Pembelajaran
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SEKOLAH BINAAN SMP KECAMATAN KELAM PERMAI Ali Rohali
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v4i1.11

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif“NHT” sebagai alternatif pemecahan masalah rendahnya nilai matematika pada sekolah binaan SMP Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang.Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian tindakan (action research) yang dirancang melalui dua siklus melalui prosedur: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan 4) refleksi dalam tiap-tiap siklus.Setelah dilakukan pembinaan (siklus 1) persentasi ketercapaian hasil belajar sebesar 66,00% dan 70,31%, dengan demikian ada peningkatan persentasi ketercapaian dan ketuntasan sebesar 16,30% dan 18,86%Kemudian dilakukan pembimbingan kedua (siklus 2) diperoleh data komponen perencanaan pembelajaran sebesar 52,25 dengan skor ideal 68, sehingga persentasi ketercapaian sebesar 76,84%. Pelaksanaan pembelajaran sebesar 118,75 dengan skor ideal 140,00, sehingga persentasi ketercapaian sebesar 84,82%. Sedangkan kinerja guru dengan skor 171,00 dan skor ideal sebesar 208,00, sehingga persentasi ketercapaian sebesar 82,21%. Ketercapaian dan ketuntasan hasil belajar matematika mengalami kenaikan, untuk ketercapaian sebesar 66,00 (siklus 1) menjadi 76,25 (siklus 2) terjadi peningkatan sebesar 12,93%. Sedangkan ketuntasan hasil belajar matematika sebesar 70,31 (siklus 1) menjadi 84,75 (siklus 2) dengan demikian mengalami peningktan sebesar 17,09%.Dari data yang telah didapatkan, bahwa peningkatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dengan model “Number Head Together (NHT)” dapat meningkatkan kinerja guru matematika yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Demikian halnya dengan hasil penelitian tindakan supervisi kelas terhadap guru matematika secara individual dengan menerapkan model pembelajaran “Number Head Together (NHT)” dapat meningkatkan kinerja guru, sehingga pelaksanaan pembelajaran makin berkualitas yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Yasinta Lisa; Didin Syafrudin
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v2i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi ciri khusus pada makhluk hidup di kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbentuk Quasi Eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group Design dan populasinya adalah siswa kelas VI, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan analisis uji T dua pihak untuk uji hipotesis disimpulkan bahwa tidak tidak terdapat perbedaan hasil belajar pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dibuktikan dengan thitung ≤ttabel yaitu 0,267  ≤  2,021. Terdapat perbedaan hasil belajar posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dibuktikan dengan thitung >ttabel yaitu 2,441 >  2,021. Ukuran efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dihitung menggunakan rumus effect size dan diperoleh hasil 0,80 dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.
KORELASI POLA ASUH ORANGTUA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 TENGADAK Pinsensius Budang; Nelly Wedyawati; Fransiska Fransiska
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v3i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pola asuh orangtua dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 5 tengadak tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian korelasi jenis hubungan kausal. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN 5 Tengadak berjumlah 32 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh dengan alat pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh hubungan pola asuh orangtua dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 5 Tengadak tahun pelajaran 2016/2017 sebesar 0,613 termasuk dalam kategori kuat. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel  yakni 4,252 > 2.0423. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan pola asuh orang tua dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 5 Tengadak tahun pelajaran 2016/2017.

Page 6 of 39 | Total Record : 387


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa More Issue