cover
Contact Name
Erfan Wahyudi
Contact Email
erfan.wahyudie@gmail.com
Phone
+6282339778340
Journal Mail Official
solid.utm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pelor Mas 3, Kampus UTM Mataram, Kekalik, kec. Sekarbela, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 95 Documents
Teachers Use Code switching In The Classroom Lalu Agung Rahmat Salehuddin
SOLID Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i1.333

Abstract

This paper discusses about the issues of code switching in the classroom that is used by teachers and students. Code switching that was used by both teachers and students influenced the teaching learning process. The paper also talks about the function of using the code switching in the classroom, how necessary the code switching is and to find out the advantages and the weaknesses of the use of code switching.
PENGEMBANGAN STRATEGI BATARA (BACA, TANTANG, BICARA) PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PROSA FIKSI (NOVEL REMAJA ASLI ATAU TERJEMAHAN) PADA SISWA MTS NW PERIAN ilmal yaqien
SOLID Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i2.379

Abstract

Abstrak –Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan strategi pembelajaran membaca novel yang berbentuk buku panduan. Buku panduan strategi BATARA akan disusun oleh peneliti untuk memperbaiki pembelajaran membaca siswa SMP/MTs menjadi lebih efektif dan mencapai target pembelajaran. Buku panduan yang akan disusun peneliti ditujukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTs. Berdasarkan pemilihan pendekatan PBAS, penelitian strategi BATARA ini menggunakan metode pembelajaran simulasi dalam penerapannya di dalam kelas. Karena spesifikasi, langkah - langkah, dan keunggulan pada metode simulasi relevan dengan strategi  BATARA yang akan dikembangkan. Model  pembelajaran  simulasi  merupakan  modelpembelajaran  yang  membuat  suatu peniruan terhadapsesuatu yang nyata, terhadap keadaan sekelilingnya(state of affaris) atau proses. Model pembelajaran inidirancang untuk membantu siswa mengalami bermacam-macam proses dan kenyataan sosial serta untuk menguji reaksi mereka, dan untuk memperolehkonsep keterampilan pembuatan keputusan. Penelitian pengembangan strategi BATARA ini akan memberikan kontribusi kepada, 1) siswa SMP/MTs: buku panduan strategi ini dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai sumber belajar dan sarana menggali dan mengembangkan kemampuannya dalam keterampilan membaca novel remaja; 2) guru: buku panduan strategi ini dapat digunakan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai sumber untuk mengajarkan keterampilan membaca novel remaja menjadi lebih baik, optimal dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kata kunci:  Strategi BATARA (Baca, Tantang, Bicara), Membaca, Prosa Fiksi
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA PT. TELKOMSEL BRANCH MATARAM Reny Wardiningsih
SOLID Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem informasi pengadaan barang dan jasa pada PT Telkomsel Branch Mataram. Metode yang digunakan adalah Deskriptif analitis. Sampel dalam penelitian ini ada dua yakni; (1) sebanyak 45 orang karyawan tetap pengguna system informasi (2) Struktur Organisasi, SOP, BAK, FPB, BAST, Invoice. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara; SOP Flowchart dan e-procurement. Teknik evaluasi data (system Informasi) yang digunakan adalah: (1) Mengidentifikasi tujuan sistem informasi tersebut; (2) Memilih ukuran yang digunakan; (3) Mengidentifikasikan sumber-sumber data; (4) Menentukan nilai ex ante sebagai ukuran; (5) Menentukan nilai ex post sebagai ukuran; (6) Mengidentifikasi dampak system. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sistem pengadaan yang berjalan sudah menggunakan sistem e-procurement dan telah sesuai dengan SOP. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa pada PT.Telkomsel Branch Mataram menggunakan metode sistem tender. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya dokumentasi dari data BAK, FPB, BAST serta invoice yang menunjukan bahwa perusahaan ini menggunakan vendor dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa e-procurement yang ada pada PT. Telkomsel Branch Mataram telah berjalan dengan efektif. Hasil penelitian  ke (2) Dampak penggunaan sistem yang berjalan memberikan kemampuan melacak seberapa besar penyerapan budget yang telah dilakukan Branch Mataram, apakah telah sesuai target budget yang di anggarkan atau belum mencapai target.
PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAH DESA SEBELUM DAN SESUDAH UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Beverly Evangelista; - Zulhadi
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.178

Abstract

Terdapat perbedaan bentuk pertanggungjawaban pemerintah desa sebelum dan sesudah berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tengang Desa dimana sesudah berlakunya undang-undang tersebut pertanggungjawaban pemerintah desa lebih ketat baik kepada BPD maupun Bupati/Walikota dan masyarakat.Adapaun permasalahan dalam tesis ini yakni : bagaimanakah pertanggungjawaban pemerintah desa sebelum  dan sesudah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa ? dalam Hal apa saja pemerintah desa menyampaikan pertanggungjawaban kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan BPD ?Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian hukum normatif  dengan beberapa pendekatan yakni : Pendekatan perundang-undangan, Pendekatan Konseptual, Pendekatan Komparatif, Pendekatan Historis.Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah, Kepala Desa menyampaikan laporan dalam bentuk LPJ Kepala Desa. Dan setelah berlakunya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa, Kepala Desa menyampaikan laporan dalam bentuk LKPJ kepada BPD dan Bupati/Walikota serta masyarakat. Dalam hal pelaporan, ada dua jenis laporan pertanggungjawaban yang harus disampaikan oleh pemerintahan desa yakni laporan pelaksanaan Apebedes yang dilakukan pada setiap akhir tahun anggaran dan laporan pertanggungjawaban Kepala Desa pada masa akhir jabatan sebagai Kades.Oleh sebab itu, penulis berkesimpulan bahwa pertanggungjawaban pemerintah desa haruslah disampaikan dalam LKPJ kepada BPD dan Bupati/Walikota serta masyarakat. Kata kunci : Pemerintah Desa, Pertanggungjawaban
Legalitas Formal Operasional Perseroan Terbatas Ishariaty Wika Utary; Beverly Evangelista
SOLID Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v10i1.372

Abstract

Perseroang Terbatas (PT) merupakan usaha berbadan hukum dimana setiap aspek legal formalnya harus terpenuhi. Oleh sebab itu, organ pendiri haruslah memahami setiap tanggungjawabnya baik sebelum maupun sesudah PT berbadan Hukum. Adapun permasalahan dalam penelitin ini adalah : Bagaimana persyaratan operasional Perseroan Terbatas agar dapat beroperasi dan tanggung jawab pendiri sebelum dan sesudah pengesahan. Metode dalam mengkaji penelitian ini adalah hukum normatif. Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta otentik yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain sebagaimana yang diatur dalam  Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh sebab itu, untuk menghindari permasalahan legal formal dikemudian hari, setiap organ PT harus memahami tanggungjawab masing-masing baik sebelum maupun setelah PT berbadan hukum. Sehingga PT dapat menjalankan usaha sebagaimana tujuannya
SERIAL VERB CONSTRUCTIONS IN SASAK LANGUAGE OF MENO-MENE DIALECT: A TYPOLOGY AND LFG APPROACH Sartika Hijriati
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.193

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to analyze the semantic types, the characteristics, and the constituent structure and functional structure of Sasak serial verb constructions. The theory of Typology and Lexical Functional Grammar (LFG) were used to analyze the data. The data in this research were taken from the uttarances of speakers of meno-mene dialect of Sasak. This study is designed as a descriptive qualitative research. The data were collected through observation, interview, and reflective-introspective methods with recording and elicitation techniques. The results show that Sasak serial verb constructions have ten semantic types, which are motion, direction, instrument, comitative, manner, aspect and mood, benefactive, causative, cause-effect, and synonym. Based on the phonological, morphological and syntactical characteristics, Sasak serial verb constructions have the following characteristics: (1) They fall under one intonation contour, 2) They form mono-clause as a single predicate, 3) They have verb markers that occur only on one verb or each verb obtains the same marker, 4) They share aspect, mood, negation, and 5) They share the same arguments. The analysis of constituent structure and functional structure shows that Sasak serial verb constructions have V-V stucture, and X-COMP or X-ADJ structure.Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe-tipe semantik, ciri-ciri, dan struktur konstituen dan struktur fungsional pada konstruksi verba serial Bahasa Sasak. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori tipologi dan tata bahasa leksikal fungsional. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan introspektif-reflektif dengan teknik rekam dan pancing. Hasil analisis menunjukkan konstruksi verba serial bahasa Sasak memiliki sepuluh tipe semantik untuk menunjukkan gerakan, arah, instrumen, komitatif, kecaraan, aspek dan modal, benefaktif, kausatif, sebab-akibat, dan sinonim. Berdasarkan ciri-ciri fonologis, morfologis dan sintaksis, verba serial Bahasa Sasak memiliki ciri: 1) konstruksi verba serial Bahasa Sasak dilafalkan dalam satu intonasi, 2) konstruksi verba serial Bahasa Sasak ialah monoklausa dan berperilaku sebagai predikat tunggal, 3) pemarkah verba serial Bahasa Sasak pada salah satu atau tiap-tiap verba dengan pemarkah yang sama, 4) verba serial Bahasa Sasak berbagi aspek, modal dan negasi, dan 5) verba serial Bahasa Sasak berbagi argumen dalam konstruksinya. Analisis terhadap struktur konstituen dan struktur fungsional menunjukkan verba serial bahasa Sasak memiliki stuktur V-V dan struktur X-KOMP atau X-ADJ.Keywords: serial verb constructions, Sasak, typology, Lexical Functional Grammar
MANAJEMEN PENANGGULANGAN KEMISKINAN: Pemberdayaan Masyarakat Okky Afriwan
SOLID Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v10i1.355

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu komponen dalam manajemen penanggulangan kemiskinan. Dalam penelitian ini digunakan metode campuran, yakni kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa jenis program pemberdayaan masyarakat meliputi PNPM Perkotaan, PNPM Perdesaaan dan PNPM PISEW. Disisi lain, ada tiga strategi pemberdayaan yang dapat diimplementasikan yaitu  peningkatan kapasitas warga masyarakat miskin, koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, terkait, pemutakhiran data kemiskinan setiap tahun
Perbedaan Metacognitive Awareness, Regulation dan Evaluation Siswa dalam Proses Problem Solving Melalui Diskusi Kelompok Baiq Yuni Wahyuningsih
SOLID Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i1.231

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan mendeskripsikan bagaimana perbedaan kemampuan metakognitif yang diwujudkan dalam sikap awarenes, regulation dan evaluation yang dimiliki siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda dalam melakukan problem solving. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif digunakan karena penelitian ini dilakukan dalam setting yang alamiah, peneliti akan memperhatikan setiap sikap/aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam melakukan problem solving secara diskusi kelompok tanpa ada perlakuan ataupun bimbingan sebelumnya. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 5 (lima) orang siswa kelas XI dengan tingkat kemampuan berbeda dan dikumpulkan dalam satu kelompok. Pemilihan dilakukan dengan melihat hasil belajar dan keaktifan dalam pembelajaran dengan bantuan pantauan dari guru mata pelajaran matematika. Proses pengumpulan data dilakukan melalui 5 tahap: Observasi, Dokumentasi, Tes (Pemberian masalah sebagai bahan diskusi), Rekaman Video dan Interview. Tes yang diberikan diselesaikan secara kelompok sebanyak 5 butir dan direkam secara keseluruhan untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan melakukan interview guna memilah dan memilih aktivitas siswa yang menunjukkan kemampuan awareness untuk memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 270 transkrip interview yang ada , aspek awareness yang ditunjukkan oleh kelima siswa adalah sebanyak 35 transkrip (13%), regulation 116 transkrip (42.9%) dan evaluation (119 transkrip (44.1%), Dengan rincian masing-masing siswa S1 sebanyak 50 transkrip (18,5%), S2 sebanyak 72 transkrip (26.7%), S3 sebanyak 25 transkrip (9.3%), S4 sebanyak  60 transkrip (22.2%) dan S5 sebanyak 63 transkrip (23.3%) Dengan kata lain semakin tinggi tingkat kemampuan siswa, semakin tinggi pula kemampuan metacognitive awareness, regulation, evaluation yang ditunjukkan.Kata Kunci: Metacognitive Awareness, Regulation, Evaluation dan Problem Solving  AbstractThe purpose of this study is to look at and describe how different metacognitive abilities are manifested in attitudes awarenes, regulations and evaluations that students have with different levels of ability to do problem solving. The research approach used is a qualitative approach with a type of descriptive research. Qualitative approaches are used because this research is conducted in natural settings, researchers will pay attention to each attitude / activity carried out by students in performing problem solving in group discussions without any previous treatment or guidance. The subjects in this study were 5 (five) students of class XI with different levels of ability and collected in one group. The selection is done by looking at the learning outcomes and activeness in learning with the help of observations from mathematics teachers. The process of data collection is carried out through 5 stages: Observation, Documentation, Tests (Giving problems as discussion material), Video Recording and Interview. The given test is completed in groups of 5 items and recorded as a whole to then be followed up by conducting interviews to sort and select student activities that show awareness ability to solve problems. The results showed that out of 270 interview transcripts available, the aspect of awareness shown by the five students was 35 transcripts (13%), 116 transcript regulations (42.9%) and evaluations (119 transcripts (44.1%), with details of each student S1 as many as 50 transcripts (18.5%), S2 as many as 72 transcripts (26.7%), S3 as many as 25 transcripts (9.3%), S4 as many as 60 transcripts (22.2%) and S5 as many as 63 transcripts (23.3%). high level of student ability, the higher the metacognitive awareness, regulation, evaluation shown.Keywords: Metacognitive Awareness, Regulation, Evaluation dan Problem Solving
PENGARUH FAKTOR MOTIVASI, KARAKTERISTIK PEKERJAAN, KARAKTERISTIK INDIVIDU, KONDISI KERJA DAN SUMBER DAYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DAN DOSEN PADA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPTER (STMIK) MATARAM muhamad ahyat
SOLID Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i1.329

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor Motivasi, Karakteristik pekerjaan, Karakteristik individu, Kondisi kerja dan Sumber daya baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui mana  diantara  faktor tersebut yang mempunyai pengaruh paling  dominan terhadap kinerja karyawan dan dosen pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Kompter (STMIK) Mataram.Penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal yang berarti bahwa variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen/kuesioner terhadap seluruh karyawan dan dosen pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Mataram sebanyak 80 karyawan. Teknik Analisia yang digunakan adalah regresi linier berganda serta pengujian hipotesis menggunakan program Statistical Product and Solution (SPSS) for Windows.Hasil analisis dengan menggunakan analis regresi linier berganda menunjukkan faktor Motivasi, Karakteristik pekerjaan, Karakteristik individu, Kondisi kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan dan dosen pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Kompter (STMIK) Mataram, terbukti dari uji F yang dilakukan diperoleh hasil F hitung lebih besar dari F tabel (3,182 > 2,23), dan nilai R2 = 0,721. Sementara secara parsail, signifikansi pengaruh masing – masing variabel ditunjukkan oleh uji T. Hasil uji T menunjukkan variabel karyawan dan dosen pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Kompter (STMIK) Mataram berpengaruh secara signifikan. Dengan demikian berdasarkan uji pengaruh parsial maupun simultan dari penelitian tersebut sudah terjawab.Hasil uji pengaruh parsial masing – masing variabel bebas juga menunjukkan variabel motivasi merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan dan dosen pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Kompter (STMIK) Mataram. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai t hitung untuk  variabel motivasi paling besar diantara variable yang lain yaitu sebesar 2,865. Kata Kunci : Motivasi, Karakteristik pekerjaan, Karakteristik individu, Kondisi kerja dan Kinerja
PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE CABANG SELONG LOMBOK TIMUR Syahruddin Syahruddin
SOLID Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v10i1.383

Abstract

Penelitian bertujuan untuk Untuk mendiskripsikan kompetensi karyawan pada PT. Federal International Finance (FIF) Cabang Selong Lombok Timur serta upaya upaya apa yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut dalam rangka meningkatkan kompetensi hubungannya dengan kinerja karyawannya. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan pada PT. Federal International Finance (FIF) Cabang Selong Lombok Timur. Untuk menganalisis dan mendiskripsikan adanya faktor yang menjadi pendukung dan penghambat guna meningkatkan kompetensi hubunggannya dengan kinerja karyawan agar perusahan dapat bersaing dan memberikan keuntungan yang optimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penjelasan (explanatory research). Mengingat populasi yaitu para karyawan pada perusahaan PT Federal International Finance (FIF) Cabang Selong Lombok Timur relatif terbatas  yaitu sebanayak 33 orang  dan masih dirasakan terjangkau oleh waktu, dana dan tenaga, maupun  kemampuan  dari  penelitian,  maka  jumlah  obyek  yang  diteliti  adalah keseluruhannya.Hasil penelitian sebagai berikut : Kompetensi   seseorang dapat diraih dalam proses pendidikan dan pelatihan. Dalam penelitian ini hal hal yang diukur untuk menilai kompetensi meliputi : Sebagian besar pendidikan karyawan pada perusahaan PT Federal International  Finance  (FIF)  Cabang Selong  Lombok  Timur  merupakan tamatan SMA yautu sebanyak   24 orang (75,76 %), sisanya sarjana, SD dan SLP. Kesesuai pendidikan karyawan dengan pekerjaan Sebanyak 28 orang (84,85 %) yang cukup sesuai antara jenis pekerjaan dengan jenis pendidikannya ini. Pengetahuan terhadap tugas Bahwa sbagian besar yaitu sebanyak 25 orang (75,86 %) yang menyatakan tahu. akan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, karena memang rata rata mereka mempunyai pengalaman kerja lebih 5 tahun dan sesuai dengan pendidikan yang dipunyainya.Dari hasil analisis diperoleh “Ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi yang meliput tingkat pendidikan (X1 ), kesesuaian pendidikan dengan pekerjaan (X2  ) dan kedisplinan kerja (X3) baik secara bersama sama maupun secara terpisah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja (Y). Selanjutnya dalam analisa tersebut ditemukan hasil determinasi R square = 0,485. Artinya sumbangan kompetensi terhadap kinerja karyawan  pada perusahaan  PT   Federal  International  Finance  (FIF)  Cabang  Selong Lombok Timur sebesar 48,5 %, sisanya sebesar 51,5 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Faktor pendukung dan penghambat guna meningkatkan kompetensi hubunggannya dengan kinerja karyawan agar perusahan dapat bersaing dan memberikan keuntungan yang optimal Kata Kunci : Kompetensi dan Kinerja Karyawan

Page 4 of 10 | Total Record : 95